Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Perlu Diselesaikan


__ADS_3

Di dalam kantin, suasana terlihat begitu mencekam, bukan karena ada adegan tembak menembak ataupun serang serangan, tetapi....karena adanya keempat anak manusia yang saat ini saling menatap dengan tajam.


Tentunya disini yang berperan penting adalah Bara dan Gery, sedangkan Bagas dan Velia hanya diam saja.


Bara sedari tadi tidak mengalihkan pandangan matanya , masih ada menatap ke arah Velia. Begitu juga dengan Gery.


Gery memang sengaja membiarkan Bara untuk beberapa saat, karena ingin mengetahui apa yang dilakukan oleh laki laki itu.


Dan tentu pastinya, Gery sudah mengambil ancang-ancang ancang dan tidak tinggal diam jika miliknya di usik.


Sedangkan Velia, ia serba salah, dua orang ada di depan matanya, dan memandang ke arah nya. Tentu....kalau ada pintu ajaib Doraemon, ia akan memilih menghilang saja, daripada nantinya akan membuat keributan diantara Gery dan juga Bara.


"Hai .. kenalin, gue Bagas... sahabat Bara sekaligus asisten pribadi Bara di kantor."


Bagas yang bingung mau ngapain dan hanya melihat dua laki laki sedang memandang satu orang gadis, ia pun tidak tinggal diam.


'Mumpung mereka enggak nyadar, gue akan kenalan dengan gadis cantik ini.'


Vee menolah, ia pun tersenyum...dan melihat Bagas mengulurkan tangannya, seperti nya memang lebih baik ngobrol dengan Bagas daripada melihat pacar dan juga temannya hanya diam saja.


"Velia."


Velia membalas uluran tangan Bagas, ia pun memperkenalkan diri.


Tidak ada larangan dari Gery untuk berjabat tangan dengan lawan jenis, selama itu masih wajar, okelah....tidak apa apa.


"Nama yang cantik, secantik orangnya.", puji Bagas..


Tetapi memang kenyataannya seperti itu, Bagas bukan hanya sekedar memuji saja, tetapi memang itulah kenyataannya.


Selama ini ia belum pernah melihat wajah cantik seorang gadis yang benar benar natural, dan saat ini...ia melihat nya.


'Kalau tidak tunangan Gery dan gebetannya Bara, gue akan maju. Gila!! cantik banget, sumpah!!'


Velia tersenyum, Bagas memang hanya berkenalan saja, ia tau tipe tipe laki laki yang suka modus itu bagaimana, dan Bagas bukan termasuk di dalam nya.


"Kuliah jurusan apa??"

__ADS_1


Padahal tanpa di tanya pun, Bagas sudah tau jawabannya, mengapa masih nanya lagi.


"Manajemen Bisnis.", jawab Vee dengan santai nya.


Hanya pertanyaan biasa saja, jadi tidak ada yang perlu di tutup tutupi lagi.


"Sama donk."


"Boleh minta nomer ponselnya??"


Bagas semakin ngelunjak, mumpung ada kesempatan. Gadis cantik di depan mata tidak boleh di anggurin. Selama yang punya diam saja, tidak masalah, lagian hanya minta nomernya saja, dan ini memang tidak basa basi, karena baik Bara maupun Bagas juga tidak mempunyai nomer Velia yang baru.


"Tidak bisa. Nomer tunangan ku hanya satu, tidak boleh di bagi, begitu juga dengan Velia, hanya milikku seorang."


Ucap Gery dengan menekankan setiap kata katanya. Laki laki itu baru nyadar kalau ada yang memodusi tunangannya.


Tak lupa juga dengan matanya yang sengaja melihat ke arah Bara, tentunya ingin tau bagaimana reaksi Bara ketika mendengar ucapannya.


Sedangkan Bara, ia mengepalkan tangannya...sakit rasnya mendengar ucapan yang baru saja keluar dari mulut Gery.


Dan bahkan setelah pertemuan pertama dengan Velia, ia akan semakin bertekad untuk merebut Velia dari tangan Gery, apapun caranya.


"Tidak apa apa Ve...lain kali saja. Senang bertemu dengan kamu."


Vee hanya mengangguk saja, ia juga bingung dan canggung....canggung karena pertama kali bertemu dengan Bara, bukan karena masih cinta..... tetapi...aneh saja, sudah lama tidak bertemu, tidak ngobrol.... tentunya itu sangat asing bagi Velia.


"Ayok yank, aku anterin ke kelas."


Gery melihat jam ditangannya, dan sebentar lagi jam pertama mata kuliah Vee akan mulai, juga kesempatan untuk menjauhkan tunangan nya dari Bara, karena sedari tadi Bara tidak berkedip melihat wajah cantik Vee.


"Iya yank....Bar, Kak, Aku duluan ya??"


Pamit Vee kepada orang laki laki yang ada di depan dan di samping nya, bukan sengaja menghindar tetapi memang sudah waktunya masuk kelas, apalagi ini adalah pertama kalinya ia masuk.


"Iya Vee, hati hati.", jawab Bagas dengan manisnya.


Sementara Bara, masih sama....hanya diam dan menatap tubuh Velia yang kian menjauh, tiba tiba saja bibirnya sulit untuk berucap, hanya bisa gerakan matanya yang tidak berkedip memandang Velia.

__ADS_1


"Bro!!! hey...kenapa diam saja??"


Bagas yang melihat Bara malahan diam saja, lalu menepuk pundak Bara, menyadarkan kalau kalau sahabat nya itu kesurupan.


"Apa??", jawab Bara, lagi lagi dengan wajah yang tidak menyenangkan.


"Vee pergi, Lo enggak ngejar??"


"Hah?? pergi??"


Bara yang kaget langsung saja menggeser kursinya dan berdiri meninggalkan Bagas.


Bara mengejar langkah kaki Velia dan juga Gery, dan kebetulan kelas Vee dan Bara terletak di lantai tiga, jadi sekalian saja Bara menuju ke kelas.


"Vee tunggu.", teriak Bara.


Gery dan Velia menghentikan langkahnya, dan menoleh ke depan. Tentunya sepasang kekasih itu masih menautkan jari jemarinya. Apalagi Gery yang tidak akan melapangkan Velia.


Dan itu membuat mata Bara semakin perih, ia tau kalau kedua nya sudah saling mencintai dan bahkan sudah bertunangan, tetapi....sayang sekali... Bara tidak ingin menerima kenyataan nya.


"Aku mau bicara Vee, banyak hal yang harus kita bicarakan. Ada waktu??"


Bara berkata lembut, tentu saja pandangan matanya tidak lepas dari memandang wajah Velia, cantik dan semakin cantik.


Velia menatap Gery, dengan sorot matanya meyakinkan tunangan nya kalau dirinya tidak lagi mencintai laki laki yang ada di depannya saat ini, anggap saja yang lalu biarlah berlalu, dan menatap masa depan yang lebih cerah dengan Gery.


Dan tentu nya dengan meminta ijin, karena bagaimana pun, masalah antara dirinya dan juga Bara harus diselesaikan, Velia juga tidak mau kalau Bara mengganggu hubungan nya lagi, ia sudah bahagia sekarang dan tidak akan meninggalkan Gery.


Gery mengangguk, memberikan waktu untuk Velia dan Bara, ia yakin dan percaya kalau tunangan nya tidak mungkin berkhianat, dan memang lebih cepat lebih baik, segala permasalahan harus segera dituntaskan secepat nya.


"Nanti pulang kuliah ya?", jawab Vee dengan yakin, seyakin dirinya menerima Gery sebagai tunangan nya.


"Oke, aku tunggu."


Vee mengangguk, lalu membalikkan tubuh nya dan melanjutkan langkah kakinya untuk menuju ke kelas, dengan tangan yang masih bertautan dengan tangan Gery.


"Maaf, kamu enggak apa apa kan???", tanya Velia.

__ADS_1


"Jujur yank, hatiku tidak baik baik saja, aku takut."


Velia menggeleng, "Tidak ada yang perlu kamu takutkan yank, percaya lah, aku dan Bara hanya ngobrol saja, dan memang harus segera di selesaikan, aku tidak mau dia mengganggu hubungan kita."


__ADS_2