Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Kebanyakan Berpikir


__ADS_3

"Bara dan Meli sudah berakhir Pah. Tidak ada lagi pertunangan, bahkan pernikahan pun tidak akan pernah terjadi.", ucap Bara dengan tatapan mata yang sendu. Masih sesak rasanya di daada Bara.


Papah Cesa kaget, bener bener melongo mendengar ucapan dari Bara, bahkan beliau sempat berpikir kalau Vee lah penyebab semua nya.


Mungkin saja sebelum Vee pergi, gadis itu berbuat suatu kesalahan, bahkan malahan mengungkapkan perasaan cintanya pada Bara, yang membuat Meli cemburu dan membatalkan pertunangan nya.


'Tidak!! putriku bukan seperti itu!!'


"Kenapa??"


Papah Cesa sangat penasaran, dan berharap bukan karena putrinya.


"Meli dan Dio-----."


Bara kemudian menceritakan apa yang baru saja terjadi, semua nya, tanpa ditutup tutupi lagi, dari ia gelisah karena Meli tidak bisa di hubungi, sampai mendapatkan kabar kalau ada seseorang yang mengirimkan pesan keadaan Meli saat itu, hingga Bara menuju ke hotel dan melihat semua nya. Dan terakhir.... memutuskan hubungan nya dengan Meli.


"Astagfirullah....."


Papah Cesa langsung saja merangkul bahu Bara, ia sudah menganggap Bara sebagai putra nya sendiri, dan beliau juga tau kalau Bara saat ini sedang tidak baik baik saja.


"Menangislah!! setelah ini kamu harus kuat. Jangan biarkan air mata mu keluar lagi. Masih banyak yang harus kamu kerjakan selain merenungi takdir yang tidak berpihak pada kamu."

__ADS_1


'Ini belum seberapa Bar, bagaimana kalau kamu tau Vee pergi dari Indonesia?? Aku tidak bisa membayangkan, bagaimana perasaan kamu nantinya.'


'Vee sayang.... keputusan kamu pergi tidak tepat!! Bara saat ini sangat membutuhkan kamu!!', batin Papah Cesa lagi.


Bara sesenggukan, ia menumpahkan apa yang ia pendam, tentu nya menangis di dalam pelukan Papah Cesa. Ia tidak perduli jika di cap sebagai laki laki cengeng, tetapi....inilah Bara... biarpun dia terlihat garang dan juga sombong, tapi....Bara juga mempunyai titik lemah nya.


Dirasa Bara belum baik baik saja, Papah Cesa mengambil ponsel lalu mengetikkan pesan kepada Mommy Cheryy, yang mengabarkan kalau Bara ada di sini, dan kemungkinan besar akan menginap.


Papah Cesa tau, kalau setelah sesuatu yang menghantam jiwanya, Bara juga akan menerima kenyataan pahit tentang Vee, dan sudah dipastikan kalau Bara akan menginap di rumah ini, di kamar Vee tentunya.


Mommy Cherry membalas pesan dari Papah Cesa, beliau juga tidak masalah, dan tidak khawatirr Bara tidur di mana, karena di rumah Papah Cesa ada banyak kamar, dan tentu nya tidak akan membiarkan mereka berdua tidur sekamar. Lagipula memang Bara butuh Vee saat ini untuk menenangkan nya. Itu lah yang dipikirkan oleh Mommy Cheryy. Mommy juga belum tau kalau Vee sudah pergi.


Beberapa menit kemudian, Bara sudah agak tenang. Ia juga buru buru menghapus air matanya, takut kalau Vee tiba tiba datang dan melihat nya, pasti gadis itu akan mengejek nya habis habis san.


Lagi lagi, pikiran buruk menghampiri nya, Bara seakan akan trauma dengan kejadian yang menimpa Meli, dan akan terjadi pada Vee.


Bara menggeleng, tetapi....ia tau dan sadar, Gery bukanlah laki laki seperti Dio. Walaupun Dio baik, tetapi caranya yang salah, dengan merelakan segala cara untuk mendapatkan Meli.


"Pah...."


Papah Cesa menoleh, beliau merasa ada sesuatu yang ingin dikatakan oleh Bara. Papah Cesa jadi ketar ketir sendiri, takut kalau Bara menanyakan dimana Vee.

__ADS_1


Harus jawab apa?? dan bagaimana menjelaskan semuanya??


"Vee belum pulang??", tanya Bara pelan.


Ia juga kembali mengedarkan pandangan mata nya, tau tau Vee sudah pulang dan ia tidak melihat nya, karena larut dengan kesedihan dan melo nya, hingga tidak melihat kedatangan Vee.


Papah Cesa terdiam, ia kembali menatap wajah tampan Bara, meskipun ingus nya sudah di mana mana, tetapi pesonanya masih tetap terlihat.


Bara juga membalas tatapan mata Papah Cesa, jantung nya sudah berdetak kencang, ia juga merasa ada yang aneh di dalam diri Papah Cesa yang seperti nya ada yang di sembunyikan.


'Tidak!! jangan katakan kalau Vee tidak baik baik saja!! aku tidak bisa menerima nya??'


Bara malahan berpikir yang tidak tidak, pikiran nya kini sudah beralih, tidak seperti tadi. Tetapi sekarang lebih buruk dari tadi, Bara berpikir kalau Vee mencoba bunuh diri karena patah hati dengan nya.


Adoh. Otak Bara oleng jadi banyak berpikir yang tidak tidak.


'Dan aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri, jika terjadi apa apa dengan Vee. Tidak akan.'


"Pah...."


Bara kembali memanggil Papah Cesa, dan mengangetkan bapak dari Velia itu.

__ADS_1


Yang entah sedang melamun kan apa, yang pasti nya bukan sebuah berita yang baik, karena Bara juga sudah paham dengan raut wajah Papah Cesa jika beliau tidak baik baik saja.


__ADS_2