Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Memang Berjodoh


__ADS_3

Tanpa banyak bicara lagi, Bara meninggalkan hotel beserta orang orang yang ada di dalam sana, ia bahkan tidak perduli lagi dengan isak tangis dan teriakan Meli yang masih terus memanggil nya.


Bagi nya, semua sudah berakhir. Kisah cinta yang dirajut selam tiga tahun lebih, harus berakhir hari ini, siang ini juga.


Tentunya Bara sendiri tidak pernah membayangkan semua akan berakhir seperti ini.


Begitu ngenes dan nyesek yang dialami nya. Tetapi, Bara masih bisa bersyukur.....semua terjadi di saat yang tepat, yah .. . tepat karena Bara belum mengikat Meli secara resmi.


Hufffh..... sudahlah, mungkin memang Meli bukan jodohnya.


Bara masuk ke dalam mobil, ia langsung saja tancap gas .. entah mau ke mana Bara sendiri tidak tau. Yang jelas, ia ingin menenangkan dirinya dulu... biarlah ia membuang semua kenangan dan luka perih nya, walaupun tidak tau di mana tujuan nya.


Mobil Bara terus melaju, ia hanya mengikuti arah hatinya. Ingin sekali ke rumah Vee, tetapi.....Vee sedari tadi dihubungi tidak bisa.


Bara pikir, Vee masih bersama Gery, menghabiskan hari Minggu dengan jalan jalan, dan hanya berdua saja, makanya ponsel mereka berdua tidak bisa di hubungi.


Bara mengalihkan perhatian nya kepada Vee, ia tidak ingin mengganggu teman kecilnya itu, biarlah....nanti malam saja Bara ke rumah, atau nanti sore juga akan bertemu, karena Vee belum tau kejadian yang sebenarnya terjadi.


Tidak taunya, seseorang yang baru saja dipikirkan Bara, sudah terbang ke negara orang dengan membawa berjuta kenangan yang akan dihempaskan nya dari udara.


Mobil Bara sudah sampai di sebuah pantai. Memang lucu yang orang pikir siang siang ke pantai, panas.

__ADS_1


Tetapi, memang ini tujuan Bara....mencari tempat yang sepi, hingga ia bisa berteriak sesuka hati tanpa ada orang yang terganggu.


"Arhhhhhh......"


"Mengapa takdir mempermainkan aku!!!"


Teriak Bara kencang, dengan lututnya sudah bersimpuh di pasir.


"Disaat aku sudah memantapkan hatiku untuk kamu, dan menepis perasaan yang baru saja aku sadari untuk orang lain, mengapa tiba tiba ini yang terjadi!!!"


Bara masih saja meracau, dengan keras ia melontarkan kata katanya. Mungkin dengan begini, hati Bara akan sedikit lega.


Iya, baru saja Bara menyadari akan hadir nya seseorang yang tiba tiba singgah, tetapi....ia cepat cepat menepis nya....ia tau tidak baik menyimpan perasaan untuk orang lain, di saat dirinya sudah memilih untuk melamar seseorang.


Di dalam kamar hotel, semuanya sudah menerima keputusan Bara, meskipun ada seseorang yang masih berat untuk menerima keputusan itu.


"Meli....Mommy masih menganggap kamu seperti anak Mommy sendiri, terlepas kamu tidak jadi menikah dengan Bara."


Mommy Cherry menghibur Meli, beliau tau perasaan mantan calon menantu nya ini seperti apa.


"Datanglah dengan Dio saat semua sudah baik baik saja. Mungkin untuk saat ini, lebih baik kalian tidak usah bertemu dulu. Bukan Mommy melarang, tetapi..kamu tau sendiri bagaimana Bara kan?? lebih baik dan penting, kamu dan Dio menikah dulu, setelah semua baik baik saja dan tenang, barulah Kalina bertemu Bara. Mommy yakin, Bara sudah memaafkan kamu."

__ADS_1


Tidak ada jawaban dari Meli, gadis itu hanya mengangguk dan memeluk Mommy Cheryy. Dan semua yang dikatakan oleh wanita cantik yang sudah tidak muda lagi itu memang benar, kalau ia sudah tidak mungkin lagi bersama Bara, mau tidak mau....ia harus menerima Dio dan menikah dengan nya. Dan akan menemui Bara setelah semua nya baik baik saja, tidak sekarang...tidak pula besok, tetapi.... entahlah.


"Saya permisi dulu mbak., masih ada yang perlu di bereskan. Dan maaf, dengan berat hati saya akan membatalkan acara nanti malam juga acara bulan depan. ", ujar Mommy Cheryy dengan Mamah nya Meli.


"Maafkan anak dan keluarga saya juga mbak....saya tidak tau lagi harus bagaimana."


Kedua wanita itu berpelukan, dan saling memberikan kekuatan. Bukan keinginan mereka akan terjadi seperti ini, tetapi....ya sudahlah.....


"Kami permisi dulu."


Daddy Brylli dan Mommy Cheryy meninggalkan hotel, dan mereka berdua akan langsung ke tempat acara untuk mengurus pembatalan yang lainnya. Baginya, uang tidak masalah, tetapi....yang lebih penting adalah putra sulung mereka.


Mommy Cheryy menyunggingkan senyuman tipis nya, ia tidak khawatir karena Bara baru saja memberikan pesan kalau dirinya baik baik saja, hanya ingin menenangkan diri sebentar.


"Aku tidak tau Mas, apa aku harus seneng atau sedih dengan semua nya ini??"


Ucap Mommy Cheryy yang sudah nemplok di pundak Daddy Brylli di kursi belakang, karena baru saja menghubungi supir untuk menjemput nya, sedangkan mobilnya biar nanti diambil orang suruhan Daddy saja.


"Mas tau apa yang kamu pikirkan sayank....mungkin mereka memang berjodoh. Bukan sekarang , tetapi nanti."


Daddy Brylli tau arah pembicaraan dari istrinya itu, tidak lain dan tidak bukan mengarah pada putri tunggal Cesa Aditya, Velia.

__ADS_1


__ADS_2