
"Mau makan apa sayank??"
Setelah keluar dari kantor, Bara mengajak Velia untuk makan siang di sebuah restoran mewah yang ada tidak jauh dari kantor.
Bukan karena Bara yang harus kembali lagi ke kantor, tetapi memang Velia yang tidak ingin pergi dari terlalu jauh.
"Samain kamu saja, biar cepat...."
Bara mengangguk, menyia memanggil pelayan dan meminta beberapa menu spesial untuk istri tercinta nya.
"Mau kemana kok cepet cepet sayank???"
"Mau pulang, ngantuk...."
Entah kenapa mood Velia siang ini sangat buruk sekali, padahal tadi pagi tidak seperti itu. Apa karena tadi ia melihat Bara dan Vika berpelukan, dan mendengar kenyataan kalau Vika juga masih mencintai Bara?? entah lah....
"Kamu kenapa??"
Ada sesuatu yang Bara lihat di mata Velia sangat berbeda, bahkan Bara sangat yakin kalau istrinya itu tidak baik baik saja.
"Tidak apa apa Bar, hanya lelah saja ..."
Bara mengambil tangan Velia dan menggenggam nya , ia tau kalau ada sesuatu yang dipikirkan oleh Velia.
"Masih masalah tadi?? sumpah sayank,...Mas tidak macam macam, hanya memeluk saja dan itu Vika yang minta."
Tidak memutar balikkan fakta, atau ingin terlihat baik di mata Velia, tetapi mamang itu adalah kenyataan nya.
"Aku tau, tapi rasanya aneh saja..."
"Aneh apa cemburu??"
Bara mengambil tangan Vee lagi yang tadi sempat di tarik. "Mas senang kalau kamu cemburu, dan itu membuat Mas tambah cinta sama kamu..."
Cup
Bara mencium punggung tangan Velia dengan sangat mesra, bahkan ia sama sekali tidak perduli dengan banyak nya mata yang memandang, tetapi Bara cuek saja, sudah sah....
"Siapa yang cemburu, lagian ya ..kalau misal Vika minta untuk tidur sama kamu, apakah kamu mau???"
Bara menggeleng, ia sama sekali tidak marah meskipun pertanyaan Velia terkesan memojokkan nya.
"Tidak akan, Mas tidak akan mau menerima permintaan nya walau dengan alasan apapun juga.. Lagi pula, Mas hanya mau tidur dengan kamu, nidurin istriku yang sangat cantik dan juga seksiii...."
__ADS_1
"Mulutnya....bisa di rem apa enggak??"
Velia kesal dengan tingkah Bara yang selalu tidak pernah di saring kalau berucap, yang membuat orang yang mendengar nya pasti akan salah paham.
"Enggak bisa yank, bisanya kalau sudah nyium kamu dan anu mu...."
"Gila!!"
Velia langsung saja menarik tangannya dan memberkati tatapan mata yang sangat tajam kepada Bara.
"Jangan marah, tambah cantik nanti nya."
"Siapa yang enggak marah, omongan kamu ngawur dan itu...mulut mesti di sumpal...."
Bara terkekeh geli, mendengar ucapan Velia yang menurut nya sangat lucu dan bikin gemes...
Hingga obrolan mereka terjeda karena ada pelayan yang membawakan pesanan makanan untuknya.
"Banyak banget?? mau bikin aku gendut dan tidak menarik lagi?? lalu kamu mau cari yang lain???"
"Bukan begitu, lucu banget istri ku kalau lagi ngambek deh...Mas mau kamu makan yang banyak, karena setelah ini kamu yang akan Mas makan...."
Velia ganti menggeleng, ia kini tau sifat asli dari suaminya itu yang memang sangat mesuuummmm.
"Gak ada ya..."
Tolak Velia dengan cepat, mana mungkin ia mau mengaku kalau sebenarnya juga sangat menikmati apa yang di lakukan oleh Bara, apalagi...Bara adalah laki laki pertama yang melakukan nya, meskipun awalnya ia kesal dan sempat membenci Bara, tetapi...lama lama kelamaan ia menikmati dan menerima permainan Bara.
...****...
Bara dan Velia sudah selesai makan, dan seperti yang Bara bilang tadi kalau setelah makan akan gantian memakan Velia...
Velia melototkan mata nya, ia pikir....Bara akan membawa nya pulang, atau akan membawa nya ke hotel atau ke apartemen tetapi...malahan membawanya ke kantor.
Apa tidak gila!!!
"Mas ada berkas yang belum ditandatangani, jadi kita ke kantor sebentar ya??"
Lega rasanya, karena apa yang dipikirkan nya adalah salah. Bukan nya Velia menginginkan itu dengan Bara, tetapi....ah...tidak usah dijelaskan seperti nya.
Tidak mendapatkan jawaban dari Velia, Bara hanya tersenyum manis. Tidak mungkin laki laki itu hanya menemui Bagas saja dan langsung pulang, tanpa melakukan sesuatu yang belum pernah di lakukan nya bersama Velia ataupun dengan yang lainnnya..
Tidak lama, mobil Bara sudah sampai di depan pintu utama Perusahaan Bara, dan ia segera turun untuk membukakan pintu untuk istrinya.
__ADS_1
"Ayok sayank....."
Dengan manis nya Bara mengambil tangan Velia dan menggenggam nya, lagi lagi perlakuan manis Bara dilihat oleh karyawan yang memang sedang melintas.
Tidak ada penolakan dari Velia, bukan karena ia tidak cinta... tetapi ... tidak ingin membuat Bara malu didepan karyawan nya, lagian juga ia dan Bara sudah menikah. jadi wajar saja
"Mukanya biasa saja yank, tidak usah teg@ng begitu...."
"Bukan nya teg@ng tetapi...rasanya mereka sedang membicarakan tentang aku...."
Yah, tentu saja banyak yang membicarakan tentang Velia, karena banyak karyawan yang tau kalau Velia adalah tunangan nya Gery, tetapi mengapa menikah dengan Bara.
Mereka hanya mencibir, tetapi...tidak tau apa yang sebenarnya terjadi..
"Tidak usah dipikirkan, kamu adalah istri Mas, dan Nyonya dari pemilik Perusahaan ini...."
"Aku tidak memikirkan, hanya saja telinga ku rasanya panas sekali....dan sebaiknya memang kamu tidak menikahi aku...."
Bara menghentikan langkah kaki nya sebentar, dan melihat ke arah Velia. Laki laki memegang pipi Velia dengan kedua tangan nya, laki mengatakan sesuatu.
"Mau tidak mau, kamu memang harus menikah dengan ku, apalagi...aku yakin kalau...ada anak anak aku di dalam rahim mu ..."
Ucapan Bara terdengar serius, bahkan saking seriusnya...ia tidak lagi berucap manis....
"Kalau seandainya aku tidak hamil bagaimana???"
Bara melepaskan tangan nya, lalu mengambil tangan Velia, menggenggam nya dan mencium punggung tangan yang halus dan putih itu.
"Mas akan mencoba nya sampai jadi tentu saja....kita akan berusaha keras supaya bisa jadi....."
"Dan jangan pernah berpikir macam macam untuk meninggalkan Mas, dan itu tidak akan pernah Mas lakukan dan ijinkan...."
Cup
Satu ciuman mendarat di kening Velia, dan setelah itu turun ke bibir ranum Velia yang membuat nya candu. Bahkan mereka kini saling mema_gut dengan lembut tanpa memperdulikan banyak mata yang melihat nya.
"Makasih,...manis sekali...."
Bara melepaskan pagu_tan bibir nya, meskipun singkat tetapi....sudah membuat Bara candu dan ingin mengulang lagi, dan jangan lupakan sesuatu yang sudah bergejolak di bawah sana, meminta untuk segera dilepaskan.
"Mas sangat mencintai kamu, dan akan membuat kamu jatuh cinta dengan Mas...."...
Tidak henti hentinya Bara mengucapkan kata-kata keramat itu, ia yakin suatu saat Velia akan benar-benar mencintai nya, seperti yang dilakukan nya dulu.
__ADS_1