Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Sama Kamu Saja


__ADS_3

"Jangan memikirkan yang tidak tidak Vee, percayalah...tidak karena kamu, aku resign dari kantor Bara."


Velia mengangguk, meskipun ia tau kalau Vika bohong tetapi....ia tidak mau memaksa Vika untuk jujur pada nya.


Mereka berdua menikmati kopi masing masing dan juga camilan yang ada di depan mata,, tanpa saling membenci dan terlibat permusuhan.


Hingga, dering telpon Velia berbunyi....Dan Velia mengeryitkan alisnya manakala melihat nama 'Suamiku sayank' yang memanggil.


Astaga .. lebay banget, dasar orang aneh...pasti dia yang merubah nama kontak nya ...


Yah, Velia tau kalau Bara yang sudah mengotak atik ponselnya, dan mengganti nama Bara dengan nama suamiku sayank. Sungguh, Velia sendiri tidak tau menau tentang itu, kapan Bara melakukan nya.


"Angkat saja Vee, Bara kan??"


Velia mengangguk, merasa tidak enak juga dengan ponselnya yang sedari tadi berbunyi.


"Hallo...."


"Sayank, Mas lapar...balik yank.."


Suara Bara terdengar jelas, yang membuat Velia malu dengan Vika.


Begitu juga Vika, hatinya teriris manakala mendengar Bara yang sangat mesra memanggil Velia, dan kelihatan sangat bahagia..


"Iya, sebentar lagi...."


"Apa Mas nyusul saja yank??"


Bara rasanya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istrinya, dan ia yang memang tidak sibuk berinisiatif menyusul Velia.


"Tidak perlu...aku akan ke sana, ini sudah selesai...."


Yang benar saja, Bara mau menyusul nya ...itu tidak benar dan ia tidak mungkin membuat Bara ke sini.


Klik


Dengan sopan sekali, Velia menutup panggilan telpon dari Bara, tanpa permisi dan tanpa sepatah kata apapun. Velia yakin kalau di sana, Bara sangat kesal dengan tingkah nya.

__ADS_1


"Maaf Kak, ngobrol nya lanjut di atas ya?? entar nyusul lagi ke sini."


Velia rasanya belum puas ngobrol dengan Vika, tetapi suami nya sudah menelpon. Velia yakin kalau dalam waktu lima belas menit ia tidak sampai di atas, sudah dipastikan kalau Bara akan nyusulin ke sini.


"Iya enggak apa apa, lagian juga sebentar lagi supir kantor Papah datang.", bohong Vika.


Sebenarnya kalau boleh jujur, Vika iri dengan Velia. Bukan hanya masalah kecantikan nya saja, yang memang lebih cantik Velia dibandingkan dengan Vika, juga karena Velia yang dikelilingi oleh laki laki yang sangat tulus dan mencintai nya, sedangkan ia...hanya mencintai Bara tetapi sayang nya Bara tidak mencintai nya.


"Kenapa Kak??"


Velia sudah selesai membayar, lalu menghampiri Vika lagi, tetapi...ia melihat Vika yang melamun dengan memperhatikan nya.


"Oh tidak...aku hanya iri dengan kamu saja, yuk jalan ..."


Kini, Velia yang dibuat bertanya tanya dengan ucapan Vika, iri darimana kemana nya?? dan apa yang membuat iri Vika?? sedangkan Velia sendiri...ia menganggap Vika adalah wanita yang sempurna, sudah cantik dan pintar, tetapi... dirinya....otak saja pas pasan, hanya mengandalkan harta orang tua yang mungkin bisa membuatnya berkembang.


"Iri dengan ku Kak, Kak Vika bercanda??"


Velia menggeleng lagi, ia berjalan di samping Vika dan bergegas ke kantor Bara.


"Iya, aku iri dengan kamu, kamu cantik ....dan di kelilingi laki laki yang sangat mencintai kamu..."


"Aku hanya beruntung saja, mungkin mereka belum tau sifat asli aku yang bagaikan, dan mereka hanya melihat dari wajah saja, padahal...kalau aku boleh jujur, aku malahan iri dan kagum dengan Kakak..."


"Apa aku enggak salah dengar?? apa yang kamu kagumi dari aku, padahal Bara sendiri tidak menganggap aku spesial...."


"Hahaha...Bara matanya but@ Kak, dia enggak tau kalau Kakak itu sempurna, dan Bara itu memang bodoh dan sangat bodoh!!!"


Velia malahan mengatai ngatai suami nya, istri macam apa Velia itu??


"Kamu, Vee...ada ada saja, Bara matanya normal kok, bukti nya dia bisa mencintai kamu dan melihat kalau kamu lebih baik dari aku..."


"Jangan terlalu memuji ku, Kak...aku nanti bisa besar kepala...ini saja sudah besar kepalaku hahaha....."


"Hahaha....kamu ada ada saja, pantas Bara sangat mencintai kamu...kamu orangnya nyenengin dan bisa membuat orang tertawa...."


"Ah enggak juga, aku bisa marah loh, dan...apa Kakak tidak ingat, kalau aku juga pernah dalam masa terpuruk, dan itu aku alami bukan hanya sekali, tapi dua kali...."

__ADS_1


Tidak mungkin Vika tidak mendengar cerita tentang Velia, yang mana dua tahun yang lalu dan juga satu bulan yang lalu, Velia mengalami hal yang membuat ia tidak sebahagia sekarang.


"Tidak perlu diingat lagi, yang pasti...kamu sekarang sudah bahagia dengan laki laki yang sangat mencintai kamu, Bara ..dan aku harap...kamu tidak menyia nyiakan cinta tulus Bara yang diberikan untuk kamu."


Vika menghentikan langkah kakinya, ketika dari jauh ia melihat Bara yang sudah berjalan ke arah sini, tentu saja ia ingin menghampiri Velia, bukan dirinya.


"Bahagia lah dengan Bara, dia laki laki yang baik dan sangat mencintai kamu..."


Vika memeluk tubuh Velia, "Maaf Kak, kalau aku sudah merebut Bara....", ucap Velia di sela sela pelukannya.


"Shitttt....bukan kamu, tapi mamang sudah waktunya aku pergi, aku bahagia...karena pilihan Bara adalah kamu, wanita yang sangat baik dan tidak neko neko."


Velia melepaskan pelukan Vika, ia pun mengangguk dan tersenyum, tidak mau membuka Vika akhir nya bersedih di hari terakhir nya berada di kantor Bara.


"Kita masih bisa bertemu kan Kak??"


"Masihkah, kecuali suami mu tidak mengijinkan nya hahaha....."


"Kalau tidak diizinkan, aku yang akan marah..."


Vika tertawa, memang jurus andalan wanita seperti itu, pasti ujung ujung nya ngambek.


"Sayank...."


Dari kejauhan, Bara berlari dan menghampiri istri nya. Memang benar apa yang dikatakan oleh Velia, lima belas menit tidak sampai di atas, Bara sudah menyusul nya ..dan ini terbukti...bahkan belum ada lima belas menit, Bara sudah berada di depannya saat ini.


"Sudah aku bilang, Jangan menyusul ku..."


"Mas tidak menyusul kamu, Mas hanya menghampiri istriku, makan siang yuk sayank?? laper...."


Velia belum menjawab, ia merasa tidak enak dengan Vika yang masih ada di sana, tetapi...Bara sendiri malahan santai santai saja


"Aku ke atas ya Vee, mau ambil barang barang, sebentar lagi supirnya datang..."


Sama hal nya dengan Vika yang tidak enak, bahkan seperti obat nyamuk saja, ia akhir nya memilih pergi ke atas dan meninggalkan pengantin baru itu.


"Tuh kan Vika pergi, kamu jadi laki laki terllau cuek, aku jadi enggak enak sama dia, sudah merebut kamu...eh kamu nya sekarang malahan cuek banget dan membuat hatinya panas..."

__ADS_1


Bara merangkul Velia dan membawa nya itu kembali ke pintu utama. "Harus Sayank, supaya dia bisa melupakan Mas, karena Mas hanya cinta sama kamu saja....."


__ADS_2