Polwan Cantik

Polwan Cantik
#140


__ADS_3

*******


Seorang pria bersembunyi dibalik pepohonan melihat acara sakral wanita pujaannya bersanding dengan pria lain amarahnya membludak ia hanya bisa meremas kedua tangannya karena sangat emosi, Safitri begitu anggun & cantik duduk disana tetapi kenapa ia tak bisa bersanding dengan dirinya, tak bisakah Safitri melihat betapa ketulusan cintanya ini lebih dari Abimana, apa yang dilihat dari Abimana, wajahnya juga tidak kalah tampan dibanding Abimana, dia segera membalikan badannya & menuju arah parkiran masuk kedalam mobilnya lalu melesat pergi menjauh, dia merencanakan sesuatu untuk Safitri, tapi kali ini ia tidak ingin menyakiti Safitri karena sasarannya adalah Abimana.


" gue harus pisahin lo dari Abimana Fit, gue gak masalah dapat lo dalam keadaan janda gue gak perduli yang penting lo harus jadi milik gue " (kata pria tersebut)


Ia berkali-kali memukul setirnya & mengacak-acak rambutnya karena kesal, membayangkan wanita tercintanya malam ini akan disetubuhi oleh Abimana, ia tak bisa melakukan apapun ia hanya bisa meluapkan emosinya sendiri saat ini, ia terus berteriak didalam mobil sambil menangis, baru kali ini ia merasakan sesakit ini melihat wanita yang dicinta bersanding dengan orang lain.


" baaaaajjjiiiingaaaaaaaan,... brengsekkkkkkk,....kalo gue gak bisa dapat Safitri lo juga gak bakal bisa miliki dia " (kata pria tersebut kesal)


#Safitri


Acara masih berjalan lancar tamu undangan semakin ramai, bahkan saat ini sudah ada beberapa teman di SPNnya dulu yang sengaja terbang kesini demi menghadiri acara pernikahannya seperti, Fira, Adila, Naya, Bela, Filove dll, Safitri & Bripka Abimana terus tersenyum sambil bergandengan, terkadang suaminya memegang pinggangnya erat supaya tidak ada jarak diantara mereka, setalah beberapa jam akhirnya acara pun selesai & berjalan lancar, jam telah menunjukan pukul 09.00malam, para tamu undangan sudah tidak ada lagi, Safitri & Abimana segera mengahampiri sahabat & teman-teman mereka masih dengan mengenakan baju pengantin, malam ini mereka akan berkendara pulang kerumah Safitri.


" waduh bau-bau angetnya penganten baru ya, jadi pengen cepet nyusul " (kata Aidan)


" sabar bang lo harus nunggu Risya dua tahun lagi, ya kan beb " (kata Ega)


" iya lah,...awas kalo kamu kegatelan sayang sampe selingkuh terus kawin sama orang lain " (kata Risya)


" engga lah sunshine, aku cuma sayang kamu kok " (kata Aidan)


" gombal tuh beb " (kata Safitri)


" lo gak usah komentar deh Fit,...lo pikirin aja nasib lo malam ini, yakan bang " (kata Bara kepada Abimana)


Safitri seketika melihat kearah suaminya karena Bara, membuatnya seketika membuatnya menelan salifanya dengan susah payah, angin dingin serasa berhembus membuatnya menjadi merinding.


" lo kenapa?, ahahaha " (kata Bara menggoda Safitri)


" hahahha,...jangan kasih kendor bang " (kata Dito)

__ADS_1


" sudah ada rencana bang berapa ronde " (kata Aidan)


" heeeemmmm,...yang jelas sampe pagi " (kata Abimana)


" weiiisssssss " (para pria)


Para wanita disini hanya diam saja mendengar para pria berbincang fulgar sampai saatnya Widia membuka suara.


" issss....pada ngeres,...kita bawa kabur aja yo Safitri biar nyaho " (kata Widia)


" Bar cwe lo Bar macem-macem mau bawa kabur istri gue " (kata Abimana)


" yang jangan aneh-aneh yang, pengantin barunya mau wikwik, kamu jangan iri dong yang nanti kita juga bakal wikwik kok kalo udah nikah " (kata Bara)


" yang kalo ngomong jangan nyleneh ya " (kata Widia memukul Bara menggunakan tasnya)


Melihat itu mereka tertawa bersama-sama, Safitri berfikir setelah ini siapa lagi yang akan menyusulnya & Ega untuk melepas statusnya menjadi seorang istri, tinggal Risya & Widia.


" aih udah gak tahan tuh bang, sikat bang " (kata Bara)


" heran nih Bara, Abang Lo yang nikah Lo yang fiktor sih " (kata Risya)


" hahahaha, Lo jangan mupeng ya Bar, sekolah dulu Lo yang bener " (kata Dito)


" hahahaha, tuh bang lepasin, kalo gak gue aja deh yang lepasin " (kata Bara)


" gue jitak lo de berani sentuh bidadari gue " (kata Abimana)


" ciiiiiieeeeeehhhh " (kata mereka)


Mendengar itu Safitri menjadi malu, pipinya bersemu merah sambil tersenyum menahan malu.

__ADS_1


" bang kayanya gue sama Ega balik duluan ya, kasian nih bini gue sama anak dalam perutnya " (kata Dito)


" ya pulang gih bang Dito, buruan tengokin anak lo " (kata Bara)


" Bara lo memang punya mulut kaya sampah ya asal nyeblak aja, selama hamil empat bulan ini rasanya benci banget gue sama lo " (kata Ega)


" hahahahhahahah " (mereka semua tertawa bersama)


" bang Randi, hati-hati tuh anak bang Randi mirip sama Bara, habis Ega benci banget sama pacarnya Widia " (kata Widia)


" idih,...masa iya mirip Bara, kan gue bapaknya " (kata Dito)


" iya bang Dito, ati-ati anak lo mirip gue " (kata Bara)


" udah yuk kak kita balik males liat Bara " (kata Ega), " bebeb-bebeb gue pulang duluan ya,... yuk Wid " (kata Ega)


" da....." (mereka semua)


Kini mereka semua saling memisahkan diri, Safitri bersama Abimana telah berada dimobil untuk pulang kerumah Safitri, selama beberapa hari mereka akan tinggal dirumahnya Safitri sebelum pindah kerumah Abimana, sekitar tiga puluh menit akhirnya mereka sampai juga dirumah Safitri disana mereka telah disambut oleh ibu beserta keluarga besar karena sangat lelah mereka berdua segera masuk kedalam kamar & mandi lalu mengganti baju, Safitri mengenakan lingeria yang sangat sexsi sedangkan Bripka Abimana mengenakan kimono tidur dengan celana kolor didalamnya, mereka berdua duduk diatas ranjang, ia tersenyum kearah suaminya, suaminya bergerak untuk mendekat memeluknya, terdengar suara detak jantung mereka berdetak saling berbalas-balasan suasana tiba-tiba sunyi senyap, ia sangat gugup karena malam ini ia akan melakukan malam pertamanya dengan suaminya tanpa menunda-nunda. Saat bibir mereka akan berciuman tiba-tiba listrikpun padam, membuat Safitri spontan teriak karena takut gelap.


" aaaaa " (kata Safitri)


Replek mulutnya kini telah dibungkam suaminya sehingga suara teriakannya terhenti.


" sayang kenapa teriak sih, belum juga abang apa-apain, nanti yang diluar denger dikira abang udah jebolin ade " (kata Abimana)


" bang aku takut gelap makanya aku teriak, sana cari lilin gih " (kata Safitri)


" is gak ah yang pengen disini aja, lagian enak kan gelap-gelap gini " (kata Abimana)


" sayang please aku gak bisa napas rasanya kalo gelap gini " (kata Safitri)

__ADS_1


Dengan sangat terpaksa ia melihat suaminya turun dari ranjang untung mangembil lilin.


__ADS_2