
Tidak berniat untuk menolak tetapi juga tidak mengiyakan, akhirnya Vee pasrah begitu saja saat tangan nya di gandeng oleh Bara keluar dari ruang meeting.
Vee melihat tangan nya yang digenggam oleh Bara, tentu saja dengan perasaan cemas, tetapi tidak dengan Bara yang malahan senang dan senyum senyum sendiri dengan apa yang barusan di lakukan nya.
"Bar....tangan kami bisakah enggak begini??"
Vee tidak nyaman, Bara semakin menempel, bukan hanya menggenggam tangan saja.
"Bukannya kita dari dulu juga begini kan??"
"Dulu mana?? perasaan enggak deh Bar!!"
"Hmm hanya perasaan kamu saja. Sudah lah....ikut...makan siang yang banyak."
Bara membawa Vee untuk masuk ke dalam mobilnya, dengan sebelum nya ... laki laki itu meminta Bagas untuk pulang ke kantor duluan dengan baik taxi. Yang tentunya membuat ia sebel dan juga jengkel.
"Huff....giliran mau pacaran saja nyuruh gue balik duluan,.", gerutu Bagas.
__ADS_1
Bara dengan senyum penuh kemenangan membawa Vee untuk makan siang di suatu tempat, tentunya tempat yang paling indah dan romantis untuk mereka berdua.
Ia melirik ke arah Vee yang masih membrengut kesal, dengan tatapan mata Vee yang masih lurus ke depan, bukan melihat ke arah nya.
"Sabuk pengaman nya di pakai, atau mau aku pakein??"
Vee yang sedikit melamun jadi kaget mendengar ucapan dari Bara, dan ia segera untuk memakai sabuk pengaman itu, daripada Bara yang memakai nya.
"Pinter!! takut banget sih kalau aku yang pakein?? atau kamu takut kalau kejadian dua tahun yang lalu terulang lagi.??", ujar Bara dengan tersenyum senang.
Laki-laki itu malahan mengingatkan kejadian dua tahun yang lalu, di mana Bara dan Vee saling berciuman, dan kejadian itu tidak bisa Bara lupakan sama sekali.
Bukan pura pura tidak, tetapi Vee memang sudah melupakan nya. Yah, selama dua tahun ini....ia berusaha keras untuk melupakan Bara, dan nyatanya memang berhasil.
"Lupa?? atau sengaja melupakan?? atau meminta untuk aku mengulangi nya??"
Senyum penuh makna keluar dari bibir Bara, dan itu membuat Vee jadi semakin takut saja, apalagi dari tadi mobilnya belum bergerak yang entah kemana, dan masih tetap berada di parkiran Perusahaan Aditya.
__ADS_1
'Astaga.....jadi yang di maksud adalah ciuman itu?? gila!!'
Bara semakin mendekat, yang membuat Vee menggeleng dan mendorong tubuh Bara, tentu saja Bara yang berbadan kekar tidak menghiraukan ucapan ataupun tindakan Vee, malahan laki laki itu dengan semangat menggoda nya.
"Stop!!"
Bara menghentikan aksinya, padahal sejujurnya ia ingin sekali merasakan kembali manisnya bibir Velia , tetapi....ini mungkin belum saatnya, dan Bara harus menahan diri untuk tidak menyentuh nya dulu.
'Shitttt.....kenapa aku kalau dekat dengan Vee hawanya pengen nyosor mulu ya??'
Perasaan aneh kembali menyelimuti Bara, dan tentunya di barengi dengan celananya yang sudah sesak dengan sesuatu yang terus mendesak nya.
"Jalan Bar!! aku lapar. Kalau enggak jadi ya sudah , aku turun saja!!"
Vee yang melihat sesuatu aneh dari diri Bara, tiba tiba langsung menyuruh Bara untuk melajukan mobilnya. Walaupun ia sendiri belum tau akan di bawa Bara kemana siang ini untuk makan siang.
"Ok .."
__ADS_1
Bara yang begitu menahan diri, segera melajukan mobilnya ke suatu tempat yang sudah di pesan oleh nya, tentu dengan suasana yang sangat romantis.
Tentu saja Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, bahkan lambat....yang membuat Vee kesal dengan sendirinya, di samping sudah lapar...ia juga tidak nyaman berdua dengan Bara. Apalagi Bara yang sedari tadi melihat ke arah nya terus menerus.