
Gery menggeleng, ia gemas sendiri dengan tunangan nya. Di saat matanya terpejam, mulutnya masih bisa ngoceh kesan kemari, tentu saja itu membuat Gery tidak bisa melepaskan gadis cantik itu dan semakin tergila gila dengan nya.
"Sayank....aku masuk kamar ya?? dan siap siap untuk malam pertama kita.", goda Gery.
"Masuk saja tetapi awas kalau sampai macam macam...aku potong punya kamu!!"
"Ih serem yank...."
"Makanya jangan macam macam yank...."
Gery tersenyum dan meletakan Vee di atas ranjang dengan sangat pelan, kemudian menarik selimut dan menyelimuti gadis cantik itu.
Cup
Satu ciuman mendarat di kening Vee, dan Gery menatap kambali wajah cantik Vee dengan sangat intens, cantik dan sangat cantik.
"Mimpi indah sayank....besok aku jemput, aku pulang dulu."
"Makasih yank, love u....".
"Love u too yank...."
Gery keluar dari kamar Vee, dan memang ia tidak melakukan apa apa selain mencium kening gadis nya itu. Bukan tidak tertarik, tetapi...ia sudah berjanji dengan dirinya sendiri untuk tidak berbuat yang lebih kepada orang yang di cintai nya, lagipula juga tinggal nunggu beberapa bulan lagi ia akan lulus dan akan langsung menikahi Velia.
...****...
Pagi harinya, Vee terbangun karena bunyi telpon yang sedari tadi berdering, ia dengan mata yang masih merem mengambil ponsel yang sangat mengganggunya.
"Hallo....."
"Yank....aku sudah di bawah, mau segera turun atau aku ke atas dan mandiin kamu."
"Astaga...jam berapa ini??"
"Sudah jam tujuh lebih, kuliah kan??"
"Iya yank...aku mandi sebentar."
Velia buru buru bangun dan melangkah kan kaki nya ke kamar mandi untuk segera mandi, ia baru ingat kalau pagi ini ada tugas yang belum di selesaikan.
"Mati aku!! mana dosen nya galak banget lagi.."
Vee menyelesaikan ritual mandi nya, biasanya yang mandi tiga puluh menit sampai satu jam, kini hanya beberapa menit saja.
Tetapi tidak mengurangi kecantikan yang Abel miliki, meskipun tidak mandi sekalipun, gadis itu masih terlihat sangat cantik.
Sudah siap semuanya, Vee lalu mengambil tas dan memasukkan semua yang dibutuhkan nya untuk kuliah lagi ini, tak lupa dengan ponselnya.
Tap....tap....tap...
Gadis itu turun dengan tergesa gesa, hingga membuat Papah Cesa dan juga Gery menggeleng melihat aksinya, dari dulu tidak berubah kalau sudah telat.
__ADS_1
"Pagi Pah, Ger..."
"Pagi sayank....."
Vee mencium pipi Papah Cesa kemudian mengambil satu gelas susu putih dan meminumnya sampai habis.
"Sarapan dulu sayang...."
"Maaf Pah, enggak keburu...sudah telat."
"Ayok yank...."
Dengan cepat Vee menarik tangan Gery dan mengajaknya untuk segera berangkat ke kampus. Untuk Gery sendiri tidak ada mata kuliah hari ini, hanya mau bimbingan saja dengan dosen.
"Sebentar yank....."
Gery menuju ke dapur untuk mengambil bekal yang sudah ia minta oleh bibik untuk disiapkan.
"Yank....ayolah....aku nanti telat...belum ngerjain tugas, dosennya galak lagi!!"
Gery tidak menyahut, tetapi ia keluar dari dapur dengan tersenyum dan membawa kotak bekal berwarna pink.
"Bisa di makan di mobil, kesehatan nomer satu."
Vee mangambil kotak bekal itu dan memeluk erat tubuh Gery. Ia beruntung sekali mendapatkan calon suami yang sangat perhatian.
"Mau jalan atau mau mandangin aku terus yank??"
"Sama sama...itu sudah jadi kewajiban aku untuk perhatian sama kamu..."
Gery mengambil tangan Vee dan menggandeng nya, tetapi... baru juga mau masuk ke dalam mobil, mereka dikejutkan oleh suara klakson mobil.
"Tunggu!!"
Vee dan Gery menoleh , mereka hafal dengan suara seorang laki laki yang memanggilnya.
"Pagi Vee...."
Bara datang dengan menyerahkan satu batang coklat yang berukuran besar untuk Vee.
Walaupun ia terlambat untuk menjemput pacar orang, tetapi...ia punya sesuatu yang akan membuat Vee luluh dengan nya.
"Makasih Bar, tapi maaf aku lagi diet dan enggak makan coklat.", jawab Vee bohong.
Gery tersenyum, padahal baru tadi malam Vee meminta dibelikan coklat yang sangat banyak, dan tentu nya tidak ada acara diet diet an.
Namun, Gery juga senang karena Vee menolak pemberian dari Bara, misal di terima pun Gery tidak masalah.....hanya sebuah makanan saja.
Bara tersenyum tipis, ia tau kalau Vee bohong, dari dulu Vee tidak pernah diet tetapi sekarang mengapa ada seperti itu.
'Aku tau kamu sedang bohong Vee...oke...tunggu saja tanggal mainnya sayank...'
__ADS_1
"Kalau begitu... berangkat ke kampus bareng aku ya??"
"Maaf tidak bisa...aku berangkat sama Gery. Yuk yank...."
Vee masuk ke dalam mobil, dan diikuti oleh Gery yang juga segera masuk.
Tidak ada yang ingin diucapkan lagi oleh Gery, laki laki itu hanya memberikan senyuman penuh kemenangan dan segera meninggalkan halaman rumah Velia.
"Kamu enggak marah yank??"
Lagi lagi Vee takut kalau Gery marah, apalagi melihat tadi dengan jelas Bara memberikan sesuatu padanya, walaupun ia tolak.
"Ngapain aku marah, malahan aku pengen tertawa. Sejak kalau Velia diet??"
"Padahal semalam saja banyak menghabiskan coklat loh!!", lanjut Gery lagi.
"Jadi, kamu mau kalau aku terima pemberian Bara gitu?? oke ..kalau begitu, balik yank....aku ambil cokelat nya dan sekalian saja aku berangkat bareng dia, gimana??"
Cittttt
Dengan cepat Gery menghentikan mobilnya, ketika mendengar ucapan dari Vee.
"Yank....., mau apa??"
"Hmmm....mau perkosa kamu, bibir mu itu loh bikin gemes pengen gigit dan pengen anu!!"
"Yank....ih....aku sudah telat loh!!"
"Kiss dulu...nanti aku jalan. Enak saja mau ambil cokelat dari Bara, kalau kamu mau nanti aku belikan yang banyak, bahkan satu pabrik juga boleh deh...."
"Yank.....jalan donk!!"
"No....kiss dulu... sebagai hukuman."
"Di sini!!", tunjuk Gery pada bibir nya.
Hufff....Velia mengambil nafas sebanyak banyaknya, tunangan nya itu memang rada messuuum sekarang., entahlah....semua laki laki yang Vee kenal jadi begitu mesuuummmm....apa jangan jangan memang pengaruh Dio yang sudah meracuni pikiran mereka...
Cup
Vee mencium bibir Gery, tentu saja hanya mencium saja tanpa berlama lama di sana, tetapi....di saat Vee ingin melepaskan ciuman bibir nya, tiba tiba saja Gery menahan nya dan menekan tengkuk Vee....
"Yank ... mphhhhhh.."
Gery melu_mat bibir manis Velia, bibir yang membuat candu dan ingin mencoba nya lagi dan lagi.....
Pasangan kekasih itu saling mema_gut lembut dan menyatukan bibir nya, menyesap dan juga menelusuri setiap inci dari dalam mulut yang membuat mereka begitu menginginkan lebih dan lebih.
"Makasih....."
Gery menautkan kening nya di kening Velia, dan kedua nya sama sama tersenyum bahagia seakan akan dunia hanya milik mereka berdua saja.
__ADS_1