Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Ngobrol Dengan Vika


__ADS_3

Bara mendekati Velia yang masih mematung di depan pintu. Bara tau kalau Velia melihat dirinya dan Vika tadi berpelukan, tetapi.... itu hanya pelukan salam perpisahan saja, tidak lebih dan tidak ada apa apa sebelum nya.


Sedangkan Velia, menatap kedua nya dengan tatapan yang entahlah....wanita cantik menggeleng pelan, setelah matanya melihat suami dan juga wanita lain berpelukan...


Ada rasa sedikit tidak suka dengan apa yang dilihat nya, meskipun Bara sudah mengatakan kalau tidak apa apa dan tidak mencintai Vika, tetapi...ia sendiri tidak tau apa yang terjadi sebelum nya karena hanya ada mereka berdua saja di dalam ruangan.


Bara menarik tubuh Velia dan memeluk nya erat. Bara tau kalau Velia tidak suka melihat pemandangan tadi, tetapi...ia tidak dapat menolak karena itu adalah permintaan Vika sebelum meninggalkan kantor Bara.


"Sumpah...Mas tidak macam macam, hanya pelukan saja sebagai tanda perpisahan...."


Velia melepaskan pelukan Bara, dan menatap mata Bara lekat lekat, memang tidak ada kebohongan di sana.


"Hanya?? kalau aku yang pelukan dengan laki laki lain, kamu marah marah, enggak ingat???"


Yah, Velia sendiri masih ingat saat Gery memeluk nya, dan itupun sebagai tanda perpisahan....tapi Bara tetap tidak terima dan cemburu berat, bahkan memukul Gery juga waktu itu.


"Sayank....ini beda. Vika sahabat Mas, sahabat kamu juga, tetapi... Gery...dia adalah mantan pacar kamu sayank....."


Bara langsung menangkapnya apa yang di katakan oleh Velia dan tentunya hanya Gery laki laki yang berani memeluk Velia selain Papah Cesa.


Merasa tidak enak, Vika mengambil tas dan kemudian menghampiri pasangan yang masih berdebat itu, ia juga merasa bersalah di sini, karena ia yang menginginkan pelukan itu, jadinya malah salah paham.


"Maaf Vee, aku yang salah...dan Bara tidak melakukan apa apa selain pelukan saja...."


Vika menatap wajah Velia yang seperti nya masih tidak percaya dengan penjelasan Bara.


"Iya Kak, aku percaya sama Kakak, tetapi..aku tidak percaya sama Bara...ah sudah lah....Kak Vika ada waktu???"


"Sayank kenapa seperti itu??"


Bara protes donk tentu nya, karena istri nya masih meragukan ucapan nya, yang membuat ia ingin mengurung Velia saja dan menjelaskan secara detail supaya Velia tidak curiga dan berpikir macam macam.


"Aku ada waktu Vee, kenapa??"


"Ngopi yuk!! aku mau ngobrol sama Kakak...."

__ADS_1


Ucap Velia tanpa menjawab pertanyaan dari Bara dan malahan mengacuhkan suaminya yang saat ini sedang menatap nya tajam.


"Boleh yuk, samping kantor saja ya??"


"Boleh Kak...."


Vika yang tau diri, keluar lebih dulu dari ruangan Bara, dan meninggalkan pasangan pengantin baru yang saling berpandangan mata.


"Sayank, Mas ikut ya?? mau kopi juga deh...."


Bara yang sedari tadi dibuat gemes dengan tingkah istri nya, langsung mendekati Velia dan mengikis jarak diantara mereka..


"Boleh ya??"


Tatapan mata Bara mengarah pada bibir ranum Velia yang sudah menjadi candu nya, dengan langkah cepat...jemari tangan Bara mengusap lembut bibir Velia dengan ibu jarinya, hingga...Bara semakin mendekati Velia dan sangat dekat... hingga...


"Sayank ...."


Velia mendorong tubuh Bara, hingga laki laki itu kaget dan hampir jatuh kalau tidak menahan tubuh nya.


"Diamlah disini...aku mau ngopi!!"


"Sayank...Awas ya!! kembali kesini...Mas tidak akan pernah melepaskan kamu!!!", gerutu Bara.


Sedikit kesal dengan tingkah istri nya, yang berani menolak ciuman nya.


...***...


Di sebuah cafe, tidak terlalu besar tetapi cukup nyaman, apalagi menu yang tersedia di sana sangat lengkap, baik itu makanan ringan ataupun berat, semua ada di sana.


"Mau pesan apa Kak??", tawar Velia.


Ia yang mengajak otomatis juga yang menawarkan juga membayar nantinya.


"Coffelatte saja Vee...."

__ADS_1


"Oke, sebentar ya Kak...."


Mamah niatnya tidak makan berat, hanya minum kopi sambil ngemil saja karena ada yang ingin dibicarakan dengan Vika nanti nya.


Velia menghampiri penjual dan memesan minuman serta makanan ringan yang akan menemani nya ngobrol.


Setalah memesan, wanita cantik istri dari Bara Buminegara itu, menghampiri Vika yang asik dengan ponsel di tangan nya.


"Kak, maaf .."


Velia yang sudah mendudukkan bokong nya, lalu mengucapkan kata maaf untuk Vika


"Maaf, untuk apa??"


Vika bingung sendiri, ia lalu meletakkan ponsel nya dan menatap ke arah Velia. Bukan nya seharusnya ia yang meminta maaf atas kejadian tadi?? tapi kenapa malah Velia.


Velia tersenyum, ia tau kalau Vika saat ini bingung, tapi tak mengapa...akan ia jelaskan.


"Maaf, karena aku...Kakak resign dari Perusahaan Bara...."


Ucap Velia dengan ekspresi bersalah nya, ia tau penyebab Vika memutuskan untuk keluar dari Perusahaan Bara, adalah karena diirinya.


Vika tersenyum, meskipun itu benar adanya.. tetapi.. ia tidak mungkin mangatakan yang sebenernya, jadi.... sebisa mungkin ia tidak mau membuat Velia bersedih.


"Bukan, bukan karena kamu...Papahku yang meminta untuk aku ikut andil membantu perusahaan nya, dan sebenarnya...itu sudah lama... tetapi aku belum siap dan aku juga belum lulus. Dan...kamu sendiri kan tau kalau aku bulan depan wisuda, jadi ..tidak ada salahnya jika aku menuruti apa yang di inginkan oleh Papah, lagipula aku anak tunggal.... jadi....siapa lagi yang akan meneruskan usah Papah kalau tidak aku .."


Ucapan Vika sama dengan yang dikatakan Bara semalam, tidak ada yang berbeda. Dan memang benar, di satu sisi karena Papahnya yang menjadi alasannya, tetapi...di sisi lain memang alasan Bara lah, Vika sadar kalau Bara dari dulu sampai sekarang dan sampai nanti tidak mencintainya, Ia sudah berupaya dan berusaha untuk membuat Bara jatuh cinta pada nya, tetapi....sayang sekali Bara tidak ada rasa dengan Vika, hingga akhirnya....Bara menikahi Velia dan mau tidak mau, Vika harus move on ..ia tidak boleh merusak rumah tangga orang lain, apalagi itu sahabat nya sendiri.


Dan cara supaya Vika bisa move on, ia harus menghindar dari Bara dan tidak selalu bertemu dengan laki laki itu.


"Bara juga cerita itu, tapi ..aku merasa bersalah.. aku tau ..Kakak mencintai Bara, dan...."


"Itu dulu, tetapi...Bara tidak mencintai aku, dia hanya mencintai kamu Vee....."


Velia terdiam, rasa bersalah nya belum ilang dari pikiran nya, apalagi ia melihat mata Vika yang mengembun ingin meneteskan air mata.

__ADS_1


"Bara laki laki yang baik Vee, aku yakin...kamu pasti akan kembali mencintainya seperti yang kamu lakukan dulu nya, meskipun kelakuan nya di luar batas sama kamu, tetapi...cinta nya tulus untuk kamu seorang."


Velia tidak bisa berkata apa apa lagi, ia memang tidak meragukan cinta Bara, hanya kelakuan nya saja yang seperti nya memang tidak bisa di maafkan dengan mudah.


__ADS_2