
"Bagaimana dengan Bara??"
Velia mengulangi pertanyaan dari Vika yang sempat membuat nya terkejut.
Mengapa menanyakan tentang Bara?? bukannya sebaliknya pertanyaan itu yang seharusnya dilontarkan Vee untuk Vika??
"Kakak aneh. Seharusnya yang bertanya itu aku Kak, bukan Kakak. Bagaimana dengan Bara?? bagaimana hubungan Kakak dengan Bara??"
Vika kaget....padahal selama ini ia menutup rapat rapat tentang hatinya yang diam diam mencintai Bata, sahabat nya sendiri...dan baru satu orang yang tau akan isi hatinya , yaitu Bahasa. Itu pun Bagas yang tidak sengaja menebaknya.
"Aku??? aku dan Bara hanya sahabatan saja, singkat cerita....kami bertiga di pertemukan saat pertama kali masuk kuliah, dan kebetulan juga orang tua kami saling mengenal hingga kami sendiri bisa langsung akrab."
Vee menghela, kalau hubungan persahabatan seperti itu, sudah pernah ia alami.
"Ih...bukan hubungan seperti itu Kak, tetapi hubungan Kakak dengan Bara??"
"Hubungan yang bagiamana lagi Vee??"
Vika mencoba menolak, padahal ia tau apa yang di tanya kan oleh Vee, tidak jauh jauh dan pastinya seputar hubungan hatinya dengan laki laki yang sampai saat ini tidak bisa ia gapai.
"Kakak bisa saja berbohong sama yang lainnya, tetapi tidak dengan aku. Aku tau kalau Kakak mencintai Bara."
Vika terdiam, ia tidak tau harus menjawab tidak ataupun iya , meskipun di dalam hati nya Vika Ingi. sekali berkata jujur dan siapa tau Vee bisa membantu untuk menyakinkan Bara, kalau dirinya sangat mencintai laki laki itu.
"Jawab saja Kak?? atau kakak takut untuk mengakuinya??"
Vika menatap wajah Vee, bukan tatapan tajam tetapi... tatapan yang entahlah.....
__ADS_1
Dan akhirnya gadis itu mengangguk, ia tidak dapat menyembunyikan yang ada di dalam hatinya, dan Vee benar....kalau ia bisa membohongi semua orang, tetapi tidak dengan Velia.
"Aku memang menyayangi dan mencintai Bara, seperti kamu Vee.."
Beberapa kata lolos dari mulut Vika, dan itu membuat Vee tersenyum... tetapi...lagi lagi ia harus terlibat dalam urusan yang rumit dan sangat mengganggunya.
"Aku???"
"Iya . .bukan kah kamu juga dulu mencintai Bara??"
Vee tersenyum kecut, mati matian ia mencoba melupakan perasaan nya yang sudah bertahun tahun bersarang di dalam hatinya, dan kini ada sosok cantik yang mengusiknya kembali.
Bukan masalah, tetapi...mau tidak mau ia juga membuka kisah lama nya.
"Kamu benar. Aku memang mencintai Bara tapi dulu....dan aku rasa cintaku dulu padanya itu adalah suatu kesalahan. Aku sadar kalau Bara tidak mencintai ku, karena dia hanya menganggap aku sebagai teman nya saja, bahkan malahan seperti saudara kandung nya sendiri. Tetapi, hatiku menginginkan lain...."
Vee menceritakan semua nya yang ia alami beberapa tahun yang lalu, tentunya ia sendiri sebenarnya enggak untuk mengulik masa lalu yang sudah ia kubur sedalam dalam nya, tanpa mau lagi menggalinya.
"Hahahaha....aku tidak tau kalau begitu. Yah mungkin saja, Bara mendapatkan karma karena menolak cintaku dulu."
Vee malahan tertawa, kalau dipikir pikir memang iya,. Seakan akan Bara telah mendapatkan karma atas apa yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Dan tentunya saat ini, hati Vee hanya untuk Gery....yah saat ini.
"Kamu lucu dan menyenangkan Vee, makanya Bara dua tahun ini mati matian mengejar cinta kamu Vee. Apalagi kamu sangat cantik."
"Kakak bisa saja. Aku hanya biasa saja. Dan apa Kakak tidak berusaha untuk mengejar cinta Bara?? Aku tau kalau Kakak orang yang sangat baik, meskipun aku baru mengenal kakak, tetapi....aku tau....dan Kakak harus memperjuangkan cinta Kakak untuk Bara."
Vika menggeleng, sebelum Vee datang saja, ia sudah berusaha untuk mengambil hati Bara, tetapi... semuanya sia sia saja. Apalagi sekarang, gadis yang dicintai Bara sudah ada di depan mata, dan tentu saja....untuk menggeser posisi Velia di dalam hati Bara itu sangat lah susah bahkan tidak mungkin.
__ADS_1
Karena Vika juga tau, kalau Bara itu bukan tipe laki laki yang gampang sekali jatuh cinta, dan tidak mudah juga melupakan seseorang yang berarti di dalam hidup nya.
"Aku bukan nya tidak mau memperjuangkan cintaku untuk Bara, tetapi...memang pada kenyataannya Bara yang tidak mau membuka hatinya untuk aku, meskipun aku sudah lama jadi sahabat nya."
Kalau sudah seperti itu, Vee hanya diam saja.... membujuk Vika pun rasanya tidak bisa, karena bukan nya Bara akan semakin dekat dengan Vika, tetapi salah salah malahan Bara membenci Vika, dan membuat urusan jadi runyam.
"Kisah kita sama Kak,... melihat Kakak.....aku jadi teringat masa lalu, aku yang mati matian memendam cinta untuk Bara, tetapi dia malahan mencinta orang lain, dan aku pun juga takut mengungkapkan perasaan ku, bukan takut di tolak tetapi....takut kalau Bara membenci ku dan merusak hubungan diantara kita."
"Iya.. memang kisah kita hampir sama, tetapi Bara akhirnya bisa melihat dan menyadari cinta yang sudah kamu berikan untuk nya, meskipun itu sudah terlambat. Tetapi aku??? mungkin sampai kapan pun Bara tidak akan membalas rasa cinta ku padanya."
'Karena aku tau, kalau Bara akan melakukan berbagai cara agar bisa memiliki mu Vee, meskipun itu cara uang sangat dilarang.', batin Vika.
Yah, beberapa hari yang lalu, Vika tanpa sengaja mendengarkan obrolan antara Bara dan Dio, dan Dio yang sudah berpengalaman tikung menikung, menyarankan cara yang sudah dilakukan nya dulu ketika merebut Meli dari tangan Bara, dan Vika juga mendengar dengan telinga nya sendiri, kalau Bara juga akan melakukan cara kotor seperti apa yang dilakukan Dio dulu nya.
Dari situ, Vika jadi kasihan dengan Vee dan Gery jika itu benar benar terjadi, tetapi di satu sisi...ia juga tidak tega melihat Bara menderita karena tidak mendapatkan cinta yang sudah lama dia pendam.
"Jangan pesimis dulu, nanti kalau aku sudah menikah dengan Gery ...Bara bisa melepaskan aku, dan kakak bisa dengan pelan pelan mendekati dan membuat Bara jatuh cinta dengan Kakak."
Ujar Vee memberikan saran, ia yakin kalau sudah menikah dengan Gery...Bara tidak akan berani lagi mengusiknya.
'Tidak mungkin, Bara bahkan tidak akan membiarkan kamu menikah dengan Gery, Vee ...'
"Ah sudah lah ...lebih baik kita habis kan coklat anget nya sebelum berubah menjadi dingin, sedingin hati Bara kalau tidak lihat kamu Vee hahahaha......"
"Apanya yang dingin???"
Suara bariton dari seorang laki laki membuat Vee dan Vika menoleh, mereka kaget karena tiba tiba Bara ada di belakang.
__ADS_1
Sejak kapan???
Pertanyaan itu yang muncul dari dalam pikiran gadis cantik itu ...iya sejak kapan?? sejak kapan Bara ada di sini?? atau jangan jangan Bara mendengar nya!!