Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Keputusan Yang Tepat


__ADS_3

Bara masih melu_mat bibir manis Vee, apalagi diluar suasana masih hujan, dingin dingin membuat pagu_tan diantara mereka masih menyatu.


Suara decapan decapan keduanya mengiringi suara hujan yang sore ini turun dengan sangat deras, hingga sesuatu di bawah Bara sudah mulai berubah bentuk.


Shittt!!!


Bara yang sadar, dengan pelan pelan menghentikan aksinya, ia lalu menatap wajah Vee yang masuk menunduk dengan kejadian yang barusan terjadi.


Laki laki itu mendekati lagi, menyapu bibir Vee dengan ibu jarinya, kemudian menyatukan kening nya dengan kening Velia.


Velia mengontrol degupan jantung nya, yang mungkin sudah terlambat karena Bara lebih dulu mendengar nya.


"Jangan tinggalkan aku. Tetaplah di sisiku."


Ucap Bara kemudian, dengan kembali menatap wajah Vee, dan berakhir dengan mendaratkan ciuman di kening Vee.


Vee menggeleng. "Aku tidak tau. Sebentar lagi kamu akan mempunyai kehidupan baru, mungkin di saat itu aku akan pergi.", jawab Vee dengan yakin.


"Hahahaha.....kamu tidak akan pernah bisa pergi dariku Vee.?",


Bara menganggap ucapan Vee hanya bohong belaka, ia juga sangat yakin jika Vee tidak akan mungkin meninggalkan nya, apalagi meninggalkan Papah Cesa.


"Terserah!!"


Bara melajukan mobilnya kembali, seperti biasa... pandangan matanya lurus ke depan, dan sesekali melihat ke arah Vee yang kini malahan asik makan ciliknya.


Bara menggeleng, ia juga sempat sempatnya memegang bibir yang sudah dengan rakusnya memakan bibir Vee, walaupun bukan yang pertama untuk kedua nya.


Ia pun tersenyum. 'Mengapa rasanya beda?? mengapa ada debaran saat aku mencium nya?? apakah aku juga mencintai Vee. Tidak?? lalu bagaimana dengan Meli??'


Hati Bata sedang berperang saat ini, antara dua orang wanita yang sama sama ada di dalam hatinya. Bahkan ternyata nama Vee yang belakangan ini ada di dalam pikirannya.

__ADS_1


Mobil Baru pun sudah sampai di depan rumah Vee, Vee pun dengan segera membuka sabuk pengaman nya.


"Jaket kamu aku cuci dulu, akan aku kembalikan besok."


Bara menahan tangan Vee, "Tidak perlu, pakai saja."


"Oh ya sudah. Aku mau turun, lepasin tangan kamu."


Bara tidak menggubris ucapan Vee, ia malahan semakin menarik tangan Vee dan mengunci pintu mobilnya.


"Bara?? jangan begini?? aku mau turun??", ucap Vee lantang.


Ia tau kondisi Bara saat ini sedang tidak baik baik saja, terlihat dari sorot matanya yang tajam.


"Aku mau bicara sama kamu sebentar."


Vee menggeleng, "Aku tidak mau!!"


Vee tidak mau, ia lebih baik tidak mendengar apapun dari mulut Bara.


"Aku tidak tau apa yang aku rasakan, tetapi.... rasanya ada sesuatu yang hilang saat kamu tidak perduli lagi padaku. Aku cemburu saat kamu dengan Gery. Aku-------"


"Stop Bar!! Jangan kamu teruskan ucapan kamu. Lusa hari pertunangan kamu dan bulan depan kamu akan menikah. Tolong, fokuslah ke sana!!"


Bara menggeleng, "Aku tidak bisa fokus untuk sekarang, apalagi ada sesuatu yang mengganjal di hatiku."


"Tetapi aku juga tidak bisa membatalkan pertunangan aku dengan Meli, namun aku juga tidak mau kehilangan kamu.", sambung Bara lagi, yang kali ini membuat Vee menggelengkan kepalanya.


'Apa maksudnya?? dia tidak bisa membatalkan pertunangan nya , tetapi juga tidak mau kehilangan aku?? yang benar saja.'


"Manusia kadang memang memiliki rasa serakah, tetapi untuk hal ini, aku tidak mau memiliki rasa itu. Tatalah hidup kamu dengan Meli, begitu juga dengan aku....aku akan menata hidupku dengan Gery. Dan anggap saja kejadian ini tidak pernah terjadi. Aku akan melupakan nya."

__ADS_1


Deg


Ucapan Vee membuat daada Bara sesak, apalagi Vee mengatakan akan melupakan sesuatu yang baru saja terjadi diantara mereka, yang benar saja??? padahal ia sendiri tidak mungkin bisa melupakan nya, tetapi Vee??


"Apakah kamu mencintai aku??"


Pertanyaan yang tiba tiba saja lolos dari dalam bibir Bara, entahlah....apa yang ada dipikiran laki laki itu saat ini.


Jlebb


Vee kaget, ia yang tadinya menatap lurus ke depan, kini berbalik dan memandang tajam mata Bara.


'Kalau aku bilang aku mencintaimu, apakah kamu akan membatalkan pertunangan mu?? tentu saja tidak kan??'


Bara terdiam, ia menanti jawaban yang akan Vee lontarkan, meskipun jawaban Vee tidak akan merubah semuanya, semua sudah terlambat.


'Dan aku harus menjawab, meskipun jawaban ini tidak dari dalam hatiku.'


"Tidak. Aku tidak mencintai kamu."


Vee mengambil remote dan membuka kunci pintu mobil, juga menghempaskan tangan Bara.


Brakk


Vee menutup pintu mobil dengan keras, hingga Bara yang tadinya hanya diam saja setelah mendengar jawab Vee, kini...kaget dan melihat Vee sudah keluar dari mobilnya, bahkan gadis itu sudah masuk ke sama rumah.


"Kamu bohong Vee, kamu bohong. Aku bisa melihat jelas di matamu, kalau kamu mencintai aku. Tetapi....maafkan aku, bukannya aku tidak membalas cinta kamu, aku pun bingung dengan semua yang terjadi secara tiba tiba...."


Bara memakai sabuk pengaman nya lagi, kemudian meninggalkan rumah Vee dengan hati yang sedang dilanda kegalauan.


Sedangkan Vee, ia menatap kepergian Bara dari balik jendela, sejenak airmata nya menetes membasahi pipi. Keputusan nya untuk meninggalkan Indonesia memang benar dan tepat. Ia tidak mungkin berada diantara hubungan Bara dan Meli.

__ADS_1


__ADS_2