
"Brengseekkk!!"
Bara kembali melayangkan pukulan nya kepada Ardian, tetapi... dengan cepat Velia langsung menahan tangan Bara.
"Mas Bara, stop!!"
"What?? Mas Bara??", ucap Brisa dan juga Bagas bersamaan, mereka saling pandang dengan tatapan wajah yang bingung, sembari memegangi tangan Ardian.
Deg
Bara tersenyum, mendengar ucapan dari Velia yang memanggilnya dengan sebutan Mas, membuat Bara tidak jadi melayang kan pukulan ke arah Ardian, hatinya lagi berbunga bunga saat ini...
Entahlah....hanya kata kata manis yang keluar dari bibir Velia, mampu mendinginkan hati Bara yang tadi nya beku dan penuh emosi.
Tangan Bara pelan-pelan ia turunkan , kemudian digunakan untuk meraih tubuh Velia, dan memegang tangan wanita cantik yang sebentar lagi akan menjadi istri nya itu.
Ia benar benar ingin membuat Ardian tau, kalau Velia adalah miliknya seutuhnya, bahkan Gery yang merupakan mantan tunangan Velia sekalipun tidak bisa merebut Velia.
"Jangan lakukan lagi.... Kak Ian tidak bersalah, kamu hanya sekedar jalan jalan saja."
"Tetapi aku juga menawarkan pernikahan kepada Velia, karena aku mencintai Velia dan tidak akan membiarkan kamu menikahi nya..."
Ardian tidak mau mengalah, malahan ia sengaja memancing emosi Bara kembali, entah lah.... resiko memiliki calon istri yang sangat cantik yang seperti ini....
"Kau!! apa kamu tau kalau...."
"Tanpa kami jelaskan, aku sudah tau semua nya, dan tidak masalah.....aku akan menerima Velia apa adanya, aku yang lebih pantas, bukan kamu!!"
Tangan Bara mengepal lagi, kalau tidak ada Velia di samping nya, ia akan memberikan bogeman untuk Ardian, tetapi...lagi dan lagi....Velia menatap Bara dengan sangat tajam yang membuat laki laki itu langsung luluh dan tau apa yang diinginkan oleh Velia.
"Kalau kamu masih mau nonjok dia, aku batalkan saja pernikahan...", bisik Vee yang sudah gemas menghadap Bara, tentu saja ini adalah cara terakhir yang dilakukan oleh Velia.
"Astaga.. jangan sayank, iya iya ..aku tidak akan nonjok dia!!"
Seperti apa yang dipikirkan oleh Velia kalau Bara pasti akan luluh dengan ucapkan nya , dan itu terbukti dengan Bara yang sudah bersikap manis lagi.
"Ayok pulang yank...."
"Sebentar, aku mau bicara dengan Kak Ian...."
__ADS_1
"Bicara dengan laki laki itu?? untuk apa??"
Bara menggeleng, meskipun tidak ke mana mana, tetapi....ia tidak suka kalau Velia bertatapan langsung dengan Ardian, yang jelas jelas menaruh hati terhadap istrinya.
"Hanya sebentar, aku ingin mengucapkan terimakasih karena sudah mentraktir tadi."
"Bayar saja, aku tidak ingin kamu berhutang padanya...."
Begitu sombong nya Bara, memang pikiran nya baik tetapi....tidak seperti itu.
Velia menggeleng, menggeser dompet yang sudah ada di tangan Bara, "Tidak semua bisa di ukur dengan uang, jangan pakai emosi...aku hanya berterimakasih saja, aku yakin Kak Ian tulus."
Ucapan yang keluar dari bibir Velia sangat lembut, yang membuat Bara tersihir untuk tidak emosi, begitu juga dengan Ardian..ia hanya bisa menatap wajah cantik Velia, tanpa bisa harus memiliki.
'Bukan hanya wajah mu yang cantik, tetapi... hatimu juga sangat cantik dan baik Vee, sayang sekali...kamu harus menikah dengan laki laki sombong dan arogan seperti dia, sungguh rasanya ingin sekali aku menculik mu Vee, dan membawa kamu pergi dari dia... walaupun mungkin kamu tidak mau menikah dengan ku, tetapi setidak nya...kamu bisa terlepas dari laki laki itu.', batin Ardian yang ingin sekali membawa Velia pergi dari kehidupan Bara, sungguh ia tidak rela jika Velia menikah dengan laki laki seperti Bara.
Velia menghampirinya Ardian, yang tangannya masih di pegang oleh Bagas...Vee juga melihat wajah Ardian yang nampak memar karena pukulan dari Bara.
"Kak, maaf ya ... dan terimakasih atas traktiran nya...."
"Kamu tidak salah, aku tidak apa apa, ini hanya luka kecil saja, dan.....kapan kapan aku akan meminta traktiran kamu, sebagai ganti makan siang kita tadi....."
"Iya Kak, kalau aku bisa, tapi enggak janji ya... karena pawangku galak."
"Sayank....."
Bara protes karena ucapan Velia, tetapi.... ia tidak sadar kalau memang diirinya galak dan sangat emosi an.
Velia tidak memperdulikan ucapan Bara, ia tersenyum manis kepada Ardian yang membuat laki laki itu kembali terpesona dengan senyuman dan kecantikan Velia.
"Aku pergi ya Kak, jangan lupa obatin luka kakak."
"Yah, sayang sekali...padahal aku ingin di obatin sama kamu..."
Lagi dan lagi, Ardian mencoba membuat suasana menjadi panas, ia memang sengaja....
Vee tidak menanggapi, ia menggeleng dan berlalu pergi meninggalkan Ardian, ia tau kalau Ardian hanya membuat Bara panas saja.
Velia juga tidak mempedulikan Bara, ia langsung pergi begitu saja, entahlah....malas dengan Bara, dan ia sudah menebak kalau laki laki itu nanti akan ngomel ngomel tidak jelas kepadanya.
__ADS_1
"Sayank, tunggu!!"
Melihat Velia sudah pergi, Bara baru sadar dan mengejar calon istri nya . Untuk apa ia kesini kalau tidak membawa pulang Velia dan malahan membiarkan Velia pulang sendiri.
Sama seperti tadi Velia tidak menoleh, ia juga tidak menghentikan langkah nya, masih tetap berjalan tanpa memperdulikan Bara.
Tetapi, Bara yang sudah gemas melihat Velia, langsung saja mengejar dan....
Happ
"Au Bara.....turunkan aku!!"
Dengan cepat Bara menggendong Velia, ia sudah gemes dengan calon istri nya yang tiba tiba cuek pasanya bahkan pura pura tidak perduli dengan dirinya.
"Bilang apa tadi?? ingat sayang, aku calon suami mu, sebentar lagi kita akan menikah, kamu harus sopan dengan ku!!"
"Apa apaan, kamu saja tidak sopan, main gendong gendong saja!!"
"Habisnya kamu nggemesin...."
Velia masih terus meronta, memukul pundak Bara yang tidak melepaskan nya.
"Tenang sayank, kalau kamu meronta ronta, kamu membangunkan yang bawah, mau aku makan di sini."
Glekk
Velia tentu saja tidak mau, jangan kan di makan di sini, di makan di rumah saja ia tidak mau, tetapi. sayang sekali... pemberontakkan Velia tidak ada artinya apa apa dengan kekuatan Bara.
"Gini kan manis yank, nurut dan diam...makin ingin nganu nganu sama kamu deh, apalagi hawa nya yang enak banget gini, dan cocok untuk begituan....."
"Mesummm...belum halal..."
"Aku akan segera halalin kamu, dan memang harus aku mesumin , kalau tidak aku tidak akan mendapatkan kamu...."
"Dasar gila!!"
"Gila gila begini sangat mencintai kamu sayank, dan akan menjadi Ayah dari anak anak kita...."
Tidak mau lagi bersuara, Velia hanya diam...percuma saja dan menghabiskan tenaga nya saja kalau berbicara dengan orang yang memang sudah gila.
__ADS_1