
"Beruntung?"
Vee bertanya kepada teman baru nya, ia sama sekali tidak tau apa yang dimaksud beruntung itu.
"Iya, kamu beruntung sekali bisa dekat dengan Bara, dan denger denger Bara itu orangnya dingin , tidak tersentuh, bahkan senyum pun tidak mau, tetapi barusan gue lihat Bara senyum dan itu hanya sama lo!!"
"Masa' sih??"
"Ih di bilangin...Bara itu punya dua sahabat, satu laki laki dan satu lagi perempuan, dan yang gue denger lagi, Vika itu suka sama Bara, tetapi...Bara nya enggak ngrespon gitu deh."
Ucap Sisca panjang lebar, ia tau semua tentang Bara karena salah satu fans Bara juga.
"Vika??"
Lagi lagi Velia bingung, dua tahun tidak bersama dengan Bara, tetapi...banyak hal yang berubah dari laki laki itu.
"Iya Vika, sahabat nya Bara, selain Bagas..."
"Oh...."
Vee mengangguk, ia paham sekarang setelah di jelaskan panjang lebar, dan sama sekali tidak ada rasa di hatinya untuk Bara, semua sudah ia hilangkan dua tahun yang lalu.
.
.
.
Gery keluar dari kelasnya, ia hari ini males bertegur sapa dengan orang lain terutama dengan Bara.
Entahlah, Gery merasa Bara adalah ancam terbesar buat hubungan nya dengan Velia, tetapi Gery tidak akan menyerah begitu saja.
Mata kuliah Gery yang berlangsung dua jam saja, dan kebetulan sekali ia mendapatkan pesan dari sekretaris nya di kantor kalau ada meeting mendadak dengan salah satu kolega yang memang sangat penting untuk pengembangan perusahaan barunya, dan mau tidak mau Gery juga ke kantor, karena Papahnya masih ada di luar kota.
Padahal Gery berencana untuk menemani Velia siang ini bertemu dengan Bara, tetapi.....
__ADS_1
Gery keluar kelas, dan tentu saja ia ingin ke kelas Velia, tidak mungkin mengatakan lewat pesan singkat, apalagi diirinya tadi sudah berjanji akan menemani Vee.
"Ger....tunggu!!", teriak Bara.
Bara yang melihat Gery ingin keluar segera memanggil nama Gery dan langsung menyusul laki laki itu.
Dengan malas, Gery menghentikan langkahnya, dan ia berbalik.
"Sorry....tapi kali ini gue tidak mau mengalah, gue akan rebut Vee lagi. Lo ingat kan apa yang gue ucapkan dua tahun yang lalu??? kalau gue dan Vee sudah dijodohkan, dan gue akan melanjutkan perjodohan itu.", ucap Bara langsung, tanpa basa basi lagi.
Gery tersenyum, ia tidak boleh menanggapi Bara dengan emosi, harus tenang dan tidak boleh gegabah.
"Gue tau, dan gue ingat. Dan lo juga ingat kan....apa yang Tante Cherry katakan dua tahun yang lalu?? kalau Velia sudah membatalkan Perjodohan dengan Lo, dan sekarang....gue dan Vee sudah bertunangan."
Gery menunjukkan cincin manis yang beberapa waktu lalu menjadi saksi hubungan nya dengan Velia dan ia dengan terang terangan membalas semua ucapan Bara.
"Dan satu hal lagi. Gue ngijinin Vee untuk pergi dengan Lo, bukan berarti Lo bisa merebut Vee dari gue, apalagi Lo pikir Vee masih cinta sama lo, tidak!! gue hanya ingin Lo dan Vee menyelesaikan sesuatu yang masih mengganjal, meskipun gue yakin...Vee sendiri sudah melupakan nya. Tetapi....sebagai tunangan yang baik, yang pengertian, perhatian dan sayang dengan Vee, gue enggak masalah...gue anggap pertemuan kalian karena sebuah pertemanan yang sudah sekian lama tidak bertemu, yah .. hanya teman. So, jangan harap Lo akan bisa merebut Vee dari tangan gue. Inget itu Bro!!"
Gery menepuk pundak Bara, kemudian tersenyum penuh kemenangan, dan meninggalkan Bara yang masih mematung dengan tangan yang terkepal kuat. Ucapan Gery sungguh menghantam jiwanya, rasanya ia ingin menghabisi Gery saat ini juga, supaya tidak ada yang menghalanginya diirinya bersama Vee..
'Brengseekkk!! Lo jangan senang dulu, permainan baru saja di mulai, dan belum ada pemenangnya, kalau hanya tunangan saja, gue bisa menghancurkan nya, sekalipun Lo sudah menikahi Vee sekalipun , itu tidak masalah bagi gue.' batin Bara yang sangat marah mendengar ucapan dari Gery.
[Sayank....aku sudah di depan.]
Pesan untuk Vee ia kirimkan, dan Gery menunggu Vee di depan kelas, tentunya dengan hati yang bercampur rasanya.
"Yank....."
Setelah membaca pesan dari Gery, Vee pun keluar. Gadis cantik itu duduk di samping Gery.
"Maaf yank, aku tidak bisa menemani kamu, aku ada meeting dadakan.", ucap Gery dengan pelan, takut kalau membuat Vee kecewa.
"Lalu?? aku batalkan saja ya yank??"
Tidak mungkin Vee bertemu dengan Bara tanpa Gery, bukan ia takut kalau jatuh cinta lagi dengan Bara, tetapi....takut kalau menyakiti hati Gery.
__ADS_1
Gery menggeleng, "Tidak usah sayank, aku enggak apa apa, aku percaya sama kamu. Lagian kalau kamu batalin, yang ada Bara semakin mengejar kamu, kamu mau??"
Gery memberikan pengertian, meskipun sebenarnya ia juga berat untuk meninggalkan Vee dan Bara berdua saja, tetapi....
"Aku tidak mau lah.....aku sudah anggap Bara sebagai teman bahkan saudara aku sendiri, dan memang kamu benar, aku harus mengatakan yang sejujurnya dengan Bara, supaya dia enggak ganggu kita."
Cup
Gery mencium punggung tangan Vee, dan mengusap rambut Velia.
"Aku percaya sama kamu, dan kabari aku....mungkin kalau sudah selesai, nanti aku jemput. Dan jaga jarak sayank, walau bagaimanapun Bara adalah seorang laki laki."
"Iya sayank, aku tau."
"Aku ke kantor ya, doakan meeting kali ini sukses, dan semua nya demi kamu. Love u."
"Amin. Love u too."
Gery menempelkan bibir nya di kening Vee, lalu laki laki itu bergegas meninggalkan Vee untuk ke kantor, meskipun ada rasa sesak, tetapi...ia percaya dengan tunangannya.
Melihat Gery yang sudah pergi, Vee masuk kembali ke dalam kelasnya. Ia memang harus bertemu dengan Bara dan mengatakan apa yang seharusnya dikatakan, ia tidak ingin Bara salah paham dan masih menunggu diirinya, karena melihat perlakuan Bara dan juga ucapan nya tadi pagi, itu membuat Vee harus segera bertemu dengan Bara.
Dua jam kemudian.
Bara kaluar dari kantin, sengaja memang ia menghabiskan waktu untuk menunggu Vee di kantin, tentunya dengan kedua sahabatnya.
"Boleh gue ikut Bar??"
Vika yang sedari tadi diam, akhir nya angkat bicara, di samping ia penasaran dengan sosok Vee, Vika juga cemburu mendengar jika Bara bertemu dengan Vee.
"Sorry Vik, gue mau berdua dengan Vee."
Bara dengan enteng nya mengucapkan itu, ia tidak tau perasaan Vika seperti apa.
Vika hanya diam, dan tidak mau memaksa Bara yang nantinya malahan akan merusak persahabatan mereka saja.
__ADS_1
"Tapi kenalin gue dengan Vee ya?? penasaran banget."
"Oke boleh,.Lo bisa lihat sendiri gimana Vee, bagaimana dia yang selama ini memenuhi pikiran gue."