
#Bripka Abimana Prasetiya
Ia masih berada dirumah duka menemani calon mertuanya yang kini telah menjadi seorang janda bersama Bripda Aidan, ia juga sangat merasakan kehilangan karena selama beberapa bulan ini ia sudah sangat dekat dengan alm. calon mertuanya ini, ia kini duduk bersama dengan beberapa orang yang hadir diacara tahlilan, malam ini susana duka masih menyelimuti mereka semua. Setelah tahlilan selesai semua para tamu telah pulang Bripka Abimana berdiri menyalami para tamu yang akan berpamitan pulang diteras rumah bersama mas Har.
" Bi, apa kamu mau pulang? " (kata mas Har)
" iya mas, tapi kayaknya gak sekarang mas nanti aja " (kata Abimana)
" kamu gak usah pulang Bi, nginep aja, biar ibu gak kesepian disini, kalau rame pasti dia gak keinget ayah " (kata mas Har)
" iya mas, kalo gitu Abi nginep aja " (kata Abimana)
" ayo masuk " (kata mas Har mengajak Abimana masuk)
Bripka Abimana mengukuti calon kakak iparnya ini masuk kedalam rumah menemui ibu & yang lainnya yang telah duduk diruang keluarga, terlihat ibu masih sangat bersedih walaupun ibu sudah tidak meneteskan air mata setelah ayah dikebumikan tadi pagi.
" nak Abi sini duduk " (kata ibu)
" iya bu " (kata Abimana)
" yuk Bi "(kata mas Har)
Bripka abimana pun duduk bersama keluarga kekasihnya ini, disini sudah ada ibu, mas Min beserta anaknya & istri dari mas Har beserta anak mereka serta Bripda Aidan.
" bu Abi katanya mau menginap, tadi Har yang suruh " (kata mas Har)
" apa kamu gak kerepotan nak, besok kamu harus kerjakan? " (kata ibu)
" gakpapa bu, Abi gak kerepotan kok " (kata Abimana)
" ya sudah nak nanti tidur aja dikamar Safitri " (kata ibu)
" Dan lo kalau mau pulang sekarang aja sebelum kemalaman, besok lo jemput gue ya " (kata Abimana)
" ok bang, kalau gitu gue pulang dulu " (kata Aidan), " mari bu, mas, mba, saya pulang dulu " (kata Aidan lagi berpamitan)
" iya nak hati-hati " (kata ibu)
Setelah mengantarkan kepergian Bripda Aidan diteras rumah ia lalu masuk kembali kedalam rumah, ia kembali duduk bersama keluarga Safitri sambil berbincang-bincang.
__ADS_1
" besok Safitri pulang kan nak " (kata ibu)
" iya bu, papa sama mama mau ngantarin safitri kesini katanya " (kata Abimana)
" terimakasih ya Bi, orangtuamu baik banget sama Safitri " (kata mas Min)
" gak masalah mas, Safitri juga gak bisa pulang dalam keadaan kaya gini sendirian kan " (kata Abimana)
" iya nak, Safitri pasti sedih banget disana " (kata ibu)
" semoga dia sudah iklas sama kepergian ayah " (kata mas Har)
" kasian adek kita Har, hidupnya sulit, pasti disana dia kehilangan banget " (kata mas Min)
" tapi semuanya sudah kehendak dari sang ilahi mas, kita gak bisa berbuat apa-apakan " (kata mba Nunik)
" iya de, kamu masuk aja de kekamar bawa Airin, ade istirahat aja kasian ade capek gendong Airin terus, nanti Revi biar mas yang angkat " (kata mas Min)
" iya mas " (kata mba Nunik lalu masuk kedalam)
" kasihan dua bayi mungil ini, harus ikut kesini, airin sama arkana, cucu eyang " (kata ibu), " Juni bawa juga Arkana masuk " (kata ibu lagi kepada mba Juni)
Malam ini ia akan menginap dirumah Safitri, ia telah masuk kedalam kamar & bersiap untuk tidur, sedari kemarin ia memikirkan bagaimana nasib kekasihnya yang sedang dirundung kesedihan, meskipun ia selalu mendapatkan kabar dari Bripda Alin & papanya tetapi ia tetep saja sangat cemas.
#*Bripda Afrila Alin Aizahra
Malam telah menunjukan pukul 11.00 ia enggan memejamkan mata, dua hari ini adalah hari terberat untuk tunangan abangnya, jiwanya ikut bergejolak saat menyaksikan kesedihan yang dirasakan oleh Safitri, ia bahkan seketika ikut mengalirkan air mata saat melihat Safitri menangis terisak-isak, cobaan yang begitu berat yang dilalui oleh calon abangnya itu. Bripda Alin mengambil ponselnya untuk menghubungi Bripda Sofiyan, meskipun mereka masih berada diasrama SPN yang sama tetapi ia tidak bebas bertemu dengan kekasihnya dijam selarut ini.
****call name my love ❤️
"""""tut"""""tut"""""
" hallo sayang, assalalmuallaikum " (kata Bripda Sofiyan)
" wa'allaikumsalam bang " (kata Bripda Alin)
" belum tidur sayang?, kenapa? " (kata Bripda Sofiyan)
" belum bang, Alin ingat sama Safitri, kasian banget dia ya bang " (kata Bripda Alin)
__ADS_1
" iya sayang, abang juga sedih ngeliatnya, sayang besok kita jadi ikut antar Safitri kekota xxxx? " (kata Bripda Sofiyan)
" iya sayang jadi, bang Sofiyan ada kerjaan mandadak? " (kata Bripda Alin)
" gak sayang, ini sih Randi katanya mau ikut juga, katanya dia disuruh kerumah kakeknya " (kata Bripda Sofiyan)
" Randi juga belum tidur bang?, Alin mau ngomong sebentar dong sama dia " (kata Bripda Alin)
" belum sayang, nih " (kata Bripda Sofiyan yang memberikan ponselnya kepada Bripda Randito)
" halo " (kata Bripda Alin)
" kenapa Lin? " (kata Bripda Randito)
" lo beneran mau ikut besok? " (kata Bripda Alin)
" iya Lin, kakek gue nelpon nyuruh gue ke kota xxx " (kata Bripda Randito)
" lo sudah pesen tiket? " (kta Bripda Alin)
" sudah tuh " (kata Bripda Randito)
" awas lo punya niat terselubung ya " (kata Bripda Alin)
" hahahah apa sih lo Lin, gue gak punya niat aneh-aneh kok " (kata Bripda Randito)
" ok gue percaya " (kata Bripda Alin)
" gue balikin kecalon laki lo ya " (kata Bripda Randito)
Bripda Alin pun melanjutkan perbincangannya dengan Bripda Sofiyan.
#*Bripda Randito Dwi Mahendra
Berada dikamar yang sama & melihat Bripda Sofiyan berbincang-bincang dengan Bripda Alin melalui telpon hatinya sangat cemburu, meskipun saat ini ia berusaha menerima jika Bripda Alin sebentar lagi akan menjadi istri dari Bripda Sofiyan tetapi rasa cinta tidak seperti coretan tinta ditangan yang akan mudah hilang jika dicuci, berbeda dengan cinta meskipun kita berusaha sekuat hati pasti akan butuh waktu yang sangat lama untuk menghilangkannya.
" ya tuhan kenapa rasanya masih sakit kaya gini ya " (gumam Bripda Randito)
" mending gue tidur ah dari pada mesti dengerin Sofiyan ngobrol mesra-mesraan sama Alin, ati gue makin ancur dah, jones banget dah gue, huft... " (gumamnya lagi dalam hati)
__ADS_1