
#*Bripda Randito Dwi Mahendra
Ia berusaha belajar mencintai calon istrinya yang akan dinikahi dalam waktu dekat ini selama beberapa bulan terakhir, dirinya kini sudah menerima calon istrinya ini bahkan ada sedikit rasa suka tapi belum cinta, hari ini ia telah mengambil cutinya selama satu bulan setengah untuk persiapan pernikahannya, selama satu bulan mulai dari hari ini ia & Ega telah sibuk mempersiapkan segala sesuatunya, ternyata mengurus pernikahan sangat melelahkan juga, ia & Ega harus bolak balik untuk segala macam persyaratan karena menjadi seorang istri polisi atau bhayangkari itu tidak gampang & sangat rumit.
" capek ya? " (kata Bripda Randito)
" capek banget kak, ribet banget ya, mau nikah aja gini banget kak " (kata Ega)
" kalo nikah sama polisi, TNI dll memang gini, banyak persyaratannya " (kata Bripda Randito)
" oh jangan-jangan cewek pada gak mau sama lo takut ribet kaya gini ya kak? " (kata Ega)
" hahahah, sembarangan, cewek mah banyak yang mau sama gue, tapi kalau gue mau sama cewek pasti ceweknya yang gak mau sama gue " (kata Bripda Randito)
" curhat lo kak sama calon istri lo " (kata Ega)
" curhat dikit gak papa ya, kan gak cemburu juga, hehe " (kata Bripda Randito)
" gak cemburu sih kak, tapi gue tetep aja kan calon istri lo, lo gak liat mah pengorbanan gue, apaan coba punya gue disenter-senter dicek-cek buat apa coba, ini cuman demi bisa nikah sama lo doang loh kak, nikah sama orang lain gue yakin gak segini ribetnya tuh " (kata Ega)
Ia merasa lucu dengan keluhan yang dikatakan Ega, menjadi seorang istri polisi memang sangat banyak syaratnya tidak segampang menikah dengan orang biasa, karena menjadi istri seorang polisi juga harus mampu mengemban tugas yang baik. Ia tau jika Ega tidak mengerti sebelumnya jika serumit ini ia berniat akan mengerjai ega.
" emm, emangnya lo disuruh buka-buka ya tadi? " (kata Bripda Randito)
" ya iyalah, gimana gak gue buka orang gue disuruh buka " (kata Ega)
" waduh, jangan-jangan lo tadi didalam diapa-apain tuh " (kata Bripda Randito)
" diapa-apain gimana? " (kata Ega)
" ya itu loh " (kata Bripda Randito)
__ADS_1
" ya emang kenapa? " (kata Ega)
Bripda randito lalu menghadap Ega tangannya memegang bahu kanan kiri Ega, ia akan berakting mengerjai calon istrinya ini.
" lo serius lo tadi buka celana lo, terus punya lo diperiksa, lo tau gak itu bisa nyebapin lo gak perawan " (kata Bripda Randito)
" serius lo kak?, tapi dia gak masukin punyanya lo kak " (kata Ega)
" aduh, terus buat apa gue nikah sama lo kalo lo sudah gak perawan lagi coba, ais " (kata Bripda Randito masih berakting)
" kak serius kak, aaa tolong gue kak, gue gak diapa-apain kenapa bisa perawan gue ilang, aduh gimana dong " (kata Ega cemas)
" kayanya kita gak jadi nikah deh, gue bakal bilang kakek aja sekarang " (kata Bripda Randito yang masih berekting)
" kak jangan kak, gue mohon, nanti orang ngira gue cewek gak baik-baik padahal gue gak pernah ngelakuin sama siapa-siapa, lapor aja ke polisi gimana, kak Dito kan polisi, pelecehan ini namanya " (kata Ega menangis)
Ia tak tahan melihat ekspresi Ega yang sangat lucu karena ketakutan membuatnya tak tahan untuk menahan tawanya.
" kenapa lo ketawa kak?, lo seneng masa depan gue ilang? " (kata Ega masih menangis belum sadar)
" hahahahhahahahah, aduh sakit perut gue " (kata Bripda Randito)
" ooo,...jangan-jangan lo ngerjain gue ya kak " (kata Ega)
" hahahahhahaha, kena deh, hahahhaah " (kata Bripda Randito)
" ih kebangetan lo kak, ngerjain gue,...ih...ih...ih " (kata Ega sambil memukulkan map coklat yang berisikan berkas-berkas)
" aduh...aduh....hahahaha....stop nanti berkasnya lecek tuh,...hahahahah " (kata Bripda Randito)
" bodo amat " (kata Ega memanyunkan mulutnya)
__ADS_1
" marah niyeh " (kata Bripda Randito)
" biarin, suruh sapa ngerjain orang " (kata Ega)
" gak baik lo marah sama calon suami, nanti bisa kena azab " (kata Bripda Randito)
" kebanyakan nonton sinetron azab lo kak " (kata ega)
" ia deh maap, jangan marah lagi ya " (kata Bripda Randito tersenyum)
" gak " (kata Ega)
" please maapin gue, kata orang kalo orang minta maap harus dimaapin loh kalo gak berdosa " (kata Bripda Randito)
" is....iya gue maapin " (kata Ega)
" maapinnya gak iklas banget, senyum dong " (kata Bripda Randito)
" hemmmmm " (kata Ega)
" yang iklas dong, masa senyumnya terpaksa banget sih " (kata Bripda Randito)
" ok...ok... " (kata ega tersenyum), " puas... " (kata Ega kembali)
" hahahhahahaha, gitu dong, yuk baikan yuk jangan marah lagi ya, ya " (kata Bripda Randito menaik-naikan alisnya)
" hahahaha,...apaan sih " (kata Ega tertawa)
" hahahahaha,...ketawa juga dia,...hehehehe,..yuk selfi yuk tanda kita baikan " (kata Bripda Randito)
Bripda Randito mengambil ponselnya mengajak Ega berfoto selfi, selama tiga bulan berhubungan bahkan ia belum pernah kita
__ADS_1