
Berbeda dengan Vee dan Gery yang sedang dilanda asmara, Bara kini sedang terluka hatinya.
Hatinya hancur, setelah ia mendengar kalau Gery akan menikahi Vee dua bulan lagi. Dan tentu saja ia tidak terima dan hatinya hancur berkeping keping.
Dua tahun mencari Vee, dua tahun itu pula ia memendam cinta kepada teman rasa saudara nya, tetapi....setelah bertemu..ia dipatahkan oleh semua nya
"Mamang semua salahku!!"
Bukk
Bukk ..
Bara memukul setir kemudi, ia menyadari kesalahannya, tetapi sayang sekali....ia terlambat untuk menebus rasa bersalah itu.
"Andai aku dari dulu tau kalau kamu suka dan cinta sama aku, dan juga kita dijodohkan, aku akan menerima perjodohan itu Vee, dan mencintai kamu. Karena percuma saja aku mencintai wanita lain tetapi akhir nya kita tidak bisa bersama."
Sadarkah Bara apa yang dikatakan nya??? kalau orang lain mendengar nya, pastinya akan berpikir kalau Vee hanya pelarian nya saja.
Bagaimana tidak??? mulutnya saja bisa berucap seperti itu, sangat menyebalkan apabila ada orang yang mendengar nya.
"Shittt!!!! Gery!!! aku akan merebut Vee dari tangan kamu!!!"
"Dan kamu Vee sayank....aku akan memiliki kamu selama nya.. hahahaha.."
Seperti orang gila, Bara tertawa sendiri. Ia bahkan saat ini sedang membayangkan suatu adegan dengan Velia, hingga membuyarkan konsentrasi laki laki itu.
Tidak hanya otaknya yang eror, Bara seakan akan kehilangan arah, ia benar benar dibuat gila oleh Velia, gadis cantik tunangan orang.
Dua bulan lagi aku dan Vee akan menikah, dan kamu tidak akan mengganggu kami, Vee akan menjadi milikku selamanya.
Tetapi, lagi lagi ucapan dari Gery membuat Bara kembali emosi, laki laki itu bahkan langsung saja memukul setir kemudi nya dan berteriak seperti orang gila.
Kalau tadi ia tertawa, tetapi sekarang malahan teriak teriak tidak jelas.
"Ah.... Brengseekkk!!!", umpat Bara kesal.
Ia benar benar kesal dengan ucapan Gery tadi, yang memang seperti nya laki laki itu tidak main main dengan ucapannya.
Namun, Bara tidak akan menyerah begitu saja dan akan melakukan sesuatu sebelum dua bulan nanti.
"Hahahaha.....Lo akan menangis nantinya Ger, melihat gue dan Velia bersanding di pelaminan. Tunggu saja tanggal mainnya."
Dengan perasaan yang berkecamuk, Bara malajukan kendala nya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ia bahkan sudah berani menerobos lampu merah, yang memang keadaan jalan sepi.
Lolos....yah...Bara berhasil menerobos lampu merah pertama, tentu saja itu merupakan tantangan untuk Bara. Di kota besar ini, ia bisa dengan mudah melewati lampu merah.
__ADS_1
Bara kembali menambah kecepatan nya, tentu saja karena jalanan yang terbilang masih sepi dan tidak banyak kendaraan lewat, hingga ia kembali menerobos lampu merah dan menambah kecepatan nya lagi.
Namun sayank sekali....tiba tiba ada sebuah truk kontainer besar yang melintas, karena memang jalur yang di lewati truk itu lampu hijau, hingga....
Brakk
Brakk
Ciiettt
Brakk
Tabrakan tidak bisa dihindari, Mobil Bara menabrak truk kontainer dan terguling beberapa meter, hingga membuat semua orang yang berada di sana berteriak ketika melihat kejadian itu.
"Tolong....tolong....."
"Ada kecelakaan....tolong!!"
Suara orang orang yang berusaha untuk menolong Bara, masih bisa di dengar oleh laki laki itu. Walaupun keadaan mobil dan juga dirinya yang sangat parah, tetapi....ia masih bisa mendengar jeritan dari orang orang sekitar.
Hingga tidak lama, pandangan matanya memudar dan...."Vee....aku mencintaimu.....aku....."
Bara tidak sadarkan diri, karena banyaknya darah yang keluar dari tubuhnya terutama di bagian kepala nya.
Suara ambulance yang datang membuat kepanikan di jalanan yang sudah semakin padat itu, dan orang orang beserta tenaga medis segera membatu Bara.
Butuh waktu untuk mengeluarkan Bata dari dalam mobil, karena kondisi Bara yang saat ini terjepit oleh badan mobil yang telah ringsek.
"Masih hidup, berikan oksigen dulu!!"
Petugas medis mengecek kondisi Bara, dengan bantuan orang orang yang sedari tadi ingin mengeluarkan tubuh Bara yang terjepit.
"Alhamdulillah....."
Seru beberapa orang yang sudah berhasil mengeluarkan tubuh Bara, meskipun kondisi mobil Bara kini sudah tidak terbentuk lagi, karena dipaksa dirusak untuk mengeluarkan Bara.
Ambulan yang membawa Bara melaju dengan kencang nya, tentu saja supaya bisa menyelamatkan nyawa Bara yang kondisinya sangat memprihatinkan itu.
Bukan hanya petugas medis saja, beberapa orang saksi juga ikut mengantarkan Bara ke Rumah Sakit, tentu saja mereka membawa dompet dan juga ponsel Bara, untuk diserahkan kepada pihak yang berwajib.
Tidak membutuhkan waktu lama, Ambulance itu sudah sampai di Rumah Sakit terdekat, dan Bara segera mendapatkan pertolongan nya.
...****...
Di lain tempat, Vee dan Gery yang masih dalam perjalanan, dan asik bercanda dengan gombalan gombalan receh yang Gery berikan, tiba tiba di kagetkan dengan bunyi ponsel Vee.
__ADS_1
"Jangan gombal terus. Aku mau angkat telpon."
Vee mengambil ponsel yang ia taruh di dalam tas nya, kemudian mengambil nya.
"Siapa yank??", tanya Gery penasaran, laki laki itu takut saja kalau Bara menghubungi Vee.
Vee menggeleng, "Tidak tau....nomer rumah seperti nya."
Yah, nomer rumah karena ada kode nya di depan...0215678xxxxx
"Aku angkat dulu."
"Hallo...."
Dengan yakin Vee mangangkat panggilan telpon masuk nya, dan ia tidak akan membiarkan telepon nya berbunyi terus dan berisik.
"Apa??"
Vee menjatuhkan ponselnya, setelah mendengar ucapan dari suster Rumah Sakit di mana Bara sekarang berada.
Air matanya mengalir, tidak dipungkiri rasa sayang kepada Bara masih ada meskipun hanya sayang sebagai saudara atau teman saja.
"Sayank kenapa??"
Malihat Vee yang menangis dan menjatuhkan ponselnya, Gary dengan cepat meminggirkan mobil nya, dan meminta penjelasan Velia.
"Bara....Bara kecelakaan...."
"Apa??"
Sama dengan Vee, walaupun ia benci dengan Bara .. tetapi mendengar berita itu, Gery juga kaget dan merasa sedih. Biar bagaimanapun, ia dan Bara juga pernah berteman baik, jauh sebelum keadaan seperti saat ini.
"Rumah sakit mana sayank??"
Gery sudah bersiap siap untuk menghidupkan mobilnya kembali, dan bergegas ke Rumah Sakit.
"Permata.", jawab Vee dengan masih sesenggukan.
"Oke, sekarang kita kesana, kamu tenang saja ... dan coba hubungi Om Brylli....aku yakin beliau belum tau."
Vee mangangguk, ia mengambil ponsel nya dan menghubungi Daddy Brylli.
Sepanjang perjalanan, Vee masih terlihat sok dan menangis, ia sendiri belum tau gimana keadaan Bara sekarang.
"Sayank... tenang ya, Bara pasti baik baik saja, dia orang yang kuat."
__ADS_1
Gery tau kecemasan yang ada di dalam pikiran Vee, ia juga tau kalau Vee sayang dengan Bara, meskipun rasa sayangnya hanya sebatas teman atau saudara saja, tetapi... Gery bisa maklumi itu semua.