
Dengan sekuat hati dan seluruh tenaganya, Vee keluar dari mobil nya, ia benar benar harus yakin saat ini, walaupun bukan pilihan nya tetapi ini adalah mungkin takdir nya.
Melihat Vee yang turun dari mobil, Gery merekahkan senyuman nya, ia kemudian merentangkan kedua tangan nya bersiap untuk memeluk Velia, gadis cantik tunangan nya yang sudah beberapa hari di rindu kan nya.
Begitu juga dengan Vee, ia berlari dan menghampiri Gery, memeluk tubuh Gery dan merekatkan pelukannya. Rasa nyaman ada di dalam hati Vee, ia tau perbuatan nya adalah salah, apalagi sekarang Bara sedang memperhatikan nya.
'Please....biarkan aku egois sebentar saja.', batin Vee yang mudah mudahan terdengar oleh Bara.
Karena ia yakin kalau Bara melihat semua nya ini dan pastinya akan panas hatinya. Dan mungkin saja, Bara yang emosinan akan menghampiri Gery dan memukul nya.
Dan benar saja, di pojokan sana Bara mengepalkan tangan nya, ia sudah geram dan ingin menghampiri sepasang kekasih yang sebentar lagi akan menjadi mantan itu.
Sungguh hatinya teriris dan tercabik cabul, tatkala melihat Vee berlari dan memeluk tubuh Gery, ia sangat cemburu, bahkan dengan dirinya saja.... Vee tidak bisa seperti itu.
Tapi, Bara akan menepati janjinya, ia tidak akan mencampuri urusan Vee dengan Gery, padahal itu juga urusan nya... namun...ia akan menahan diri untuk tidak menghampiri ataupun memukul Gery, ia tau dan sadar diri....kalau semua yang dilihat nya akan berakhir.
"Itu terakhir kamu bisa memeluknya Vee, setelah itu....aku tidak akan membiarkan orang lain menyentuh mu....kamu milikku."
Dengan masih mengepalkan tangannya, Bara mencoba untuk paham dan menahan segala emosi nya, ia hanya melihat sepasang kekasih itu saling bicara dan saling mengungkapkan perasaan nya, sebelum benar benar akan berakhir hubungan nya.
Masih di tempat yang sama, Gery mengeratkan pelukannya....ada rasa kangen dan juga perasaan yang aneh beberapa hari ini, tentu saja setelah ia meninggalkan Vee untuk ke Jepang, rasanya ada sesuatu yang membuat nya sesak dan terluka, tetapi apa?? Gery sendiri belum jelas dan belum tau ada apa sebenarnya.
Gery mendengar isakan tangis dari Vee, yang membuat laki laki itu mengeryitkan alisnya dan juga bingung dengan apa yang di dengar barusan.
Gery melepaskan pelukannya, ia kemudian menghampiri air mata Vee yang masih membasahi pipi nya.
"Hei sayank..kenapa menangis?? apa sebegitu kangen nya kamu padaku, hingga membuat kamu terharu?? maaf sayank...aku janji tidak akan meninggalkan kamu lagi, aku akan mengajak kamu kemanapun aku akan pergi."
'Tapi terlambat Ger, andai saja aku kemarin mengikuti permintaan kamu untuk ikut ke Jepang, mungkin tidak ada kejadian ini, dan memang kamu tidak akan meninggalkan aku, tetapi...aku yang akan meninggalkan kamu.', batin Vee yang menatap sedih ke wajah Gery, tidak bisa di bayangkan bagaiman perasaan nya nanti.
"Sudah sudah jangan nangis lagi, sekarang kita cari tempat yuk...katanya kamu mau bicara sesuatu..."
Vee mengangguk, ia juga tidak melepaskan genggaman tangan Gery yang mungkin ini terakhir kalinya ia bisa menggenggam dan di genggam oleh Gery.
__ADS_1
"Mau makan?? atau pesan minum??", Vee menggeleng.
Wanita itu masih enggak untuk sekedar menguyah makanan atau mungkin minum, ia rasa segelas susu sudah membuat nya bertenaga.
"Yank....maafkan aku...."
Tiba tiba kembali Vee memeluk tubuh Gery, ketika mereka sudah sampai di sebuah gazebo di pinggir pantai yang memang di siapkan untuk menunggu ataupun sekedar duduk santai.
"Hai...kamu kenapa lagi??"
Gery juga membalas pelukan Velia, ia tidak tau mengapa tunangan nya jadi aneh begini.
Vee menghela nafasnya, ia melepaskan pelukan nya dan menguatkan hatinya untuk bisa jujur kepada Gery.
"Maaf....aku harus mengakhiri hubungan kita, aku...."
Vee tidak bisa melanjutkan ucapannya, ia kembali menangis tatkala mengingat perbuatan Bara yang dilakukan padanya.
Gery menggeleng, seperti di sambar petir di siang hari, Gery benar benar tidak bisa menerima ucapan yang di lontarkan barusan kepada nya.
"Kamu bercanda kan sayank??? hei....jangan menge prank aku?? aku tidak ulang tahun??"
Gery masih menyangkal jika apa yang diucapkan oleh Vee adalah guyon belaka, karena tidak ada apa apa tiba tiba Vee mengakhiri hubungan nya.
"Aku tidak bercanda Ger dan aku serius.", ucap Vee kemudian.
Tangan nya berusaha menghapus air mata yang membasahi pipinya, dan sekuat tenaga ia harus bisa tabah dan kuat menghadapi masalah ini.
"Tidak!! aku tidak mau. Kamu tau sendiri kan sayank, bagaimana aku mencintaimu?? bagaimana aku mempersiapkan pernikahan kita?? aku tidak mau....apapun alasannya aku tidak mau!!"
Tolak Gery, ia belum tau apa yang sebenarnya terjadi.... tetapi...ia juga tidak mau mengakhiri hubungan nya dengan Vee , apapun itu alasan nya.
Vee menarik nafas panjang, ia kemudian mengarahkan tubuh nya untuk menghadap ke arah Gery.
__ADS_1
"Yank...apa kamu ingat kan apa yang kemarin aku ceritakan itu??"
Vee coba memancingnya mancing ingatan Gery, karena sesungguhnya ia tidak sanggup untuk mengatakan secara langsung.
"Yang mana?? cerita apa yank??"
Kedua pasang mata mereka bertemu, antara kedua nya sama sama tidak ingin berpisah, Vee tau itu dan Vee juga merasakan nya.
Tetapi, takdir tidak berpihak kepada mereka untuk bisa bersatu untuk menempuh hidup baru dan membina rumah tangga.
"Yang aku ceritakan tentang film yang aku tonton itu, yang....."
"Ceritanya ada sepasang kekasih yang akhirnya putus gara gara pacarnya di perkosa oleh laki laki yang mencintai wanita itu??"
Dengan cepat Gery menangkap cerita yang di pernah di ceritakan Vee beberapa hari yang lalu, entah mengapa cerita itu sangat membekas di ingatan nya.
"Iya...dan kamu tau....??"
Gery menggeleng "Aku tidak tau sayank...kamu ada ada saja deh."
"Dengerin aku dulu...."
Wajah Vee sudah serius...ia kali ini tidak akan bercanda , karena ini sangatlah penting dan bukan guyonan ataupun apalah.
"Iya Sayank....iya.... memang nya ada kelanjutannya lagi?? kamu mau mengajak aku ke sini untuk mendengarkan cerita lanjutan itu?"
Gery tersenyum...ia bahkan belum mengerti tentang maksud dari Vee.
"Bukan....aku bukan menceritakan itu, dan itu bukan lah kisah film yang aku tonton, tetapi...itu adalah kisah nyata.... dan pemeran utama nya adalah aku....aku....."
Deg
Bara memegangi dadanya, ia bukan laki laki yang bodoh yang tidak tau maksud ucapan Vee yang terakhir itu, tetapi...ia hanya saja ingin memastikan apa yang ditangkapnya itu benar adanya.
__ADS_1
"Kamu bercanda??"
Lagi lagi Gery tidak percaya, ia paham benar apa yang di ceritakan oleh Vee kemarin, dan....