
Mau tidak mau, tentu nya dengan paksaan dari Mommy Cherry dan juga kasihan dengan sang Mommy, Velia akhirnya menyuapi Bara.
Terpaksa, yah.... terpaksa dilakukan nya, karena tidak tega dengan Mommy. Kalau sama Bara, mau makan atau tidak ya terserah lah....
"Buka mulut nya, yang lebar dan cepat dikunyah nya....aku mau pulang habis ini."
Bara membuka mulutnya, tetapi biasa saja. Ucapan Velia malahan membuat nya tidak akan menyelesaikan makanan nya dengan cepat.
Sementara Mommy Cheryy, ia sudah meninggalkan mereka berdua karena tiba tiba Daddy meminta untuk menyusul ke kantor, dan ini adalah kesempatan Bara untuk berdua dengan Velia.
"Vee .... apa kamu tidak ada rasa lagi sama aku??"
Di sela sela makan, Bara menyempatkan untuk ngobrol dan bertanya hal pribadi dengan Velia
Vee menggeleng, ucapan Bara tidak membuat nya kaget, bahkan Velia sudah siap menjawabnya, kapanpun Bara bertanya.
"Bohong!!! aku lihat di mata mu, kalau kamu masih ada rasa sama aku, walaupun itu sedikit. Jujur Vee??"
Vee meletakkan mangkuk sup yang memang sudah habis tinggal kuahnya saja sedikit itu di atas meja, gadis cantik itu menatap mata Bara kemudian tersenyum.
Entahlah.... apa arti senyuman Velia untuk Bara saat ini, apakah memang ada rasa atau hanya....
"Tidak mudah melupakan semua yang terjadi pada kita, kita sejak kecil sudah bersama, bahkan kamu punya pasangan pun kita masih bisa bersama."
Bara tersenyum, jawaban Velia yang ambigu itu membuat nya paham kalau sebenarnya di lubuk hati Velia yang paling dalam masih ada namanya.
"Aku tau, kalau kamu sebenernya masih cinta sama aku, bagaimana kalau kita wujudkan keinginan Daddy dan Papah??"
Vee melongo, jelas saja ia tau apa yang dikatakan oleh Bara, tentu tentang perjodohan rahasia yang sudah Velia batalkan.
"Jangan ngaco!! aku sudah punya tunangan, lagipula aku juga sudah membatalkan nya."
Velia mengambil mangkuk yang berisi sup itu, dan membawa nya ke dapur. Ia juga menghindar dari pertanyaan pertanyaan yang Bara ucapkan.
Bara kembali tersenyum, ia tau kalau Velia sengaja menghindar dari nya dan ia pun segera menyusul Vee di dapur.
Grepp
Tangan kiri Bara memeluk Vee dari belakang, meskipun hanya satu tangan, tetapi...pelukan itu dapat terasa dan sangatlah erat.
__ADS_1
"Bar....tangan kamu!"
Vee yang mencuci mangkuk bekas sup yang di makan Bara, langsung saja mempercepat pekerjaan nya dan mencoba melepaskan tangan Bara.
"Kenapa??? meskipun hanya satu tangan saja, aku bisa erat memeluk kamu."
"Jangan begini, nanti ada yang lihat, aku enggak enak."
"Kalau begitu, di kamar aku saja ya, di jamin tidak ada yang lihat, aman sayank....."
"Astagfirullah...."
Vee menggeleng, memang menghadapi Bara itu harus dengan otak yang cerdas, kalau tidak kalah dengan ucapan ucapan ngawur yang keluar dari mulut nya.
"Bukan begitu....."
Vee masih mencoba melepaskan tangan Bara, tetapi bukan nya lepas, Bara malahan meletakkan dagunya di pundak Velia.
"Tapi begini sayank,....kamu wangi banget, aku jadi ingin memiliki mu ..."
"Ya Tuhan....jangan ngawur Bar, aku tunangan orang mengertilah."
"Bara...apa yang kamu lakukan??"
Vee melototkan matanya, tatkala tubuh nya sudah mentok di tembok dan Bara mengunci nya dengan satu tangan nya.
"Tidak apa apa, aku hanya ingin kamu sadar, kalau kamu mencintai aku, dan aku ingin kamu menikah dengan ku, itu saja."
Menikah dengan Bara??? Tentu saja Bara memang sudah gila, bahkan level kegilaan nya sudah diatas rata rata.
Entah kapan sadar nya laki laki itu, kalau gadis yang ada di depannya adalah tunangan orang dan sebentar lagi akan menikah.
"Tidak mungkin, aku sudah menjadi tuna----."
"Mphhhhh...."
Bibir Velia sudah di bungkam dengan ciuman dan sekaligus luma_tan dari bibir Bara.
"Aku tidak ingin mendengar kalimat itu lagi, kamu hanya milikku Vee, dari kecil sampai nanti kita buat anak kecil lagi."
__ADS_1
Vee menggeleng, ia takut melihat sorot mata Bara. Tentu saja ini bukan tatapan mata yang biasanya ia lihat, lebih dari sekedar menatap malahan
Perlahan lahan, tangan Bara sudah berada di bibir Velia dengan ibu jari nya yang sudah menari nari mengusap dan mempermainkan bibir Velia, hingga gadis itu memejamkan matanya....jujur saja...ia menikmati sentuhan tangan Bara di bibir nya.
Bara tersenyum, ia kali ini menang. Dan melihat tidak adanya perlawanan dari Velia, Bara kembali mendekat kan wajahnya, dan menyatukan bibir nya dengan bibir Velia, mema_gut lembut bibir manis yang sudah menjadi candu Bara untuk lagi dan lagi menye_sap sari sari kenikmatan yang tiada tara.
Bara melu_mat bibir Velia, tetapi gadis itu hanya memejamkan mata tanpa membalas pagu_tan bibir nya Bara, hingga Bara yang gemas, langsung saja menjeda aksinya, menatap lembut wajah Vee dan....
"Balas sayank....semakin pintar kamu membalas nya, kamu akan semakin pulang, kalau tidak....jangan harap bisa keluar dari rumah ini, bahkan besok pagi statusmu sudah berubah menjadi Nyonya Bara Buminegara."
Deg
'Apa maksud nya??'
Tanpa menunggu jawaban dari Veli, karena Bara tau kalau Vee pastinya akan membalas ciuman nya, Bara kembali mema_gut lembut bibir Velia, dan menggigit bibir bawah Velia untuk pintu masuk akses lebih dalam dan dalam lagi.
Lama kelamaan, dengan sentuhan bibir Bara yang semakin berani, Vee membalas pagu_tan lembut bibir Bara. Dan sore itu, kedua insan saling bertukar saliva dan beradu bibir, hingga ...
"Terimakasih....aku mencintaimu..."
Setelah cukup untuk membuktikan kalau Velia juga masih ada rasa kepada nya, Bara menyudahi aksinya.
Cup
Satu kecupan di kening sebagai tanda sayang, mengakhiri aksi sore yang begitu panas.
"Aku anterin kamu pulang, jam segini nyari taxi susah."
"Tapi Bar, aku??"
"Gery tidak bisa jemput, dia ada meeting dengan klien bersama Bagas juga."
Bukan nya tidak percaya, tetapi Vee mengambil ponsel nya dan melihat sendiri, apakah ada pesan dari Gery. Dan ternyata benar....satu jam yang lalu sebelum Vee ke sini, Gery sudah mengirimkan pesan, kalau ada meeting dengan klien penting di luar kantor, dan kemungkinan sampai malam, jadi tidak bisa makan malam bersama.
"Benar kan??? aku tidak bohong?? lagipula aku ingin bertemu dengan Papah, sudah lama kita tidak ngobrol bareng."
"Tapi tangan kamu??"
Tidak mungkin kan kalau Bara menyetir dengan satu tangan saja, tangan kiri pula.
__ADS_1
"Aku pakai supir, dan kita berdua di belakang, aku ingin berdua dengan kamu."