
Tidak ada yang bersuara diantara mereka berdua, baik Bara maupun Vee sama sama terdiam.
Bara hanya melihat sekilas ke arah Velia, yang memang tidak ingin bersuara. Ada sedikit rasa bersalah di dalam hati Bara setelah ia mengatakan itu pada gadis cantik di sebelah nya, tetapi...Bara juga tidak bisa mengontrol hatinya setiap berdekatan dengan Velia.
Satu jam lebih akhirnya Vee bisa bernafas dengan lega, setelah ia merasakan sesak dan tidak enak dengan apa yang dialami nya.
Tetapi....
Deg
"Gery...."
Bukan nya tenang sudah sampai di rumah, Vee malahan mendadak takut, karena ia melihat mobil Gery sudah berada di parkiran halaman rumah nya.
Vee yang tadinya bersemangat ingin turun dan langsung masuk ke dalam rumah nya, kini ia mengurungkan niatnya, ia takut kalau Gery marah karena melihat dirinya bersama dengan Bara.
Tetapi, tidak baik jika malahan berdua dengan Bara di dalam mobil, apa yang harus dikatakan kepada Gery jika melihat semua nya.
"Vee ... maafkan aku."
Vee yang mau membuka pintu, ia urungkan niat nya, dan menoleh ke arah Bara.
"Aku sudah memaafkan kamu Bar., pulanglah. Ada Gery di dalam, aku tidak ingin dia berpikir macam macam tentang kita."
'Lebih bagus kalau dia berpikir yang enggak enggak tentang kita, biar dia marah dan memutuskan hubungan dengan kamu Vee.'
Bara sungguh kejam, entah setan apa yang merasuki nya saat ini...ia bahkan tega untuk menghancurkan hubungan Vee dengan Gery.
Tidak ada jawaban dari Bara, tetapi di dalam hati Bara , ia tersenyum dan akan ikut masuk ke dalam rumah Vee, yah sengaja memang.
Vee membuka pintu mobil, kemudian bergegas turun untuk masuk ke dalam rumah. Didalam rumah, bukan hanya ada Gery saja, tetapi ada Papah Cesa yang sudah sampai di rumah.
Yah, memang ini sudah hampir malam dan salah Vee sendiri yang pergi makan siang terlalu lama.
"Assalamualaikum....."
Suara salam Vee membuat dua orang laki laki yang ada di dalam sana mengalihkan pandangan matanya ke arah Vee, tentu saja dua orang itu tersenyum, walau pun ada sedikit rasa sesak yang di rasakan oleh salah satu orang laki laki itu.
"Waalaikumsalam ", Jawab ke dua laki laki itu kompak.
"Pah....."
Vee menghampiri Papah Cesa dan Salim kepada beliau, setelah itu ia melihat ke arah laki laki yang duduk di samping Papah Cesa.
"Yank... maaf..."
Vee duduk di samping Gery, dengan kepalanya di sandarkan di pundak tunangan itu.
__ADS_1
"Tidak apa apa. Aku ngerti,."
Cup
Dengan lembut Gery mencium kening Vee, dan merangkul lembut pundak Vee.
"Maaf yank....aku??"
"Shutt!!! Papah sudah cerita...kamu makan siang dengan Bara kan??", Vee mengangguk.
Ada rasa bersalah di dalam dirinya untuk Gery, laki laki itu begitu tulus mencintai nya dan memahami nya, tetapi....ia tidak bisa menjaga perasaan nya.
"Jangan dipikirkan....aku tau kalau kamu masih cinta sama aku kan??"
"Selalu yank.... jangan berpikiran macam-macam..."
'Aku bukannya tidak percaya pada kamu sayank.... tetapi....aku tidak percaya pada Bara, dia ada niatan untuk mengambil kami dari ku.'
Gery mempererat pelukannya untuk Vee, ia benar benar tidak ingin kehilangan gadis cantik yang sudah Bebe tahun ada di dalam hatinya.
"Assalamualaikum...."
Bara datang dengan senyuman manisnya, laki laki itu sengaja memang tidak pulang dan ikut bergabung dengan Vee dan yang lainnya.
"Waalaikumsalam."
"Duduk Bar!!"
"Maaf Pah....lama makan siangnya...tadi Bara ngajakin Vee ke restoran xxx...."
Gery mengeryitkan alisnya....ia tau tempat itu dan jauh dari sini....
'Brengsekkkk!!'
'Dia berani berani nya mengajak Vee ke sana.', batin Gery yang sudah emosi.
"Jauh sekali???"
"Sengaja Pah, Bara ingin mengajak Vee menikmati pemandangan pantai yang begitu indah, dan tentunya sekalian kami juga lama tidak jalan bareng berdua."
Ucap Bara tegas tentunya matanya tidak lepas untuk melihat ke arah Gery, Bara ingin melihat Gery cemburu karena ucapan nya..
"Jangan terpancing yank....", bisik Vee di telinga Gery.
"Iya yank...maaf, aku terlalu mencintaimu....ke atas gih mandi, nanti kita nonton dan makan malam."
"Oke ...aku ke atas ya??"
__ADS_1
Cup
Vee memberikan satu kecupan di pipi Gery, dan ia langsung ke atas untuk mandi dan bersiap siap untuk jalan jalan dengan laki laki itu.
Hati Bara panas seketika, tatkala melihat Vee dengan mesranya mencium pipi Gery.
'Seharusnya aku yang berada di sana, dan kamu perlakukan mesra seperti itu Vee!'
Ada sedikit ngilu di dalam hatinya, dan juga ada tekad yang kuat untuk merebut gadis cantik itu untuk menjadi miliknya.
"Papah masuk kamar dulu, ada yang harus Papah kerjakan."
Sepeninggal Papan Cesa, kedua laki laki itu saling pandang, saling menatap dengan tajam satu sama lain, mengisyaratkan permusuhan diantara keduanya.
"Jangan pernah macam-macam dengan tunangan orang."
"Aku tidak macam macam, aku hanya mengajak Vee jalan saja, dan dia yang akan menentukan nyaman pergi dengan kamu atau dengan aku."
"Aku pulang dulu.....salam buat calon istri ku....dan perlu kamu ketahui, aku lebih lama dekat dengan Vee dari pada dengan kamu!!"
Bara berdiri dan meninggalkan Gery, ia melirik sekilas ke arah laki laki yang saat ini berstatus sebagai tunangan Vee.
Sedangkan Gery....ia emosi, tetapi...masih bisa di tahan nya, ia tau kalau Bara sengaja mengatakan itu, walaupun itu nyata ... tetapi...ia tidak akan terpancing dengan apa yang dikatakan oleh Bara.
Tak....tak....tak
Suara sandal Vee membuat Gery menengok ke sebelah, ia tersenyum ke arah tunangan nya yang malam ini terlihat sangat cantik dan mempesona.
"Cantik banget!!"
"Makasih yank.....kan aku memang perempuan, jadi cantik donk!!".
"Iya....tapi ini cantik banget."
"Jangan gombal, jadi nonton apa enggak??", ucap Vee langsung menarik tangan tunangan nya itu untuk segera keluar dari rumah.
"Jadi donk....sudah lama tidak jalan sama kamu ..kangen juga , nikah yuk yank .. Insyaallah aku sanggup untuk menjalankan semua nya, dan siap untuk menjadi seorang Ayah."
"Ih maunya....sabar dulu, nunggu kamu lulus...enggak sampai satu tahun kan??"
"Pasti nya....aku besok ke kampus lagi, mau bimbingan dengan dosen supaya cepat di Acc dan cepat lulus dan segera menghalalkan kamu."
"Amin ...."
"Jalan??", tanya Gery lagi.
"Ogah!!! capek kalau jalan.....mau nya naik mobil saja."
__ADS_1
"Gendong gimana??? lalu aku bawa ke hotel....nyicil dulu, mau ya??"
"Nakal!! kamu sekarang mesuuummmm....., aku baru tau!!"