
Beberapa hari kemudian.
Papah Cesa sudah pulang ke rumah nya, dan kini kondisi nya baik baik saja. Begitu juga dengan Vee yang siap menjaga Papah Cesa dan tidak akan meninggalkan beliau.
Bunda Rania dan juga Ayah Arga sudah kembali ke Jerman, setelah memastikan semua nya baik baik saja. Begitu juga dengan Gery, yang sudah kembali ke aktivitas asalnya, kuliah dan juga ke kantor.
"Papah, Vee mau jalan jalan keluar dulu. Papah enggak apa apa kan kalau ditinggal??"
"Tidak apa apa, pergilah. Papah sudah sehat."
"Oke. Vee jalan dulu Lah."
Vee hari ini jalan jalan ke mall, penat rasanya beberapa hari, dan kini.... setelah Papah Cesa baik baik saja, ia pergi jalan jalan, sudah dua tahun tidak mengunjungi mall di mana ia dan yang lainnya dulu sering ke sana.
Sedangkan Gery?? nanti ia akan menyusul, tentunya harus menyelesaikan beberapa pekerjaan yang sudah ditinggalkan nya.
Gadis cantik itu memesan taxi, bukan tidak ingin mengendarai mobilnya sendiri, tetapi nanti siang dijemput oleh Gery, jadi....ia memutuskan untuk naik taxi saja.
Perjalanan cukup menyenangkan untuk Velia, gadis cantik itu melihat ke sekeliling jalanan, kangen rasanya menikmati suasana seperti ini.
Tidak banyak yang berubah, Jakarta dua tahun yang lalu dengan saat ini, sama sama masih saja macet.
Ia malahan ingat masa lalu, di mana sering jalan barengan dengan teman teman nya. Sejenak Vee mengukir senyumnya, senyum yang manis yang membuat laki laki terpana melihat nya.
Tatkala kembali kenangan bersama teman teman nya berputar putar mengelilingi pikirannya.
__ADS_1
Brisa?? kalau Brisa, ia sampai saat ini tidak putus komunikasi dengan Vee, bahkan satu hari bisa beberapa kali melakukan panggilan video call.
Lalu Bara??
Nah, ini yang ada di pikiran Vee saat ini. Ia sama sekali tidak tau bagaimana kabar Bara, bahagia atau tidak? dan sudah punya anak berapa??. Tentunya setelah dua tahun yang lalu.
Velia sudah sampai di mall. Ia bukannya cepat cepat masuk tetapi melihat lihat dulu di luar.
Rasanya tidak ada yang berubah setelah ia tinggalkan dua tahun yang lalu.
Vee masuk, entah apa yang mau di beli, yang jelas ia ingin meregangkan otot-otot saja dan sejenak bernostalgia di tempat favorit nya.
Dari satu toko ke toko lain ia masuki, dan entah ia yang kangen atau matanya yang memang salah lihat, seperti nya ia baru saja melihat seseorang yang dikenalnya.
"Bukankah itu Meli??"
Dan...
"Meli??"
"Vee??"
Kedua terpaku, menatap tidak percaya kalau akhirnya bisa ketemu lagi setelah dua tahun berpisah. Baik Vee maupun Meli tidak ada kabar sama sekali, jadi.... mereka tidak tau menau kabar masing-masing.
Kedua saling berpelukan, menghilangkan rasa kangen yang selama ini melanda.
__ADS_1
"Kangen banget...kamu tambah cantik Vee??", puji Meli.
Rasanya tidak percaya, Meli melihat Vee dari atas ke bawah, ia juga menggeleng. Cantik....dan banyak perubahan pada diri Vee saat ini
Vee yang sudah cantik, kini bertambah cantik lagi dengan semakin dewasa dan tentunya tubuhnya yang terlihat seksiiee.
"Kamu juga, aku pangling lihat nya."
Kedua teman lama itu saling mengagumi satu sama lain, mereka masih tidak menyangka dipertemukan di tempat favorit dulunya, setelah sekian lama tidak ada kabar berita nya.
"Duduk sana yuk, biar enakan ngobrol nya."
Meli mengajak Vee duduk di salah satu restoran yang ada di mall itu. Tidak enek rasanya bercerita jika sambil duduk, karena pasti nya ada banyak yang akan di ceritakan.
Vee dan Meli memesan makanan dan minuman, lalu keduanya saling bercerita. Tentunya di sini Vee yang bersemangat untuk cerita.
"Maaf, aku nggak tau kalau Om Cesa masuk Rumah Sakit."
Gadis itu sudah menceritakan tentang dirinya dan kondisi Papah Cesa, tetapi tidak mengatakan mengapa Vee bisa ke Jerman, tentunya alasan untuk menghindari Bara tidak akan ia katakan.
"Enggak apa apa, Papah sudah baikan, mainlah.", jawab Vee dengan sedikit tanda tanya di dalam hatinya.
'Mengapa Meli enggak tau tentang Papah?? apa Bara tidak memberitahukan nya?? dan juga mengapa Bara juga tidak menjenguk Papah selama Papah sakit?? apa sesibuk itukah??'
Vee bertanya tanya dalam hati, rasanya ada yang janggal, ingin sekali ia bertanya tentang kehidupan Meli dan Bara, dan mengapa Meli tidak tau tentang Papahnya yang sakit, tetapi...lagi lagi ia menahannya. Ia takut kalau menyinggung perasaan Meli, dan terlebih lagi nanti jadi salah paham , dikira Vee ada rasa dengan Bara, padahal sudah enggak.
__ADS_1
Yah, Vee sudah move on dari Bara, karena ia yakin kalau Bara sudah bahagia dengan Meli. Tidak tau saja jika Bara dan Meli tidak jadi menikah.