Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Pakaian Dinas


__ADS_3

Bara yang sudah mengehentikan mobil nya tepat di depan sebuah hotel mewah yang merupakan hotel miliknya pribadi. Yah, malam ini ... Bara dan Velia sudah berencana untuk menginap satu malam di hotel, bukan rencana Velia... tetapi Bara.


Sebenarnya, Bara juga sudah meminta semua keluarga besar nya untuk ikut menginap di hotel, tetapi... mereka tidak mau.


Bara membuka sabuk pengaman nya, kemudian ia turun duluan. "Tunggu sayank, jangan turun dulu..."


Velia hanya diam saja, ia yang sudah membuka sabuk pengaman menghentikan tangan nya yang ingin membuka pintu saat Bara mengatakan untuk diam saja.


"Mau apa Bar??"


Velia kaget, karena Bara tiba tiba mencondongkan tubuh nya dengan tangannya yang sudah melingkar di tubuh Velia.


"Mas gendong ya???"


"Aku bisa jalan sendiri Bar....."


Bara menggeleng, "Mas tau kalau kamu capek, jadi menurut lah...."


Bara dengan cepat menggendong Velia, ia tidak perduli Velia mau atau tidak, yang jelas...Bara bisa melihat kalau istrinya itu capek...


Velia melingkarkan tangannya di leher Bara, selain karena tidak mau jatuh.... seperti nya mulai saat ini, ia harus bisa menerima Bara menjadi suami nya.


Mendapat perlakuan dari Velia yang seperti itu, Bara tersenyum...ia tau kalau Velia sudah sedikit demi sedikit menerima, tetapi...Bara akan berjuang lagi demi keutuhan rumah tangga nya kelak.


"Napa natap Mas seperti itu?? ganteng?? apa ada yang aneh....."


Bara melihat Velia yang sedari tadi melihat ke arahnya, tanpa berkedip pula....


"Ganteng?? Geer!!!", jawab Velia cepat. Ia tidak ingin Bara curiga bahkan tidak percaya dengan jawaban nya.


"Lalu kenapa??"


"Enggak ada apa apa, aku hanya takut saja Bar....."


"Jangan panggil Bara...panggil Mas.....".

__ADS_1


Velia menggeleng, "Aku tidak terbiasa...."


Jujur saja, terdengar sangat aneh kalau Velia memanggil Bara dengan Mas. Ia yang dari kecil sudah terbiasa dengan panggilan seperti itu, tiba tiba harus berubah....rasanya lucu sekali.


"Biasa kan, Mas suami mu....tidak baik kalau memanggil suami dengan namanya...tidak sopan sayank...."


Velia hanya mematung, ia juga tidak mengiyakan ataupun menolak. Memang apa yang dikatakan Bara adalah benar, kalau tidak sopan memanggil suaminya seperti itu, tetapi...mau bagaimana lagi....tidak terbiasa, atau lebih tepatnya nya belum terbiasa...


Tidak ada percakapan lagi, Bara segera menuju ke kamar yang tentu saja sudah disiapkan untuk nya dan Velia. Dan tidak lama, mereka berdua sudah sampai di dalam kamar.


Velia yang sudah turun, melototkan mata nya manakala melihat kamar yang sudah di desain begitu indah dengan taburan bunga mawar merah di atas ranjang, dan aroma terapi khas yang membuat pasangan pengantin baru itu di mabuk asmara dan ingin segera mengarungi indahnya surga dunia.


"Apa apaan ini Bar??"


Velia menggeleng, memang statusnya adalah pengantin baru, tetapi...ia sudah tidak segel lagi, dan itu juga karena Bara, jadi...untuk apa semuanya ini


Bara mendekati Velia yang masih ngoceh ngoceh tidak jelas, ia pun melingkarkan tangannya di perut Velia dari belakang.


"Untuk malam pertama kita, Mas ingin malam ini berkesan untuk kamu, untuk kita. Dan Mas harap...kamu bisa melayani Mas dengan sepenuh hati dan dengan ikhlas...Bisa???"


Velia pada akhirnya mengangguk, meskipun saat ini belum lagi tumbuh cinta untuk Bara, tetapi... mengingat status nya yang sudah menjadi istri nya Bara, membuat ia mau tidak mau harus melayani suaminya dengan ikhlas dan tanpa paksaan....


"Terimakasih sayank, Mas tau...kalau kamu pasti akan melakukan yang terbaik untuk rumah tangga kita, mau mandi dulu???"


Bara tidak mau buru-buru menerkam Velia, meskipun sebab ia ingin. Tetapi, malam ini ia sudah bertekad akan melakukan dengan sangat pelan dan selembut mungkin, dan membuat Velia meminta nya lebih dulu....


"Mandi saja dulu, nanti gantian dengan Mas....."


Bara melepaskan tangan nya dari tubuh Velia, ia pun memberikan kesempatan kepada istrinya untuk mandi terlebih dahulu...


Velia dengan senang hati meninggalkan Bara dan masuk ke kamar mandi. Entahlah...rasanya malam ini Bara sangat berbeda, tidak memaksa seperti sebelum nya, tetapi....tidak tau dengan nanti malam.


Sementara Velia mandi, Bara mengambil kopernya...yah.. meskipun hanya satu malam, tetapi...ia sudah menyiapkan semua. Hanya satu koper saja, dan juga hanya satu pakaian yang layak pakai, dan satunya lagi...pakaian dinas ala pengantin baru, khusus Velia tentunya.


Sedangkan malam ini, Bara memang sengaja tidak memakai apa apa, percuma saja ...nanti juga akan dibuka semua dan semalam sampai pagi tidak akan berpakaian.

__ADS_1


Sekali lagi, meskipun ini bukan lah yang pertama kalinya Bara menyentuh Velia, tetapi... Bara ingin malam ini, malam pertama sebagai suami istri yang saja, Bara ingin memberikan kesan yang berbeda untuk Velia.


"Kebiasaan, lupa membawa baju ganti....".


Bara tersadar dari lamunannya, kalau pakaian hangat sudah disiapkan nya tidak berkurang, dan ia segera mengambil baju dinas yang akan dipakai Velia malam ini.


Sedangkan Velia yang ada di dalam kamar mandi, ia berdecak kesal, bisa bisanya ia lupa membawa pakaian ganti nya. Kebiasaan kalau di rumah, hanya memakai handuk saja tanpa membawa pakaian ganti ke dalam kamar mandi.


"Sial!! mana dingin lagi....."


Kesal juga dengan kebiasaan nya yang selalu tidak membawa baju ganti, jadi ya gini....


Velia sudah merasa kedinginan, ia ingin meminta tolong Bara tetapi...takut dan malu, dan ah....banyak pertimbangan yang Velia pikirkan saat ini.


Tok....tok.....


Velia kaget, karena ada yang mengetuk pintu kamar mandi, dan ia yakin ...tanpa menyebutkan namanya, pastinya yang ada di luar adalah Bara, suaminya.


"Sayank, buka dulu pintu nya....Mas bawa baju ganti untuk kamu..."


"Baju ganti??", gumam Velia dari dalam kamar mandi.


Ia kemudian membuka pintu nya sedikit saja, karena Velia hanya menggunakan handuk sebatas dadanya, padahal di sana ada bathrobe yang bisa menutupi seluruh tubuh nya.


"Kenapa hanya sedikit saja buka nya??"


Bukan nya menjawab ucapan Bara, Velia malahan memalingkan wajahnya, ia sudah ketar ketir melihat Bara yang sudah membuka bajunya, hingga hanya menyisakan celana pendek selutut saja.


"Aku belum pakai baju Bar...."


Velia masih saja membuka pintu nya sedikit, kemudian menahan nya dengan tangan dan kakinya, takut saja kalau Bara tiba tiba masuk dan melakukan itu di dalam kamar mandi.


"Masa sudah melihat nya dengan jelas, bahkan hafal dengan apa yang ada di dalam tubuh kamu...."


Velia melotot, ucapan Bara membuat ia ingin mencakar wajah tampan Bara malam ini, meskipun benar.... tetapi. .tidak seharusnya Bara mengatakan seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2