Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Memikirkan


__ADS_3

Mereka berdua sampai di lantai atas, di mana di sana adalah ruangan khusus pemilik perusahaan dan sekertaris dan asisten kepercayaan nya.


Masih dengan tangannya yang menggenggam tangan Velia, Bara melangkahkan kakinya untuk menuju ke ruangan nya.


Mereka berhenti sebentar di depan, yang ternyata hanya ada Bagas saja, dan seperti nya Vika sudah pergi dari kantor ini.


"Kak Vika sudah pergi Kak??"


Tanya Velia kepada Bagas, tentu saja ia tidak melihat barang-barang Vika ada di sana, dan berarti Vika sudah pergi.


Dan itu mewakili apa yang ingin ditanyakan oleh Bara, tetapi..mau bertanya takut kalau Velia salah artikan dengan yang lainnya .


"Sayang sekali, padahal aku mau mengantarkan....", sesak Velia.


Yah, sampai saat ini ia masih merasa bersalah karena merebut Bara dari Vika, ya.... Dipikiran Velia memang seperti itu, Vika yang sudah lama memendam perasaan kepada Bara, tetapi...ia datang dan merusak semua nya, padahal Bara sendiri sudah mengirimkan sinyal-sinyal penolakan, karena ia tidak menyukai Vika dan di dalam hatinya masih ada Velia dan hanya Velia.


"Jangan sedih, besok besok kita akan ke rumahnya...."


Ujar Bara untuk menghibur Velia, ia tau.. istrinya itu masih merasa bersalah dengan kenyataan yang ada.


"Jangan nunggu besok besok, besok malam kita diundang di acara ulang tahun perusahaan Papahnya Vika, sekaligus memperkenalkan Vika sebagai direktur utama Perusahaan itu.", ucap Bara yang baru saja menerima undangan dari Vika, yang ternyata Vika lupa memberikan nya


Apa?? pesta ulang tahun perusahaan Papahnya Vika, dan itu berarti harus mengundang semua kolega baik dari kalangan atas hingga bawah, dan pastinya ada Gery di sana. Lalu aku harus bagaimana???


"Dan kamu harus ikut sayank...."


Bara pura pura saja tidak masalah dan tidak terjadi apa apa, padahal... sedari tadi ia memikirkan sesuatu tentang pertemuan nya dengan Gery, mantan tunangan nya Velia.


"Aku??"


Velia menunjuk dirinya sendiri, ia sebenernya tidak begitu suka dengan pesta, apalagi pesta para pemimpin perusahaan perusahaan , yang pastinya di sana hanya ada pamer, pamer dan pamer isinya.


Kalau aku ikut, aku akan bertemu dengan Gery?? lalu bagaimana??? apa yang harus aku lakukan jika bertemu dengan nya???


Velia mendadak diam dan bingung sendiri, ia bahkan tidak menjawab ucapan Bara yang tadi mengajak nya. Pikiran nya malahan kemana mana, yang pastinya mengarah pada Gery, mantan tunangan terindah nya, yang sampai saat ini ia sendiri belum bisa move on.


Sampai saat ini, Velia juga belum mengetahui kalau Gery sudah tidak ada di Jakarta, bahkan bukan hanya Velia saja...baik Bara maupun Bagas juga tidak tau dengan laki laki itu.


Dan memang Bara tidak begitu ingin tau, yang pasti dan jelas kini Velia sudah menjadi istri nya dan tidak ada yang boleh mengambil nya., meskipun Bara sendiri menikahi Velia dengan cara yang tidak wajar

__ADS_1


"Mau ya sayank??"


Sekali lagi Bara bertanya kepada Velia, yang dari tadi hanya diam saja, tanpa menjawab.


"Iya Bar, aku mau...."


Velia kaget dengan pertanyaan Bara untuk kedua kalinya, mau tidak mau .. Velia mengiyakan... meskipun ia besok akan bertemu dengan Gery, tetapi..memang semua harus dihadapi....


Bara tersenyum, ia kemudian membawanya Velia untuk ke ruangan nya, tetapi...


"Jangan ganggu gue Gas, kalau ada yang mau bertemu...handel saja dulu."


Velia melotot tajam, dengan ucapan Bara barusan...ia sudah paham dengan apa yang akan dilakukan oleh Bara. Yah, Meskipun Bara adalah suami nya, tetapi...tidak lebih baik kalau melakukan itu di rumah saja.


Ceklek...


Bara membuka pintu, kemudian membawa Velia untuk menuju ke meja kerjanya. Tentu saja Velia jadi bertanya tanya, untuk apa Bara membawa nya ke sini, kenapa tidak menunggu di sofa saja.


Grepp


Bara menarik tubuh Velia, hingga...wanita cantik itu kini duduk di pangkuan Bara dengan posisi menyamping karena ia memakai rok selutut..


"Jangan panik, duduk lah dengan tenang dan nyaman...."


Bagaimana mau nyaman dan tenang, la Velia sendiri saja memakai rok dan tentu itu membuat nya tidak nyaman.


Srekkk


"Bara!!!"


Velia kaget, yang ternyata Bara malahan merobek tol nya dan itu membuat kaki Velia terlihat sempurna dari atas hingga bawah.


Dengan seperti itu, Bara berpikir kalau Velia akan lebih nyaman, dan ia segera memposisikan Velia untuk menghadap ke arahnya, dengan berada di pangkuan Bara dan kakinya melangkah di kaki Bara.


"Nyaman dan enak kan??", Velia mengangguk.


Entah Bara sudah menyihir Velia seperti apa, yang nyata nya wanita cantik istri dari Bara Buminegara itu kini merasa nyaman dan baik-baik saja.


Klik

__ADS_1


Bara mengambil remote, dan mengunci pintu serat menutup korden, ia tidak mau kemesraan dengan Velia terganggu siang ini.


"Mas lapar...", Bisik Bara tepat ditelinga Velia.


"Lapar?? aku pesenkan makanan nya??"


Velia tidak polos polos amat, ia tau maksud lapar yang diucapkan oleh suami nya. Dan ia menawarkan makanan hanya pura pura saja, untuk mengalihkannya pembicaraan Bara yang semakin panas.


Bara menggeleng, ingin sekali langsung memakan istrinya yang seperti nya memang hanya pura pura tidak tau saja. Yah, Bara tau kalau Velia ingin mengalihkan pembicaraan nya supaya Bara tidak memintanya malam ini.


Kamu salah lawan sayank.... aku tidak akan menyerah, dan Bara tidak suka dengan penolakan.


"Mas tidak mau kamu pesenkan makanan, Mas mau makan kamu. Dan bagaimanapun kalau kota melakukan di sini, di meja. di sofa, di kamar tidur dan di kamar mandi, kita coba banyak gaya ??".


"Ngawur!! ini dikantor!!", tolak Velia yang sudah melihat suami nya semakin gila, dengan tangan yang sudah membuka satu pesan kancing kemeja nya.


"Kalau enggak di kantor mau berarti???"


Bara, tidak mudah dilawan...bahkan Velia yang biasanya cerewet itu juga tidak bisa membuat Bara diam, ia yang mati kutu kalau Bara sudah mengeluarkan jurus uang yang membuat Velia tidak bisa berkutik lagi.


"Bu....bukan itu..."


Velia dengan cepat menghentikan tangan Bara yang sudah sampai ke bawah, tentu saja posisi seperti ini tidak Velia sukai, tetapi sangat di sukai oleh Bara.


Karena dengan mudah Bara akan melakukan sesuatu yang diinginkan nya.


"Tetapi bagaimana???"


.Tidak memperdulikan penolakan dari Velia, Bara masih terus melancarkan aksinya... membuat Velia tidak tahan dengan apa yang dilakukan.


"Aku tidak tau!!!".


"Apa seperti ini???"


"Bara!!!"


Velia sekuat tenaga tidak mengeluarkan suara suara yang akan membuat Bara tambah senang, tetapi sayang sekali....itu tidak terjadi lama, dan Velia malahan bernyanyi dengan suara merdu dengan sentuhan sentuhan yang Bara lakukan.


"Aku sangat mencintai mu..."

__ADS_1


__ADS_2