Polwan Cantik

Polwan Cantik
#09 SEASON 2


__ADS_3

Saat ini ia terpaksa ikut duduk bersama adiknya & Bumi disebuah warung sate pinggiran yang sepertinya tempat favorit mereka berdua, terlihat Humaira & Bumi sangat menikmati sajian dua porsi sate yang telah mereka pesan beberapa saat lalu dengan lahapnya.


" Lo gak mau kak? " (kata Humaira)


" gak, kenyang gue " (kata Zayn)


" ini enak loh, cobain deh, aaaaaaa " (kata Humaira menyodorkan satu tusuk sate kedepan mulut Zayn)


Ia hanya menuruti adiknya & membuka mulutnya untuk melahap sate yang sudah disodorkan kedepan mulutnya.


" enak gak? " (kata Humaira)


" lumayan " (kata Zayn sambil menggut-manggut)


" kak Rindu mau? " (kata Humaira)


" Kak Rindu mah gak makan daging kambing Mak " (kata Bumi)


" emang iya kak?, kenapa? " (kata Humaira)


" dulu waktu kecil pas lebaran idul adha pernah ikut papa ngeliat orang motong kurban, waktu itu kakak ngeliat pas yang dipotong kambing, kasian banget dek, sedih rasanya kakak sampe nangis, dari situ sampe sekarang kakak gak pernah makan daging kambing " (kata Rindu)


Mendengar cerita Rindu Zayn tersenyum sambil memalingkan wajahnya, baru kali ini Zayn mengetahui ada seseorang yang mempunyai traumatik seperti itu sampai tak bisa memakan dagingnya, padahal jika dipikir ayam & sapi juga harus disembelih dulu untuk bisa dimakan.


" lucu kan kakak gue, padahal kalo dipikir tuh binatang kalo mau kita masak emang harus dipotong dulu, masa iya mau kita masak idul-idup " (kata Bumi)


" Lo gak usah gaya ya Bumi Samudera, sok perfect, mentang-mentang gak ada yang ditakutin " (kata Humaira)


" ada dek, Bumi tuh paling takut kalo kamu ninggalin dia " (kata Rindu)


Zayn melotot karena kaget dengan kata-kata Rindu, jika saja saat ini ia sedang minum atau memakan sesuatu sudah pasti ia akan tersedak.


# Bumi Samudera


Sudah lama ia tak pernah menikmati makanan favoritnya & Humaira tentu saja ditempat favorit mereka, akhirnya saat ini ia bisa duduk kembali sambil menikmati sepiring sate kambing yang sangat lezat menurutnya, saat ini ia duduk bersebelahan dengan Humaira. Kali ini ia & Humaira berada disini bukan hanya berdua saja tetapi berempat dengan kakak mereka masing-masing, saat masih asik menyuapkan tusuk demi tusuk daging kedalam mulutnya sambil terus mengobrol, tiba-tiba ia tersedak karena kata-kata kakakanya.


" ada dek, Bumi tuh paling takut kalo kamu ninggalin dia " (kata Rindu)


" uhuk....uhuk....uhuk..." (Bumi tersedak)


Sangking kagetnya dengan kata-kata kakakanya ia sampai lupa mengunyah potongan daging kambing yang telah berada didalam mulutnya yang membuatnya tersedak.


" astaga Bumi, makan itu pelan-pelan, ini masih banyak kali, sampe keselek gitu, nih minum dulu " (kata Humaira)


Melihatnya tersedak kakaknya hanya tersenyum simpul penuh makna, kakaknya memang sudah tau sejak lama jika Bumi sangat menyukai Humaira tapi ia tak menyangka jika kakakanya bisa berkata seperti itu saat ini, ia yakin bahwa kakaknya bukannya kelepasan sengaja berkata seperti itu.


" tuh kan sampe keselek dia gara-gara kakak bilang gitu " (kata Rindu)


" apaan sih kak, untung gue gak mati nih gara-gara kelolodan " (kata Bumi)


" hahahha, lagian Lo kayak gak punya gigi, makan gituan doang bisa kelolodan " (kata Zayn)


" hahahahahha, makan gak baca bismillah gitu memang kak " (kata Humaira)


" sangking shyoknya dia, soalnya rahasianya kebongkar " (kata Rindu)


" hemmmm,.....terusin aja kak " (kata Bumi sambil memberi kode ke Rindu)


" is udah lah dek akuin aja kalo kamu itu takut kalo ditinggalin Humaira soalnya...." (kata Rindu terputus karena kata-katanya di potong Bumi)


" apa sih ah " (kata Bumi cemas)


" apa sih lo Bum " (kata Zayn ikut serius)


" soalnya Bumi kalo gak ada Huma pasti gak bakal punya temen jadi sendirian " (kata Rindu berbohong sengaja menggoda adiknya)


" ah elah, jelas aja kak, sih Bumi tuh ngakunya aja cover boy di sekolah, tapi nyatanya kemana-mana cuman Ama gue Mulu ujung-ujungnya " (kata Humaira santai)


Jantungnya seperti mau copot rasanya saat kakaknya melanjutkan kata-katanya ia berfikir kakaknya akan benar-benar memberitahu Humaira jika ia menyukai Humaira ternyata kakaknya hanya ingin menggodanya saja, seperti tanpa dosa saat ini kakakanya malah tersenyum lebar sangat puas bisa mengerjai dirinya.


# Abdul Zayn Mikail

__ADS_1


Zayn tak menyangka ternyata Rindu mempunyai ide gila untuk mengerjai Bumi saat ini, bahkan dirinya pun tak menyangka jika Rindu akan berkata yang tidak sebenarnya seperti saat ini, melihat Rindu bisa berkata seperti itu untuk mengerjai Bumi Zayn berfikir jika Rindu pastilah sudah mengetahui jika adiknya sebenarnya menyimpan perasaan dengan Humaira.


" cih, ngalah-ngalahin bayi Lo " (kata Zayn)


" ckkk, woles kak, woles,...muka Lo kayanya seneng banget gue keselek " (kata Bumi)


" gue tadi ngarepnya gak cuman daging aja nyangkut ditenggorokan Lo, kenapa gak piringnya sekalian Lo Telen biar nyangkut juga " (kata Zayn)


" dih belum selesai mens Lo kak " (kata Bumi bercanda)


" hahahaha, kampret " (kata Zayn)


Setelah menunggu adiknya menghabiskan makanan ia akan langsung membawa adiknya naik ke mobil miliknya & segera pulang ke rumah. Tetapi setelah Humaira selesai menghabiskan makan siangnya bukannya masuk kedalam mobil miliknya malah menyelonong meninggalkannya kembali, Humaira berlari kecil menuju arah taman yang berada tepat beberapa jengkal dari warung sate ini.


Zayn hanya menggelengkan kepalanya karena melihat adiknya berlari kecil menuju arah taman seperti anak kecil, begitu juga dengan Bumi, bahkan tanpa membayar makanan yang telah mereka makan Bumi sudah berhasil melarikan diri, kalau sudah begini ujung-ujungnya Zayn lah yang akan membayarnya, tanpa keberatan ia langsung menyodorkan selembaran uang merah kepada pemilik warung sate tersebut & mengikuti adiknya menuju taman juga.


Setelah selesai membayar ia lalu pergi berjalan menuju arah taman tersebut juga, dilihatnya adiknya sedang bermain-main jungkat-jungkit bersama Bumi. Diakuinya Bumi memanglah cukup serasi bersama adiknya, selain Bumi adalah pria baik-baik Bumi juga mampu membuat adiknya bahagia, bahkan Bumi juga mampu menjaga adiknya dari orang-orang yang tidak baik pada Humaira. Zayn tersenyum melihat adiknya yang sangat lepas, meskipun ceria seperti ini adalah sifat adiknya.


" Lo gak gabung sama mereka " (kata Zayn kepada Rindu yang duduk disebuah dudukan di gazebo taman tersebut)


" ngeliat mereka berdua seneng kaya gitu aja aku udah cukup seneng kak " (kata Rindu)


" seberapa deket Lo Ama adek Lo? " (kata Zayn)


" kak Zayn sendiri sedeket apa sama Huma? " (kata Rindu)


" ya Deket lah, Deket banget malah " (kata Zayn)


" ya begitu juga aku sama Bumi kak, ya gimana ya namanya juga sodara " (kata Rindu)


" jadi Lo tau kan kalo Bumi sebenarnya.... " (belum sempat melanjutkan kata-katanya Rindu memotong kata-katanya)


" suka sama Huma? " (kata Rindu tersenyum), " waktu dia masih SMP Bumi pernah tanya kak " (kata Rindu)


" emmm,...apa? " (kata Zayn penasaran)


" dia bilang, salah atau nggak kalau dia sebenarnya cinta sama Huma padahal sebenarnya mereka sahabatan " (kata Rindu masih dengan senyumnya)


" hmmmm, menurut kakak salah gak sih kalau Bumi sebenarnya cinta sama Huma?, kalau menurut aku gak salah sih, cinta itu gak memandang siapa orang yang kita cinta, gak memandang status, harta bahkan tahta, cinta itu bisa tumbuh karena terbiasa Sama-sama, ya kaya mereka berdua, karena Bumi sama Huma terlalu sering sama-sama Bumi jadi ngerasa nyaman sama Huma, rasa nyaman itu yang bikin lama-lama cinta jadi tumbuh, & mungkin Huma juga ngerasain itu tapi Huma belum sadar sama perasaannya " (kata rindu panjang lebar)


Zayn hanya terdiam menyimak kata demi kata yang diucapkan wanita cantik disebelahnya. Mungkin saja memang sebenarnya adiknya juga mencintai Bumi atau belum mencintai Bumi, tapi jika adiknya belum mencintai Bumi maka ada kemungkinan jika suatu saat Humaira akan mempunyai perasaan yang sama kepada Bumi.


" gue cukup kenal sama Bumi, dari kecil dia sering main ke rumah sama Huma, dari sekolah TK sampe sekarang SMA masih tetep Deket Ama Huma, Bumi cukup baik, sepertinya dia bertanggung jawab, bisa buat adek gue seneng, dia humble, gak pernah dibuat-buat, cuman satu yang gak gue suka dari dia " (kata Zayn)


" kak Zayn pasti gak suka Bumi soalnya Bumi suka bawa motor ugal-ugalan kan? " (kata Rindu tersenyum)


Sekali lagi tebakan wanita cantik disebelahnya ini benar, Zayn memang tidak suka melihat Bumi sangat ugal-ugalan saat mengendarai motornya, karena menurut Zayn Bumi terkesan tidak sayang dengan nyawanya sendiri.


# Humaira Shakila Najma


Humaira memandang penuh tanya kearah dimana kakaknya berada, kakaknya begitu serius mengobrol dengan kakak dari sahabatnya.


" kenapa? " (kata Bumi)


" enggak, gue cuman penasaran aja mereka kira-kira ngomongin apaan ya " (kata Humaira)


" mene ketehe,...apa Lo mau nguping? " (kata Bumi)


" enak aja, sapa yang mau nguping, kan gue bilang gue penasaran mereka ngomongin apaan " (kata Humaira)


" kepo amat sih Lo sama urusan orang dewasa, biarin aja Napa sih " (kata Bumi)


Tiba-tiba ia tersenyum penuh arti kearah Zayn, melihat kakaknya duduk dengan seorang wanita cantik membuatnya sangat senang, bahkan baru kali ini ia melihat kakaknya bisa duduk berdua dengan seorang wanita mengobrol seperti ini, bukan karena kakakanya bukan pria normal hanya saja kesibukan Zayn membuatnya tak bisa mempunyai hubungan khusus dengan seorang wanita.


" dih Lo kenapa, habis kepo sekarang malah senyum-senyum sendiri, kesambet Lo? " (kata Bumi)


" mereka serasi banget ya Bum? " (kata Humaira)


" hemmmm " (kata Bumi)


" kalo kakak gue jadi sama kakak Lo tar gue manggil Lo apa ya? " (kata Humaira)

__ADS_1


" dih apaan manggil apa " (kata Bumi)


" ya kan kita jadi iparan, gimana sih " (kata Humaira)


" Huma, Humaira Shakila Najma, yang cantiknya luar biasa, dewinya para remaja, yang followers nya 3jtaan, kakak gue kalo sampe jadi sama kakak Lo gak bakal ngubah nama gue jadi Lee Minho atau Jungkook BTS ya, kalo kakak gue jadi sama kakak Lo nama gue bakal tetep Bumi Samudera, jadi ngapain Lo bingung-bingung mikir mau manggil gue apa, tapi kalo Lo maksa mau manggil gue oppa Minho atau oppa Jungkook ya dengan sangat amat terpaksa bakal gue ijinin sih, ya walaupun muka gue lebih ganteng dari mereka berdua " (kata Bumi panjang lebar)


" hahahahha, dih pede amat Lo, Lo mah bukan kaya oppa-oppa Korea kaya Meraka, lebih cocoknya mah Lo tuh kayak opanya Upin Ipin " (kata Humaira tertawa)


" udah iyain aja Napa sih, gak bisa banget ngeliat gue bahagia Bentaran doang " (kata Bumi)


" bahagia Lo ketinggian sih, jangan ngayal Lo, tar jatuh benjol Lo " (kata Humaira)


" ya Lo nya juga aneh " (kata Bumi)


" ya kali ajakan kalo kakak kita jadi gue manggil Lo berubah, jadi bang Bolot kek atau bang Malik kek, hahahaha " (kata Humaira)


" astaga, tua amat gue ya " (kata Bumi)


Humaira tertawa melihat tingkah sahabatnya, Bumi memang mempunyai tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi meskipun jika dilihat tampangnya memang lumayan, apalagi Bumi juga termaksut cover boy disekolah mereka.


# Abimana Prasetiya


Jam telah menunjukan pukul 03.00siang, ia berada didalam ruangannya masih sibuk dengan setumpuk berkas laporan. Sampai saat ini sedari pagi setelah anaknya menjemput putri dari sahabatnya, Zayn belum sekalipun menghubunginya atau mengirimkan pesan kepadanya, entah Zayn saat ini lupa atau sedang apa. Karena merasa sangat penasaran Abimana menelpon istrinya melalu panggilan WhatsApp.


** 📞 panggilan keluar WhatsApp my wife...


...kring....kring....


" hallo assalalmuallaikum Pi " (kata Safitri)


" wa'allaikumsalam sayang " (kata Abimana)


" kenapa bang? " (kata Safitri)


" Zayn ada nelpon atau kirim pesan ke mami gak? " (kata Abimana)


" gak Pi, kenapa sayang? " (kata Safitri)


" Abang penasaran, kemana dia pergi bawa anak gadis Aidan " (kata Abimana)


" cek aja GPS Zayn Pi dimana dia " (kata Safitri)


" ok sayang, dek kalau sudah gak ada kerjaan kamu keruangan ya, aku butuh teman ngobrol sayang " (kata Abimana


" iya bang, ya udah ya " (kata Safitri)


Sambungan telpon segera dimatikan, padahal ia & istrinya masih berada di satu kantor tetapi jika ada sesuatu Abimana lebih memilih menghubungi istrinya meskipun mereka sedang sama-sama berada dikantor.


# Bumi Samudera


Ia memandang kearah Rindu yang duduk bersama Zayn, mereka berdua asik mengobrol serius, seperti yang dikatakan Humaira, Zayn & Rindu memang tampak serasi, pasangan yang sangat ideal.


" sudah jam 3 nih, balik Yuk " (kata Bumi)


" Bentaran lagi deh, Lo mah gitu Mak, belum puas mah gue main " (kata Humaira)


" Bangor Lo, bentar lagi bokap nyokap kita pulang loh, gue gak mau kena marah gara-gara kita pulangan bukannya pulang ke rumah malah mampir kesini " (kata Bumi)


" kaya Anak TK aja Lo, lagian kita udah gede ini " (kata Humaira)


" ye Lo emang mau tar gue kena marah sama nyokap bokap Lo gara-gara ngajak Lo jalan " (Bumi)


" ya santai kali, ada kak Zayn ini sama kak Rindu, tenang ada alibi " (kata Humairah)


" alibi,...kaya iya-iya aja Lo pake bilang alibi, tau-tau yang kayanya emang tertarik pengen sekolah hukum " (kata Bumi)


" hahaha, apaan sih, tapi ngomong-ngomong nih ya, Lo tar mau lanjut kemana kalo udah lulus " (kata Humaira)


" liat entaran aja deh, belum yakin gue " (kata Bumi)


Bumi bingung akan melanjutkan pendidikannya ke mana setelah lulus nanti, karena Humaira ingin sekolah hukum jelas ia akan berpisah dengan Humaira karena Bumi akan masuk tes polisi.

__ADS_1


__ADS_2