
"Kenapa?? kamu cemburu??", ledek Vee gemas.
Sudah lama ia tidak mengobrol dengan teman dekatnya itu, dan sekalipun ngobrol.... Vee langsung menggoda Meli. Siapa tau memang ada CLBK lagi, cinta lama belum kelar hahaha...
"Enggak lah!!! aku sudah pulang Dio dan Orin, mana mungkin aku cemburu. Yah, walaupun aku dan Bara dulu pernah bersama, tetapi...itu hanya masa lalu saja. Yang penting sekarang hanya ada masa depan, aku, Dio dan juga Orin....dan kita sepakat untuk melupakan masa lalu, yah hanya masa lalu saja, bukan dengan orang orangnya.... karena bagaimanapun aku, Dio dan Bara juga sering bertemu, dan kita sudah enggak ada perasaan apa apa lagi."
"Apa mungkin memang benar, kalau sebenarnya dari dulu Bara itu suka sama kamu, tetapi...dia enggak mau atau bahkan malu untuk mengatakan nya hahaha.....", goda Meli lagi.
"Syukur deh....lebih baik memang begitu, ada anak yang harus kamu pikirkan, hahaha enggak mungkin lah, dan kalau saja kamu masih mencintai Bara, dan ingin kembali padanya....aku yang akan menentang keras dan maju ke depan. Bukan nya aku enggak setuju atau enggak mau dia sama kamu, tetapi....kasihan Orin .... paling tidak belajar mencintai Papah nya dan mempertahankan keutuhan rumah tangga."
"Apaan sih kamu. Ya enggak mungkin aku masih mencintai Bara, bersama Dio ... aku sudah menerima segala nya, bukan cuma materi saja.... tetapi dia juga sangat mencintai ku..."
"Aku tau dari dulu....tapi sayank sekali.....cara nya salah.", ujar Vee kemudian.
Vee malahan membayangkan seandainya ia jadi Melia beberapa tahun yang lalu, pernikahan yang sudah di depan mata, hancur berantakan gara gara kejadian semalam.
"Kalau tidak pakai cara, yah aku tidak mungkin bersama dengan Dio saat ini, walaupun aku tidak membenarkan caranya hahaha....."
"Hahaha... dasar gila!!"
Mereka terdiam sesaat, namun matanya tidak lepas dari melihat Orin bermain, meskipun bibir mereka saling berucap, tetapi....mata mereka tidak pernah lepas dari pengawasan balita cantik itu.
"Lalu bagaimana hubungan kamu dengan Gery?? dan kenapa Gery tidak ada di sini malahan kamu sama Bara??"
Seakan tidak percaya kalau Vee hanya bersama dengan Bara saja, lalu di mana Gery??? bukan nya Gery juga tidak suka jika Vee dekat dekat dengan Bara??
"Gery ke Jepang, ada masalah dengan Perusahaan Papahnya di sana."
"Ke Jepang?? kapan?? terus pulang nya kapan??"
Bukannya menjawab pertanyaan Meli, Vee malahan melihat dengan tatapan mata yang sangat tajam kepada wanita di depannya itu, yang menanyakan tentang Gery dengan begitu antusias nya.
"Hei...jangan berpikiran yang macam macam...aku hanya khawatir padamu....", ucap Meli keceplosan.
__ADS_1
"Khawatir?? kenapa??"
Vee tambah merasa aneh saja, karena Meli seperti nya begitu khawatirr kepada nya, entahlah.....ia rasa ada yang tidak beres, tetapi....apa.
'Astaga....aku ngomong apa?? haruskah aku mengatakan kepada Vee atas apa yang aku dengar??'
Yah, tanpa sengaja Meli mendengar obrolan Bara dengan Dio, yang ternyata Bara akan merencanakan untuk membatalkan pernikahan Vee dengan Gery, tetapi.... seperti apa rencana Bara, ia sendiri belum begitu paham...karena mau melanjutkan untuk nguping, sudah keduluan Orin memanggil.
"Aku hanya takut saja, biasanya godaan orang yang akan menikah itu kan banyak sekali Vee...apalagi kamu dan Gery yang saat ini lagi jauhan...."
"Aku tau....Gery barusan juga menelpon ku, terimakasih ya...."
"Sama sama....satu lagi, jangan percaya dengan orang yang dekat sama kamu, bisa jadi orang itu hanya pura pura saja."
"Dekat dengan aku??", Vee menggeleng...ia tidak tau maksud nya apa.."Seperti kamu gitu saat ini??"
"Hahaha.....ya sapa tau, aku berniat jahat sama kamu ...ya pokonya orang yang tiba tiba baik atau tiba tiba berubah...padahal dulu nya tidak begitu."
"Hahaha....kamu bisa saja...iya iya, makasih ya Mel...."
'Apa aku harus memberitahu siapa orang itu Vee, seperti nya kamu tidak begitu paham akan maksud ku saat ini....'
...***...
"Cie .... yang lagi berdua...memanfaatkan waktu bro lebih tepatnya!!"
"Tau saja ... tapi enggak begitu juga konsep nya...", jawab Bara yang sudah tau akan maksud dari Dio.
Dua orang laki laki dewasa itu kini sedang berada di sebuah coffee shop, masih berada di mall ini juga.
"Gue denger denger Gery mau nikahin Velia bulan depan, karena dia kemarin sudah lulus sidang skripsi nya."
'Sial!! ternyata berita itu benar benar sudah tersebar ke mana mana.'
__ADS_1
"Tau ah!!! tapi yang jelas gue akan gagalkan rencana itu, seperti yang gue bilang sama lo kemarin."
Bara begitu kesal, rupanya berita tentang keberhasilan Gery lulus lebih cepat dari dirinya sudah tersebar ke mana mana, begitu juga dengan berita pernikahan Gery dengan Velia.
"Hahaha....panas rupanya. Apa rencana Lo??? tapi gue lihat tadi Vee sama lo sudah biasa biasa saja, apa jangan jangan Lo sudah berhasil merebut Vee dari Gery??"
"Ckkk....bukan gue yang merebut Vee, tetapi Gery yang merebut nya...."
Bara sama sekali tidak mau mengakui kalau dirinya yang ingin merebut Vee, padahal dari dulu, dari Bara masih pacaran dengan Meli, Vee juga sudah bersama dengan Gery, lalu di sini siapa yang merebut???
"Haishhh terserah Lo saja, menghadapi orang yang panas itu tidak mudah memang. Atau...biar Lo enggak ambil pusing, Lo ikutin cara gue....sudah pasti sejuta persen Vee akan menjadi milik Lo!!"
"Dasar gila!!! tapi gue suka ide Lo!!!"
"Hahaha....sorry Bro!!! gue memang gila waktu itu, dan mungkin apa yang gue rasakan...sekarang Lo rasakan. Bagaimana rasanya mencintai seseorang yang akan menjadi milik orang lain... sorry....waktu itu tidak ada pilihan lain selain cara yang gue pakai....tapi...Lo lihat kan sekarang... walaupun cara gue salah, gue dan Meli bahagia....gue juga tidak main main atau hanya sekedar obsesi saja pada Meli, tapi gue tulus mencintai nya ...."
"Gue tau..sudah gue maafin...."
"Apalagi Lo....Meli saja yang tidak cinta sama gue, setalah kejadian itu..dan tau kalau dirinya hamil anak gue, dia belajar mencintai gue....apalagi Velia....yang jelas jelas dulu sudah suka dan cinta sama lo, pasti tidak susah untuk menaklukkan nya lagi."
"Sorry...bukan gue mau memberikan ide yang sesat, tetapi....gue paham apa yang lo rasakan...kalau memang dengan cara yang baik tidak bisa...ya terpaksa cara itu .... lagian kamu juga sangat mencintai nya dan pastinya akan bertanggung jawab kan??"
"Pasti....gue sangat mencintai Velia, dua tahun gue mencari dan akhirnya menemukan nya ..."
Dio menepuk pundak Bara...."Sabar...kalau jodoh-----"
"Pasti jodoh!"
Dio Belum sempat meneruskan ucapannya, sudah di potong dulu oleh Bara.
"Hahahaha....Lo memang gila Bar!!"
"Sama kayak lo, Lo malahan gurunya gila!!"
__ADS_1
Mereka berdua tertawa bersama sama, selain ngobrol masalah pribadi, Bara dan Dio juga ngobrol masalah bisnis juga.
Dan diantara keduanya, tidak ada lagi rasa dendam ataupun benci .. karena semua sudah terjadi, lagipula Dio dan Meli sudah bahagia, dan seperti apa yang Dio katakan...kalau dirinya benar benar mencintai Meli dan akan membahagiakan nya.