
Jam menunjukan pukul 06.30pagi, karena kesepakatannya dengan tunangannya kemaren akhirnya mulai hari ini ia akan pergi & pulang bekerja sendiri meskipun keinginannya ini sebelumnya sangat ditolak tunangannya, tetapi akhirnya ia berhasil merayu tunangannya itu, bagaimana tidak ia merayu dengan penuh drama sampai harus meneteskan air mata, ia memohon untuk kebebasannya sebelum mereka menikah setengah tahun lagi & akhirnya tunangannyapun mengijinkannya dengan syarat saat hujan ia akan berangkat & pulang bersama kekasihnya itu & satu minggu ini adalah masa percobaan ia berangkat sendiri jika ia lulus masa percobaan ini maka ia akan diijinkan selama mereka belum menikah untuk berangkat & pulang sendiri. Safitri mengendarai motor metiknya yang bermerek scoopy berwarna biru putih dengan kecepatan sedang, perjalanan kekantornya membutuhkan waktu 30menit, setelah beberapa puluh menit akhirnya ia sampai juga diparkiran kantor, ia segera memarkirkan motornya & berjalan menuju ruangannya, seperti biasa dipendopo sudah banyak para senior polisi, sudah hampir satu tahun ia bekerja disini maka ia juga terbiasa melewati keramaian para senior yang duduk menunggu apel di pendopo.
" pagi Fit,... " (kata para senior)
" pagi bang,...pagi kak " (kata Safitri)
" tumben berangkat sendiri? " (kata salah satu polisi)
Belum juga menjawab pertanyaan dari salah satu polisi tersebut ternyata sudah ada tunangannya berdiri tidak jauh darinya dengan wajah seringainya.
" ehemmmm,.... " (kata Abimana)
Karena deheman dari tunangannya ini membuat para polisi & polwan tidak berani berkata-kata lagi & diam seribu bahasa, karena sudah bukan menjadi rahasia jika kekasihnya ini tidak segan-segan memberikan hukuman jika ada yang berani mendekati dirinya meskipun seseorang tidak bermaksut untuk mendekati hanya sekedar bertanya saja, tunangannya ini bersikap sangat posesif & cemburuan semenjak memiliki hubungan dengannya.
" ya tuhan,...baru satu hari berangkat sendiri udah kepergok ngobrol sama yang lain, pasti dia cemburu lagi " (kata Safitri dalam hati)
Dilihatnya kekasihnya telah berjalan menuju kearahnya & merangkulnya sambil tersenyum.
" sayang, baru sampe? " (kata Abimana)
" eh iya, bang Abi sudah sampe dari tadi? " (kata Safitri)
" abang juga baru sampe, ayo abang antar masuk kedalam, jangan terlalu lama disini " (kata Abimana)
Ia hanya menurut kepada kekasihnya & masuk kedalam ruangannya sambil bergandengan.
__ADS_1
" sayang apa gak lebih baik abang antar jemput kaya biasa aja " (kata Abimana)
" sayang....kan baru satu hari aku berangkat sendiri, masa sudah mau diantar jemput lagi, aku bakal hati-hati kok, janji deh " (kata Safitri tersenyum)
"oke,...oke,...tapi tolong kurangi ngobrol sama laki-laki diluar kaya tadi " (kata Abimana)
" aku kan cuman berusaha ramah bang " (kata Safitri)
" tapi mereka senyum-senyum genit tadi sayang " (kata Abimana)
Safitri hanya terdiam tidak ingin melanjutkan perbincangan ini jika ia terus menjawab maka akan jadi perdebatan yang panjang itu akan membuat dirinya tidak bebas lagi.
" ya udah, yuk kita keluar " (kata Safitri)
Ia mengajak kekasihnya pergi keluar dari ruangannya sambil menggandeng tangannya supaya kekasihnya itu melupakan rasa cemburunya tadi, ia tidak perduli jika ia menjadi pusat perhatian karena bermesraan tidak pada tempatnya baginya ini juga masih dalam batas wajar karena hanya bergandengan tangan.
Melihat para polisi mengobrol dengan tunangannya sambil tersenyum menurutnya itu sangat genit, berusaha menggoda kekasihngnya dengan cara seperti itu membuat hatinya berhasil terbakar api cemburu, pemandangan pagi yang sudah membuat modnya rusak, inilah yang membuatnya tidak mau berjauh-jauh dari tunangannya itu sebentar saja ia jauh dari safitri pasti ada saja pria hidung belang yang berusaha mendekatinya, bripka abimana selalu menjemput & mengantar kekasihnya dengan maksut menjauhkan tunangannya itu dari para pria-pria yang akan mengincarnya. Saat ini suasana hatinya sudah pulih modnya sudah sangat baik, ia berjalan bergandengan tangan dengan tunangannya ia memegang erat jari jemari kekasihnya ini, ia berjalan sangat bangga dengan memamerkan inj jika masih ada yang tidak melihat betapa kekasihnya ini mencintainya & masih mencoba merayunya maka ia akan merobek mulut mereka yang berusaha berkata manis didepan tunangannya ini. Abimana mengajak safitri untuk menuju lapangan karena disana apel akan segera dimulai, sudah terlihat beberapa polisi & polwan menunggu disana.
" sayang pakai topimu " (kata Abimana memakaikan topi Safitri sambil tersenyum)
" makasih sayang " (kata Safitri)
" ayo sana,...teman-teman adek sudah nunggu tuh " (kata Abimana)
" kalo gitu aku kesana ya sayang " (kata Safitri)
__ADS_1
Ia hanya menganggukan kepalanya, sebelum Safitri pergi ia mencium keningnya terlebih dahulu.
#*satfitri
Safitri tersenyum kepada Bripka Abimana, meskipun kekasihnya ini sangat cemburuan tetapi ia sangat mencintai & menyayangi tunangannya tersebut, baginya hanya bripka Abimana lah yang ada dihatinya, pria yang sangat perhatian kepada orangtuanya bahkan kepada alm. ayahnya sebelum meninggal.
Safitri kini telah bersama teman-temannya, berbaris sambil menunggu apel yang masih beberapa menit lagi.
" lo tadi berangkat sendiri Fit? " (kata Agung)
" lo macem-macem aja Fit berangkat sendiri, udah enak diantar jemput " (kata Widia)
" gue kan juga pengen bebas Wid, lo mah ah gak ngerti perasaan gue " (kata Safitri)
" jangan kufur nikmat lo Fit, enak-enak ada yang nyupirin malah milih nyetir sendiri, ah elah dah " (kata Putra)
" bukannya gitu Put, gue masih muda loh, baru mau 19thn bentar lagi gue mau nikah terus gue harus antar jemput hari-hari, gue juga pengen ngerasain kebebasan sebelum gue nikah " (kata Safitri)
" lo kok kaya terkekang gitu si Fit " (kata Agung)
" terkekang sih engga, gue seneng malah itukan sebagian besar dari perhatiannya, cuman apa ya, kaya gue tuh pengen ngerasain hal yang lain sebelum gue nikah, kaya pulang pergi sendiri atau sama temen gitu lah pokoknya " (kata Safitri)
" besok lo berangkat sendiri lagi Fit?, kalo lo berangkat sendiri gue sama Putra bakal nunggu lo diparkiran " (kata Widia)
" iya gue berangkat sendiri, ok deh " (kata Safitri)
__ADS_1
Apel pagi pun segera dimulai para polis & polwan sudah berbaris dengan rapi, Safitri berdiri didepan Widia disamping Agung, ia melihat kearah kekasihnya lalu tersenyum begitu pula dengan kekasihnya tersenyum sambil mengedipkan matanya sebelah.
" oh tuhan manis sekali calon suamiku " (gumamnya dalam hati)