Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Bara Berulah


__ADS_3

Hari ini semua keluarga sudah tiba di Jakarta, bukan hanya keluarga Daddy Brylli dan juga Papah Cesa, tetapi... Ayah Arga dan Bunda Rania juga ikut ke Jakarta....Hanya saja Papi Galen yang masih di Korea, dan akan ke Jakarta pas acara nikahan Vee dan Bara saja..


Begitu juga dengan Vee, ia setibanya di rumah, hatinya kembali di landa gelisah, belum juga dengan Bara yang terus mengikuti nya kemana pun ia pergi, sampai masuk kamar pun di antar oleh Bara....


"Pulang sana!!!", usir Vee dengan ketusnya....


Vee masih tidak bisa kalau harus bersikap baik kepada Bara, ia tentu saja masih jutek bahkan sengaja tidak ada manis manis nya.


"Sebentar, setelah memastikan kamu tidur, aku akan pulang, santai sayank...."...


Dasar laki laki yang aneh, Bara malahan bersikap posessif sekarang, padahal Vee sudah mengusir nya sejak pertama kali masuk ke dalam rumah, apalagi melihat Bara yang masuk ke dalam kamarnya, rasanya ingin melempar laki laki itu dari jendela kamar nya.......


"Kamu tidak punya pekerjaan apa??".


Ketus Vee kesal lagi, tidak menyangka kalau Bara akan bersikap seperti ini, padahal dulu saat pacaran dengan Meli, sikap Bara biasa biasa saja.


"Kan pekerjaan aku sekarang, mendampingi dan menjaga calon istri ku kemanapun dia berada....", ucap Bara dengan senyuman yang tanpa dosa itu, sungguh bagi Vee itu sangat menyebalkan.


"Pekerjaan yang aneh...pulang sana!! aku mau tidur, ngantuk!!"


Vee mendorong tubuh Bara, hingga laki laki itu akan sampai ke pintu tetapi....setalah sampai ke pintu, Bata dengan gesit membalikkan tubuh Vee, dengan tangan nya yang segera menutup pintu lalu mengunci nya..


Beruntung bagi Bara, karena Papah Cesa sedang ada urusan, jadi tidak ada orang di rumah..


Melihat pintu yang di kunci, dan kuncinya di masukkan ke dalam saku celana Bara, Vee melotot kan matanya, ia sudah was was dengan apa yang akan dilakukan oleh Bara.


"Bara!! mau apa kamu??"


Bara sudah menyandarkan Vee ke pintu, dengan tangan nya yang memegang lembut pipi Vee setelah itu ke bibir manis Velia.

__ADS_1


"Bisakah kita mengulang adegan itu lagi??"


Sungguh, apa yang ada di pikiran Bata saat ini, setan apa yang sudah merasuki tubuh nya, hingga ia tidak sabar untuk menunggu satu Minggu lagi saat Vee sah jadi istri nya.


"Jangan gila kamu Bar!! aku enggak mau!!"


"Tapi aku mau sayank, aku mau menyakinkan kamu sekali lagi, kalau benih yang kau tanam sudah sampai di rahimmu, dan menjadi calon anak kita."


Sumpah, mendengar ucapan yang keluar dari bibir Bara, Vee ingin sekali mengoleksi bibir itu hingga tidak ada tersisa lagi, ucapan Bara benar benar membuat Vee naik darah sekaligus merinding di buatnya, hingga akhir nya tanpa sadar tangan Bara sudah ke mana mana.


Vee yang baru saja sadar, menepis tangan Bara, ia pun meronta dan berusaha untuk melepaskan dari kungkungan tubuh Bara, tetapi...usahanya gagal, karena Bara lebih cepat menarik tangan Vee dan menutup mulut Vee dengan bibirnya.


"Bara Kau!!"


"Mphhhhh....."...


Dan dengan gerakan cepat, Bara menggendong tubuh Vee dan membawa nya ke atas ranjang, dengan tangan yang yang melepaskan pakaian Vee dan pakaian milik nya.


Dan malam ini, kembali Bara melakukan apa yang semestinya tidak dilakukan nya lagi, Bara begitu menikmati setiap tubuh Vee, tetapi....sadar dan tau diri untuk tidak meninggalkan bekas tanda cinta di leher jenjang Velia, cukup ditinggalkan di dada dan bagian tubuh Vee yang tidak terlihat oleh orang lain..


...***...


Alarm ponsel Velia berbunyi, wanita cantik yang baru saja tidur satu jam yang lalu itu mendadak bangun dan meraih ponselnya. Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul lima pagi, dan pagi ini...selain ada jadwal kuliah, Vee juga ada janji bertemu dengan Gery, ia akan mengatakan yang sejujurnya tanpa ada yang ditutup tutupi lagi, terlebih perlakuan Bara semalam yang membuat ia yakin kalau tidak pantas bersanding dengan Gery yang merupakan laki laki baik, bukan seperti dirinya yang sudah kotor, bukan hanya sekali tapi berkali kali.


Bahkan semalam Bara juga melakukan nya berkali kali, Entahlah... meskipun Vee tidak menikmati, tetapi ia pasrah dengan semua perlakuan yang Bara berikan semalam, membuat dirinya serasa sangat kotor seperti wanita mura_han saja.


"Tidur lagi sayank, dan terimakasih... semalam kamu begitu hot...aku yakin .... benihku akan tumbuh subur di sana...."


Yah, pikiran Bara...kalau kemarin ia melakukan dan tidak jadi, entah itu Vee meminum pil Kb atau apalah, kalau yang sekarang...ia sangat yakin jika benihnya akan tumbuh menjadi calon anak anak yang hebat.

__ADS_1


"Sinting!!!"


"Sana pulang!!! kalau ketahuan Papah, habis kamu!!"


Bara terkekeh, rupanya Vee belum tau kalau Papah Cesa tidak pulang karena harus menyelesaikan pekerjaan nya dan juga menghadiri pertemuan ke luar kota.


"Papah ke luar kota sayank.... jadi kamu tidak usah takut...mau lagi donk??"


Vee menghela nafas kasar, belum jadi istri nya saja....Bara sudah melakukan sesuai keinginan nya, apalagi kalau sudah sah jadi istri nya.


"Jangan gila!! pulang sana!! aku mau ke kampus."


Mata Vee sangat berat sekali, bahkan kalau tidak ada janji dengan Gery, ia lebih memilih untuk tidur saja, dan kali ini Vee sengaja tidak memberitahukan kepada Bara kalau ia kan bertemu dengan Gery, biarlah Bara taunya pergi ke kampus.


"Aku antar, sekalian pulang ya??"...


Vee menggeleng, "Tidak perlu, aku enggak mau semua orang tau tentang kita, sebelum aku mengakhiri hubungan ku dengan Gery, dan aku rasa memang tidak perlu taulah tentang kita."


"Tapi aku maunya mengumumkan kepada seluruh dunia kalau kamu milikku.."


"Jangan gila!! milikmu hasil dari merebut dengan paksa, dan please...aku mohon kali ini, berikan aku kebebasan....satu Minggu sebelum apa yang kamu inginkan terkabul, aku mohon sama kamu....jangan menguntit ku kemanapun aku pergi, bisa??"


"Tidak bisa, kecuali...."


Bara menjeda ucapannya, ia kemudian menarik tubuh Vee dan menatap lembut bibir Vee yang manis itu....


Tangan juga terulur untuk menyentuh benda kenyal yang tidak bertulang, dan....


"Berikan aku ciuman hangat mu, seperti dua tahun yang lalu sebelum kamu pergi meninggalkan ku, maka ... aku akan membebaskan kamu satu Minggu ini sebelum kita menikah, gimana??"

__ADS_1


Bara menaik turunkan alisnya, ia menunggu jawaban dari Vee yang tak kunjung menjawab itu, hingga....


Bara menempelkan bibirnya dan....seketika Vee langsung membalas apa yang yang Bara lakukan, yah.... demi kebebasan yang sebentar lagi tidak akan di dapatkan nya.


__ADS_2