
Zayn baru membuka matanya setelah satu jam tertidur sesudah menghubungi Humaira, jam telah menunjukan pukul 04.00sore, ia segera bangun dari tidurnya menuju kamar mandi, sore ini ia akan kembali ke kota C, sebelum kembali ke bandara ia akan mandi terlebih dahulu untuk menyegarkan tubuhnya, setelah selesai mandi ia segera keluar untuk bersiap-siap, di lihatnya ponsel miliknya yang berada diatas tempat tidurnya, ada sekitar 345 notifikasi pesan WhatsApp masuk, beberapa pesan WhatsApp dari fans-fansnya, dari kedua orangtuanya, dari orang tua Rindu, dari Faiz, dari Gibran, dari Humaira & dari Rindu, Zayn hanya membuka pesan-pesan WhatsApp yang penting-penting saja, bukan bermaksud sombong ia tak membalas pesan-pesan WhatsApp dari para fansnya karena jika ia ladenin pesan-pesan tersebut akan semakin panjang & tidak akan ada hentinya. Setelah membalas pesan-pesan tersebut kini giliran ia membuka pesan dari Rindu, sebelum ia membuka pesan Rindu ia tersenyum karena Rindu akhirnya mengiriminya pesan, ia segera membuka pesan tersebut.
📩 pesan WhatsApp masuk Rindu
Rindu : kak Zayn aku ke kampus sama Huma
Zayn : masih di kampus lo sekarang?
Zayn : gue baru bangun
Zayn menunggu balasan pesan WhatsApp yang ia kirim untuk Rindu, ia duduk di tepi ranjangnya sudah dengan seragamnya lengkap dengan Atributnya.
*tik.. tik...tik..
Ponsel miliknya berbunyi kembali tanda notifikasi pesan WhatsApp masuk ia segera melihat pesan masuk yang tak lain dari Rindu, ia kembali lagi tersenyum, akhirnya Rindu membalas pesan darinya tanpa menunggu lama padahal ia akan memberi tambahan hukuman kepada Rindu jika ia tak segera membalas pesan darinya.
📩 pesan WhatsApp masuk Rindu
Rindu : kak Zayn aku ke kampus sama Huma
Zayn : masih di kampus lo sekarang?
Zayn : gue baru bangun
Rindu : masih kak
Zayn : belum pulang?
Rindu : belum kak
Zayn : nanti pulang tunggu Faiz
Rindu : tapi gak ngerepotin kak?
Zayn : gak, entar lo langsung ikut jemput gue
Rindu : ke bandara?
Zayn : iya lah
Rindu : kakak jam berapa balik?
Zayn : bentar lagi
Rindu : kalo kemalaman gimana?
Zayn : tar gue suruh Faiz ajak lo muter-muter
Rindu : pulang malem lagi dong akunya
Zayn : gak papalah, lo gak mau ketemu gue?
Rindu : kan tadi udah ketemu
Zayn : udah ya gue mau berangkat
Rindu : Hati-hati kak
Zayn : iya
Ia segera keluar dari home basenya menuju bandara, saat sedang berjalan ia bertemu dengan co-pilot Indra.
" sore kapten " (kata Indra)
" sore, sudah siap? " (kata Zayn)
" siap kapten, kapten besok rute mana? " (kata Indra)
" besok off gue ndra, istirahat dulu, sudah full 30jam gue " (kata Zayn)
" mantap kapten, rencana mau kemana kapten? " (kata Indra)
" keliling yang jelas ndra " (kata Zayn)
Jadwal penerbangan Zayn untuk satu minggu ini sudah full 30 jam sesuai dengan standar maksimal penerbangan yang telah ditentukan.
# Safitri
Sore ini Safitri hanya tinggal berdua saja dengan Abimana di rumahnya karena anak bungsunya pagi tadi pergi kerumah pamannya di kota C untuk melihat kampus yang akan ia daftar setelah lulus sekolah nantinya. Hanya tinggal berdua saja di rumah seperti ini membuat Safitri merasa sangat kesepian, biasanya ada anak bungsunya yang sangat bawel menemani mereka berdua.
Mulai saat ini Safitri & Abimana harus membiasakan hidup hanya berdua seperti ini mulai sekarang karena beberapa bulan lagi anak bungsunya memang harus pergi hidup terpisah dari mereka untuk melanjutkan pendidikannya di kota C.
" sayang gimana kalo kita pergi keluar aja yuk " (kata Abimana)
" kemana bang? " (kata Safitri)
" Ke rumah mas Min aja gimana?, abang mau tukar pikiran sama mas Min sayang " (kata Abimana)
" mau bahas apa tuh? " (kata Safitri)
" mau bahas gimana kalo kita bikin anak lagi " (kata Abimana)
" ah ngacok papi, mami gak mau loh ya, kita udah tua ini loh " (kata Safitri)
__ADS_1
" hahahah, gak sayang papi cuman main-main, tapi adek belum tua loh sayang, masih tetep antik kok " (kata Abimana)
" bisa banget gombalnya, pi ngomong-ngomong ini kita sepi banget ya, biasa ada adek terus tiba-tiba gak ada jadi gimana gitu " (kata Safitri)
" iya sayang, biasa adek yang paling bawel, tapi ya mau gimana lagi kan emang gak lama lagi Huma bakal ninggalin kita buat kuliah sayang " (kata Abimana)
" tar kalo Huma gak ada makin sepi tuh kita pi " (kata Safitri)
" tapi lama-lama kita bakal biasa kok sayang, ya udah yuk siap-siap mi " (kata Abimana)
Safitri segera bersiap-siap untuk pergi kerumah kakaknya bersama Suaminya, padahal baru beberapa hari yang lalu ia pergi kerumah kakaknya tersebut saat acara syukuran Airin anak dari kakaknya akan pindah rumah. Setelah selesai berganti pakaian ia segera turun bersama suaminya menuju pintu keluar, setelah itu mereka berdua segera menaiki mobil & berkendara menuju rumah mas Min. Jalanan sore ini lumayan ramai, banyak kendaraan berlalu lalang di jalan raya, saat sore seperti ini banyak para pekerja pulang dari kantor menuju rumah masing-masing.
Mobil yang dikendarai suaminya melaju dengan kecepatan sedang, Safitri memandangi pemandangan disepanjang jalan, beberapa tahun berlalu pemandangan di kota xxx banyak sekali perubahannya, taman-taman dibangun dengan sangat cantik, tatanan kota yang sangat rapi, gedung-gedung tinggi berderet menjulang tinggi, bisa dikatakan kota xxx merupakan kota yang berkembang pesat bahkan semakin tahun semakin lebih maju. Kota xxx merupakan kota asal kelahirannya, disinilah ia tumbuh & di besarkan oleh kedua orangtuanya, di kota ini pulalah ia dipertemukan dengan suaminya.
" sayang, mau beli sesuatu dulu gak nih buat oleh-oleh? " (kata Abimana)
" boleh pi, beli martabak telor aja pi kesukaan mas Min sama mba Nunik " (kata Safitri)
" beli di depan lapangan aja ya yang enak? " (kata Abimana)
" muter jauh dong kita sayang " (kata Safitri)
" gak papa sayang " (kata Abimana)
Setelah beberapa puluh menit berkendara akhirnya mereka sampai juga di depan gerobak penjual martabak telur, ia pun segera memesan beberapa porsi untuk dibawa kerumah kakaknya.
# Rindu Mentari
Jam telah menunjukkan pukul 05.30sore, ia masih berada di kampus bersama Humaira & Gibran sambil berkeliling melihat-lihat sekeliling kampus, Rindu cukup senang bisa menemani Humaira melihat kampus tempat ia berkuliah seperti ini, Humaira terlihat sangat antusias & tertarik dengan kampus tersebut.
" gimana dek?, minat kan kuliah disini? " (kata Gibran)
" lumayan kak, insyallah deh pasti di sini kalo keterima " (kata Humaira)
" aamiin, semoga bisa masuk di sini ya dek, biar bisa bareng kita " (kata Rindu)
" aamiin, biar makin deket calon adek ipar sama kakak iparnya " (kata Gibran)
" jelasnya " (kata Humaira)
" oh iya Rin, bang Zayn WA gue katanya lo pulang ama Faiz aja, jadi gue bareng ama Huma langsung kerumah gue " (kata Gibran)
" iya Gib, tadi kak Zayn juga WA aku kok " (kata Rindu)
" bentar lagi sampe pasti bang Zayn sampe, lagian Bang Faiz juga masih dijalan kok " (kata Gibran)
Rindu melihat jam ditangannya, setelah itu ia memperhatikan sekelilingnya, langit sudah mulai menggelap, suasana kampus sudah mulai sepi, tinggal beberapa gelintir murid yang berada disana.
" ya udah kak Gibran biar kak Rindu ikut kita balik ke rumah lo, tar kak Faiz biar jemput kak Rindu di rumah lo " (kata Humaira)
" ada benernya juga lo dek, ya udah gue hubungi dulu bang Faiz " (kata Gibran)
Setelah Gibran menghubungi Faiz mereka bertiga langsung naik kedalam mobil milik Gibran menuju rumah Gibran, rumah Gibran lebih jauh dari Kost-kostan Rindu, arah rumah Gibran & kost-kostan Rindu berlawanan arah, seharusnya ia bisa langsung ke kost-kostannya sore ini tanpa harus menunggu Faiz di rumah Gibran, semua ini ia lakukan semata-mata karena permintaan Zayn. Setelah berkendara beberapa puluh menit akhirnya mobil yang dikendarai Gibran sampai juga di rumah Gibran, mereka bertiga segera turun menuju arah pintu masuk, setelah berada di dalam rumah mereka bertiga duduk di ruang tamu.
" kak Rindu mau minum apa?, Huma ambilin " (kata Humaira)
" air putih dingin aja dek " (kata Rindu)
" oke " (kata Humaira)
" dek gue ambilin juga ya " (kata Gibran)
" siap, mau apa kak? " (kata Humaira)
" samaan aja dek " (kata Gibran)
Tak lama ibu Gibran yang merupakan sahabat dari ibunya keluar dari arah dalam, ia menghampiri Rindu & Gibran sambil tersenyum.
" aduh ada Rindu, apa kabarnya sayang? " (kata Widia)
" baik tante " (kata Rindu)
" cantik loh kamu kaya mama kamu " (kata Widia)
" makasih tante, tante juga cantik loh " (kata Rindu sambil tersenyum)
" ah bisa aja kamu sayang, oh iya ini Ngomong-ngomong Huma mana? " (kata Widia)
" ambil minum dia mom buat kita berdua " (kata Gibran)
" kenapa kamu gak bantu Huma sayang, ya udah mommy mau ke dapur bantu Huma dulu " (kata Widia), " Rindu santai aja ya di rumah tante anggap aja rumah sendiri tante kebelakang dlu ya " (kata Widia)
" iya tante " (kata Rindu)
Riindu berkali-kali menatap arah jam tangannya, agak kesal harus menunggu seperti ini seharusnya ia sudah berada di kamar kost-kostan saat ini. Saat ini adzan magrib telah berkumandang, terlihat Humaira datang membawa sebuah nampan berisikan air minum serta makanan ringan mendekat kearahnya.
" nih kak Rindu
, kak Gibran, diminum dulu " (kata Humaira)
" makasih dek " (kata Gibran tersenyum)
" kak Rindu mau sholat?, udah adzan tuh " (kata Humaira)
__ADS_1
" iya dek mau numpang sholat " (kata Rindu)
" ayo ke kamar Huma, kak Gibran sana buruan juga Sholat " (kata Humaira)
" so sweet banget sih, kasian banget gue jomblo gak ada yang ngingetin buat sholat malah adek sepupu yang nyuruhin sholat " (kata Gibran)
" hahahha, ya udah sih sholat buruan sana kak, kita duluan ke kamar ya " (kata Humaira)
Rindu hanya tersenyum ke arah Gibran sambil berjalan bergandengan dengan Humaira menuju arah kamarnya.
" ini kamar khusus buat Huma kak kalo nginep disini, dulu Huma kalo libur sering kesini waktu masih kecil makanya onty Wid sama uncle Bara bikinin kamar khusus buat Huma " (kata Humaira)
" jadi nanti kalo Huma kuliah tinggal di sini? " (kata Rindu)
" iya kak, kakak gak usah khawatir tar kalo kakak udah nikah sama kak Zayn bisa sering-sering nginep di sini " (kata Humaira)
" waduh itu lagi di bahas " (kata Rindu)
" hahahahahah, ya udah deh sholat aja kita kak " (kata Humaira)
Mereka berdua segera berwudhu untuk segera menunaikan ibadah sholat maghrib, setelah selesai sholat maghrib ia & Humaira keluar dari kamar menuju ruang tamu kembali, di ruang tamu tersebut sudah ada Faiz bersama Gibran duduk menunggu.
" hallo adek kakak yang paling cantik sendiri " (kata Faiz menyapa Humaira)
" Hai kakak Huma yang paling playboy " (kata Humaira)
" hahahaha bisa aja lo bilangin bang Faiz playboy " (kata Gibran)
" iya nih Huma, gue puji-puji cantik malah bilangin playboy pula, kakak bukan playboy kali cuman terlalu baik makanya gak bisa nolak cewek yang mau sama kakak, hahahahah " (kata Faiz)
" alesan " (kata Humaira)
" hahahah, ngeles banget ya dek bang Gibran " (kata Gibran)
" banget kak " (kata Humaira)
" namanya juga rejeki mana bisa ditolak, heheheh " (kata Faiz)
" ya udah sana deh jemput kak Zayn, tar ngambek loh dia " (kata Humaira)
" astaga iya lupa gue " (kata Faiz)
" emang kak Zayn suka ngambek dek? " (kata Rindu)
" banget kak, telat dikit aja jemput bisa ngambek dia, jadi buru deh soalnya tuh orang moyangnya On time kaya papi " (kata Humaira)
" hust, kualat lo bawa-bawa papi dek " (kata Gibran)
" hehehehe " (kata Humaira hanya tertawa)
" ya udah yuk " (kata Faiz mengajak Rindu)
Rindu & Faiz segera berpamitan untuk pergi menjemput Zayn di Bandara.
# Abdul Zayn Mikail
Saat ini pesawatnya telah mendarat dengan baik, para penumpang segera bersiap untuk turun dari pesawat, Zayn melihat jam di tangannya, jam telah menunjukan pukul 07.00 malam, ia mendarat di kota C tepat seperti perkiraannya, belum terlalu malam pikirnya untuk bisa bertemu dengan Rindu, diambilnya kacamata miliknya yang ia letakkan disaku depanya & dipakainya.
Penampilan Zayn memang sangat luar biasa, saat memakai kacamata hitamnya ia lebih terlihat semakin cool dibandingkan saat tak memakai, Zayn adalah satu-satunya kapten pilot muda yang memiliki wajah sangat rupawan bahkan berkali-kali ia selalu mendapatkan undangan dari televisi-televisi swasta untuk di wawancarai tetapi ia selalu menolaknya.
" kapten sudah gak ada penumpang kayanya " (kata Indra)
" iya kah, ayo kita turun Ndra " (kata Zayn)
" mari kapten " (kata Indra)
Zayn keluar dari kokpit bersama Indra, rupanya para kru awak pesawat sudah bersiap-siap untuk turun juga.
" Wih kapten bikin Nara klepek-klepek aja deh " (kata salah satu Pramugari bernama Nara)
" iya kapten " (kata Pramugari bernama Sofi)
" klepek-klepek kenapa? " (kata Zayn tersenyum)
" aduh kapten jangan senyum gitu lah, bikin hati makin meleleh aja sih " (kata Bina)
" liat gue meleleh gak? " (kata Indra)
" Liat lo bukan meleleh Ndra tapi beku, bosen liatnya " (kata Maura salah satu Pramugari yang juga menyukai Zayn)
" tega " (kata Indra)
" hahahahaha " (mereka tertawa bersama)
Meskipun Zayn termaksud Kapten pilot yang tak banyak bicara dengan para kru tetapi bukan berarti Zayn adalah pilot yang sombong karena Zayn biasanya memang hanya bicara seperlunya saja dengan para kru, seperti pada saat ini saat Pramugari mengomentari dirinya ia hanya menjawab sekali lalu tersenyum.
" besok kita gak ketemu Kapten Zayn deh " (kata Bina)
" tapi kan masih ketemu gue " (kata Indra)
" walaupun gak ada gue tapi harus tetep semangat ya, jangan lupa senyum, jangan sombong-sombong " (kata Zayn)
" siap Kapten " (kata mereka semua)
__ADS_1