
#Bripka Abimana Prasetiya
Pagi ini ia telah berada dikantor, ia sedang menyuruh anak buahnya untuk segera menyelidiki nomer plat motor yang telah menabrak lari calon istrinya, ia menahan amarahnya kenapa didunia ini masih ada saja orang yang tidak bertanggung jawab dengan kesalahannya ini sama saja dengan kriminal bisa saja pengendara tersebut sengaja menabrak tunangannya & sengaja melarikan diri.
" Aidan tolong urus secepatnya " (kata Abimana)
" siap bang " (kata Bripda Aidan)
" bikin calon istri gue celaka, berani kabur, mau mati dia " (kata Abimana geram)
" sabar bang,...gue tau lo marah banget tapi tolong kalo kita dapat pelakunya jangan lo apa-apain " (kata Bripda Aidan)
" oke kita liat nanti " (kata Abimana)
Sebagai seorang polisi penegak hukum dia memang tidak boleh menyelesaikan masalah ini dengan emosi bahkan memukul pelakunya karena semua harus diserahkan oleh hukum, jika dia menuruti emosinya salah-salah dia yang akan terkena masalah.
# Safitri
Safitri hari ini tidak bekerja karena kecelakaan semalam membuat sekujur badannya sakit semua, ia duduk diteras rumah bersama Rani & Bara beserta ibunya.
" nduk kamu sama Rani nanti sore urut aja ya, biar badannya enakan " (kata ibu)
" iya Fit bener kata ibu, kalian harus urut habis aneh sih aspal dilawan, hihihi " (kata Bara)
" ketawa aja lo Bar, seneng banget lo ya liat calon kakak ipar lo begini, gue aduin Widia lo " (kata Safitri)
" iya emang nih kak Bara kita juga nyium aspal bukan kemauan kita tapi dipaksa " (kata Rani)
" lagian lo Ran kenapa gak cium aspal sendiri, kan lo jomblo sendiri ngapain ngajak-ngajak Safitri, kasian tuh dia ikut lecet-lecek hilang tuh kaki mulus untung gak mukanya yang kena, hahah " (kata Bara)
" tega banget sih lo kak, bawa-bawa setatus mentang-mentang cwe lo polwan " (kata Rani)
" aduh,...hahah...sudah ah ko malah ribut, ya sudah ibu pergi dulu ya kesebelah " (kata ibu)
Diteras rumah tinggal Safitri & Rani serta Bara sedang ibu berada disebelah menjaga tokonya, mereka bertiga mengobrol banyak hal, bercanda gurau tanpa ada kecanggungan, bara & safitri sekarang lebih akrab lagi apalagi semenjak Bara berpacaran dengan Widia, tunangannya juga tidak keberatan dengan kedekatannya & Bara.
" Fit kan bentar lagi lo nikah sama abang gue, gue bingung mau manggil lo apa " (kata Bara)
" kak bara muka lo biasa aja, gue mau ketawa rasanya, hahaha " (kata Rani)
__ADS_1
" lo Ran, gue serius, gue bingung mau manggil Safitri apa " (kata Bara)
" lo gak usah bingung Bar, lo panggil gue sister, harus titik " (kata Safitri)
" idih ogah gue, maksa banget lo " (kata Bara)
" hahaha,...guekan mau nikah sama abang lo, inget tuh Bar, lo gak boleh ya sembarangan sama gue kalo gak mau kualat " (kata Safitri)
" demi apa lo, emang dasar sok tua mah lo, tulang " (kata Bara)
" hahah,...jahara nih calon adek ipar lo mba, kurang ajar emang bilangil Polwan Cantik tulang " (kata Rani)
" eh ran dia emang cantik, gue aja pernah naksir coba bukan punya abang mah udah gue serobot untung keburu naksir Widia tapi jujur nih ya dia kurang bahenol, hahahhaha " (kata Bara)
Seketika Safitri berdiri sambil tertawa & menyubit serta memukuli Bara.
" rusak emang mulut lo Bar " (kata Safitri)
" haha,...auuuu,...ampun Fit....gue ini ngomong jujur dari lubuk hati gue " (kata Bara)
" sukurin,...terus mba, jewer tuh telinganya, emang calon adek durhaka tuh kak Bara, gila emang nih, mba Fitri body bagus gitu dibilang kaya tulang " (kata Rani)
" ampun Fit ampun,...iya ampun polwan cantik calon kakak ipar yang baik,duduk ya duduk, tar tuh luka kalo berdarah lagi gue yang kena semprot sama bang gue, oke...hahaha " (kata Bara)
terbuka seorang pria turun dari mobil tersebut & ternyata salah satu pria yang menyelamatkan Safitri & wi Putrodia semalam yaitu Biru.
" assalamualaikum " (kata Biru)
" wa'allaikumsalam " (mereka bertiga)
" hai Fit,... Ran,....sudah baikan nih? " (kata Biru)
" lumayan mas, eh silahkan duduk mas " (kata Safitri)
" emmm,...kayanya lagi asik ngobrol nih ya?, ganggu gak gue? " (kata Biru)
" enggak lah mas " (kata Rani)
" ehem,...gue gak dikenalin nih Fit " (kata Bara)
__ADS_1
" eh iya gue lupa, mas kenalin ini Bara, bar kenalin ini mas yang nolongin gue sama Rani semalem " (kata Safitri tersenyum)
" bara " (kata Bara)
" Biru " (kata Biru), " pacarnya safitri ya? " (kata Biru lagi)
" eh bukan mas, gue mah punya cwe sendiri " (kata Bara)
" oh...gue kira cwonya Safitri " (kata Biru)
# Andriawan Abara Brilian
Dia tersenyum mendengar kata-kata pria disampingnya yaitu Biru, dari gelagatnya Bara merasa jika biru lagi sedang naksir dengan Safitri, dia tidak akan membiarkan calon istri abangnya didekati oleh pria lain, ia harus menjaga calon kakak iparnya ini dari kejaran pria-pria yang akan merebutnya dari abangnya.
"saingan baru bang Abi nih " (gumam Bara dalam hati)
" ehem,...mba Safitri tuh gak punya cwo mas, tapi dia punya tunangan, awas lo tunangannya galak, apalagi kalo liat cwo dekatin mba Fitri, aduuuuhhhhhh bisa kaya mas Wahyu deh babak belur padahal sepupu sendiri, yakan mba, hahahha " (kata Rani)
Bara seketika tertawa karena kata-kata Rani, dia belum mencegah pria itu mendekati calon kakak iparnya tetapi Rani sudah panjang lebar menjelaskan.
" sssttt, kak Bara kenapa malah ketawa " (kata Rani)
" eh sori-sori, maaf ya " (kata Bara)
Bara menahan tawanya karena sudah diplototi calon kakak iparnya ia hanya menggaruk-garuk kepalanya sambil cengengesan.
" maaf mas, ini si Bara memang suka begitu, tapi biar gitu-gitu dia baik kok " (kata Safitri)
" gakpapa kok Fit, oiya kok gak kerja? " (kata Biru kepada Safitri)
" sudah ijin mas, tapi besok kayanya harus kerja " (kata Safitri)
" tugasnya dimana sih? " (kata Biru)
" polres mas, tapi jangan coba-coba kesana mas, bahaya " (kata Bara)
" bahaya,...maksutnya? " (kata Biru)
" ada tunangannya disana " (kata Rani)
__ADS_1
" oh gitu " (kata Biru)
Bara yang sedari tadi melihat ekspresi Biru berubah seperti kecewa menjadi tersenyum kembali, setidaknya pria ini akan mundur secara teratur dari pada terus maju & jadi pengacau.