Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Boleh Aku Buka??


__ADS_3

Dengan pelan, Velia mendorong tubuh Bara...ia tidak mau malam ini berakhir di dalam kamar mandi....dan Bara sukses keluar dari kamar mandi dengan tersenyum tentunya.


Setelah Velia menutup kembali pintu kamar mandi dan tidak lupa mengunci nya, ia langsung membuka handuk nya dan memakai pakaian yang tadi di berikan oleh Bara...


"Astaga....kalau seperti ini, sama saja aku tidak memakai baju, dan ini juga lebih baik aku hanya pakai bathrobe saja....", gerutu Velia kesal sendiri...ia di dalam kamar mandi ngomel ngomel tidak jelas.


"Dasar otak mesummm....bisa bisanya membelikan aku baju kurang bahan seperti ini...gula!!"


Velia masih belum memakai bajunya, ia melihat lihat lebih detail lagi dan memastikan apakah ia jadi memakai nya apa tidak.


"Gila!! aku seumur umur baru lihat baju seperti ini secara langsung dan akan aku pakai, gila saja...."


Velia masih melihat lihat dari samping, dibolak-balik entahlah....


Merasa tidak enak dengan Bara karena pasti sudah menunggu lama sedari tadi, Velia akhirnya mau tidak mau memakai baju kurang bahan itu, dan ia tutupi dengan bathrobe...


Ceklek....


Velia keluar, yang membuat mata Bara tidak berkedip melihat nya, ini masih pakai bathrobe....Bara sudah merasa terpesona, bagaimana kalau ia membuka bathrobe nya dan terlihat jelas linggeri seksiii yang saat ini dipakai nya.


"Sa....yank...."


Bahkan tanpa sengaja air liur nya menetes, hanya melihat rambut Velia yang basah saja dan memakai bathrobe, apalagi kalau baju dinas yang kurang bahan itu di pertontonkan di depan nya, mungkin Bara langsung saja menyerang Velia tanpa lama lagi.


'Ini belum seberapa Bara...', batin nya lagi.


Meskipun bukan yang pertama, tetapi Bara masih saja tergoda dan begitu terpancing manakala melihat Velia yang sudah wangi dan segar....


Dan Bara kali ini tidak bisa menahan lagi, senjata yang sudah meronta sejak tadi, ingin segera dituntaskan...


Bara mendekati Velia, yang membuat Velia mundur seketika, takut...karena tatapan mata Bara yang tajam, meskipun dengan senyuman manisnya...


"Stop Bar...mandi dulu!!"

__ADS_1


Velia menahan dada Bara yang sudah dekat dengan tubuh nya, bukan nya menolak... tetapi lebih baik Bara mandi dulu, karena airnya sudah disiapkan....


"Sayank....Mas pengen, kamu enggak lihat senjata Mas yang sudah teg@k gini???"


Velia tanpa sengaja melihat ke bawah, dan memang benar....ada sesuatu yang menonjol di sana.


'Astaga....benar benar mesuuummmm tuh orang!!!'


"Mandi dulu, airnya keburu dingin!!"


Dengan cepat Velia merubah posisi nya dan mendorong tubuh Bara supaya masuk ke dalam kamar mandi...


"Sayank ......"


Bara menyerah, akhirnya ia masuk ke dalam kamar mandi dan mandi seperti apa yang dikatakan oleh Velia, sebentar menahan saja....tidak lama . daripada dipaksa yang nantinya akan berujung yang tidak baik-baik, dan ia ingin memberikannya kesan kepada Velia.


Setelah melihat Bara masuk ke dalam kamar mandi, dan mendengar bunyi suara air.... Velia mengambil sisir, menyisir rambut nya yang tidak begitu panjang, baru kemudian mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambut nya.


Entahlah, ini semua yang menyiapkan Bara atau memang fasilitas hotel seperti ini, yang sangat sepesial khusus untuk pengantin baru.


Ceklek...


Velia deg degan... mendengar suara pintu di buka dari kamar mandi, ia tau kalau laki-laki yang sudah berstatus suaminya itu akan memintamu hak nya malam ini, meski pun ini bukan yang pertama kali nya untuk Bara dan Velia.


Velia gugup, tapi ia pura pura biasa saja...tidak mau kalau Bara sampai tau, bisa bisa Bara akan segera melahap nya tanpa menunggu lama.


Bara tertawa kecil, ia tau gelagat istrinya yang sudah gugup dan Bara menyukai nya.


"Sayank....."


Bara mengambil alih hairdryer....ia melihat rambut Velia yang sudah kering, dan itu berarti memang sudah selesai, dan Bara langsung menaruh alat pengering rambut itu di atas meja.


Velia yang gugup semakin gugup saja, ia tidak tau lagi bagaimana dan harus apa....sungguh .. perlakuan Bara saat ini berbeda, jauh lebih manis tidak seperti kemarin.

__ADS_1


Bara membantu Velia untuk berdiri, karena posisi nya tadi Velia masih duduk di depan meja rias.


Deg


Jantung Velia berdetak kencang, manakala melihat Bara yang hanya memakai handuk yang dililitkan sampai perut saja.


Entahlah, mengapa kali ini sangat beda....bukan Bara yang menyebalkan yang sehari hari ia lihat... tetapi...Bara yang sangat mempesona...


'Apa Bara sudah main guna guna??? kenapa aku jadi terpesona dengan dia?? dan mengapa Bara sangat berbeda.'


Ah Velia memang lupa, kalau sekarang sudah menjadi istri Bara, dan tentu saja....ia harus terpesona dan menuruti semua keinginan Bara, termasuk melayani Bara dengan sepenuh hati.


"Kami sangat cantik sayank, apalagi kalau itu nya di buka...."


Velia melotot seketika, manakala Bara mengucapkan kata kata itu .. dan kenapa harus di ucapkan?? bukan nya langsung di buka saja....


"Berarti aku enggak cantik dulunya?? hanya cantik kalau enggak pakai baju...."


"Tidak sayank,...kamu cantik..cantik banget.... tetapi..lebih cantik lagi kalau tidak memakai baju sama sekali....."


Bara melihat ke arah Velia, semakin dekat dan dekat mata nya menatap tajam ke arah wanita cantik yang saat ini sudah menjadi istri nya.


Dengan jarak yang semakin dekat, Bara memegang dagu Velia... kemudian perlahan lahan menempelkan bibirnya dengan bibir Velia, dengan lembut...Bara mencium bibir mungil yang manis dan menggemaskan itu, ia ses@p dengan penuh cinta dan g@irah....


Terlena, Velia yang sudah terlena dengan sentuhan bibir Bara, membuka mulutnya seketika...tanpa diperintah dan tanpa digigit dulu... Velia sudah berinisiatif sendiri....ia ingat betul dengan ucapan Bara, kalau harus melayani Bara dengan sepenuh hati, dan juga Velia ingat....kalau ia saat ini adalah istri nya Bara...yang memang sudah menjadi kewajiban nya melayani Bara dengan sepenuh hati, tanpa paksaan.


Bara kaget, tetapi...ia tersenyum penuh kemenangan... manakala Velia membalas pagu_tan bibir nya, ia yakin...lama lama Velia akan mencintai nya, seperti yang dilakukan nya dulu ketika masih berseragam putih abu-abu....


Lama lama, pagu_tan bibir itu berubah menjadi..luma_tan yang panas dan menantang, baik Bara maupun Velia, sudah sama sama merasakan sesuatu yang bas@h di bawah sana.


Bara melepaskan pagu_tan bibir nya untuk sesaat, kemudian melihat ke arah Velia yang saat ini menunduk malu karena aksi nya yang mungkin saja itu diluar kendali nya.


"Kami hebat sayank.....dan ....."

__ADS_1


"Boleh aku buka??"


Velia yang tadinya menunduk, langsung saja menatap wajah Bara....entah dorongan dari mana ..Velia menganggukkan kepala nya.


__ADS_2