
Mereka berempat masih berjalan bersama sambil menenangkan risya agar tidak panik, mereka bertiga bergantian membopong risya, saat turun dari tangga eskalator tiba-tiba ada bang aidan memanggil mereka dari arah belakang dengan wajah paniknya.
"fit kenapa ni istri gue"(kata aidan)
"aaaaa,....bang....sakit bang"(kata risya)
"sayang kenapa sayang"(kata aidan merangkul istrinya sambil mengelap keringat istrinya)
"bang aidan,...ini risya mau melahirkan"(kata safitri)
"haaaaa,...apa,...istri gue mau ngelahirin,..sini biar gue gendong"(kata aidan)
"bentar bang tunggu sampe bawah dulu"(kata ega)
Setelah berada dibawah aidan menggendong risya kelur dari moll dengan dilihat oleh beberapa orang yang melihat penasaran kearah mereka, bara datang dari arah belakang bersama abimana.
"sayang apa risya mau melahirkan?" (kata bara)
"iya yang"(kata widia)
Setelah sampai diparkiran aidan membawa widia masuk kedalam mobil.
"gue aja yang nyetir bang, lo jaga istri lo aja dibelakang"(kata bara,)
"ok bar, tolong cepet ya bar"(kata aidan panik)
"sudah kalian duluan aja, gue nyusul pake mobil gue sambil nunggu randi"(kata abimana)
Mobil yang dikendarai bara melaju dengan pesat menuju arah rumah sakit, sedang safitri bersama suaminya & ega masih menunggu randito.
"ka dito ngapain si bang ko lama banget?"(kata ega)
"dia lagi bayar makanan kita tadi"(kata abimana)
__ADS_1
"abang kenapa sama yang lainnya bisa disini, mana zayn?"(kata safitri)
"abang sama yang lain cari makan sayang, zayn dirumah lagi bobo, kebetulan pas lagi makan tadi randi liat ade sam yang lain mapah risya"(kata abimana)
Tidak lama randito keluar juga menuju arah mereka dengan terengah-engah sedikit berlari.
"ran lo aja yang nyetir"(kata abimana memberikan kunci)
"oke bang"(kata randito) "ayo sayang"(kata dito lagi pada ega)
"iya ka"(kata ega)
"ayo sayang masuk"(kata abimana membukakan lintu safitri)
Mobil segera melaju dengan pesat, safitri sangat cemas dengan sahabatnya sampai tangannya berkeringat.
"ka dito tolong yang laju ya"(kata safitri)
#* muhammad aidan prabowo
Saat ini ia berada diruang bersalin menemani istrinya yang akan melahirkan anak pertamanya, ia tak menyangka istrinya akan melahirkan hari ini jauh dari perkiraan dokter.
"aaaaaa......uuuuhhhh....bang sakit bang"(kata risya)
"tahan ya sayang"(kata aidan)
Dokter yang menangani istrinya saat ini memberi intruksi kepada istrinya, hatinya bergetar menyaksikan istrinya sedang berjuang mempertaruhkan hidup & matinya untuk melahirkan anak mereka, dielapnya berkali-kali peluh keringat yang membasahi kening istrinya.
"ya allah kuatkan istri hamba ya allah, berikan dia kekuatan, lancarkan lah persalinan anak kami"(kata aidan dalam hati)
Setelah beberapa puluh menit akhirnya anaknya lahir juga, seorang bayi perempuan yang sangat cantik.
"alhamdulillah"(kata aidan sambil mencium kening istrinya)
__ADS_1
Matanya berkaca-kaca merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena kelahiran anak mereka.
#* safitri
Saat ini ia & suaminya beserta dua sahabatnya & pasangannya masing-masing menunggu diluar ruang bersalin karena sahabat mereka risya akan melahirkan anak pertamannya.
"alhamdulillah" (mereka semua yang berada diluar ruang persalinan)
Akhirnya anak risya telah lahir juga, safitri memeluk sahabatnya ega sambil menangis haru, mengingat perjalanan persabat mereka bertiga yang cukup terbilang lama dari jaman mereka masih belasan tahun saat mereka duduk dibangku menengah pertama sampai saat sama-sama mendapatkan pasangan hidup & kini masing-masing telah mempunyai anak.
"janji kita bakal terus begini sampai kita sama-sama tua nanti"(kata ega memeluk safitri)
"gue setuju & gue janji,...risya juga pasti setuju sama janji kita"(kata safitri)
"gue bahagia & gue selalu bangga punya kalian"(kat ega)
"ya.....gue juga bangga punya kalian,..gue selalu sayang kalian"(kata safitri)
"gue juga sayang kalian"(kata ega)
"sahabat forever"(kata safitri & ega bersama)
Punggungnya dielus oleh suaminya saat itu membuatnya menoleh, ia terlalu bahagia sampai lupa jika ia tak hanya berdua saja dengan ega disini.
"sudah kita gak boleh nangis lagi"(kata ega sambil menghapus air mata dipipi safitri)
Safitri hanya mengangguk & mengahpus air mata dipipi ega juga & melepaskan pelukan mereka, setelah itu suaminya memeluknya, tangan suaminya menyentuh kedua pipinya & mencium keningnya.
"kenapa nangis sayang?"(kata abimana)
"aku terharu sayang,aku terlalu bahagia, sudah lama banget kita bertiga sahabatan sudah hampir sembilan tahun sama-sama, sampai akhirnya punya anak masing-masing kaya sekarang"(kata safitri)
Banyak sekali perjalan hidup yang mereka bertiga lalui selama bersahabat dari masa kemasa, satu sama lain mengenal dengan baik pribadi masing-masing, sudah pasti mereka saling menyayangi layaknya saudara sendiri. Suaminya hanya mengelus lembut kepalanya & menciun punggung tangannya, suaminya juga tau persahabatnya dengan risya & ega sangatlah berharga lebih berharga dari intan berlian, tak akan ada yang bisa memisahkan mereka bertiga kecuali maut.
__ADS_1