Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Bertemu Bara di Kantor


__ADS_3

Jam makan siang pun telah selesai, dan kini saatnya Papah Cesa dan Vee bersiap siap menuju ke ruangan meeting.


Kebetulan memang Bara tidak meminta meeting di luar kantor Aditya, cukup di dalam kantor saja.


"Tuan Bara sudah menunggu Bos??"


Papah Cesa mengangguk, kemudian melirik ke arah Velia yang dari tadi menatap layar ponselnya, rupanya ia sedang berbalas pesan dengan Gery.


Yank.....udah maem?


^^^Belum, nanti setelah ikut meeting Papah, aku belum makan.^^^


Tadi kenapa enggak bilang kalau mau ke kantor Papah, kalau tau kan aku tungguin untuk makan siang?? nanti dinner ya??


^^^Tidak apa apa. Aku tau kamu pasti sibuk dan buru buru, oke....aku mau.^^^


By sayank....aku kerja dulu ya??


^^^Oke.... hati hati, cari uang yang banyak.^^^


Iya sayank.


Vee memasukkan ponselnya ke dalam tas, kemudian melihat ke arah Papah nya yang seperti nya sedari tadi melihat ke arah nya terus dan menunggu nya.


"Sudah sayang??"

__ADS_1


"Sudah Pah, maaf nungguin Vee ya??"


"Tidak apa apa, yuk...."


Vee mengangguk, meninggalkan tas dan isinya dan membawa berkas berkas penting, dan juga berjalan di samping Papah Cesa, yang sudah seperti asisten pribadi nya saja.


Didalam ruang meeting, Bara dan juga Bagas sudah menunggu sedari tadi. Bukan karena Papah Cesa lama datang nya, tetapi....ia sengaja datang lebih cepat agar bisa melihat wajah cantik Vee, yang menurut informasi Vee akan ikut dengan Papah nya.


"Seneng banget kamu?? bukannya tadi pagi sudah ketemu."


"Iya, tapi aku masih kangen....dua tahun tidak ketemu dengan dia, rasanya sungguh masih kangen dan kangen terus, padahal sejak kecil kita tidak pernah terpisahkan, tetapi.....kali ini...."


"Sabar!! milik orang memang menarik!!", ledek Bagas.


Ceklek.


Bara yang mendengar pintu terbuka, diirinya reflek menoleh dan tentu saja melihat ke arah Vee yang siang ini begitu sangat cantik sekali.


Padahal apa yang di tampilkan Vee siang ini itu sama dengan yang tadi pagi, dan ini malahan Vee tidak memakai bedak dan lipstik lagi.


Tetapi, entah mengapa.....di mata Bara, Vee terlihat cantik dan sangat cantik, bahkan Bara tidak pernah puas jika hanya melihat sekilas saja.


"Maaf sedikit telat."


Ucapan Papah Cesa membuyarkan lamunan Bara yang sedari melihat ke arah Vee tanpa berkedip.

__ADS_1


"Tidak apa apa Pah, Bara yang datang nya terlalu cepat."


Setelah mengucapkan itu, dan salim kepada Papah Cesa, Bara melihat ke arah arah Vee, dan ia pun mengulur kan tangannya kepada gadis cantik yang saat ini mencuri hati nya, sekaligus teman kecil nya.


"Hallo, apa kabar?"


Sapa Bara kepada Vee, seakan akan mereka sudah lama tidak bertemu, padahal baru tadi pagi ketemu.


"Baik."


Vee membalas uluran tangan dari Bara, dan kedua nya saling berpandangan.


Vee melepaskan tangan nya, karena Bara sengaja semakin mempererat genggaman tangan nya.


"Silahkan duduk Tuan Bara.", ucap Vee kemudian.


Ia mengatakan yang sopan kepada Bara, karena ini sudah masuk dalam suasana meeting dan harus bersikap sopan dan santun.


"Biasa saja, enggak usah formal."


Merasa panggilan itu semakin tidak enak saja di telinga Bara, ia ingin seperti biasa saja, tanpa ada kata kata formal dari Velia.


"Oke....."


Velia duduk di samping Papah Cesa, dan bersebelahan dengan Bara. Bara sedari tadi tidak berkedip dan terus memperhatikan Velia.

__ADS_1


__ADS_2