Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Merestui


__ADS_3

"Mommy tidak habis pikir dengan perlakuan kamu Bar, apalagi kamu tau sendiri kalau Vee sudah punya tunangan dan akan segera menikah dengan Gery, lalu bagaimana dengan mereka??"


Mommy memijit keningnya yang mendadak pusing melanda, beliau tidak tau lagi dengan apa yang harus di katakan oleh orang tua Velia nanti nya.


"Mommy dan yang lainnya ingin tau mengapa aku melakukan itu??", ucap Bara dengan menahan perih di wajah dan juga perut nya.


"Jelas, kami ingin tau, brengseekkk!!", seru Daddy Brylli keras.


Tidak menyangka kelakuan Bara bisa sebe**jad ini, Padahal Daddy Brylli dulu waktu masih muda tidak seperti itu, walaupun doyan minum dan berteman baik dengan Casanova, tetapi... tidak pernah menyentuh wanita yang belum sah, tetapi...mengapa Bara bisa seperti ini??


"Aku sengaja memperkosa Velia , karena aku mencintai nya, aku tidak ingin kehilangan nya."


Yah, jawaban dari Bara membuat orang tua di sana menggelengkan kepalanya, begitu juga dengan Papah Cesa.


Ini adalah kebalikan dengan dirinya dulu, kalau Papah Cesa sengaja melakukan hal itu karena tidak mencintai Bunda Rania, dan berharap Mommy Cherry mau menikah dengan nya, tetapi...kalau Bara...dia sengaja memperkosa Velia karena mencintai putri nya.


"Kalau cinta bukan begitu Bar, kamu bisa mengejar nya, bisa mendapat hati Vee, bisa mendekatkan Vee tapi bukan dengan memperkokoh nya."


Ayah Arga ikut bicara, ia juga menyayangkan tindakan Bara yang mengambil keputusan sepihak hanya karena tidak ingin kehilangan Velia.


"Ayah bisa bicara seperti itu karena tidak tau kenyataan yang sebenarnya, aku sudah berusaha untuk mendekatkan Vee, berusaha untuk mengambil hatinya, tetapi...nyatanya Vee masih memilih laki laki lain."


Tidak dipungkiri, memang apa yang dikatakan oleh Bara benar adanya, semenjak Vee menghilang dua tahun yang lalu, Bara memang tidak pernah berhenti untuk mencari nya, dan juga bolak balik Jakarta Jerman hanya untuk memastikan kalau Vee memang tidak di sana, begitu juga saat Vee sudah kembali ke Jakarta, Bara juga tidak pernah absen untuk memberikan perhatian kepada gadis itu.


"Itu kamu sudah tau kalau Vee memilih laki laki lain, mengapa masih kamu harapkan Vee dan malahan memperkosanya??"


Daddy Brylli kembali melayangkan pertanyaan kepada Bara, dengan emosi nya yang masih belum redam juga.

__ADS_1


Sedangkan Velia, kini sudah menghapus air mata nya, rasanya percuma saja menangis sampai airmata nya kering, tetapi...tidak bisa mengembalikan keadaan seperti semula., terlebih tidak bisa mengembalikan kepercayaan yang sudah diambil paksa oleh Bara.


"Karena itu Dad, Pah...aku melakukan itu, aku tidak ingin Vee di miliki oleh orang lain, apalagi aku dengar Gery akan menikahinya dalam waktu dekat ini. Siapa yang mau kehilangan Vee Dad?? siapa yang mau kehilangan wanita yang aku cintai Pah?? aku tidak mau dan juga tidak sanggup melihat Vee bersanding dengan laki laki lain.", jawab Bara jujur.


"Apa??"


Kembali, mereka semua kompak menanggapi ucapan Bara.


"Dan karena itu, kamu memperkosa Velia, Bar??"


Bunda Rania akhirnya ikut bicara, bagaimana pun ia juga menginginkan penjelasan dari laki laki itu.


Dan sama seperti dengan Papah Cesa, Bunda Rania yang sedari tadi diam itu, mengingat kembali apa yang perlu dialaminya dulu, sama sama korban perkosaan dengan sengaja, tetapi berbeda motif nya.


"Iya Bunda, aku sangat mencintai Velia dari tidak mau kehilangan nya, aku juga tidak sanggup jika harus berpisah dengan Vee, memang caraku salah, tapi..aku rasa dengan aku yang sudah menanamkan benih di rahim Vee, aku bisa memiliki Vee seutuhnya..."


"Arghhhh....anak siapa kamu Bar!!! jujur saja Daddy malu punya anak seperti kamu!!"


"Daddy lebih malu lagi kalau aku tidak bertanggung jawab, dan malahan membiarkan Velia menikah dengan Gery."


Ucap Bara yang tidak mau kalah dengan Daddy Brylli, bagaimana pun... dengan atau tanpa restu orang tua nya, Bara akan menikahi Vee.


"Kau!!! Aku sudah tidak bisa berkata kata lagi, semua aku serahkanlah padamu kalian berdua.. Rania dan Cesa., kalian yang berhak untuk menentukan nya, terserah...mau kamu terima anak nakal ini atau kamu tolak.", ujar Daddy Brylli yang pasrah sudah dengan kelakuan putra nya.


Daddy Brylli kembali duduk di samping Papi Galen, sembari menunggu keputusan dari Papah Cesa.


"Aku...aku serahkan kepada kamu, Kak....kamu yang lebih berhak atas Velia....aku ikut saja.", Bunda Rania menatap ke arah Papah Cesa yang masih terdiam, sementara yang lainnya sudah menyuarakan maksud nya.

__ADS_1


Bara.... mendengar keputusan ada di tangan Papah Cesa, Bara langsung berdiri dan bersimpuh di kaki Papah Cesa, bukan nya meminta maaf, tetapi ..Bara memohon untuk bisa menikahi Velia.


"Pah...Bara mohon, restui kami...aku akan membahagiakan Vee, aku sangat mencintai nya, dan aku juga sudah memiliki Velia seutuhnya Pah....apa Papah tega memisahkan bapak dari anaknya, jika kemungkinan terbesar adalah Vee hamil anak aku .."


"Bara!!!dasar anak nakal!! tidak sopan!!", bentak Daddy Brylli lagi.


"Sudah Brylli....tahan emosimu...dan kamu Bar, berdiri lah, duduk di samping Papah..."


Bara menggeleng, "Aku tidak mau Pah, sebelum Papah merestui aku menikahi Velia....",


"Kalau kamu masih di situ, Papah tidak akan merestui nya."


"Pah... astaga... Papah benar benar mengijinkan aku menikahi Velia...."


Bara sudah senang padahal Papah Cesa belum selesai mengutarakan maksud nya, tetapi anak itu susah girang setengah mati.


"Duduk di samping Papah dulu."


Bara menganggap, dan mengikuti apa yang diperintahkan oleh Papah Cesa.


Entah mengapa Papah Cesa tenang sendiri, bahkan tidak banyak bicara dengan apa yang barusan terjadi, apa memang Papah Cesa sudah pasrah dengan jodoh putrinya, atau memang beliau yang seperti Bara dulunya, melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan nya, dan akhir nya terlambat menyadari hingga Rania menikah dengan orang lain.


"Papah sangat menyayangkan perbuatan kamu Bar, apapun alasannya jelas itu Papah tidak bisa terima, Papah kecewa sama kamu. Tetapi....semua sudah terjadi....mau kamu memohon seperti apapun, mau Velia menangis sampai air mata nya kering...tidak bisa mengubah keadaan...mau tidak mau, suka tidak suka, kalian harus menikah... Papah tidak ingin...nasib kamu seperti Papah dulunya, masuk Rumah Sakit Jiwa, dan juga...Papah tidak Ingin....jika memang benar Velia hamil....anak itu bernasib sama seperti Vee dulunya, iya kalau Vee dapat suami seperti Ayah mu Arga yang menyayangi layaknya anak kandung nya sendiri, kalau tidak....."


"Berarti Papah merestui Bara menikahi Velia Pah??"


"Iya .. semoga ini adalah keputusan yang baik, tetapi... bagaimana dengan Gery??"

__ADS_1


Papah Cesa baru teringat dengan laki laki yang sudah melamar putri nya itu.


__ADS_2