
"Mbak Vee ya??"
Sapa seorang resepsionis yang yang memang sudah bertahun tahun bekerja di Perusahaan sang Papah, bahkan mungkin sudah lama sekali, sehingga wanita yang masih terlihat cantik itu tetap mengenalinya anak dari pemilik Perusahaan ini.
Vee tersenyum , kemudian mengangguk. "Iya, mbak Tika."
Lama memang Vee tidak ke kantor Papahnya, bukan hanya dua tahun saja, tetapi.... setelah kelas tiga SMA, Vee jadi jarang ke kantor, bahkan sama sekali tidak pernah.
"Tambah cantik mbak.", ujar wanita yang bernama Tika itu, wanita itu melihat dari atas ke bawah, perubahan dari Vee, mulai wajah hingga bentuk tubuh Velia yang saat ini tampak sekssii sekali.
"Biasa saja mbak, mbak Tika juga masih kelihatan muda, padahal anaknya sudah dua."
"Dua apa?? sudah tiga malahan.", jawab Tika cepat.
"Wow.....mbak Tika hebat.!!", seru Velia.
"Hebat apanya, anak banyak kok hebat!! kamu kapan nikah?? pasti sudah punya pacar??"
Yah, belum ada yang tau kalau Velia sudah bertunangan dengan Gery, juga salah satu kolega bisnis dari Perusahaan Papah Cesa, bahkan Perusahaan milik Gery yang baru saja dirintisnya juga sudah sepadan dengan Perusahaan Aditya.
"Nanti lah mbak, nunggu lulus kuliah dulu. Lagipula aku mau bantu Papah, kasihan sudah tua.... saatnya istirahat."
"Iya juga. Bukan saatnya istirahat Vee, tetapi...saatnya cari pendamping lagi.", ledek Tika.
"Nah itu .... aku enggak masalah kalau Papah nikah lagi, tetapi....ya itu tadi, Papah enggak mau. Lebih suka hidup seperti ini, sendiri...."
"Sayang banget...padahal Papah mu masih terlihat tampan dan mempesona, dan seperti nya juga banyak yang menaruh perhatian sama beliau."
"Ya, itulah Papah....aku ke atas dulu ya mbak."
"Iya Vee ... masih ingat jalannya kan?? atau perlu aku anterin??"
"Hmmm tidak perlu."
Velia tersenyum kepada Tika dan juga melambaikan tangannya, gadis cantik itu tidak hanya tersenyum pada orang orang yang dikenal nya saja, tetapi juga dengan orang lain yang memang karyawan dari Perusahaan Papah Cesa.
Velia menekan tombol lantai paling atas, di mana Papah nya berada. Bukan hanya Papah nya saja, diatas ada juga sekretaris dan asisten Papah Cesa, dan semua nya laki laki.
Entahlah, seperti nya Papah Cesa enggan berhubungan lagi dengan seorang wanita, setelah apa yang dialami nya belasan tahun lamanya.
Hingga, asisten dan jiga sekertaris nya tida ada yang perempuan, dan itu sengaja di cari oleh Papah Cesa.
__ADS_1
Ting
Pintu lift terbuka, dan menampilkan sosok gadis cantik yang begitu mempesona, hingga setiap orang yang melihatnya jadi terpana dan tidak bisa melepaskan pandangan matanya begitu saja.
"Velia!!", ucap dua orang lain laki yang kini berada di kursi depan dan seperti nya sedang bersantai ria, ya karena ini adalah saatnya istirahat, makan siang.
"Om...."
Velia tersenyum, menampilkan deretan gigi gigi putihnya, dengan paduan lesung pipi yang begitu mempesona.
"Wow.... luar biasa. Lama enggak bertemu, kamu semakin cantik saja, dan mirip dengan Papahmu."
Yah kedua laki laki didepan nya memang belum bertemu dengan Velia, setelah Vee di Jakarta, karena pada waktu itu, baik sekertaris atau pun asisten pribadi Papah Cesa, sedang berada di luar negeri.
"Perempuan Om, kalau aku laki-laki pastinya ganteng donk. Dan aku memang anaknya Papah Cesa, makanya mirip."
"Hmm.....sayang sekali....cantik cantik begini sudah ada yang punya, dan baru saja calon suami kamu dari sini. Enggak ketemu??"
Vee menggeleng, "Wah kurang cepet donk!!."
"Iya....lagian kamu kecil kecil sudah tunangan. Mendingan nanti saja lah...."
"Enggak mau. Memang nya Om om yang masih jomblo sampai sekarang. Sudah tua juga....."
"Latihan.....kurang cepat kakinya Om hahahaha....Papah ada kan??"
"Ada....masuk saja."
Vee mengangguk, lagi lagi....ia menampilkan senyuman manisnya, yang membuat orang lain terpesona.
"Gila!! pantesan saja Gery dan Bara berjuang mendapatkan Vee, lah orangnya cantik banget seperti itu."
Tanpa menghiraukan kedua nya, Vee melangkah dan masuk ke dalam ruangan Papah Cesa, tentunya.....tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, sudah tau kalau sang Papah sendirian di dalam sana.
"Pah ...."
Vee mendekati Papah Cesa, salim dan kemudian memeluk Papah Cesa dengan sayangnya....
"Sudah makan??"
Papah Cesa mengangguk, "Tadi Papah makan bareng sama Gery, Papah kira kamu sudah makan di kampus. Mau Papah pesenin??"
__ADS_1
Vee menggeleng. "Vee belum lapar Pah, nanti saja kalau sudah lapar."
Vee kemudian duduk di depan Papah Cesa dan melihat lihat ke sekeliling ruangan Papah, tidak ada yang berubah, dari dulu sampai sekarang, tidak ada yang berbeda.
Bahkan yang di meja masih sama foto dirinya dengan Papah Cesa saja, tidak ada tambahan foto lainnya.
"Kenapa??"
"Kenapa?? seharusnya Vee yang bertanya. Kenapa ini hanya foto kita berdua saja??"
"Maksud kamu??",
Papah Cesa bingung dengan pertanyaan yang diucapkan oleh putri tunggal nya.
"Ini....kapan jadi bertiga. Vee, Papah dan....."
"Hmmm.....jangan mancing mancing Vee. Sudah beribu ribu kali Papah bilang kalau Papah enggak mau nikah lagi!!"
"Jangan marah dulu. Papah enggak mau nikah lagi, karena Papah enggak bisa mencari wanita yang cocok dengan Papah, atau...Papah sebenarnya masih mencintai Mommy Cheryy?? hahahaha....mm"
"Kamu ya??? jangan kenceng kenceng, nanti Daddy kamu marah."
"Hahahaha....benar kan??? kalau Papah masih mengharapkan Mommy."
Papah Cesa tersenyum....tidak memungkiri memang dirinya masih ada rasa dengan Mommy Cheryy, meskipun sudah lama rasa itu, tetapi....Papah Cesa sadar, kalau tidak akan dan tidak bisa merebut Mommy Cherry.
Velia memperhatikan raut wajah Papah Cesa yang diam diam tersenyum, dan Vee pun menggeleng.
Gadis cantik itu membuka beberapa berkas yang kini sudah ada di depan nya, dan mata nya membulat sempurna saat melihat nama Perusahaan yang akan Papah Cesa temui nantinya.
"Nanti kamu ikut Papah ya?? ada meeting dengan BM Group."
"Perusahaan Daddy??"
"Iya, tetapi.... yang datang Bara... karena proyek ini sudah Bara ambil alih."
'Hufff.....kenapa meski harus berurusan dengan laki laki itu lagi??'
Vee mendengus kesal. Lagi lagi ia akan bertemu dengan Bara, padahal tadi pagi di kampus, laki laki itu sudah membuat nya sebel, dan kini....harus bertemu lagi....sungguh....ingin rasanya Velia pergi saja dan membatalkan kunjungannya ke kantor Papah, tetapi....tidak bisa.
"Mau kan?? temani Papah?? kebetulan Om Beni ada meeting ke luar kantor."
__ADS_1
"Iya Pah."
Tidak bisa menolak lagi, Vee mau tidak mau mengiyakan, tidak ingin Papah Cesa tau kalau sebenarnya ada apa apa antara dirinya dengan Bara.