Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Calon Suami nya


__ADS_3

Ketiga orang itu akhirnya kaluar dari kantin dan menuju ke parkiran, tentu saja mereka menunggu Vee yang sebentar lagi selesai mata kuliah terakhir nya untuk hari ini.


"Bar, bukannya Gery juga ikut?? apa enggak kita berdua juga boleh ikut??",


Bagas mencoba bernegosiasi, malas saja jika ia akan kembali ke kantor, sedangkan Bara malahan enak enakan pergi dengan Velia, lagipula juga Bara bukan hanya berdua saja, tetapi ada Gery juga di sana.


Dan setahu Bagas, Gery pasti akan ikut nanti, dia tidak mungkin membiarkan tunangan cantiknya berdua dengan Bara, tetapi....


"Gery tidak ikut. Lo lihat sendiri mobilnya tidak ada!!"


Tunjuk Bara ke arah parkiran, di mana di sana tadi pagi mobil Gery berada.


Bara juga tidak hanya mengarang, bahkan ia lihat sendiri kalau Gery tadi meninggalkan parkiran setelah bertemu dengan Vee.


"What!??? beneran?? Gery membiarkan Lo berdua dengan Vee??"


Bagas masih tidak percaya, bukannya takut kalau sahabat nya berbuat macam macam terhadap gadis cantik itu, tetapi....Gery...memangnya Gery percaya begitu saja dengan Bara?? apalagi setelah kejadian tadi pagi.


I'ts oke....Bagas bertepuk tangan, salut untuk Gery yang percaya kepada tunangan.


"Nyatanya begitu. Gue dan Vee akan berdua, bahkan akan bersama selamanya."


Bara sangat yakin, apalagi ia kini membawa diary pink yang selama dua tahun ini ia bawa kemana kemana, berharap bertemu dengan Vee di manapun ia berada, dan mengatakan yang sesungguhnya, yang sejujurnya.


Kalau Vee masih menyangkal, Bara akan menunjukkan diary saksi bisu bagaimana isi hati gadis cantik itu.


Bagas dan Vika menghela nafas, segitu nekad ya Bara untuk bisa mengungkapkan usia hatinya, begitu nekadnya Bara akan merebut calon istri orang, sementara di luar sana, perempuan perempuan sudah antri dan siap untuk menjadi istrinya, tunggal tunjuk saja.


"Lo mau pergi ke mana Bara??"

__ADS_1


Dengan memendam sesak di dada, juga memendam cinta yang yang sangat dalam untuk Bara, dua tahun....sudah dua tahun Vika mengusik sahabat nya sendiri, bukan karena harta benda yang dimiliki oleh Bara, tetapi.... memang tulus dari dalam lubuk hatinya.


Tetapi, sayang sekali....hati Bara tidak bisa menerima cinta Vika, bahkan nama Vee tidak bisa di geser bareng satu inci pun , tetap...dari dulu...dua tahun lamanya ..Bara masih mencintai Vee.


Dekat bukan berarti bisa merebut hati Bara, karena memang Bara sangat sulit untuk mencintai, dan begitu ia sudah jatuh cinta.....tidak akan begitu mudah melepaskan, kecuali...Meli... entahlah....yang dulu itu cinta, atau hanya rasa sayangnya saja karena selalu bersama.


"Pantai....pantai cinta...", jawab Bara dengan tersenyum.


Laki laki sudah membayangkan berdua dengan Vee di sana, mengukir kenangan ketika mereka masih sama sama, belum terlibat perasaan satu sama lain, dan hanya teman ..iya teman.


"Pantai cinta??"


Kedua sahabat Bara saling melongo, mengingat ingat nama pantai yang sama sekali tidak pernah ia dengar nama itu...padahal Bagas dan Vika adalah asli orang sini, tentunya kalau hanya sekedar nama pantai saja mereka berdua pasti nya hafal.


"Iya, pantai cinta, indah bukan namanya??"


Bagas dan Vika menggeleng, ini antara mereka berdua yang gila atau memang Bara yang kurang waras.


Tidak mau mati penasaran, Bagas mencoba menanyakan nya, dan mungkin pertanyaan yang ingin di tanyakan juga oleh Vika.


Bara menggeleng. "Bukan, pantai yang ada di jalan xxx....namanya bukan Pantai cinta, tetapi...waktu itu gue dan Vee yang memberikan nama, dan berharap akan k sana lagi dengan orang yang kita cintai."


Bara masih ingat betul, di mana ia dan Vee hanya berdua saja berada di panti yang jaraknya lumayan jauh, butuh waktu sekitar satu jam untuk menuju ke sana.


Di sana,.... mereka berdua tidak suka dengan pemberian makan pantai yang terkesan norak, yah...maklum saja .... Bara dan Vee dulunya masih abege, abege gaul yang suka dengan dunia dunia masa kini, bukan jaman tempo dulu yang terkesan jadul, itu menurut mereka.


Dan dari situlah....tercetus nama pantai cinta, di samping namanya indah, pemandangan di sana juga sangatlah indah, ombak yang tidak terlalu besar, dengan banyaknya gazebo dipinggir pantai yang bisa digunakan untuk bersantai dan menikmati pemandangan, dan tidak lupa warung makan yang bisa memilih menu dan juga lauk pauk nya sendiri, ikut memasak langsung juga boleh.


Mereka juga berharap, yang datang di pantai itu, semuanya akan mendapatkan cinta dan kasih sayank, bukan patah hati seperti dirinya saat ini.

__ADS_1


"Gila!!! Lo memang gila!!"


Ujar Bagas setelah mendengar cerita dari Bara, sungguh....dunia abege memang penuh dengan sesuatu.


"Gak masalah, lagian kita juga enggak merusak yang merugikan orang lain, dan cuma antara aku dan Vee saja yang tau cerita itu, dan sekarang kalian berdua."


Vika hanya diam, apa sedalam itu perasaan Bara untuk Vee, ia jadi ragu .. apakah bisa mendapatkan hati Bara, setelah dua tahun berjuang dan bersama?? atau ia harus mundur?? daripada memaksa yang nantinya malahan membuat Bara membentuk nya.


'Yah....kisah cinta ku seperti yang dialami oleh Vee, mungkin mulai sekarang aku juga akan mengalah dan merelakan kebahagiaan Bara, daripada aku terus berjuang dan pada akhirnya Bara malahan membenci ku. Yah....kamu benar Vee,..... pergi untuk menghapus semua kenangan manis, tanpa mengungkapkan perasaan kamu, tetapi....aku tidak akan pergi, hanya saja aku akan mundur.', batin Vika yang menatap sedih dirinya sendiri, kisah cintanya begitu tragis.


"Dan lo juga pernah ke sana dengan Meli??", Bara menggeleng..


"What?? aneh....Lo pacaran sama Meli lama, tetapi...tidak pernah ke sana, dan.... saat ini Lo malahan ke sana dengan tunangan orang."


"Diam!! jangan sebut Vee tunangan orang, gue tidak suka!!"


Bara tidak dapat menyembunyikan emosi nya, tatkala ia mendengar Bagas menyebut Vee tunangan orang, memang tidak salah... dan itu kenyataannya, tetapi...lagi dan lagi....Bata tidak ikhlas menerima nya, tidak terima kenyataan yang sebenarnya.


"Tapi itu kenyataan Bar??"


"Gue tau!! tapi.....ah.... sudahlah!!"


Bara yang mengacak rambut nya sendiri, masih tidak terima meskipun itu nyata.


"Dia memang tunangan orang, tetapi gue adalah calon suaminya hahahaahahaha....."


Seperti orang gila, ya....gila karena cinta ... Bara mengucapakan kata kata itu dengan diakhiri tawa yang keras, seperti nya..... memang otaknya rada geser.


"Kalau seperti ini, gua takut....ini bukan Bara tetapi sudah kerasukan setan cinta ... hahahaha....."

__ADS_1


Tidak mau ambil pusing, Bagas juga ikut tertawa, aneh memang.... tetapi untuk menyadarkan Bara, itu tidaklah mudah.


__ADS_2