Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Bara Emosi


__ADS_3

Australia.


Hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu oleh Bara, di mana ia akan kembali ke Indonesia. Bukan hanya kangen dengan Mommy nya saja, tetapi...ia lebih kangen dengan Velia, gadis cantik yang selama dua tahun ini ada dipikiran nya.


Yah, Bara bisa dengan cepat menyelesaikan pekerjaan nya, dan bisa kembali ke Indonesia dengan waktu yang diluar prediksi nya.


Tentunya dengan adanya Vee, yah.... semangat nya hanya Velia, karena faktor kangen dan rindu yang terpendam, membuat Bara mengorbankan dirinya untuk tidak tidur malam, demi menyelesaikan pekerjaan nya.


Bara tidak berhenti tersenyum, bibirnya sedari tadi mengembangkan senyuman, senyuman yang jarang sekali ia berikan di depan orang lain, tetapi kali ini.....


"Jam berapa kita berangkat?? sudah kamu persiapkan??"


Bagas mengangguk, ia tidak bisa berkata kata lagi, tentunya melihat wajah Bara yang aneh sedari tadi, membuatnya ingin memukul saja kepalanya, takut kalau teman sekaligus Bosnya itu kerasukan atau tadi habis jatuh dan kepala nya terbentur, yang mengakibatkan otaknya rada rada konslet bahkan mendekati gila.


"Dua jam lagi kita berangkat, dan besok pagi akan sampai ke sana."


Bara tersenyum, ia sudah membayangkan bertemu dengan Velia dan menyatakan cintanya, bukan hanya itu saja....Bara juga akan melanjutkan perjodohan yang sempat dirahasiakan dari nya.


Ting


Satu buah pesan masuk di ponsel Bagas, Bagas yang duduk di depan Bara langsung saja membuka ponselnya.


Laki laki mengerutkan keningnya, tatkala melihat sesuatu yang ada di ponselnya. Tentunya ini bukan berita baik untuk Bosnya.


'Waduh!! sudah senyum senyum begitu ..nanti giliran denger berita ini, pastinya akan nangis nangis.'


Bagas melihat dengan teliti, tentunya ia juga menggelengkan kepalanya, apalagi di sana sudah terlihat jelas sekali kalau kedua pasang kekasih itu terlihat bahagia, tidak seperti yang dipikirkan oleh nya maupun Bara.


Bagas melihat ke arah Bara, bibirnya seakan akan kelu untuk mengucapkan, tetapi.....tidak diucapkan..ia sendiri yang akan di salahkan.

__ADS_1


"Ada apa?? siapa yang mengirimkan lo pesan?? kenapa wajah Lo begitu??"


Bagas yang panik tentu saja membuat Bara semakin curiga saja, dan akhirnya mau tidak mau...Bagas dengan memberanikan diri dan menghela nafas panjang, menyerahkan ponselnya kepada Bara.


"Gue harap Lo tenang!!"


Ucap Bagas dengan senyuman yang terpaksa. Bagas juga memperhatikan wajah Bara, ia bahkan siap jika menjadi sasaran emosi dari Bara.


Brakkkkk


"Brengseekkk!!"


"Kenapa baru memberitahukan sekarang??"


"Gila!!"


Bara mengumpat, ia juga menggebrak meja dan melempar semua berkas berkas yang ada di meja itu, hingga membuat Vika yang ada di luar langsung saja masuk ke dalam.


Vik mencoba bertanya, ia juga mendekati Bara, tetapi.... tangannya langsung di tarik oleh Bagas, ia tidak mau jika Vika menjadi sasaran Bara.


"Duduk dulu, biarkan Bara tenang."


Vika yang cerdas, meskipun ia belum paham betul apa yang terjadi dengan Bara, tetapi....ia paham, ini ada hubungannya dengan gadis yang sudah membuat Bara uring uringan, yang membuat Bara tidak mau melirik perempuan mana pun juga.


'Aku jadi penasaran, bagaimana dengan dia??'


Kalau Vika sudah tau dan kenal dengan Meli, mantan nya Bara.....dan ia menganggap Meli biasa biasa saja, tetapi....tidak dengan Velia. Seperti apa dan gimana dengan gadis itu, itu yang sekarang ada di dalam pikiran Vika.


"Arghhhh.....aku terlambat Gas, aku terlambat!!"

__ADS_1


Bara berteriak, ia juga memukul mukul kepalanya di tembok, karena sekarang posisi nya sudah berdiri dengan menahan amarahnya.


Bara emosi dan cemburu ketika melihat Gery memasangkan cincin di tangan Velia, dan melihat senyum yang mengembang di bibir gadis cantik itu, membuat Bara geram dan mengepalkan tangannya.


Yah, untung saja Bara melihat di video saja, bukan secara langsung. Tidak tau lagi apa yang dilakukan nya jika ada di tempat yang sama dengan Vee saat ini.


"Tenang Bar, tenang....Lo harus tenang."


Vika yang tidak tahan, segera memeluk tubuh Bara, ia tidak mau Bara semakin nekad hanya karena seorang perempuan.


"Bagaimana gue bisa tenang Vik, perempuan yang gue cinta sudah bertunangan dengan orang lain."


Vika menyunggingkan senyum tipisnya, antara senang dan sedih, tetapi... melihat Bara seperti ini, ia juga tidak sanggup untuk melihat nya.


Bagas yang melihat Bara sudah meneteskan air mata nya juga ikut menghampiri sahabat nya, yah.... walaupun baru terjalin selama dua tahun, tetapi...mereka dapat mengerti satu sama lain nya.


Bagas menepuk pundak Bara. "Tenang bro, mereka hanya tunangan saja, belum menikah...Lo masih punya kesempatan."


Mendengar ucapan Bagas, Bara pun menghapus air mata nya, ia kemudian melepaskan pelukan Vika dan berdiri.


Ucapan Bagas, seperti nya mengandung kekuatan baginya, dan ia mencerna kembali kata kata yang diucapkan oleh Bagas.


"Iyah....Lo benar, mereka hanya tunangan saja, belum menikah. Dan gue akan merebut nya, Velia milikku!!"


Ada sanyuman lagi di bibir Bara, tetapi bukan tersenyum senang, melainkan senyuman penuh dengan arti dan juga ada sesuatu di dalam otak nya.


'Gery, maafkan gue. Bukan gue ingin menghancurkan hubungan Lo dengan Vee, tetapi...gue memang enggak bisa melihat Bara terpuruk.', batin Bagas.


'Bara, kenapa kamu tidak melirik ku sedikit saja?? apa kurangnya aku?? aku bahkan ada di saat kamu dalam keadaan tidak baik baik saja, dan aku yang selalu ada bersama kamu, bukan dia yang sudah menjadi kekasih orang lain.',

__ADS_1


Vika juga menyerukan isi hatinya, namun hanya dipendam saja, tidak diucapkan.


__ADS_2