Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Mengunjungi Bara


__ADS_3

Mobil yang dikemudikan oleh Bagas sudah sampai di parkiran Rumah Sakit, dengan Bagas yang sudah membuka sabuk pengaman nya.


"Kamu duluan aja, aku masih beli makan. Belum makan siang kan??"


Vee menggeleng, memang saat ini perut nya lapar karena belum makan siang, dan banyak pikiran juga.


"Kenapa enggak tadi saja beli nya??"


Aneh memang, setelah menurunkan Vee di parkiran Rumah Sakit, dan juga Bagas yang sudah membuat sabuk pengaman nya, tiba tiba laki laki itu malahan akan pergi lagi membeli makanan.


"Tadi lupa.", jawab Bagas singkat.


Memang lupa, bukan sengaja lupa...dan mengapa itu malahan terlihat sangat lucu dan seperti dibuat buat saja.


Velia hanya menghela nafas kasar saja, tetapi ia tidak bisa berbuat apa apa ... karena yang jelas saat ini yang diperhatikan adalah Bara, dan tentu saja perutnya yang lapar.


"Oke ... aku turun ya Kak."


"Iya, mau dibelikan makan apa??"


Tanya Bagas yang merasa tidak enak, ia takut kalau Vee mengira hanya alasan saja untuk meninggalkan dirinya dengan Bara berdua di sana.


"Apa saja, jangan lupa camilan nya "


"Oke ...."


Velia turun, gadis cantik itu langsung saja berjalan untuk menuju ke ruangan Bara.


Suasana Rumah Sakit masih sangat sepi, karena ini bukan jam besok pasien. Tapi, karena Velia memiliki kartu akses untuk masuk bebas sebagai anggota keluarga pasien.


Ceklek.


Vee membuka pintu kamar Bara dengan sangat pelan, tentu saja takut kalau Bara sampai terbangun dan kaget.


Gadis cantik itu juga menutup rapat rapat pintu nya dengan pelan, apalagi melihat Bara yang memejamkan matanya, Vee pikir Bara tidur karena kondisi nya memang tidak baik baik saja.


Vee membuka tas dan menaruh di sofa kemudian ia mendekati Bara dan duduk di samping nya.


Terlihat wajah Bara yang masih pucat dengan perban di kepala nya, begitu juga dengan tangan kanan nya yang masih dibalut.


"Maafkan aku Bar, gara gara aku , kamu seperti ini. Bukan maksud aku untuk membuat kamu marah, tetapi...aku dan Gery hanya mengingatkan kamu kalau kita berdua sudah menjalin hubungan serius."

__ADS_1


Vee diam diam memegang tangan Bara, ia mengambil tangan yang nampak dingin itu dan mengusap nya di pipi.


Gadis itu seperti mengingat momen saat mereka kecil dulu, yah beginilah....saat satu nya sedang tidak baik baik saja, satu nya lagi menempelkan tangan ke pipi, dan itu membuat nya nyaman.


Ada isakan tangis yang dapat di dengar oleh Bara, dan itu membuat Bara tidak tega kalau pura pura tidur, langsung saja membuka matanya.


Flashback On.


Ting, satu pesan masuk di ponsel Bara. Bara yang memang sengaja meletakkan ponselnya itu di samping tempat tidur nya langsung saja mengambil, penasaran siapa yang mengirimkan nya pesan.


[Gue sudah bawa Velia, dan ini otewe ke Rumah Sakit. Lo mau di belikan apa??]


Ada senyuman di wajah Bara, dan tentunya Bagas tidak tau karena tidak saling bertemu muka.


[Lo anterin Vee ke sini dulu , setalah itu belikan aku makan.]


Bagas yang membaca pesan dari Bara, mengeryitkan alisnya...pasti ini hanya alasan Bara saja, padahal juga nanti siang pasti Mommy datang dengan membawa makanan untuk nya.


Tidak mau berdebat, akhirnya Bagas mengiyakan apa yang diperintahkan oleh Bara, dan memang diirinya juga lapar dan butuh makanan.


Sedangkan Bara, ia tersenyum senang. Ia akan pura pura tidur saja hingga Vee datang, dan akan mendengar apa yang di bicarakan oleh Velia....


Flashback Off


Grepp..


Bara yang tadi pura pura tidur, langsung banget ketika mendengar isakan tangis dari Velia.


Ia kemudian, memegang tangan Vee dan mencium tangan lembut itu


Vee yang sadar, mendongakkan wajahnya dan menatap wajah Bara, entah lah....apa yang gadis itu rasakan saat ini, tapi matanya sedari tadi memandang tanpa berkedip ke arah Bara.


"Jangan nangis."


Tangan Bara mengusap air mata yang menetes di pipi Velia, ia tidak akan membiarkan gadis cantik itu menangis karena nya.


"Jangan nangis karena aku Vee, aku enggak apa apa, aku sudah sehat dan aku juga enggak amnesia."


Pede sekali Bara, memang Vee menangis apa karena dirinya??? tidak juga. Memang dari dulu tingkat kepedean Bara tidak pernah ilang, bahkan kalau tidak mengenal nya bisa dikatakan sombong.


Vee yang kaget karena tangan Bara menyentuh pipi nya, langsung saja menepis tangan itu, bahkan Vee tanpa sadar kalau tangan Bara itu ada selang infus nya...

__ADS_1


"Au sayank...kejam banget."


Pura pura, yah ..Bara pura pura saja merintih kesakitan, padahal tidak apa apa tangan nya. Hanya di hempasan sedikit saja, itu mah tidak ngaruh apa apa.


Tapi, lagi lagi...Bara hanya ingin minta perhatian dari Veli, supaya gadis itu bisa meluangkan waktu nya untuk merawat nya.


"Maaf ....sakit??"


Vee yang tidak tegaan, meraih tangan Bara kembali, ia memegang bahkan mengusap lembut tangan nya Bara., yang membuat laki laki itu tersenyum penuh kemenangan.


"Iya Sayank....lagian kamu kasar banget sama calon suami."


"Bara!!"


Mendengar Bara menyebut nya calon suaminya, Vee yang tadinya memegang tangan Bara langsung saja melepaskan nya lagi, tetapi.... tidak dengan kasar, karena ia takut kalau Bara kesakitan..


"Kenapa??? kan memang kamu calon istri ku???"


"Jangan ngaco kamu Bar, sudah sekarat masih saja halu!!"


"Aku tidak ngaco, aku juga tidak halu. Percuma saja kamu menolak, kamu akan tetap jadi istriku nanti nya."


"Gila!!"


Vee yang malas berdebat dengan Bara, segera meninggalkan Bara dan memilih duduk di sofa saja, ia membuka tas dan mengeluarkan laptop nya.


Sengaja akan mengerjakan tugas kampus di sini saja, sekalian menunggu Bara.


Sedangkan Bara, ia memperhatikan Vee yang sedang sibuk mengerjakan tugasnya. Mata dan pikirannya sudah melayang layang tanpa kejelasan.


Yang benar saja, hanya melihat bibir Velia yang begitu seksiie.... membuat Bara menelan saliva nya dan ingin kembali mencicipi manis nya bibir Vee.


Tetapi, kondisi nya yang belum bisa bergerak bebas, membuat Bara hanya bisa menelan ludah nya, hanya bisa membayangkan bibirnya menikmati bibir Velia.


'Kamu sudah membuat aku candu Vee. Awas saja, aku sembuh, habis kamu!!'


Vee melirik sekilas ke arah Bara, dan tanpa sengaja mata mereka bertemu. Vee yang masih jengkel dengan Bara, langsung saja memalingkan wajahnya....tidak ingin melihat Bara dengan senyuman yang sangat misterius itu.


Ting


Satu pesan masuk di ponsel Velia, ia menghentikan tugasnya sejenak lalu mengambil ponsel yang saat ini berada di tas.

__ADS_1


__ADS_2