
Malam ini ia beserta suaminya telah berada di apartemen, setelah pulang dari tugas KKN nya, Zayn langsung membawanya ke apartemen yang telah disewanya siang tadi. Apartemen tersebut lumayan luas, perabotannya bahkan sangat lengkap, bahkan di dapur juga sudah ada kompor beserta alat-alat masaknya.
Rindu berencana akan memasak sendiri mulai sekarang untuk menghemat pengeluaran setelah beberapa hari ia & suaminya sangat boros karena terus-terusan makan diluar.
Zayn termaksud sangat sigap dalam masalah tempat tinggal, ia yakin jika suaminya tersebut tak ingin dirinya merasa tak nyaman jika terus-terusan keluar masuk dari hotel yang tentunya saja juga membuat pengeluaran Zayn menjadi lebih banyak.
Rindu tak ingin membuat suaminya tiba-tiba bangkrut & tak memiliki uang karena selama menikahi dirinya pengeluarannya semakin meningkat. Rindu membuka pintu kulkas untuk melihat apa saja isi didalam kulkas tersebut.
Kulkas tersebut masih kosong hanya berisi beberapa minuman kaleng, serta telur beserta beberapa cemilan, Rindu berusaha mencari sesuatu yang bisa ia masak dengan membuka satu persatu lemari yang berada diatas meja kompornya, beruntung ada beberapa bungkus mie instan disana, diambilnya mie instan yang telah berada di lemari tersebut untuk melihat tanggal expired yang tertera di kemasannya.
" cuman ini doang sama telur yang bisa aku masak malam ini, oke seenggaknya gak makan diluar lagi " (kata Rindu sendiri sambil tersenyum)
Rindu menyalakan kompornya untuk mulai memasak mie instan sebagai menu makan malamnya dengan Zayn malam ini, ia masih berdiri di dapur sambil menunggu Zayn yang sedari tadi belum keluar dari kamar mandi untuk membersihkan diri.
Rindu tiba-tiba tersenyum sambil tersipu malu mengingat kejadian sore tadi saat suaminya mengutarakan perasaannya padanya, Rindu sangat bahagia mengetahui perasaan suaminya.
" sayang kamu ngapain? " (kata Zayn yang baru keluar dari kamar mandi)
Rindu menoleh kearah Zayn yang masih berkalung kan handuk sambil terus mengelap rambutnya yang masih basah untuk dikeringkan.
" mau masak kak, tapi adanya cuman ini " (kata Rindu menunjukan mie instan serta telur yang ada ditangannya sambil tersenyum)
" kamu gak perlu masak sayang, kan kita bisa pesen dari luar " (kata Zayn)
" kita jangan makan diluar terus kak, pemborosan, lagian disini ada kompor terus aku juga bisa masak kok, jadi lebih baik mulai sekarang aku masak buat kakak " (kata Rindu tersenyum)
" buat aku aja, buat kamu enggak? " (kata Zayn tersenyum)
" buat kita kak " (kata Rindu)
" ya udah kakak tunggu di meja makan aja ya, ini entar lagi selesai kok " (kata Rindu)
Tidak menolak suaminya tersebut langsung berjalan kearah meja makan & duduk disana sambil terus mengeringkan rambutnya. Tak menunggu lama mie buatannya telah siap untuk dihidangkan, ia membawa dua mangkuk mie instan menuju meja makan.
" tara, makan malam alakadarnya udah siap " (kata Rindu menyajikan semangkuk mie instan buatannya didepan Zayn sambil tersenyum)
" wow, ini mah bukan alakadarnya, spesial " (kata Zayn tersenyum)
" spesial telor ya? " (kata Rindu yang telah duduk disebelah Zayn sambil tersenyum)
" spesial lah buatan istri aku " (kata Zayn)
Rindu tersenyum malu mendengar kata-kata suaminya, ini memang untuk pertama kalinya ia memasak untuk suaminya tersebut meskipun hanya memasak mie instan plus telur ceplos yang ditambahkan didalam mi tersebut.
" makasih ya sayang udah mau masakin aku, ini pasti enak deh soalnya buatan kamu " (kata Zayn sambil mencium tangan Rindu)
Rindu hanya tersenyum sambil mengangguk, memperhatikan suaminya yang mulai memasukan satu sendok mie instan buatannya kedalam mulutnya.
" kak besok mau gak anter aku ke market? " (kata Rindu)
" ok, emang kamu mau beli apaan? " (kata Zayn sambil terus memakan mi instan yang berada di depannya)
Rindu melihat kearah Zayn yang masih terus menikmati satu mangkuk mie instan yang telah ia buat.
" aku mau beli bahan-bahan buat masak kak, soalnya kulkas kita kosong tuh " (kata Rindu)
Zayn hanya diam menatap kearahnya, merasa ditatap oleh Zayn Rindu juga menghentikan aktifitasnya menyantap makanannya.
" kenapa kak? " (kata Rindu bertanya)
" enggak papa, aku cuman mau nanya kamu beneran mau masak? " (kata Zayn seolah tak percaya)
" iya kak, kan tadi aku udah bilang aku mau masak " (kata Rindu)
" kamu serius bisa masak? " (kata Zayn bertanya)
Rindu masih melihat kearah Zayn yang berkata seolah tak percaya jika dirinya bisa memasak di dapur.
" bisa lah, kakak ragu sama aku?, aku beneran bisa masak loh " (kata Rindu tersenyum)
" beneran kamu bisa masak, kok aku kayak gak percaya gitu ya, hahahahah " (kata Zayn tertawa)
__ADS_1
" hahahah, kenapa?, emang kenyataannya aku bisa masak " (kata Rindu)
" hmmm, ok kita buktikan besok, emang mau beli apa aja? " (kata Zayn)
" liat besok aja deh mau beli apa? " (kata Rindu)
Zayn lalu berdiri meninggalkan mangkuk mienya yang telah habis tak tersisa dimeja makan tersebut, Rindu melihat kearah suaminya pergi, Zayn nampak mengambil sesuatu dari dalam dompetnya lalu kembali lagi duduk ditempatnya tadi.
" ini Kartu Atm aku kamu yang pegang, mulai sekarang kamu yang atur keuangan, didalam situ masih ada saldo tabungan aku, gak banyak sih tapi ya lumayan lah " (kata Zayn sambil tersenyum)
" jangan kak, aku gak mau ah pegang kartu Atm kakak, lagian aku juga punya kartu Atm sendiri, aku juga punya tabungan " (kata Rindu menolak kartu Atm milik Zayn)
" sayang, kamu kan udah jadi istri aku, jadi sudah kewajiban aku buat nafkahin kamu, jadi emang sudah sewajarnya kamu pegang Atm aku " (kata Zayn)
" terus kakak gimana kalo aku pegang Atm kakak? " (kata Rindu)
" aku punya kartu kredit, aku cukup pake itu aja, kamu gak usah khawatir kalo soal aku, yang penting kamu harus pinter-pinter ya atur keuangan, soalnya gajih aku gak sebanyak yang kamu pikirkan " (kata Zayn tersenyum)
" emang gajih kakak berapa? " (kata Rindu penasaran), " setau aku pilot itu gajihnya paling sedikit 30jt kak " (kata Rindu melihat kearah Zayn)
Rindu rasa hal ini wajar ia tanyakan kepada Zayn agar ia bisa lebih berhati-hati menyimpan & mengatur keuangan dari gajih suaminya.
" 70 " (kata Zayn singkat)
" 70 juta? " (kata Rindu mengulang)
" iya, 70 juta " (kata Zayn mengulang perkataannya)
" masya allah kak itu mah gak sedikit, aku gak mau ah pegang ATM kakak " (kata Rindu mengembalikan ATM milik suaminya)
" aku gak mau ya terima lagi ATM yang udah aku kasih ke kamu, lagian kamu aneh banget sih, biasa istri tuh kalo di kasih ATM nya suaminya tuh seneng, kamu malah nolak, lagian udah sepantasnya istri itu matre & mata duitan jadi kamu gak usah khawatir kalo aku bakal mikir kamu yang macem-macem karena aku meras mampu menuhin kamu " (kata Zayn), " udah simpen sana ATM aku, inj mangkok kita biar aku yang beresin, kan kamu udah masak buat aku jadi gantian aku yang beresin ini semuanya " (kata Zayn lagi sambil berlalu pergi membawa mangkuknya & Rindu menuju tempat cuci piring)
Rindu melihat punggung suaminya yang pergi menuju arah dapur sambil membawa mangkuk bekas makan mereka berdua, ia hanya menggelengkan kepalanya merasa tak percaya harus menerima kartu ATM suaminya & mengelola keuangan dengan jumlah lumayan banyak. Mengingat profesi suaminya sebagai seorang pilot bukan lah hal yang mustahil Zayn bisa mendapatkan gajih dengan nominal yang luar biasa.
# Humaira Shakila Najma
Ia menggerutu kesal sendiri saat ini karena gosip yang baru saja beredar pagi tadi karena ia berangkat kekampus dengan Gibran, rumor di kampus mulai menyebar soal kedekatannya dengan Gibran, Humaira digosipkan telah menjalin hubungan dengan Gibran, bahkan sudah ada beberapa wanita teman dekat dari kakak sepupunya tersebut yang datang untuk melabrak dirinya.
" bukan salah lo gimana sih kak, gue dilabrak itu jelas-jelas gara-gara lo, tuh cewek-cewek yang ngelabrak gue kan yang suka sama lo, sebel gue " (kata Rindu)
" emangnya salah gue dimana coba?, gue kan gak minta buat mereka suka sama gue " (kata Gibran).
Humaira menatap kearah Gibran yang saat ini juga telah melihat kearahnya, memang sebenarnya ini semua bukan salah kakak sepupunya jika dirinya di sukai para gadis di kampusnya, selama ini juga setau Humaira, Gibran tak pernah memberikan harapan lebih kepada mereka, sehingga Gibran memang tak patut disalahkan dalam hal ini.
" iya sih " (kata Humaira)
" nahkan, makanya lo jangan marah sama gue, lagian salah lo gak mau ngaku gue sepupu lo " (kata Gibran)
" kok jadi lo salahin gue kak, gue ngelakuin ini kan gara-gara banyak yang suka sama lo kak, gue gak mau ribet " (kata Humaira)
" iya-iya salahin aja udah muka gue, tar gue OP muka gue kaya bang bolot, biar lo mau ngakuin gue " (kata Gibran)
" hahahaha, apaan sih ngaco, muka bagus-bagus malah mau dibikin unik " (kata Humaira)
" ya lo aneh, punya abang sepupu seganteng gue gak mau ngakuin " (kata Gibran)
" ya tar gue ngaku deh, tapi kalo gue ngaku gak ada yang bakal ganggu gue kan, males gue diribetin cewek-cewek yang mau caper sama lo " (kata Humaira)
" enggak " (kata Gibaran)
" ok " (kata Humaira)
Humaira tersenyum melihat kearah kakak sepupunya yang juga tersenyum melihat kearahnya, Gibran mengelus-ngelus rambutnya & mencubit pipinya pelan, di perlakukan seperti ini dengan kakak sepupunya Humaira sudah merasa biasa.
" lo itu cantik " (kata Gibran)
" emang " (kata Humaira)
" kenapa lo harus jadi sepupu gue? " (kata Gibran lagi)
" hemmmm, ya karena gue anak dari kakak bokap lo kak, aneh sih " (kata Humaira)
__ADS_1
" bukan gitu " (kata Gibran lagi)
" terus? " (kata Rindu)
" kenapa lo gak jadi pacar gue aja " (kata Gibran tersenyum)
" hemmm, kenapa? " (kata Humaira tersenyum)
" ya karena gue suka sama lo, hahaha " (kata Gibran tertawa)
" ih kambing lo kak, hahahaha " (kata Humaira tertawa)
Humaira tertawa karena kata-kata Gibran yang terdengar tak masuk akal sepertu orang ngelantur.
# Abdul Zayn Mikail
Setelah selesai mencuci mangkuk beserta peralatan dapur yang telah digunakan istrinya untuk memasak Zayn langsung menghampiri istrinya yang saat ini telah membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur mereka, istrinya sangat cantik dengan mengenakan gaun tidurnya yang tak seberapa terbuka namun masih terlihat sangat seksi.
Zayn duduk ditepi ranjang masih terus memperhatikan istrinya, Rindu masih sibuk melihat ponselnya tanpa melihat kearah Zayn, karena penasaran Zayn lalu mendekat kearah Rindu.
" liat apa sih? " (kata Zayn)
" tapi kakak jangan marah ya kalo liat? " (kata Rindu menutup ponselnya)
" emang apa?, coba liat " (kata Zayn)
" liat foto aku bareng temen-temen aku tadi " (kata Rindu)
Rindu memperlihatkan fotonya bersama teman-teman KKN nya tadi sore, karena pose tersebut nyaris saja Zayn tak bisa menahan diri karena merasa cemburu, kali ini melihat pose tersebut dalam bentuk foto yang telah dishare di Instagram Zayn kembali lagi merasa cemburu melihat Rindu bersebelahan dengan pria lain.
Zayn memberikan ponsel milik Rindu tanpa berkata apapun, ia langsung berbaring & memejamkan matanya disebelah Rindu, ia tak ingin emosinya tersulut & membuat Rindu menangis jika terus-terusan melihat istrinya melihat foto tersebut.
" kak " (kata Rindu yang berada disebelah Zayn sambil menggoyang tangannya)
Zayn masih tak menjawab Rindu, ia tak mau harus berdebat dengan istrinya hanya karena masalah sepele seperti itu sehingga ia lebih memilih untuk memejamkan matanya & berusaha untuk tidur.
" kak Zayn marah ya? " (kata Rindu lagi), " maafin aku ya " (kata Rindu memeluk Zayn)
Merasakan sentuhan istrinya Zayn tiba-tiba membuka matanya & membalikan tubuhnya kearah Rindu, Zayn menatap kearah Rindu yang juga menatap kearahnya, jarak mereka sangat dekat sehingga ia bisa merasakan hembusan nafas Rindu, reflek Zayn memajukan bibirnya ke bibir Rindu.
Tak mendapatkan penolakan Zayn terus melakukan aksinya, nafas mereka berdua saling memburu menjadi satu, Zayn mulai tak bisa menahan hasratnya kali ini karena mendapatkan balasan Rindu, ia melepaskan ciumannya lalu menatap kearah Rindu yang terlihat nampak malu-malu. Zayn tersenyum melihat istrinya yang wajahnya terlihat mulai merona, Zayn memegang bibir Rindu & mengelapnya pelan.
" kok gak nolak? " (kata Zayn berusaha bertanya sambil tersenyum)
" kalo aku tolak aku dosa dong " (kata Rindu tersenyum)
" jadi kalo aku minta lebih kamu juga gak bakal nolak kan? " (kata Zayn tersenyum nakal)
Merasa mendapatkan lampu hijau Zayn mencoba memastikan apakah istrinya tersebut sudah siap untuk memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri sepenuhnya.
" tergantung " (kata Rindu tersenyum)
" maksudnya? " (kata Zayn menaikan satu alisnya)
" ya aku mau mastiin aja kalo kakak gak marah sama aku " (kata Rindu)
" aku gak marah asal kamu kasih hak aku malam ini " (kata Zayn tersenyum)
Istrinya hanya mengangguk sambil tersenyum, mendapatkan persetujuan dari istrinya Zayn berusaha memastikan sekali lagi.
" emang kamu udah siap? " (kata Zayn)
Rindu hanya mengangguk sambil tersenyum, Zayn lalu mendekatkan wajahnya kembali kearah Rindu, bibir mereka menyatu kembali & saling berpagutan, Zayn mulai meraba tubuh istrinya dengan tangannya, Rindu mengelu merasakan sentuhan-sentuhan dari tangan Zayn, malam ini ia kan menjadikan istrinya menjadi miliknya selamanya.
foto Rindu yang membuat Zayn cemburu
\=> selamat membaca, jangan lupa baca juga novel baru Authore ya " Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda " sudah ada tiga episode & baru diupload 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1