Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Jangan Harap


__ADS_3

"Tidak!!! aku tidak akan melakukan itu...aku sudah berdosa, dan tidak mau lagi menambah dosa lagi....ah....."


Vee mengurungkan niatnya, padahal ia ingin sekali mengakhiri hidupnya, tetapi...bayangan orang orang yang di sayang nya menari nari di benaknya.


Ia tidak boleh egois, yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa memperdulikan orang yang menyayangi di sekitar Vee.


Apalagi Papah Cesa, bagi beliau ....Velia adalah hidup nya, tidak ada lagi yang lebih berharga daripada Velia.


PRANKKK


Vee melempar sesuatu dan mengenai sebuah kaca yang ada di kamar mandi, yang membuat kaca itu pecah seketika.


"Astagfirullah.... Velia!!"


Bara yang mendengar ada bunyi sesuatu di dalam kamar mandi, segera berlari dan menuju ke sana, ia khawatirr jika Velia nekad melakukan yang tidak tidak.


Laki laki itu jelas panik, ia tidak mau Vee berbuat nekad, ia tidak bisa membayangkan jika Vee melakukan itu, dan kehilangan Velia.


Brakk


Tanpa menunggu lama, dan juga tanpa mengetuk pintu, Bara masuk ke dalam kamar mandi, ia begitu khawatirr kepada Vee. Di bukanya pintu kamar mandi dengan kasat, ia tidak memperdulikan kalau pintu itu nantinya akan rusak, yang penting Velia.


"Velia sayank...."


Bara langsung saja mendekati Vee, ia bisa bernafas dengan lega manakala Vee masih berada di dalam bathup dan tidak kenapa kenapa.


Rasa cemas seketika sirna sudah, tatkala hanya pecahan kaca yang berantakan , bukan Vee yang kenapa kenapa.


"Astaga sayank....kamu enggak kenapa kenapa kan??"


Bara mencoba memeluk Vee, ia tidak perduli jika pakaian yang dipakai nya basah, yang penting bisa memeluk wanita cantik di depannya, yang sebentar lagi akan menjadi ibu dari anak anak nya.


"Lepas!! singkirkan tangan kamu!!"

__ADS_1


Lagi lagi, Vee menolak untuk menerima pelukan ataupun sentuhan dari tangan Bara, bahkan wanita itu juga enggan untuk melihat wajah tampan Bara.


"Oke sayank...oke ...aku hanya khawatir sama kamu."


Bara pelan-pelan melepaskan pelukan nya, ia tau kalau Vee membenci nya, tetapi ia akan menaklukkan hati Vee kembali sedikit demi sedikit.


"Khawatir???? apa enggak kamu bunuh saja aku Bar?? kapan enggak kamu bunuh saja aku?? hiks...hiks....kamu jahat Bar, kamu sudah menghancurkan mas depan ku, padahal aku sudah menganggap kamu sebagai saudara ku sendiri, tetapi....hiks....hiks...."


Vee semakin histeris, ia bahkan membuang semua yang ada di sana .. tanpa mempedulikan diirinya sendiri.


"Sayank....jangan seperti itu. Aku bukan penjahat yang setelah mendapatkan tubuh mu lalu pergi meninggalkan kamu, tetapi aku tulus mencintai mu dan akan mempertanggung jawabkan semuanya, aku akan nikahin kamu, dengan ataupun tanpa kamu setuju."


"Dan mungkin memang caraku salah, tapi....ini adalah cara satu satunya supaya aku bisa mendapatkan kamu seutuhnya sayank.... percayalah...aku sangat dan sangat mencintai kamu."


Vee terdiam, ia masih lemas kalau melawan Bara saat ini, bahkan tubuh nya pun sudah mulia menggigil karena kedinginan.


Gadis itu juga sudah tidak perduli lagi dengan ucapan cinta dari dari Bara, bagi Velia....Bara adalah seorang penjahat, seorang baji**Ngan yang tega melakukan segala macam cara untuk mendapatkan nya.


"Pergi kamu baju**Ngan!!"


Seyekah di rasa Vee cukup tenang, Bara melepaskan tangan Vee, ia kemudian meninggalkan Velia yang masih diam tidak membalas ucapan nya.


Tetapi, laki laki tiba tiba mengingat sesuatu yang harus di sampaikan oleh Velia,.


"Ah iya.....tadi Papah telpon, katanya mau berangkat ke Korea, dan bukan hanya Papah saja, tetapi...Daddy dan Mommy juga, Oma Nur.... meninggal... kemungkinan besar, Papah, Mommy dan Daddy akan lama di sana."


"Innalilahi.....", ucap Velia pelan.


Oma Nur adalah Mamah dari Papi Galen, dan antara keluarga Papah Cesa juga Daddy Brylli sudah seperti saudara kandung sendiri.


Setelah mengucapkan itu, Bara keluar dari kamar mandi. Dan ia akan menunggu Vee di ruang makan saja.


Bara memijat keningnya, kalau semua pergi dan tidak tau kapan kembali nya, lalu kapan Bara akan mengatakan yang sejujurnya, padahal setaunya.. besok Gery sudah pulang.

__ADS_1


"Tidak!! aku tidak mau kehilangan kamu Vee, meskipun aku belum bisa bicara dengan kedua orang tua kita, tetapi...aku yakin kalau kamu benar benar milikku, dan di dalam rahim mu...ada benih ku yang barusan aku tanam."


Bara masih memikirkan bagaimana caranya untuk mengatakan kepada keluarga nya dan keluarga Vee tentang apa yang sudah ia lakukan, tetapi.... mengingat orang tuanya tidak tau kapan akan kembali, sedangkan Gery besok sudah kembali lagi.


"Astaga....apa yang harus aku lakukan?? aku tidak mau kehilangan Velia lagi....aku benar benar mencintai nya."


Setelah menunggu beberapa lama, Velia akhirnya keluar dari kamar dengan penampilan nya yang sudah rapi tetapi masih saja terlihat sembab di matanya.


Wajah gadis itu juga tidak segar lagi, tetapi malahan nampak pucat...


"Makan dulu sayank...setelah itu aku antarkan kamu pulang."


"Aku mau pulang sekarang."


Ucap Vee ketus, ia langsung menghampiri tas nya yang tadi ditaruh di ruang tamu, dan mengambil ponselnya.


Teranyar benar, kalau Papah Cesa dan Gery sudah menghubungi nya beberapa kali.


Velia membuka pesan dari Gery, kembali....ia meneteskan air mata ketika membaca pesan yang dikirimkan oleh tunangan nya itu..


"Maafkan aku Ger....aku terlalu kotor untuk kamu....hiks....hiks..."


Vee menangis histeris, tubuh gadis itu bahkan sampai merosot ke bawah, karena tidak sanggup lagi untuk menopang semua yang terjadi padanya.


"Velia sayank....."


Bara yang melihat Vee terjatuh, segera menolong nya....ia tau apa yang di rasakan oleh Velia saat ini.


"Jangan begitu...hapus air mata mu sayank....untuk saat ini, kamu masih boleh berhubungan dengan Gery. Balas pesan dia dan kamu juga boleh menelpon nya, tetapi besok.. kamu sudah tidak bisa berhubungan lagi dengan dia, karena kamu adalah milikku."


Veli melotot tajam, di sela sela isakan tangis nya, ia masih bisa mendengar dengan jelas ucapan Bara, dan tentu saja ia tidak mau jika harus berpisah dengan Gery.


"Jangan harap dan jangan mimpi kamu bisa memiliki ku.", ucap Vee dengan ketus.

__ADS_1


"Aku tidak mimpi, aku juga sangat berharap dan itu akan menjadi kenyataannya, karena tubuh mu dan tubuhku sudah bersatu, suka atau tidak suka, aku sudah meniduri mu dan menanam kan benih di rahim mu."


__ADS_2