
"Velia..ada apa??", teriak Alex yang baru saja melihat Velia yang keluar dari ruangan Gery dengan menangis, meskipun Vee sudah menutupi nya, tetapi tetap saja....Alex dapat melihat nya.
Velia tidak menjawab, wanita cantik itu berlari dan segera masuk ke dalam lift. Bukannya tidak sopan kepada Alex, tetapi...ia memang sengaja menghindar, karena ingin segera keluar dari kantor ini.
Dan tentu nya, ia tidak ingin Gery mengejar nya ....tidak sampai hati untuk melihat laki laki baik itu menangis bahkan memohon padanya.
Velia kembali mengeluarkan air matanya, setelah pintu lift tertutup rapat... meskipun seberapa banyak yang dikeluarkan nya, itu tidak akan menghapus semua yang telah terjadi, dan tidak akan mengembalikan keadaan seperti sedia kala.
Sadar akan airmata nya yang terus mengalir, dan juga lift yang akan sampai di lantai bawah, Velia buru-buru menghapus nya, ia tidak mau jadi bahan obrolan karyawan Gery, yang pasti dampaknya akan sampai ke Gery.
Ting
Pintu lift terbuka , tidak ingin menimbulkan kecurigaan kepada yang lainnya, Vee dengan melangkahkan kakinya lebar, keluar darah lift dan langsung menuju ke luar....
Setelah sampai di luar, wanita itu kembali menangis dan berlari, bahkan tidak ingat kalau Bara sedari tadi menunggu nya .
Sedangkan Bara, ia yang sebelum nya sudah ketar ketir karena Velia belum keluar dari kantor Gery, ia juga tidak melihat jika Gery baru sampai, yang ada di pikiran nya ...Gery dan Velia berbincang lama di atas sana, ia juga sudah memikirkan yang tidak tidak.
Dan Bata bertekad untuk menyusul Velia ke dalam kantor Gery, jika dalam waktu lima menitan calon istri nya itu tidak kembali.
Dan Lima menit pun berlalu, Bara yang sudah geram dan takut terjadi sesuatu dengan Velia, memutuskan untuk keluar dari mobil dan masuk ke dalam kantor Gery.
Tetapi, baru saja membuka pintu dan ia keluar dari mobil, Bara melihat Velia yang sudah berlari dengan tangan nya yang menghapus air mata di pipi nya.
Sadar dengan apa yang dilakukan oleh Velia, Bara segera berlari dan menghampiri Velia.
Greppp
"Sayank....hei...apa yang kamu lakukan??? kamu lupa kalau aku menunggu mu??"
Bara memeluk erat tubuh Velia, ia bahkan tidak peduli dengan tatapan orang orang yang melihat ke arah nya.
"Ayok pulang, kamu bisa menangis sepuasnya di mobil."
Tidak ada jawaban dari Velia, yang membuat Bara langsung saja membawa tubuh Velia, ia tidak mau Velia menjadi bahan tontonan orang orang karena menangis.
__ADS_1
Dengan telaten Bara membukakan pintu, kemudian membantu Velia untuk duduk, hingga akhirnya... Bara masih melihat Vee yang sesenggukan tanpa sepatah kata terucap di bibir nya.
Tangan Bara terulur untuk memasangkan sabuk pengaman, ia juga menghapus air mata yang masih menetes di pipi Velia.
"Kita ke pantai ya??? kamu bisa meluapkan semua nya...", Velia mengangguk.
Yah, dengan anggukan kepala dari Velia, Bara sudah senang.... setidak nya calon istri nya itu masih di batas kewajaran nya.
Laki laki tampan itu kemudian melajukan mobilnya, untuk menuju pantai yang kebetulan tidak jauh dari kantor Gery, bukan pantai yang biasanya ia dan Velia kunjungi saat masih berseragam putih abu abu, dan bukan pula pantai yang dikunjungi Velia dan Gery.
...****...
Disisi lain, Gery yang baru sadar setelah tidak adanya Velia di ruangan nya, bingung... tangisnya pecah seketika.
Bukan hanya menangis, laki laki berparas tampan dan tanpa bisa itu pun membanting apa saja yang ada di ruangan nya
Bahkan ia juga merobek undangan yang berwarna pink, setelah mere_mas nya tadi.
Tak hanya itu, Gery juga membuat kotak berwarna merah yang ia tau isinya apa....hingga mengakibatkan kaca jendela di ruangan Gery pecah...
Pyarr....
Pyarr
Sedangkan Alex, setelah kepergian Velia dengan tangisan, Alex mondar mandir di depan pintu ruangan Gery, mau masuk ... tetapi...tidak berani, hingga akhirnya....
Pyarr....
"Astagfirullah....."
Mendengar berulang kali kaca pecah, akhir nya Alex memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruangan Gery, ia takut kalau Gery kenapa kenapa.
"Gery!!"
Begitu pintu dibuka, Alex sudah melihat Gery yang bersimpuh di lantai, dengan pakaian dan juga wajah yang tidak bisa di ungkapkan lagi....
__ADS_1
"Tenang Ger...."
Alex sudah menebak, kalau sahabat sekaligus Bos nya itu tidak dalam keadaan baik baik saja, karena tanpa sengaja ia juga melihat sebuah undangan yang sudah di robek, Alex yakin...kalau itu adalah undangan pernikahan Velia dengan Bara, dan Alex juga tau kenapa sahabat nya bisa seperti ini....
"Velia dan ......"
Gery sudah tidak dapat bicara banyak, jangan kan membicarakan pernikahan Bara dan Velia, mengucapkan nama Bara saja Gery seakan akan tidak sudi.
"Tenang...."
Alex berusaha untuk membuat Gery tenang, ia tau bagaimana hancur hati Gery saat ini. Alex juga tau, bagaimana cinta nya Gery kepada Velia,. begitu juga sebaliknya....
Tetapi, ia juga tidak bisa menyalahkan Velia, karena Alex sudah mendengar cerita lengkap nya, begitu juga dengan keputusan Velia....Alex sendiri bisa menerima, karena ia pun tau bagaimana kehidupan Velia, meskipun punah Papah yang sangat menyayangi Velia, dan juga Bunda serta Ayah sambungnya yang tidak berhenti untuk menebarkan rasa sayang mereka, tetapi....Di dalam lubuk hati Velia, masih menginginkan keluarga nya utuh, Papah dan juga Bunda nya bersatu...
Dan itu yang membuat Gery paham, dengan keputusan Velia.. meskipun sangat berat, tetapi.. inilah yang harus dialami oleh Gery.
"Velia......"
Gery menghempaskan tubuh Alex yang berada di samping nya, ia kemudian keluar dari ruangan nya dengan wajah yang sangat berantakan.
Laki laki itu berusaha untuk mengejar Velia, karena ia yakin kalau Velia masih ada di bawah.
Alex yang sadar, juga langsung mengejar Gery....ia tidak ingin Gery kenapa kenapa, apalagi berusaha untuk menghancurkan apa yang sudah menjadi keputusan Velia.
"Sial!!"
Baru saja mau masuk ke dalam lift, tetapi sayang sekali....pintu lift sudah tertutup...
Terpaksa, Alex menuju ke tangga darurat, karena menunggu lagi pintu terbuka itu sangat lah lama.
Sesampainya di bawah, Gery melihat ke sekeliling....ia menggelengkan karena tidak menemukan Velia di sana, dan lagi .. mobil Bara juga tidak ada di sana.
"Velia ....aku sangat mencintai mu...", teriak Gery.
Gery bersimpuh di lantai yang beralaskan tanah, lagi lagi ...ia menangis sejadi jadinya.... kehilangan Velia adalah hal buruk yang dialami nya, apalagi dengan cara seperti ini....yang keduanya masih sama sama saling mencintai....
__ADS_1