Polwan Cantik

Polwan Cantik
#103 SEASON 2


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian....


Hari ini Zayn kebetulan sedang libur selama beberapa hari kedepan & kebetulan juga kegiatan KKN istrinya telah selesai. Kemarin adalah hari terakhir istrinya mengikuti kegiatan KKN & kegiatan kemarin hanyalah kegiatan perpisahan.


Rencananya sore ini Zayn & istrinya akan kembali ke kota C, mereka berdua akan pulang ke rumah mereka sendiri, sudah beberapa bulan rumah yang ia beli untuk mereka tinggali setelah menikah kosong begitu saja.


Meskipun beberapa kali saat berada di rute penerbangan di kota C Zayn juga pernah menginap bersama Gibran di sana, setiap satu minggu sekali Zayn telah membayar seseorang untuk membersihkan rumah tersebut sehingga saat ia & istrinya kapan saja akan pulang kesana rumah tersebut sudah dalam keadaan bersih.


Saat ini Zayn sedang membantu istrinya untuk beberes pakaian mereka berdua, tak banyak pakaian yang akan mereka bawa kembali ke kota C, setelah selesai membereskan pakaian & memasukannya ke koper Zayn mengajak Rindu untuk beristirahat sejenak sebelum sore nanti terbang ke kota C.


" istirahat bentar yuk " (kata Zayn)


" tar aku bikin minum dulu buat kakak " (kata Rindu sambil tersenyum)


" gak usah sayang, aku gak haus kok " (kata Zayn)


" beneran gak haus? " (kata Rindu)


" tar kalo haus aku ambil sendiri " (kata Zayn)


" ok " (kata Rindu)


Istrinya pun berjalan kearahnya yang saat ini telah duduk di sofa ruang tamu sambil tersenyum, sudah hampir tiga bulan ia & Rindu menikah tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda istrinya mengandung anaknya.


Pada hal saat ini Zayn sudah sangat berharap bisa memiliki anak secepatnya. Zayn sudah sangat mendambakan seorang malaikat kecil, ia sudah sangat ingin menimang seorang bayi mungil hasil cintanya dengan istrinya.


Ia sudah sangat siap menjadi seorang ayah untuk anak-anaknya dengan Rindu, ia pasti akan sangat senang saat mendengar kabar bahagia jika suatu saat istrinya benar-benar hamil anaknya.


" kok kamu belum hamil-hamil ya sayang? " (kata Zayn)


" baru juga tiga bulan kita nikah kak " (kata Rindu sambil tersenyum)


" biasa ada aja tuh yang baru nikah langsung hamil, kaya temen aku " (kata Zayn)


" emang iya kak?, tapi kalo aku hamil emang kak Zayn udah siap? " (kata Rindu bertanya)


" iya beneran ada sayang, kamu emang gak percaya apa kalo aku udah siap banget jadi orang tua " (kata Zayn serius)


Istrinya hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya kearahnya, ia lalu memeluk istrinya & mencium pipi istrinya lembut.


" aku gak sabaran pengen punya anak, pasti anak kita lucu deh " (kata Zayn lagi sambil tersenyum)


" sabar kak, belum waktunya kita dikasih, nanti suatu saat pasti kita di kasih kok " (kata Rindu tersenyum)


" mungkin karena waktu kita ketemunya jarang kali ya sayang " (kata Zayn)


Mengingat dirinya memang sangat sibuk & hanya bisa bersama istrinya seminggu dalam sebulan saja, selebihnya ia akan sibuk terbang keberbagai daerah, tetapi saat berada di rute dimana mereka berdua tinggal Zayn masih bisa pulang meskipun hanya untuk bermalam saja karena keesokan harinya Zayn harus tetep pergi bekerja kembali.


" sabar kak mungkin allah belum percaya buat kasih kita anak, apa lagi kita sama-sama sibuk, nanti kalo udah waktunya & kita bener-bener udah sama-sama siap pasti allah bakal kasih kita anak juga kok, sekarang kita cukup berdoa aja & terus berusaha " (kata Rindu tersenyum)


Zayn tersenyum sambil mengelus puncak kepala istrinya, ia bersyukur istrinya sangat memahami dirinya, Rindu begitu dewasa menyikapi keinginannya yang benar-benar ingin cepat-cepat memiliki seorang anak.


" aamiin, dewasa banget sih istri aku, jadi adem deh dengernya " (kata Zayn sambil tersenyum)


" chhhh bisa aja deh kak Zayn, lagian kakak gak sabaran banget pengen punya anak, lagian kita nikah belum genep tiga bulan kak, santai aja " (kata Rindu)


" aku kan udah berumur sayang, udah mau dua empat, masa udah mau dua empat belum punya anak " (kata Zayn)


" waduh kayaknya secara gak langsung ngingetin aku nih kakak, cieh yang mau ulang tahun " (kata Rindu)


Sebentar lagi memang usianya akan bertambah satu tahun, beberapa minggu lagi ia akan berulangtahun & usianya akan genap dua puluh empat tahun, Zayn hanya tersenyum mendengar candaan istrinya.


" mau minta hadiah apa dari aku? " (kata Rindu tersenyum)


" gak minta muluk-muluk, aku cuman minta kamu sehat terus, selalu ada di samping aku & jangan jauh-jauh dari aku " (kata Zayn)


" emmmmm, so sweet " (kata Rindu memeluk erat Zayn), " i love u, emuaaaah " (kata Rindu lagi sambil mencium pipi Zayn)


" i love u to, kurang ah " (kata Zayn)


" apanya? " (kata Rindu bertanya)


" pura-pura gak tau " (kata Zayn)


" apa sih?, hahahah " (kata Rindu sambil tertawa)


Zayn berdiri & menggendong Rindu menuju kearah kamar meraka berdua, saat ini istrinya hanya pasrah berada dalam gendongannya.


# Humaira Shakila Najma

__ADS_1


Sudah beberapa bulan ini ia aktif menjalani aktifitasnya sebagai mahasiswa fakultas hukum, banyak yang ia pelajari selama berkuliah, sebagai mahasiswa fakultas hukum ia harus dituntut untuk banyak menghafal tentang pasal-pasal serta UUD yang berlaku di negara ini.


Selama berkuliah ia banyak belajar tentang hukum misalnya Hukum Pidana, Hukum Perdata, Hukum Tata Negara, Hukum Administrasi Negara, Hukum Agraria, Hukum Perdagangan, Hukum Adat, Hukum Internasional, Hukum Waris, Hukum Lingkungan, & lain-lain.


Masih banyak pelajaran tentang hukum yang ia baru tahu setelah tergabung menjadi mahasiswi jurusan hukum. Jam mata kuliahnya pagi ini sudah selesai beberapa menit yang lalu, ia kini sedang berjalan menuju arah kantin bersama dengan Kevin seperti biasa.


" Ma lo masih berhubungan sama Bumi? " (tanya Kevin)


Humaira mengangguk sambil tersenyum, sampai saat ini ia & Bumi masih berhubungan dengan baik, bahkan Bumi masih sering menghubungi dirinya untuk sekedar mengobrol seperti sedia kala, persahabatan mereka kembali lagi terjalin bahkan semakin lebih akrab mengingat mereka merupakan keluarga ipar.


" masih, malahan dia sering banget nelponin gue, ngasih kabar gue dia " (kata Humaira)


" oh ya, gue kira lo ama dia udah gak berhubungan lagi " (kata Kevin tersenyum)


" ya gak mungkin lah gue ama Bumi gak bakal bersahabat lagi, lagian gue ama dia kan sekarang udah jadi keluarga " (kata Humaira)


" Bumi sekarang makin modis aja ya Ma semenjak kuliah di luar, banyak teman dia sekarang " (kata Kevin)


" heem, bener " (kata Humaira membenarkan)


" terus dia udah punya cewek belum di sana? " (kata Kevin)


" lagi deket katanya sama cewek sana " (kata Humaira)


Bumi juga bercerita dengan dirinya jika ia sedang dekat dengan seorang wanita di sana yang asalnya dari negara Indonesia juga, namanya Renita, sudah hampir sebulan Bumi dekat dengannya, terkadang saat Bumi melakukan Vidiocall dengannya Renita juga ikut mengobrol dengan dirinya.


Renita merupakan wanita yang manis, cukup dewasa & sangat friendly, beberapa kali ngobrol dengan Renita ia langsung bisa seakrab itu dengan Renita, melihat Bumi & Renita sangat cocok Humaira ikut senang.


" ceweknya cantik dong Ma? " (kata Kevin)


" cantik, lo mau liat gak gue ada fotonya loh dikirimi sama Bumi " (kata Humaira)


Humaira mengambil ponselnya & membuka pesan WhatsApp nya untuk memperlihatkan foto-foto yang Bumi kirim kepada Kevin.


" nih " (kata Humaira menyerahkan ponsel miliknya sambil tersenyum)




Bumi kerap mingiriminya foto-foto tentang dirinya beserta teman-teman dekatnya yang berasal dari negara yang sama sepertinya di sana.


" makin gaul aja dia, pake anting sekarang Bumi Ma? " (kata Kevin)


" anting lepas pasang doang itu mah, hahahahha " (kata Humaira), " jadi si Bumi tuh di sana bikin band gitu, ya kan lo tau anak band itu gimana lebaynya " (kata Humaira)


Sebagai seorang anak band Bumi terkadang memakai aksesoris anting tempelan saat tampil disebuah event.


" gaul ya dia Kev, hahahahah " (kata Humaira sambil tertawa)


" banget " (kata Kevin ikut tersenyum)


" kalah lo " (kata Humaira)


" gue sekarang justru kuper, hahahaha " (kata Kevin)


" hahahaah, gue juga kuper loh " (kata Humaira)


Saat sedang asik mengobrol berdua bersama Kevin sambil terus berjalan tiba-tiba Humaira melihat seorang wanita yang sangat ia kenal berada di kampusnya. Humaira berhenti sejenak untuk memastikan apakah benar wanita yang ia lihat tersebut adalah Mauren. Humaira mengajak Kevin berjalan mendekat kearah wanita tersebut.


" kak Mauren " (kata Humaira)


" hai " (kata Mauren sambil memeluk Humaira)


" lagi ngapain di sini? " (kata Humaira tersenyum)


" tadi gue kebetulan lewat terus inget sama lo, jadi gue mampir deh, sekalian mau kasih liat hasil foto kita " (kata Mauren)


Beberapa kali Humaira sering bertemu dengan Mauren meski awalnya ia takut jika Mauren akan memanfaatkannya, lama dekat dengan Mauren ternyata yang ia pikirkan jauh dari kenyataanya, Mauren seorang wanita yang baik.


Kebetulan Mauren memiliki hobi yang sama dengannya yaitu bergaya di depan kamera, ada beberapa foto yang sempat diabadikan Mauren beberapa saat lalu saat mereka bertemu.


" mana-mana, gue belum sempet liat tuh " (kata Humaira)


" ini nih " (kata Mauren tersenyum)



" ih lucu ya kak, kirim ya kak " (kata Humaira)

__ADS_1


" iya dek kirim aja " (kata Mauren)


Humaira mengirim dua foto tersebut ke ponsel miliknya, ia akan menyimpan foto tersebut sebagai kenang-kenangan.


" oh iya kak kenalin nih Kevin, lupa gue sampean, ini teman satu jurusan gue " (kata Humaira kepada Mauren), " Kev kenalin ini kak Mauren, pramugari loh dia " (kata Humaira pada Kevin)


" Mauren " (kata Mauren sambil tersenyum)


" Kevin " (kata Kevin)


Setelah mengenakan Mauren dengan Kevin ia lalu mengajak Mauren untuk mencari tempat duduk untuk mereka mengobrol.


# Maura Aradin Mauren


Maura sengaja mendatangi Humaira saat ini, selama beberapa hari yang lalu pendekatannya dengan Humaira berhasil, saat ini ia & Humaira menjadi lebih akrab dari sebelumnya meskipun sebelumnya Humaira agak menghindar darinya, tetapi berkat usahanya akhirnya Humaira luluh juga & mau berteman dengannya.


Dari adiknya Zayn ini Maura atau yang biasa juga dipanggil Mauren akan menggali informasi tentang Zayn lebih banyak lagi, ia juga menggali informasi tentang istri Zayn, & bagaimana hidup mereka saat ini, bahkan ia akan mencari tahu dimana Zayn & istrinya tinggal.


Maura sudah lama menyukai Zayn, ia sangat mencintai Zayn bahkan ia akan melakukan apapun demi mendapatkan Zayn, mendengar kabar jika Zayn menikah karena di jodohkan ia berpikir akan merebut Zayn dari istrinya.


Maura sudah sangat lama tak satu kru dengan Zayn, selama beberapa bulan ini bisa dihitung dengan jari ia tergabung satu tim penerbangan dengan Zayn, sekitar tiga atau empat kali saja ia bertemu dengan Zayn selama tiga bulan ini.


" ngobrol di kantin aja yuk kak " (kata Humaira)


" boleh " (kata Mauren tersenyum)


Ia berusaha bersikap seramah mungkin dengan Humaira, ia mencoba berpura-pura menjadi wanita yang lemah lembut agar Humaira terus mau dekat dengannya. Setelah sampai di kantin kampus, Humaira beserta temannya mengajak dirinya duduk & segera memesan beberapa cemilan & minuman.


" kampus lo enak juga ya dek " (kata Mauren)


" hemm, ya gitu deh kak, oh iya ngomong-ngomong lagi libur nih kak? " (kata Humaira)


" iya lagi libur " (kata Mauren)


" kalo gak salah kemaren lo cerita abang lo lagi libur juga ya Ma? " (kata Kevin)


" iya, kak Zayn juga lagi libur " (kata Humaira)


" iya gue juga tau kalo kapten Zayn libur " (kata Mauren pura-pura tahu sambil tersenyum)


Sebenarnya ia tak tau jadwal kerja Zayn saat ini, terlalu minim informasi yang ia dapat membuatnya sampai tak tau dimana Zayn stay saat ini.


" jelas lah tau namanya juga satu kantor ya? " (kata Kevin)


" iya satu kantor emang kak Mauren sama kak Zayn, cuman jarang ketemu soalnya mereka kan kaya model dirolling gitu ganti-gantian, tukar-tukar, ya kan kak Mauren? " (kata Humaira)


" heem bener, emang ditukar-tukar biar gak bosen ama yang itu-itu mulu " (kata Mauren)


Mauren sudah merasa bosan sebenarnya berbincang dengan dua orang yang berada dihadapannya ini tetapi demi untuk mendapatkan informasi tentang Zayn ia rela berlama-lama mengobrol bersama Humaira & temannya.


Mauren mengetuk-ngetuk meja untuk menghilangkan kejenuhannya saat ini karena belum mendapatkan informasi yang cukup tentang Zayn, ia rasa waktunya belum pas untuk menanyakan perihal dimana saat ini Zayn berada.


" diminum kak " (kata Humaira)


" emmm iya dek " (kata Mauren sambil menyeruput minumannya yang berada dihadapannya)


" kakak libur seminggu juga ya kaya kak Zayn? " (kata Humaira)


" iya dek seminggu, tapi tinggal tiga harian lagi terus masuk kerja lagi " (kata Mauren tersenyum)


" kakak lo sama istrinya masih di kota D Ma? " (kata Kevin)


" iya masih di sana, kan kak Rindu KKN di sana " (kata Humaira)


" tapi anak KKN udah pada selesai kayaknya " (kata Kevin)


" iya makanya sore nanti kak Zayn rencananya mau balik ke sini sama istrinya " (kata Humaira sambil tersenyum)


" oh iya kakak ipar lo kan kuliah di kampus ini juga ya Ma? " (kata Kevin)


" iya Kev, jurusan pariwisata " (kata Humaira)


Mauren hanya mendengarkan obrolan dua orang bodoh yang berada dihadapannya ini, ia tersenyum karena telah mendapatkan informasi tentang Zayn.


" emmm dek kayaknya gue mau balik dulu deh dek, gue lupa kalo ada urusan yang harus gue urus " (kata Mauren beralasan)


" oh gitu ya kak, ya bentar banget " (kata Humaira)


" iya dek " (kata Mauren tersenyum)

__ADS_1


Setelah berpamitan Mauren lalu berdiri meninggalkan Humaira & temannya, ia tersenyum sangat senang karena telah mendapatkan berita tentang Zayn.


__ADS_2