
Dua hari kemudian.....
Zayn baru saja memasangkan cincin bermata putih dijari manis Rindu, acara tukar cincin untuk mengikat hubungan mereka sebelum ke jenjang pernikahan baru saja berlangsung, tak banyak yang datang diacara tersebut, acara pertunangannya hanya dihadiri sanak keluarga terdekat saja. Acara pertunangan diadakan dikediaman rumah Rindu, sekitar jam 10.00pagi tadi Zayn beserta keluarganya sampai dirumah Rindu & acara tukar cincin dimulai sekitar pukul 10.30pagi.
Zayn duduk di sebelah Rindu diantar Faiz & Humaira lalu disebelah Humaira adalah Gibran, sanak keluarga membaur jadi satu duduk berdekatan sambil bercengkrama satu sama lain, sesekali beberapa keluarga memotret dirinya dengan Rindu, bahkan dengan pose memamerkan tangan mereka yang telah melingkar cincin di jari manis mereka masing-masing.
Zayn yakin saat ini sudah banyak berita menyebar di sosial media tentang dirinya yang tengah melangsungkan acara pertunangan hari ini, bahkan mungkin saat ini sudah banyak komentar-komentar dari para fansnya, sedari tadi ponsel milik Zayn sengaja ia matikan agar tak ada yang bisa menghubungi dirinya untuk menanyakan kabar yang ia yakin telah menjadi tranding topik pagi ini.
" kak lo liat IG gak?, wah gila nih, benar-benar berita gila " (kata Humaira)
Zayn hanya melihat sekilas kearah adiknya malas berkomentar seolah tau dengan apa yang barusan dikatakan Humaira.
" kak " (kata Humaira menggoyang lengannya)
" lo kenapa sih dek?, heboh banget, malu-malu dikit napa lo, diliatin orang tuh lo " (kata Gibran)
Kehebohan Humaira memang membuat beberapa orang sontak melihat kearahnya, setelah menyadari dirinya menjadi bahan perhatian adiknya tersebut hanya tersenyum cengengesan sambil menggaruk tengkuknya.
" kelepasan gue kak, habis nih IG gue dibanjiri komentar para Netizen yang maha budiman & maha benar " (kata Humaira)
" apaan emang? " (kata Faiz yang ikutan penasaran)
" selama ini kan gak banyak yang tau kalau kak Zayn abang gue, yang ditau selama ini gue ama kak Zayn pacaran, nah begitu kesebar foto kak Zayn tukar cincin ama kak Rindu membludak nih komentar-komentar yang aneh-aneh, ada yang bilangin kasian gue di selingkuhin kak Zayn, ada yang nyuburin gue, ada yang ngatain kak Rindu pelakor, macem-macem tau kak " (kata Humaira panjang lebar)
Zayn memang sudah menyangka semua ini akan berimbas juga kepada Rindu, mau tak mau kehidupan Rindu akan dilibatkan dengan hidupnya oleh para penggemar Zayn yang membenci para wanita yang dekat dengan Zayn yang bisa dikatakan fans gila untuk Zayn tapi haters untuk Rindu, karena pada umumnya para fans gila sangat membenci idolanya memiliki wanita spesial.
" tenang banget sih lo kak?, lo gak takut apa kalo kak Rindu diapain-apain fans lo yang udah ngerasa kalo kita berdua ini cocok & mikir kalo lo selingkuh sama kak Rindu " (kata Humaira)
" ya terus gue mau ngapain dek, lagian itu kan gak mereka buat berkomentar bebas, gak perlu diambil hati " (kata Zayn)
" ih gila lo kak, lo harusnya ngertiin gimana posisi kak Rindu lah kalo dikatain orang gitu, sabar ya lo kak Rindu dapet orang macam kak Zayn yang selalu menganggap semua permasalahan cuman sepele " (kata Humaira)
tak.....
Zayn menjentikan jarinya kelahi Humaira karena telah berkata sembarangan kepada Rindu.
" aduh " (kata Humaira yang meringis mengelus jidatnya)
" hahahahah, bawel sih lo " (kata Faiz)
" sakit tau, jahat lo kak " (kata Humaira)
" makanya kalo ngomong jangan sembarangan " (kata Zayn)
" kak Zayn apa-apaan sih " (kata Rindu)
Akhirnya wanita disebelahnya yang tak lain adalah tunangannya mengeluarkan suaranya ikut berkomentar.
# Humaira Shakila Najma
Seketika dahinya berubah menjadi memerah karena jentikan jari kakaknya, ulah mulutnya yang berkata tanpa berpikir terlebih dahulu. Humaira hanya cemberut sambil mengelus-ngelus dahinya.
" sini liat, ih merah loh dek, sakit? " (kata Gibran)
" gak sakit-sakit banget sih kak " (kata Humaira)
Gibran mengelus-ngelus dahinya untuk menghilangkan merahnya, kakak sepupunya Gibran memang lebih perhatian dengannya dari pada Faiz.
" masasih merah?, coba gue liat dek " (kata Zayn)
" sakit? " (kata Zayn)
Ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, Humaira tersenyum melihat Zayn.
" sorry ya dek, gue main-main aja tadi, padahal itu tadi udah pelan loh gue ngetek lo " (kata Zayn)
" lagian napa pelan sih Bro, harusnya agak kuat dikit, biar bawelnya ilang " (kata Faiz)
" ih jahara lo kak, gitu ya lo sama gue, kemaren malem aja lo galau-galau ama gue " (kata Humaira)
" ha galau?, emang bang Faiz galau kenapa? " (kata Gibran)
" anu " (kata Humaira terhenti)
Mulutnya saat ini dibekap oleh Faiz karena hampir saja ia memberi tahu perihal kegalauan yang kakak sepupunya rasakan beberapa malam lalu.
__ADS_1
" mana ada gue galau, lo dek sembarangan aja ngomong, kan lo yang galau, hahahaha " (kata Faiz)
" Huma galau? " (kata Gibran)
" lo kenapa dek? " (kata Zayn)
Humaira berusaha melepaskan diri dari Faiz agar tak membongkar kegalauan yang ia rasakan juga.
" emmm, kak Faiz nih mau bikin gue habis napas apa, badan segede gini bekap-bekap gue " (kata Humaira)
" hahahahha " (kata Faiz tertawa)
" happy lo ya, Jangan-jangan udah dapet gebetan baru disini, ck... ck.. ck " (kata Humaira sambil menggelengkan kepalanya)
" namanya juga orang ganteng, wajar lah, tuh jawab pertanyaan dua abang lo dulu baru tanya gue " (kata Faiz meringis)
Humaira menggaruk-garuk kepalanya karena tak sadar dengan tatapan dua pria yang tak lain adalah kakaknya & kakak sepupunya, Rindu yang berada di tempat yang sama hanya diam sambil menggelengkan kepalanya.
" jangan percaya ama kak Faiz kak, gue gak galau kali " (kata Humaira)
" yakin? " (kata Zayn)
Humaira mengangguk-anggukan kepalanya, ia tak ingin Zayn tau bahwa dirinya galau karena baru menyadari perasaannya dengan Bumi, Humaira tak ingin membuat Zayn memutuskan hubungan perjodohannya dengan Rindu hanya demi dirinya.
" eh tuh kak Rindu ama kak Zayn dipanggil tuh, kayanya mau dipoto lagi " (kata Humaira)
Beruntung ia tak perlu mencari alasan lain karena kebetulan Zayn & Rindu harus pergi meninggalkan tempatnya untuk berfoto bersama sanak keluarga.
# Rindu Mentari
Sedari tadi ia harus bolak-balik berdiri untuk meladeni para tamu-tamu yang ingin mengajak berfoto tentu saja bukan hanya dirinya saja tetapi bersama Zayn juga sebagai tunangannya. Zayn menggandeng tangannya sambil tersenyum, memang benar yang dikatakan Humaira saat ini Zayn terlihat sangat tenang, tak sedikitpun wajah stress yang terlihat seperti beberapa malam yang kamu saat tanggal pernikahan mereka telah diputuskan.
Berbeda dengan Zayn dirinya justru sangat sedih karena harus menyaksikan adiknya Bumi kembali galau karena harus bertatap muka dengan Humaira, bahkan saat ini adiknya justru memisahkan diri & memilih duduk bersama anak dari sahabat ibu mereka yang saat ini kebetulan adalah seorang polisi.
" lo jadi balik hari ini? " (kata Zayn)
" iya kak, besok harus langsung kuliah " (kata Rindu)
" tar gue anter lo aja " (kata Zayn)
" gak usah kak " (kata Rindu)
" urusan apa kak? " (kata Rindu)
" jagain lo " (kata Zayn tersenyum)
" dih gombal, ngapain jagain aku, lagian aku juga udah biasa kali sendiri disana " (kata Rindu)
" ya mulai sekarang lo harus biasa gak sendiri soalnya sudah ada gue " (kata Zayn tersenyum)
" ya kan kakak juga sering pergi-pergi kak jadi tetep aja aku harus biasa sendiri " (kata Rindu)
Zayn tiba-tiba mengelus-ngelus puncak kepalanya sambil tersenyum, entah mengapa ia merasa nyaman dengan perlakuan Zayn saat ini.
" pumpung gue libur kita cari-cari rumah buat kita nanti kalo udah nikah, yang agak deket ama kampus lo aja, jadi lo gak ribet " (kata Zayn)
" kalo duit kakak belum cukup gak usah beli dulu kak, ngontrak juga gakpapa kok, lagian kakak juga lama diluarnya kan daripada dirumah " (kata Rindu)
" lo gak usah mikirin masalah duit, masalah duit biar gue yang mikir karena itu tanggung jawab gue buat nyari, kita cari-cari sekarang biar gue bisa sediain bajat yang harus gue siapin " (kata Zayn)
Rindu hanya mengangguk-anggukan kepalanya, jika masalah keuangan Rindu yakin jika Zayn tak akan pernah kekurangan tetapi Rindu hanya tidak mau Zayn terlalu memaksakan diri.
# Humaira Shakila Najma
Sedari tadi ia menatap kearah Bumi yang sedang asik mengobrol dengan anak dari sahabat ibunya, Humaira cukup mengenal anak dari Ega yang merupakan seorang polisi, Bumi nampak sangat serius mengobrol asik dengan Desta, Humaira tau jika Bumi sempat memiliki cita-cita menjadi seorang polisi.
Humaira baru mengetahui bahwa sebenarnya benar apa yang dikatakan kakaknya beberapa saat lalu bahwa Bumi sedang menghindari dirinya, selama ini ia tak pernah terpikirkan hal tersebut benar adanya, tetapi setelah malam ini ia baru tahu jika Bumi benar sengaja ingin menghindar darinya, mungkin saja perasaan yang ia rasa sama seperti yang Bumi rasa & mungkin sebenarnya apa yang dikatakan Rindu memang benar jika sebenarnya ia & Bumi sama-sama saling mencintai tetapi tak pernah menyadari perasaannya masing-masing.
" ngeliatin Bumi apa ngeliatin yang disampingnya lo dek " (kata Faiz tersenyum)
" jangan mikir aneh-aneh lo kak " (kata Humaira)
" hahaha sensi amat, lagi dapet lo " (kata Faiz)
" biarin " (kata Humaira)
__ADS_1
" lo kenal gak sapa yang disampingnya Bumi dek? " (kata Faiz)
" itu Desta bang, anak tante Ega " (kata Gibran)
" oh gitu, kayanya dia naksir lo deh dek, soalnya dari tadi diem-diem dia meratiin lo " (kata Faiz)
" gak usah ngaco lo kak, mana mungkin dia mau ama gue, polisi mah dia yakin gue banyak pasti yang mau ama dia " (kata Humaira)
" pasti banyak juga tuh fansnya Desta " (kata Gibran)
" jelasnya kak, gue tau tuh muka-muka kek gitu pasti banyak penggemarnya " (kata Humaira)
" kak kalo gak salah kak Desta seumuran lo ya?" (kata Humaira)
" iya dek, dulu teman sekolah gue dia, pas gue masih tinggal disini " (kata Gibran)
" ganteng ya dek " (kata Faiz)
" banget kak, tapi apaan coba lo kak bilangin dia ganteng, jangan bilang lo mulai belok ya sekarang gara-gara patah hati, hahahaha " (kata Humaira)
" hahaha, kampret " (kata Faiz)
" ada yang gak gue tau ya? , kok kalian dari tadi bilang masalah galau ama patah hati mulu sih " (kata Gibran)
" rahasia kita ya dek, hahahah " (kata Faiz)
" iya dong, heheheh " (kata Humaira)
Meskipun bisa tersenyum saat ini sebenarnya hatinya sakit karena dirinya & Bumi harus saling menjauh.
# Abimana
Acara berjalan dengan lancar meskipun tamu yang hadir merupakan keluarga inti mereka saja beserta para sahabat, Abimana sangat senang meskipun pertunangan ini hanyalah awal untuk mempersatukan hubungan persahabatannya dengan Aidan menjadi satu keluarga.
Tidak hanya keluarga dari dirinya yang datang saat ini, keluarga dari istrinya juga ikut mengantarkan Zayn hari ini karena tak ingin ketinggalan melihat momen pertunangan Zayn, sudah ada mas Min duduk bersama istrinya disebelah Abimana.
" Bi mas balik duluan ya " (kata mas Min)
" langsung balik rumah mas? " (kata Safitri)
" iya nduk, mas langung aja balik rumah ya " (kata Mas Min)
" lah kenapa nda nginep sih mas? " (kata Safitri)
" iya mas sekali-kali nginep dirumah " (kata Abimana)
" tar aja nginepnya Bi kalo Zayn nikah, soalnya mbak Nunik ngajakin kerumah Revi " (kata Mas Min)
" iya nduk kangen cucu " (kata mbak Nunik)
" oalah gitu, salam ya mba sama Revi " (kata Safitri)
" iya nduk, kalo gitu ini pamit ya " (kata mbak Nunik)
" Hati-hati mbak, mas, makasih ya udah nemanin ngantar Zayn " (kata Abimana)
Ia & Safitri mengantarkan mas Min beserta mbak Nunik menuju pintu, setelah kepergian mas Min & mbak Nunik ia mengajak istrinya untuk kembali ketempat semula untuk bergabung kembali dengan yang lainnya, suasana rumah Aidan sudah mulai agak sepi hanya tersisa sahabat-sahabat saja.
Beruntung karena acara pertunangan Zayn & Rindu saat ini mereka para sahabat bisa berkumpul kembali lengkap dengan anak mereka, di tempat tersebut sudah ada Ega & Randito bahkan Bara & Widia terbang kembali ke kota C untuk melihat acara pertunangan Zayn & Rindu.
" Beb nih sih Desta kok bisa seganteng ini sih sekarang " (kata Widia pada Ega)
" jangan ditanya lah, bapaknya juga ganteng mom " (kata Bara)
" hahaha bisa aja lo Bar " (kata Randito)
" Ngomong-ngomong udah punya pacar belum Desta beb? " (kata Safitri)
" belum sih kayanya beb, soalnya terakhir dia bawa cewek tiga bulan yang lalu & dia bilang udah putus " (kata Ega)
" yang punya anak cewek tinggal lo tuh beb, mau lo jodohin tuh Huma sama Desta " (kata Risya)
" jangan lah beb, lagian Huma masih kecil, tapi kalo nantinya jodoh ya gak bakal nolak gue " (kata Safitri tersenyum)
" lo setuju bang kalo anak gadis kita si Huma jadi ama Desta? " (kata Bara)
__ADS_1
" gue mah setuju aja Bar kalo anaknya mau " (kata Abimana)
Meskipun ia menikahkan Zayn dengan cara perjodohan tetapi ia tak akan melakukan hal yang sama kepada Humaira mengingat saat ini Humaira juga masih terlalu muda bahkan baginya Humaira belum pantas untuk mengenal cinta. Tetapi jika suatu saat Humaira berjodoh dengan anak dari sahabat baiknya ia pasti akan dengan senang hati menikahkan anak gadisnya tersebut.