
"Papah......"
Velia masuk ke ruangan Papah Cesa kemudian langsung memeluk laki laki yang sudah berumur itu.
Begitu juga dengan Papah Cesa, yang membalas pelukan putri tunggal nya, yang juga sudah dirindukan nya .
"Sudah sehat sayank?? kenapa enggak boleh Papah jenguk?"
Velia melepaskan pelukan nya, ia pun membawa Papah Cesa untuk duduk di samping nya di sofa.
"Aku sudah baik baik saja Pah, lagipula hanya kecapekan dan kurang tidur saja.", jawab Vee.
Papah Cesa mengangguk, meskipun beliau paham dan tau sebenernya apa yang sudah terjadi dengan putri nya, tetapi.... melihat Vee yang sudah baik baik saja, Papah Cesa tidak mempermasalahkan nya.
Papah Cesa yakin kalau Vee adalah wanita kuat, persis seperti Bunda Rania, yang kuat dan tegar dulu nya.
"Pah ....."
Pelan pelan Velia bersuara, ia tidak mungkin mengatakan yang langsung dan dengan intonasi tinggi, takut nya Papah Cesa akan kaget.
"Pah, aku sudah menyetujui untuk menikah dengan Bara.", ucap Vee memulai membuka percakapan.
Papah Cesa mengulas senyuman nya, ia pun antara bahagia dan sedih tentunya. Ia tau kalau apa yang dirasakan oleh putri nya saat ini, tentu saja kalau menyangkut hati, Papah Cesa pasti tidak tega dengan keputusan Velia, karena beliau tau kalau putrinya itu masih sangat mencintai Gery, bukan Bara.
"Apakah kamu yakin dengan pilihan kamu?? meskipun Papah tau kamu sudah tidak bisa memilih untuk hal ini..."
Vee mengangguk, "Setelah aku berpikir, aku yakin Pah, setidaknya bukan demi aku.... tetapi mungkin demi anak yang mungkin saja sudah ada di dalam perutku, aku takut...kalau dia seperti aku dulunya, meskipun Ayah Arga juga sangat baik dan menyayangi aku seperti anak kandungnya sendiri, tetapi....aku lebih nyaman jika bersama keluarga kandung ku Pah....dan mungkin anak aku juga begitu....."
Papah Cesa tersenyum, tidak perlu menjelaskan lagi, ternyata apa yang ada di dalam benak dan pikiran nya, sama dengan apa yang di rasakan oleh Velia saat ini.
Papah Cesa juga bersyukur, ternyata putrinya tidak egois dan bisa belajar dari pengalaman nya dulu, dan tentu saja itu membuat Papah Cesa lega.
"Meskipun aku tidak mencintai Bara, tetapi....aku yakin...suatu saat pasti rasa itu akan tumbuh di dalam hatiku, dan untuk Gery....aku juga yakin..cepat atau lambat ia bisa melupakan aku, dan nantinya akan menemukan seseorang yang tepat untuk nya ..."
Dengan meneteskan air matanya, Velia mengatakan itu. Sudah sekuat hati dan tenaga untuk Vee tidak mengeluarkan airmata, tetapi.... akhir nya tidak bisa di bendung lagi.
Papah Cesa menghapuskan airmata nya, "Jangan menangis... jodohmu memang Bara, dan Gery adalah laki laki baik yang selama ini menjagamu. Papah Percaya kalau Bara akan membahagiakan kamu nanti nya sayank....."
__ADS_1
Vee mengangguk, dan memeluk Papah Cesa lagi.....ia sudah mantap dengan keputusan nya itu, apalagi dengan kondisi nya saat ini yang sudah ternoda oleh Bara berkali kali, bukan hanya satu kali saja., yang pastinya sudah tidak pantas lagi untuk Gery.
"Tapi Pah, pernikahan aku undur dua Minggu lagi....."
Papah Cesa sedikit kaget, padahal Bara sudah mengurus semua nya, kenapa jadi mendadak di undur segala..
"Diundur??? Apa Bara sudah tau??"
Velia mengangguk, "Sudah Pah, Bara sudah tau.... aku sudah membicarakan pada dia."
"Dia mau??", tanya Papah Cesa lagi. Takut saja kalau Bara tidak setuju dan akan tetap memaksa kan pernikahan dalam beberapa hari.
"Awalnya tidak, tetapi setelah aku menjelaskan, akhir nya dia ngerti dan mau menerima nya..."
"Baiklah kalau begitu, Papah lega sekarang...."
"Terimakasih Pah, dan ...Papah minta ijin ...Vee pamit untuk satu Minggu ke depan...."
"Pamit?? ijin?? mau kemana??"
"Iya, untuk satu Minggu ke depan, Vee akan pergi ke suatu tempat yang orang lain tidak tau dan tidak akan menemukannya....Aku ingin ketenangan dalam satu Minggu itu Pah, tanpa gangguan dari siapapun...Bara tentunya.....", jawab Vee jujur tetapi masih menyembunyikan di mana tempat nya.
"Termasuk Papah?? Papa juga tidak boleh tau di mana kamu bersembunyi??"
"Iya..... termasuk Papah, dan Papah jangan khawatir...aku baik-baik saja di sana...dan tidak akan terjadi apa apa, dan aku janji akan menjaga diriku selama di sana Pah....."
"Tapi Vee, bagaimana kalau Bara mencari mu dan kamu dengan siapa di sana???"
"Papah tinggal jawab saja tidak tau, lagipula Papah memang tidak tau aku di mana, hanya tau aku pergi itu saja, dan aku pergi nya sama Brisa......"
"Hei Brisa???"
Papah Cesa kaget lagi, beliau pikir Vee akan ke luar negeri menyusul Brisa, dan itu adalah jauh sekali.
"Iya, Brisa pulang Pah, dan Papah jangan khawatir, aku pergi nya masih di Indonesia kok, tidak ke luar negeri....dan Brisa yang datang ke sini...dia sudah selesai kuliahnya dan tinggal menunggu wisuda bulan depan."
"Jangan-jangan Brisa juga tidak bilang sama orang tuanya kalau pulang ke Indonesia???"
__ADS_1
Vee mengangguk, "Kamu ya???"
"Here sengaja Pah, Brisa mau nemenin aku semedi dulu, kasihan sama aku katanya....."
"Dasar anak anak nakal ya?? tetapi setidaknya Papah sedikit lega karena kamu ada teman nya ..."
Dan teman itu adalah Brisa, yang Papah Cesa tau Brisa anaknya tidak neko neko, jadi sedikit bisa tenang.
"Dan Papah jangan kasih tau Daddy dan Mommy, ini rahasia...hanya satu Minggu saja....aku ingin menikmati hari hati kebebasan ku sebelum akhirnya menikah dengan Bara, dan aku juga ingin sekali lagi ketenangan Lah, boleh ya??", pinta Vee dengan memelas.
"Baiklah, tapi hanya satu Minggu saja....tidak lebih dan jaga diri kamu....."
"Siap Pah, tapi jangan ceritakan dengan siapa siapa nanti ya?? meskipun Bara ataupun Gery bertanya.....jawab saja tidak tau , karena memang Papah tidak tau....."
"Iya.....Papah tidak akan mengatakan pada siapa siapa, tapi...kamu ke sana naik apa??"
"Mobil lah Pah, Aku akan menyetir pelan pelan....."
"Tapi sayang...apa tidak sebaiknya kamu menggunakan supir??"
Velia menggeleng, "Kalau pakai supir, takut dia ngadu sama Bara, Papah tidak tau saja...kalau bibik dan Pak satpam sudah di sogok oleh Bara, dia meminta orang rumah untuk memata mataiku.", ujar Vee yang agak sedikit kesal jika mengingat ulah Bara pagi ini.
Lalu apakabar kalau diantarkan dengan supir?? ya tidak Jadi rahasia lagi.
"Hahahhahahha.......ada ada saja Bara... memang anak itu tingkah nya aneh...mungkin dia sudah filing kalau kamu mau kabur...."
"Menyebalkan Pah....bukan aneh lagi..... ya sudah, aku pamit ya Pah...Papah jangan khawatir...aku tidak apa apa, lagian aku aman sama Brisa.....dan ingat ya Pah....jangan beritahu siapa siapa kalau aku sedang mengaburkan diri apalagi pergi nya sama Brisa...Oke....."
Velia memeluk Papah Cesa lagi, dan Papah Cesa mengangguk.
"Pasti sayank....jaga diirimu.... meskipun berat... Papah mengijinkan...nikmati hari hari mu dengan senang dan tanpa kesedihan.... bersenang senang lah....."
"Pasti Pah...Papah juga jaga kesehatan....mungkin aku akan mematikan ponselnya, tapi aku akan menghubungi Papah dengan nomer baru dan tiap hari aku usahakan akan nelpon Papah....."
"Iya, dasar kamu ya ...hati hati...."
Papah Cesa mencium kening putri tunggal nya itu, melepaskan kepergian yang entah bener itu tujuan nya atau ada maksud yang lainnya lagi.
__ADS_1