Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Suara Hati Gery


__ADS_3

Berbeda dengan Bara yang senang sekaligus gugup, ada seorang laki laki yang saat ini sedang menatap dirinya di cermin.


Gery...


Laki laki yang baru saja patah hati, melihat penampilan di cermin. Hatinya teriris, manakala pagi ini...ia harus menyaksikan tunangan nya menikah dengan laki laki lain.


Yah, Gery tidak mau menyebut Velia dengan mantan, sebelum semua nya benar benar ia lihat dan dengar sendiri di depan matanya nanti


"Ya Tuhan, apakah aku siap?? apalah aku sanggup untuk melihat Velia bersanding dengan laki laki lain.??"


Gery....antara yakin dan tidak untuk menghadiri acara pernikahan Velia. Ia sebenarnya tidak sanggup, tetapi...inilah satu satunya cara supaya ia sadar kalau Velia bukan miliknya lagi, dan mau tidak mau....ia harus melepaskan Velia dan mengikhlaskan nya bersama dengan Bara, meskipun hatinya sangat sakit dan sulit untuk menerima nya.


Ceklek...


Mamahnya Gery datang menghampiri putra nya, beliau juga sudah siap untuk menghadiri undangan pernikahan Velia. Sama dengan putra nya, kedua orang tua Gery juga tidak sanggup menyaksikan acara ini, karena beliau sudah sayang dengan Velia dan sudah menganggap Velia sebagai anaknya sendiri.

__ADS_1


Tetapi, rasanya tidak enak jika tidak menghadiri... karena kemarin...Papah Cesa dan Daddy Brylli datang khusus ke rumah, untuk memberikan undangan, sekalian meminta maaf yang entah sudah keberapa kalinya.


"Apa sebaiknya kamu langsung saja ke Korea sayank??"


Mamah Gery benar benar tidak tega melihat putra pagi ini, terlihat jelas di sorot mata Gery, kalau laki laki itu terluka dan bersedih.


Gery menggeleng, ia paham dengan apa yang dikhawatirkan oleh Mamanya, tetapi... seperti yang ada di dalam pikiran nya ...ia hanya ingin memastikan...kalau Velia sudah bukan miliknya lagi.


"Tidak Mah, aku harus datang...dan aku harus memastikan kalau Velia sudah bukan milikku lagi, meskipun rasanya sangat berat untuk melepaskan nya....", ucap Gery dengan meneteskan air matanya kembali.


Entahlah, ia sudah sekuat tenaga untuk tidak menangis, tetapi... mengingat Velia...rasanya tidak bisa lagi membendung air matanya.


Mamah nya Gery menepuk pundak putra tunggalnya, dan hanya itu yang beliau sampai kan ..


Kemudian, wanita yang sudah tidak muda lagi itu keluar dari kamar, beliau juga tidak kuat melihat putra nya yang sedih dan menahan rasa sakit di dalam hati nya.

__ADS_1


"Apakah ada keajaiban nanti nya Tuhan??"


Gery masih saja berharap, kalau pernikahan mereka gagal.... entahlah.... bukan kabar buruk yang akan ia terima, tetapi... bisakah ia sedikit egois dan meminta keajaiban??? tentu saja....ia berharap kalau terjadi sesuatu dengan Bara, dan ia yang akan menggantikan sebagai mempelai laki-laki nya.


Gery menghela nafas, ia melihat jam yang sudah menunjukkan sebentar lagi acara akan di langsungkan. Mau tidak mau, Gery segera keluar dari kamar...untuk turun ke bawah.. karena kedua orang tua nya sudah menunggu, dan juga ia tidak ingin terlambat datang.


"Berdamailah dengan keadaan...Papah yakin, kamu pasti bisa!!"


Ujar Papahnya Gery memberikan semangat, saat Gery sudah sampai di bawah dan bersama mereka.


"Aku tidak yakin bisa Pah, tetapi....akan aku usahakan...."


Tidak ada jawaban lagi selain itu, keputusannya finalnya nanti setelah Gery melihat dan mendengar sendiri, Bara mengucapkan lafal ijab qabul.


"Papah percaya sama kamu, dan.... koper kamu sudah berada di mobil, nanti Alex yang akan mengantarkan ke Bandara ..dan nanti malam Papah dan Mamah akan menyusul ke sana....."

__ADS_1


Gery hanya menganggukkan kepalanya saja, ia sudah tidak punya pilihan lagi selain mengiyakan apa yang menjadi keinginan kedua orang tuanya.


Pengecut memang, tetapi. ... hanya itu salah satu caranya, supaya bisa melupakan Velia secara pelan-pelan.


__ADS_2