
Di ruangan kerja, Bara senyum senyum sendiri...ia bahkan sudah seperti orang gila yang mendapatkan lotre dengan jumlah uang yang begitu besar nya, hingga membuat nya lupa daratan dan menjadi gila.
"Oh ya, aku juga harus mandi....biar wangi dan juga menggoda Velia...."
Setelah sadar, Bara tersenyum penuh kemenangan. Laki laki itu lalu bergegas ke kamar mandi, untuk mandi tentu nya biar wangi dan juga menggoda.
Tiga puluh menit kemudian, Bara sudah selesai...ia langsung saja turun ke bawah, ia melihat kamar mandi bawah yang masih tertutup rapat, dan itu artinya Velia masih berada di dalam kamar mandi, mungkin wanita itu masih berendam.
Dengan semangat empat lima, Bara menuju ke ruangan utama, di mana di sana ada tas Velia.
Yah, Bara berniat untuk men silent ponsel Velia dan menyembunyikan sebentar saja ponsel gadis cantik itu, supaya tidak ada yang menggangu nya.
Kemudian ia pura pura saja duduk di kursi dengan setumpuk kertas yang memang untuk siasat Bara , supaya tidak curiga.
Ceklek.
Pintu kamar mandi di buka...
Bara melepaskan pandangan matanya ke arah kamar mandi, ia kali ini grogi dan belum berani menatap wajah Velia, yang ia lihat pertama kali adalah bagian bawah Velia, kaki jenjang nya yang begitu putih dan juga menggoda iman.
Yah, baru kaki saja Bara sudah tergoda, bahkan bibirnya tidak bisa di tutup, seakan akan ingin menikmati keindahan Velia saat ini juga.
Setelah kaki, mata Bara menelusuri satu persatu tubuh Velia....dari kaki ke atas, sungguh ... dari jarak jauh saja, Bara sudah terpesona...apalagi dengan wangi sampo dan juga sabun yang membuat tubuh nya bereaksi sangat cepat.
'Gila!!'
Batin Bara yang sudah mulai memanas. Hanya melihat dari jauh saja, tubuh nya sudah bereaksi hebat...apalagi dari jarak dekat, mungkin Velia sudah diterkam hingga habis hahahaha.
"Bar....enggak salah bajunya??"
Suara Velia mengagetkan Bara, tentu saja ia yang tadi melamun jadi salah tingkah dan mendadak tidak konek.
__ADS_1
"Eh enggak....cocok untuk kamu."
Sedikit grogi....Bara menjawab dengan terbata bata dan ekspresi yang tidak bisa di tebak.
"Tapi kan kita mau ke kantor?? bertemu dengan orang penting..."
Vee merasa baju yang ia pakai tidak pantas untuk ke kantor, karena terlalu santai bahkan ada bagian menerawang, tentu saja ia sedikit tidak nyaman.
'Lagian kenapa juga Brisa beli pakaian ini sih!!', batin Velia yang percaya kalau Brisa pemilik pakaian yang dipakai nya.
"Tenang saja, nanti Pak Pram yang akan ke sini, dia sudah mengirimkan pesan tadi, karena kebetulan juga rumahnya tidak jauh dari apartemen ini, jadi kita tidak perlu repot-repot ke sana."
"Alhamdulillah...aku lega....aku enggak nyaman Bar, ini terlalu terbuka dan santai, kesan nya jadi kurang sopan kalau pakai ini di depan...bisa pinjam mesin cuci??"
"Itu cocok untuk kamu, cantik dan menarik. Mesin cuci??"
Tanya Bara bingung. Ia sampai sampai mengeryitkan alisnya, karena tidak maksud dengan ucapan Vee.
"Iya, aku mau nyuci pakaian dulu, sembari menyiapkan berkas berkas yang akan di bawa."
Apalagi ini, Vee mendekati Bara dengan tampilan yang menurut orang lain biasa saja, tetapi bagi Bara sungguh mempesona....
"Sebaiknya kamu keringkan rambut dulu, nanti masuk angin...."
"Oh...iya, tapi bentar....ini muter dulu, setelah itu ... baru keringkan rambut, lumayan... rambut kering pakaian juga bersih."
Bara hanya mengangguk, sejujurnya ia sudah tidak kuat menahan godaan yang ada di depannya ini, tetapi...tidak mungkin ia harus bisa menahan nya sejenak.... sungguh ..ia tidak salah pilih, Velia memang cantik luar dan dalam... walaupun Bara sendiri belum mencicipi tubuh Vee, namun...ia sudah yakin kalau pasti nya sesuai dengan paras dan juga bentuk tubuh nya, sangat lah lezat.
Bara membuka kaca mata nya, ia yang sedari tadi pura pura sibuk memilih berkas yang diperlukan, versi bohong nya kini menaruh kertas kertas itu kembali dan pandangan matanya beralih ke arah Velia.
Bara tidak pernah menyangka bisa berada di situasi seperti ini, sungguh....ia tidak pernah membayangkan sebelum nya kalau akan melakukan sesuatu yang mungkin membuat semua orang kecewa padanya.
__ADS_1
Menghilangkan pikiran buruk sesaat, Bara mengambil ponsel dan juga memelankan dering ponsel nya, ia tidak akan mematikan ponsel yang akan membuat orang lain curiga, begitu juga dengan ponsel milik Velia.
Hari ini, Bara akan memaafkan kesempatan dengan sebaik baiknya...tidak akan melewatkan apa yang sudah ada di depan mata.
"Sudah selesai??", tanya Vee tiba tiba.
Lagi lagi membuat jantung Bara berdetak sangat kencang, selain kaget.... Bara juga terpana melihat tubuh Velia dari jarak dekat, dan tentu saja ular nya langsung bereaksi.
'Shitttt!!!'
"Tinggal sebentar saja, kamu lebih baik keringkan rambut saja dulu."
Vee diam saja, sejujurnya ia sudah ingin mengeringkan rambut, tetapi di mana??
"Masuklah ke kamar ku, di sana ada hairdryer nya...aku tunggu di sini ."
Velia mengangguk, walaupun ia sendiri belum pernah ke apartemen Bara, apalagi masuk kamar Bara.... tetapi...ia merasa nyaman saat sudah masuk ke dalam kamar Bara, aroma pewangi ruangan yang begitu menyejukkan dan menenangkan.
Velia sudah berada di dalam, tidak sulit baginya untuk mencari di mana pengering rambut itu berada, dan tentu saja sudah ada di atas meja.
Vee berpikir, kalau Bara tadi pagi habis menggunakan hairdryer ini.
Gadis itu dengan santai nya membuka handuk yang melilit rambutnya, tentu saja rambut panjang nan indah itu tergerai dengan aroma sampo yang begitu memikat hati bagi siapa saja yang mencium nya.
Sedangkan Bara di depan, resah dan gelisah melanda. Kali ini, Bara benar benar di hadapkan dengan pikiran yang sulit...satu sisi ia sangat ingin memiliki Velia, tetapi di sisi lain ... ia tidak ingin menyakiti gadis itu.
"Iya enggak iya enggak iya enggak."
Bara malahan mondar mandir sendiri, tentu saja ini adalah penentu bagi nya, kalau ia tidak bisa memanfaatkan keadaan ini.... berarti Bara sudah siap untuk kehilangan Velia selama nya, karena kesempatan seperti ini tidak akan pernah ada lagi, apalagi mengingat Gery yang besok sudah kembali lagi.
Tetapi, kalau ia melakukan ini....tentu saja Bara siap di benci oleh Velia, meskipun ia sudah memiliki gadis itu seutuhnya.
__ADS_1
"Arghhhh.....tidak punya pilihan lagi, aku tidak bisa melihat kamu bersanding dengan Gery , Vee....jadi...... hari ini kamu harus jadi milikku."
Bara sudah bertekad kuat untuk melakukan perbuatan yang akan membuat hidup nya dan hidup Velia berubah dalam seketika.