
Setelah keluar dari ruangan Dokter Vikky, Bara segera ke ruang perawatan Velia, ia sedikit lega setelah mendengarkan ucapan dari Dokter Vikky, meskipun banyak mengumpat Bara dan mencaci maki laki-laki itu.
Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Bara sekarang ini, selain menemani dan menjaga Vee dengan separuh jiwa nya.
Ia juga tidak mungkin bicara dengan Brisa saat ini, karena saudara kembarnya juga sibuk menyelesaikan skripsi nya di sana.
Ceklek...
Bara membuka pelan pelan pintu ruangan Vee, karena ia tidak ingin menganggu tidur Velia.
Dengan sangat hati hati laki-laki itu masuk dan berada di samping Vee dan mengambil kursi untuk bisa menemani kekasih hatinya.
Bara mengambil tangan Velia untuk di genggam nya. Laki laki itu juga mencium punggung tangan Vee dengan lembut, seakan akan tidak ingin kehilangan wanita yang sudah ia cintai.
"Aku sangat mencintai mu sayank, cepat lah sembuh....aku akan membawamu bertemu dengan orang tua kita....aku tidak ingin menunda nya lagi sayank....."
Bara juga mencium kening Vee, hingga membuat wanita cantik membuka matanya dengan pelan pelan.
Velia memegang kepala nya yang terasa pusing, apalagi melihat Bara yang ada di depannya.... menambah pusing saja.
"Sayank.... tolong....jangan usir aku...aku tidak akan berbuat macam macam...aku hanya ingin nemenin kamu, please...."
Tidak ada jawaban dari Vee, gadis itu malahan memalingkan wajah nya ke samping dan seperti nya masih enggan untuk melihat wajah Bara.
"Sayank... please....kamu hanya sendiri an, begitu juga dengan aku.... kedua orang tua kita tidak ada di sini, maka ijinkan aku untuk merawat mu... cepat sembuh...setelah ini....aku akan bawa kamu ke Korea...kita akan bicara dengan orang tua kita."
Tidak ada jawaban lagi dari Vee, tetapi gadis itu malahan meneteskan air mata nya.... entahlah....apa aja akan senang ataupun sedih....Vee juga tidak tau.
"Kamu makan ya?? walaupun hanya sedikit saja ...biar kamu punya tenaga."
Bara mengambil makanan yang sudah disediakan untuk Vee, kemudian menyuapi wanita cantik itu dengan penuh kasih sayang.
"Aaaak....dulu Vee....kamu harus mengisi perut mu..."
Vee membuka mulutnya, ia menerima suapan dari Bara meskipun hatinya masih terasa sakit atas perlakuan Bara.
"Makasih....kamu mau makan...aku senang..."
Bara tersenyum, melihat Vee yang mau makan membuat hatinya senang.... setidaknya ada makanan yang masuk ke dalam perut nya.
Baru beberapa suapan, Velia menghentikan tangan Bara yang akan menyuapi nya kembali.
__ADS_1
"Aku sudah kenyang."
Tolak Vee lagi saat Bara memaksanya untuk kembali menyuapi.
"Tapi sayank...kamu baru makan sedikit."
Vee menggeleng, selain malas .. ia juga tidak lapar, padahal n@fsu makan Vee selalu saja besar.
"Oke....aku tidak akan memaksa tapi kalau kamu lapar, makan lagi ya...."
Tidak ada sautan, dan seperti nya Vee sedang berpikir, entah lah...Bara sendiri tidak tau.
"Bisakah aku minta tolong??"
Mendengar ucapan Vee, mata Bara berbinar binar senang nya, walaupun ia tidak tau apa yang ingin di bicarakan oleh Vee.
"Apa sayank?? katakanlah...aku akan memenuhinya...asal jangan kamu meminta aku untuk menjauh."
"Tolong...bawa Meli ke sini, aku ingin ngobrol dengan nya."
"Oh...oke....kapan Sayank???"
"Hari ini kalau bisa."
"Bisa...aku hubungi sekarang ya,... sebentar sayank...."
Bara mengambil ponsel nya, lalu ia segera menghubungi Dio terlebih dahulu sebelum ia menelepon Meli, bukan apa apa... takutnya malah Dio salah paham dengan nya.
...****...
"Astagfirullah....Vee....."
Meli yang sudah datang langsung saja memeluk Velia, ia baru tau kalau Vee sakit, tetapi tidak tau sakit apa.
"Kalau begitu aku keluar dulu. Ayok Di..."
Bara meninggalkan kedua wanita yang asik bercengkerama itu, ia tidak ingin mengganggu. Dan kebetulan sekali...Meli datang dengan Dio, jadi Bara bisa pergi ngopi berdua.
Mendengar pintu ditutup...Meli kemudian mengambil kursi dan duduk di samping Vee, ia tidak tau mengapa Vee meminta nya untuk datang ke sini, pastinya bukan karena untuk menjenguk nya sakit saja, tetapi...ada sesuatu yang akan di bicarakan Velia.
"Aku bantu duduk ya??"
__ADS_1
Vee mengangguk, memang ia sudah lelah untuk tiduran, dan sebenernya kalau ia pulang pun badannya sudah kuat, tidak lemes lagi.
"Bagaiman perasaan kamu saat Dio melakukan itu ke kamu dulu??"
Meli kaget, ia tidak percaya kalau Vee menanyakan kejadian dua tahun yang lalu, yang sudah ia lupakan.
"Maaf...bukan aku ingin membuka lukamu lagi, tetapi...aku hanya ingin bertanya saja...."
'Vee kenapa??'
"Tidak apa apa.... awalnya...aku tidak bisa menerima....apalagi Bara juga tidak bisa menerima dan langsung melepas kan aku. Aku marah, kecewa dan juga sempat benci Dio, tetapi...setelah aku pikir pikir...untuk apa aku membencinya?? rasanya tidak ada gunanya. Lagipula....dengan aku benci dia....tidak akan membuat keadaan kembali seperti semula....iya kan?? apalagi Dio juga serius dengan ku dan mempertanggungjawabkan semua yang dilakukan nya."
Vee diam sesaat, ia mencerna kata kata yang diucapkan oleh Meli barusan. Tentu saja, nasibnya itu sama dengan Meli....sama sama sengaja di peekosa hanya ingin memiliki nya.
"Kamu kenapa??? kenapa tanya tentang itu??"
Meli sedikit curhat, pasal nya setelah mendengar ucapan nya, Vee langsung berubah raut wajahnya.
"Aku....."
Vee mengambil nafas panjang, rasanya sangat malu untuk mengatakan pada Meli, tetapi ..ia sendiri butuh teman cerita.
"Bara memperkosa ku.. hiks hiks hiks.."
"Astagfirullah....."
Meli memeluk Vee, ia juga menghapus air mata yang menetes di pipi Vee.
'Jadi Bara jadi melakukan nya??? astaga....aku tidak menyangka.'
"Jangan nangis Vee, tapi Bara mau tanggung jawab kan??", Vee mengangguk.
"Tapi aku tidak cinta dengan dia. ..dan bagaimana dengan Gery??"
Melia dapat mengerti apa yang dirasakan oleh Vee, karena ia juga pernah mengalami yang sama.
"Kamu belum ngobrol dengan Gery?"
Vee menggeleng, "Gery ke Jepang, dan tidak tau kapan pulang nya."
"Tenang Vee, aku tau apa yang kamu rasakan....dan kalau kamu mau aku kesini karena ingin mendengar pendapat ku, yah sekedar saran saja.... sebaiknya kamu menerima pertanggungjawaban Bara, aku yakin cinta Bara itu tulus sama kamu .."
__ADS_1
"Tetapi Gery??? aku juga tidak cinta dengan Bara."
"Cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu, aku yakin kamu cepat atau lambat pasti bisa mencintai Bara, apalagi kalian dulu pernah dekat dan juga kamu sudah pernah mencintai nya, jadi aku rasa tidak lah sulit untuk kembali mencintai Bara."