Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Operasi


__ADS_3

Mobil Gery putar balik, karena letak Rumah Sakit berlawanan arah dengan rumah Vee, jadi laki laki itu harus memutar balik mobil nya.


Padahal jarak rumah Vee sudah hampir dekat, tetapi ia tidak mungkin meneruskan perjalanan menuju rumah keluarga Aditya, setelah menerimanya telpon dari Rumah Sakit.


Sepanjang perjalanan, Gery memegang tangan Velia, ia tau kalau tunangannya sekarang tidak baik baik saja.


Melupakan kenangan lama itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, begitu juga dengan Vee. Gery tau, dua tahun ini gadis itu sudah mati matian melupakan semua yang berhubungan dengan Bara, meskipun Gery sendiri tidak yakin kalau Vee bisa benar benar menghempaskan perasaan pada Bara.


Apalagi, akhir akhir ini mereka sering bertemu, jadi tidak menutup kemungkinan kalau rasa cinta itu kembali ada.


Dan terbukti, apa yang selama ini ia takutkan, Gery melihat Vee menangis sesenggukan. Gadis itu bahkan tidak bisa diam dan meminta untuk buru buru ke Rumah Sakit.


'Apakah hanya perasaan aku saja?? tetapi... bukankah memang Vee dan Bara sudah dekat sejak kecil?? jadi wajar saja kalau seperti itu, ayolah Ger....jangan egois...Vee sudah menjadi milik mu dan kalian mau menikah. Jangan karena kejadian seperti ini kamu meragukan cinta dan ketulusan Vee .'


Gery berbicara dengan hatinya sendiri, entahlah...melihat Vee hancur karena Bara kecelakaannya yang entah bagaimana nasibnya, membuat pikiran Gery melayang layang entah kemana.


Untung saja kasar kewarasan laki laki itu masih ada, kalau tidak ... entahlah....mungkin ia akan menyerah.


Geery sudah putar balik, dan tepat di depan sebuah pusat perbelanjaan, mereka melihat mobil Bara yang masih teronggok di pinggir jalan, dengan kondisi yang masih terguling dan hancur lebur tak terbentuk.


"Astagfirullah....Bara!!"


Satu ucapkan lolos dari bibir Velia, ketika ia melihat mobil yang di kendaraan Bara ringsek. Gadis itu bisa membayangkan bagaimana kondisi Bara saat ini, yang pastinya bayangan bayangan Bara tidak selamat itu sudah ada di dalam pikiran nya.


"Yank ... yang tabah. Tidak semua yang kamu lihat itu sesuai dengan kebenaran nya.", ujar Gery mencoba menenangkan.


Walaupun ia sendiri juga tidak dapat memastikan bagaimana kondisi Bara, dan juga ia mempunyai pikiran yang sama dengan Vee, tatkala mobil mewah itu sudah tidak terbentuk.


Namun, tidak mungkin juga Gery mangatakan kalau Bara tidak akan selamat, walaupun ia tidak suka dengan Bara, tetapi tidak pantas juga mengatakan itu.


"Tapi yank, kamu lihat sendiri bagaimana kondisi mobil Bara kan?"


Mungkin Vee jalan menyiapkan hatinya mulai dari sekarang, kalau seandainya Bara memang tidak bisa tertolong lagi.

__ADS_1


Tetapi bukan perpisahan seperti ini yang ia harapkan, berpisah dengan dunia yang berbeda.


"Tidak sayank, Bara pasti kuat. Kamu tau sendiri kan gimana Bara??? bagaimana Bara berusaha keras untuk memisahkan kita, dan aku juga yakin pastinya Bara akan berusaha keras untuk bertahan hidup."


Vee membalas genggaman tangan Gery dengan sangat erat. Ia memang tidak salah pilih, Gery adalah pilihan yang sangat tepat untuk mendampingi hidupnya. Meskipun Bara berulang Kali mencoba memisahkan dan menyakiti hati Gery, tetapi Gery tidak sama sekali dendam dengan nya.


Yah, mungkin untuk sekarang tidak, karena tidak baik menaruh dendam pada seseorang yang kita juga tidak tau bagaimana nasibnya, tetapi beda lagi kalau Bara sehat walafiat , mungkin segala sumpah serapah dan penghuni kebun binatang, ia keluarkan.


Mobil mewah Gery sudah berada di parkiran rumah sakit, dan tidak sengaja bersebelahan dengan mobil orang tua Bara.


Setelah mobil berhenti, Vee bergegas untuk membuka sabuk pengaman, dan ia juga segera keluar untuk menuju ke ruangan IGD.


Dengan setia Gery menemani Velia, bahkan sedari tadi genggaman tangan nya tidak pernah lepas dari tangan Vee.


Laki laki itu mencoba memberikannya kekuatan untuk kekasih nya.


Langkah kaki Vee terhenti, ketika ia melihat Daddy Brylli dan juga Mommy Cheryy masih berada di ruangan IGD


'Sudah dari tadi, tapi mengapa Bara masih berada di sana??'


"Dad...Mom...", panggil Vee


Dan otomatis, Gery melepaskan tangan Vee. Bukannya malu, tetapi tidak mungkin diirinya menunjukkan keromantisan nya didepan orang yang sedang bersedih.


"Bara.."


"Bara belum keluar, Dokter masih menanganinya di sana "


Bukan Mommy Cherry yang menjawab, tetapi Daddy Brylli. Padahal Vee memeluk Mommy, namun hanya isakan tangis nya saja yang keluar, tetapi beliau tidak dapat berbicara untuk saat ini.


Mommy sok ketika Daddy memberitahukan tentang Bara yang kecelakaannya, padahal sudah dengan nada yang sangat pelan, tetapi yang namanya seorang ibu, pastinya begitu sedih dan terluka jika anak nya mengakali kecelakaan, apalagi belum diketahui bagaimana kondisi nya.


Masih dengan memeluk Mommy, Vee dengan pelan-pelan membawa Mommy untuk duduk di kursi. Dan Gery juga membawa Daddy Brylli untuk duduk, dengan mencontoh menenangkan diri.

__ADS_1


Melihat kedua orang tua Bara, Gery malahan jadi merasa bersalah. Kalau saja ia tidak mengatakan yang sebenarnya, mungkin Bara tidak akan bernasib seperti ini.


Yah, Gery berpikir...kalau kecelakaan yang dialami Bara ini karena dirinya, karena ucapan yang mungkin saja membuat Bara kepikiran dan melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.


Ceklek


Seorang laki laki memakai jas putih keluar dari ruangan anggota IGD, dan tentu nya keempat orang yang ada di sana langsung saja mendekat.


"Bagaikan putra saya Dok??"


Seperti nya Daddy- Brylli tidak sabaran mendengar informasi tentang anaknya.


"Kondisi pasien belum stabil, ada gumpalan darah di kepala dan juga tangan kanannya yang mengalami patah tulang dan pasien harus segera dioperasi."


Deg


Antara senang dan juga tidak mendekat informasi itu, Apalagi menyangkut kepala yang terjadi gumpalan.


"Apa mungkin putraku sembuh seperti sedia kala Dok??"


Seakan akan Daddy Brylli tau apa yang akan terjadi setelah operasi, karena ada kemungkinan kalau enggak mati ataupun hidup, tetapi bukan itu yang ditanyakan, apakah Bara akan benar benar sembuh, atau malahan hilang ingatan.


"Berdosa saja, saya akan berusaha semampu saya."


Dokter itu pun tidak bisa menjawab, dan semua tergantung dari hasil operasi nya nanti.


"Lakukan yang terbaik untuk putra saya Dok??" pinta Daddy- memelas.


"Pasti, saya akan menyiapkan nya."


Tidak ada yang dibicarakan lagi, Dokter itu pun langsung saja meninggalkan Daddy Brylli. Begitu juga dengan keempat orang yang ada di luar, masih menunggu dengan cemas nya.


"Bara....."

__ADS_1


Tangis Mommy Cherry pecah, tatkala melihat Bara yang sudah keluar dari ruang IGD, untuk menuju ke ruangan operasi.


__ADS_2