
Tiga hari kemudian.
Bara yang sudah tidak sabar dan juga bosan, tentu saja ingin segera keluar dari Rumah Sakit. Tidak ada yang menarik di Rumah Sakit, karena setelah kepergian Vee yang beberapa hari yang lalu, Vee datang hanya sesekali saja, dan itu pun bersama dengan Gery.
Seperti nya, Gery tidak membiarkan Vee menjenguk Bara sendiri an, dan harus bersama nya.
Dan pagi ini , rasanya Bara ingin kabur sana jika tidak ijinkan untuk pulang, tunggu apa lagi, kondisi nya sudah sembuh, meskipun tangan kanan nya masih di gendong tetapi untuk yang lainnya tidak ada masalah, Bara sembuh lebih cepat dari perkiraan Dokter.
"Bagaimana Dokter, boleh pulang kan??"
Baru saja Dokter dagang memeriksa, ia sudah meminta untuk pulang, bukan nya malahan menanyakan kabar nya hari ini.
Dokter itu tersenyum, tidak kaget dengan pasien yang satu ini. Memang ini adalah pasien yang langka, kalau saja bukan putra dari pengusaha terkenal dan berkuasa di kota ini, Dokter itu tidak sudi merawat Bara dan memilih pasien yang lainnya saja.
"Apa tidak sebaiknya Anda istirahat dulu beberapa hari lagi di sini Tuan Muda."
Dokter itu pelan pelan mengatakan pada Bara, ia takut kalau Bara akan marah dan tidak terima, Karena.sejak kemarin sudah menanyakan kapan pulang nya.
"Saya sudah tidak betah Dokter, tidak ada calon istri saya di sini."
'Dasar Bara tidak tau diri, calon istri orang di akui.', batin Bagas.
Dokter itu mengulum senyum....karena mendengar alasan Bara yang tidak mau tinggal beberapa hari lagi di sini, bukan karena kesehatan nya, tetapi...malahan karena seorang wanita yang tidak bisa menemani nya.
"Kalau Dokter tidak mengijinkan saya pulang, saya akan pulang sendiri hari ini."
Bara tidak main main dengan ucapan nya, bahkan ia sudah kuat untuk berjalan, bahkan mengejar Velia saja ia sanggup....hanya tangan nya saja, dan itu tidak masalah.
Bagas menghela nafas nya, sedari tadi ia tidak enak dengan Dokter yang memeriksa kondisi Bara, ia tau Dokter itu berada di dua pilihan yang sulit, antara mengijinkan atau tidak, keduanya sama sama berat.
Bagas menepuk pundak Dokter itu, karena ia juga sudah cukup kenal dengan Dokter yang merawat Bara, jadi tidak begitu sungkan, apalagi umurnya juga tidak jauh beda dengan diirinya dan Bara.
Bagas memberikan kode supaya mengijinkan Bara untuk keluar dari Rumah Sakit ini, dan akhirnya Pak Dokter itu mengangguk.
"Baiklah....tapi besok Anda harus kontrol lagi ke sini ya Tuan Muda."
"Tentu saja Dokter, saya yang akan membawa Bara besok ke sini."
__ADS_1
Bukan Bara yang menjawab, tetapi... Bagas...yah .Bagas yang akan memastikan Bara besok kontrol lagi...untuk sekedar memastikan kalau kondisi nya memang sudah baik baik saja.
"Kalau begitu permisi, Anda boleh pulang Tuan Muda."
Bara hanya tersenyum, tidak menjawab apa yang diucapkan oleh Pak Dokter, hatinya terlalu gembira karena ia akan bertemu dengan Velia.
"Cepat beresin barang barang Gas, gue mau pulang sekarang!!"
Bagas tidak menjawab, ia malahan menggelengkan kepalanya, terlalu pusing untuk menanggapi apa yang Bara katakan.
Seperti yang dikatakan oleh Bara, Bagas kini mengemasi barang barang Bara, ia juga mengambil ponsel nya untuk menghubungi orang tua Bara, yang mungkin saja akan ke sini pagi ini.
"Lo telpon siapa??"
Bara sejak tadi memperhatikan Bagas, ia tidak tenang jika belum keluar dari ruangan ini.
"Mommy...gue takut Mommy sudah siap siap ke sini, atau malahan sudah di jalan, kasihan kalau tidak ketemu."
"Oh, kirain telpon Velia ...."
"Mau di telponin??? suruh jemput dan gandeng tangan Lo?? tapi sama Gery kesini nya??"
Bagas menaik turunkan alisnya, tentu saja ucapan nya itu tidak akan mendapatkan persetujuan dari Bara, ia tau kalau Bara tidak mau melihat Vee bersama Gery, dan pastinya kalaupun Vee datang, sudah dipastikan akan bersama dengan Gery.
"Enggak usah. Membuat mataku sakit saja, sudah belum??"
Pas, seperti apa yang ada di dalam pikiran Bagas, kalau Bara tidak ingin melihat Vee dengan Gery. Ia yang sudah membereskan barang barang langsung menganggukkan kepala nya.
"Ayok Gas, gue pengen ketemu Velia, dia hari ini kuliah sampai sore kan??"
Bagas mengangguk, memang semua jadwal kuliah Velia ia tau, dan itupun atas perintah Bara yang meminta mencari tau jadwal kuliah Velia.
.
.
.
__ADS_1
.
"Ke kampus dulu Gas, gue mau lihat Velia!"
Apa apaan Bara, baru saja keluar dari Rumah Sakit dan belum pulang ke rumah, Bara malahan meminta untuk langsung ke kampus, tentu saja Bagas yang saat ini sedang menyetir mencebikkan bibir nya.
"Enggak!! pulang ke rumah dulu, lagian Velia sudah masuk ke dalam kelas, dan Lo juga pasti tidak akan ketemu dengan nya.", tolak Bagas tegas.
"Tapi Gas, gue kangen banget....."
Bara memperlihatkan wajah melasnya supaya Bagas mau menuruti apa yang diinginkan .
"Nanti sore gue yang akan jemput Velia....tapi Lo jangan macam-macam."
Tidak bisa menolak permintaan Bara, tetapi setidak nya bukan saat ini, nanti sore kalau Velia sudah selesai kuliah nya.
"Oke....dan pastikan kalau tidak ada Gery...gue enggak mau.!!"
"Hmm terserah, mau lo mau atau enggak, yang jelas nanti Vee akan datang...tapi sore..."
Tidak ada jawaban dari Bara, laki laki itu sibuk dengan ponselnya yang memandang wajah cantik Vee di ponsel nya Bara.
Sungguh gila...cinta bisa membuat Bara gila... padahal tau kalau Vee sudah berpindah ke lain hati, tetapi...tetep saja Bara tidak bisa menerima nya, malahan semakin gencar mendekati Velia.
Mobil yang dikemudikan oleh Bagas sudah sampai di halaman kediaman Buminegara..., terlihat di luar pintu utama, wanita cantik yang sudah tidak muda lagi berdiri menanti kedatangan putra sulung nya.
Walaupun was was dengan kondisi Bara, tetapi kalau Bara sudah menginginkan pulang, itu tandanya memang laki laki itu sudah enak badan nya.
"Sayank.....sini Mommy bantuin!!"
Mommy membantu Bara untuk keluar dari mobil , dan tentu saja di tolak oleh Bagas.
"Biar Bagas saja Mom, Mommy tunggu di dalam, lagipula tuh anak sudah tidak apa apa, tidak perlu digandeng juga."
Mommy tersenyum, jika dilihat Bara baik baik saja, wajahnya yang sudah segar dan tidak pucat lagi, itu sudah membuat Mommy semakin yakin kalau putra nya sudah sembuh, mungkin hanya tangan kanan nya saja.
Sedangkan Bara, ia menampilkan senyuman manisnya....dan berharap jam cepat lah berjalan, hingga waktunya sore hari....seorang gadis cantik akan datang menemui nya.
__ADS_1