
"Huffh......"
Vee mendaratkan bokongnya di kursi, di mana sudah ada Sisca di samping nya.
"Cieee yang dianter idola kampus. Gila ... Gery mau kamu kemanain Vee??"
"Masih di hati lah. Lo enggak tau, Bara itu teman gue sejak kecil, jadinya kami sudah biasa.".
"Teman??", Vee mengangguk.
"Tetapi seperti nya Bara enggak nganggep lo teman deh.", selidik Sisca.
Yang menaruh curiga terhadap hubungan Bara dengan Vee, dan memang seperti nya ada gelagat gelagat aneh dari Bara.
"Itu hanya pikiran kamu saja, kita hanya teman biasa saja, lagipula gue sudah punya Gery kan??"
"Yah, itu sih menurut Lo, tetapi.... bagaimana dengan Bara sendiri?? aku tidak yakin kalau dia juga nganggep lo sebagai teman nya."
"Ah itu terserah dia saja.", bohong Vee padahal ia tau semua nya, bahkan kalau ia cerita tentang masa lalunya, Sisca pastinya akan melongo dan tidak percaya.
...***...
Kantor BM Group.
Bara masuk ke dalam kantor, ia tidak seperti biasanya yang hanya cuek saja tanpa senyuman, tetapi....kali ini sungguh berbeda.
__ADS_1
Yah, kesibukan Bara selain kuliah ia harus mengurus dua perusahaan, satu perusahaan Daddy nya dan satu lagi perusahaan nya yang baru beberapa tahun di rintis.
Bara keluar dari lift khusus pemilik perusahaan, dan setelah sampai ke lantai atas, ia segera masuk ke ruangan nya, dan melewati Bagas dan Vika yang saling beradu pandang.
"Kenapa tuh anak??"
Bagas yang melihat Bara senyum senyum sendiri menggelengkan, sungguh ini adalah hari ajaib dimana Bara bisa tersenyum ramah dengan orang lain.
"Kesambet tuh anak!!"
"Kesambet cinta, gue...ke dalam dulu...ada yang mau gue sampaikan kepada dia!!"
Vika hanya mengangguk saja, sejujurnya ia pun sudah paham dengan kelakuan Bara akhir-akhir ini.
Dan memang jika di bandingkan dengan Vee, ia tidak ada apa apa nya. Jelas jauh berbeda dengan Velia.
Bagas masuk kedalam setelah mengetuk pintu ruangan Bara. Dan ia melihat kalau Bara juga masih tersenyum seperti tadi.
"Setelah makan siang ada meeting dengan Perusahaan Aditya..."
"Oke...."
Hanya itu jawaban yang keluar dari bibir Bara dan laki laki itu kembali menyunggingkan senyuman nya.
"Lo gila!! bukannya sudah ketemu dengan Velia?? kenapa malahan tambah gila lagi??"
__ADS_1
"Gue gila karena cinta...dan Lo harus kasih gue selamat."
"Selamat?? untuk apa??"
Bagas tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Bara, selamat untuk apa coba??
"Karena gue dan Vee sekarang bisa temenan lagi, dan dari sini gue akan berusaha untuk mendapatkan gadis itu."
"Dasar gila!!"
.
.
.
Jam menunjukkan pukul sebelas siang, dan kuliah Vee hari ini sudah selesai.
Tentunya gadis itu segera ke kantor Papahnya, seperti apa yang dikatakan pagi tadi.
Mobil yang dikendarainya Vee melaju dengan kecepatan sedang, tidak mungkin ia mengemudikan kecepatan di saat padat seperti ini.
Tidak perlu buru buru juga, karena ia hanya melihat kondisi kantor saja, dan numpang istirahat di sana.
Mobil mewah warna merah itu sudah masuk kedalam parkiran, setelah itu baru Vee keluar dengan penampilannya nya yang memukau dan membuat laki laki terpesona.
__ADS_1
Tidak perlu bertanya, atau lapor dulu, karena baik security ataupun resepsionis.... sudah kenal dengan Vee, meskipun dua tahun tidak pernah ke kantor, tetapi...wajah Vee selalu mereka ingat.