Polwan Cantik

Polwan Cantik
#85 SEASON 2


__ADS_3

Tok....tok....tok.....


Zayn berdiri menuju suara dari balik pintu kamar yang telah diketuk berkali-kali, Humaira telah berdiri didepan pintu kamara tersebut bersama Desta saat Zayn membuka pintu.


" boleh masuk? " (kata Huma meminta ijin sambil tersenyum)


" sejak kapan lo sopan? " (kata Zayn), " ayo masuk " (kata Zayn mengajak masuk)


" Assalamuallaikum " (kata Humaira memberi salam)


" Wallaikumsalam " (jawab Zayn)


" kak Rindu mana? " (kata Rindu)


" lagi di kamar mandi " (kata Zayn), " Ayo Des silahkan duduk, santai aja anggap kamar sendiri " (kata Zayn menepuk bahu Desta)


" iya bang " (kata Desta tersenyum & duduk di sebuah sofa)


" lo kapan kerja Des? " (kata Zayn)


" besok gue udah mulai kerja sih bang, bang Zayn kapan kerja? " (kata Desta)


" masih lama Des, kan gue ambil cuti " (kata Zayn)


Zayn berjalan menuju kamar mandi, ia mengetuk pintu kamar mandi tersebut agar istrinya cepat keluar dari dalam.


Tok...tok...


" yank, buruan, ada Huma nih " (kata Zayn)


Zayn memang sudah biasa memanggil istrinya dengan panggilan mesra seperti sayang atau disingkat yang selama menikah agar hubungannya dengan Rindu jadi lebih dekat, mulai dari menikah sampai hari ini ia juga ingin jika istrinya terbiasa dengan panggilan sayang darinya.


" iya kak " (kata Rindu dari dalam kamar mandi)


Zayn lalu berjalan menuju arah Desta & Humaira kembali, kali ini Humaira lebih terlihat pendiam dari biasanya, padahal adiknya tak pernah jaim seperti saat ini, adiknya adalah seorang gadis manja & bawel, dalam sehari ia tak bisa menahan diri untuk tak berisik ada saja ocehan demi ocehan yang jadi bahan pembicaraannya.


" tumben diem " (kata Zayn)


Adiknya hanya menunjuk dirinya dengan jarinya tanpa menjawab kata-katanya, Zayn hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


" iya lah lo, siapa lagi, masa iya Desta " (kata Zayn)


" ah enggak kok, perasaan lo aja kali " (kata Humaira menjawab)


" jaim lo sama Desta? " (kata Zayn)


Pertanyaannya membuat Desta pacar dari adiknya menoleh kearah Humaira juga, melihat tingkah adiknya yang tiba-tiba jadi pendiam Zayn merasa aneh, entah apa yang membuat Humaira berprilaku diam seperti ini.


" mana pernah Huma jaim ama gue bang, biasa juga banyak ngomong, gak tau nih tiba-tiba kalem " (kata Desta menjawab)


" hahahaha, tuh Desta aja bilang lo biasa berisik ko sekarang tiba-tiba kalem lo, kesambet apaan? " (kata Zayn sambil tertawa)


" berisik lo kak, kak Rindu tuh orangnya kalem banget jadi gue gak mau dia mikir adek iparnya barbar banget kaya gue " (kata Humaira)


" astafirullah dek, lo gak perlu jaim, cukup jadi diri lo sendiri, gue malah aneh ngeliat lo kaya gitu, lagian Rindu juga udah kenal lo lama kan? " (kata Zayn)


" hehehe iya sih, tapi dia gak bakal ilfil kan liat tingkah bawel gue? " (kata Rindu)


" gak " (kata Zayn singkat)


Zayn yakin seperti apapun Humaira istrinya akan menerima Humaira dengan baik sebagai adik iparnya, mengingat Rindu bukan tipe wanita yang gampang menilai orang dengan sebelah mata, bahkan Rindu adalah seorang wanita yang easy going, Humaira tiba-tiba tersenyum & duduk disebelahnya.


" kak jalan yuk, lo gak besok di hotel mulu?, mumpung lo masih disini " (kata Humaira yang telah duduk disebelah Zayn sambil merangkul satu tangan Zayn)


" mau kemana? " (kata Zayn tersenyum)


Zayn mengelus kepala Humaira, ia sangat menyayangi Humaira, sebagai seorang gadis yang telah tumbuh menjadi gadis dewasa Zayn berharap adiknya tersebut bisa menjalani hidupnya tanpa salah langkah, tetapi ia mengingat ada Desta yang akan terus menjaga adiknya tersebut, Desta merupakan pasangan yang bisa menjaga Humaira dengan baik karena selama ini Zayn cukup mengenal seperti apa Desta.


Tak lama Rindu datang menghampiri mereka bertiga yang telah asik mengobrol, Zayn saat ini telah duduk ditepi ranjang bersama Zayn sedangkan Desta duduk di sofa yang telah menghadap mereka, Zayn menyuruh Rindu untuk segera duduk di sebelahnya yang kosong tanpa menyuruh adiknya untuk melepaskan tangannya.


" yank mau jalan gak? " (kata Zayn sambil menggenggam tangan Rindu), " ini Huma ngajakin kita jalan yank " (kata Zayn lagi)


" boleh kak " (kata Rindu tersenyum)


" ya udah kamu siap-siap ya " (kata Zayn tersenyum)


" iya kak " (kata Rindu)

__ADS_1


Zayn terus memperhatikan istrinya yang telah berdiri meninggalkannya menuju arah kamar mandi lagi untuk berganti pakaian, sebelumnya istrinya masuk ke kamar mandi ia sempat memilih pakaian yang akan ia kenakan, Zayn tersenyum sambil menunduk.


" cieh pengantin baru, senyum-senyum mulu, ih gemes deh pengen gigit kupingnya, hahaha " (kata Humaira)


Zayn melihat adiknya yang sedang tertawa karena menggodanya, Zayn tak menyadari adiknya sedari tadi memperhatikannya yang tak henti-hentinya menatap istrinya, ia jadi salah tingkah sambil menggaruk-garuk kepalanya.


" apaan sih anak kecil, sembarangan mau berani gigit kuping gue " (kata Zayn mengacak-acak rambut Humaira)


" hahahaha, kusut tau rambut gue kak " (kata Humaira), " bang Desta, kak Zayn uwwwuuu banget ya?, hahahaha " (kata Humaira pada Desta)


Zayn melihat kearah Desta yang hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, Desta bukan tipe pria yang banyak bicara, Zayn heran entah mengapa Humaira yang berisik bisa berpacaran dengan Desta yang pendiam.


" kak gue mau nanya dong " (kata Humaira)


" apa? " (kata Zayn)


" menurut kakak nikah itu enak gak? " (kata Humaira)


Zayn reflek menoleh kearah Humaira, ia hanya terdiam mendengar kata-kata adiknya yang barusan, merasa aneh dengan pertanyaan Humaira Zayn terus menatap adiknya.


" hem, gue cuman mau tau aja kok, kan lo udah nikah, jadi gue mau tau gimana perasaan lo pas sudah punya pasangan halal kaya sekarang " (kata Humaira lagi)


" apaan sih lo dek, msih kecil mau tau urusan orang dewasa " (kata Zayn)


" ih kakak nih, Huma udah gede sekarang, jangan anggap anak kecil mulu ah " (kata Humaira)


" dek lo itu masih mau tujuh belas masa nanya-nanya soal nikah sih? " (kata Zayn), " lo mau nikah emang sama Desta? " (kata Zayn lagi)


Zayn menatap kearah Desta yang hanya diam menatapnya, beberapa bulan yang lalu Desta memang menuturkan bahwa dirinya telah siap untuk menikah bahkan jika Humaira siap untuk ia nikahi maka ia akan segera menikahi Humaira.


" dek denger ya, nikah bukan perkara gampang, lo masih muda masih terlalu dini untuk melangkah ke yang lebih serius " (kata Zayn)


" lah kok malah nasehatin gue sih kak, kan gue cuman nanya gimana nikah itu menurut lo?, jadi panjang lebar gini ya " (kata Humaira)


" alah gak usah ngeles lo " (kata Zayn), " yang jelas gue gak bakal setuju kalo lo nikah di usia dini titik " (kata Zayn sambil menyilangkan tangannya di dadanya)


Zayn memang tak mau jika adiknya saat ini memilih menikah muda, mengingat ini baru pertama kalinya adiknya tersebut mengenal cinta.


# Rindu Mentari


" kak aku sudah selesai, gantian kakak gih ganti baju, nih " (kata Rindu sambil memberikan pakaian Zayn)


" makasih sayang " (kata Zayn yang akhirnya tersenyum), " ya udah ya gue mau ganti baju dulu " (kata Zayn kepada Humaira & Desta)


Setelah Zayn pergi menuju kamar mandi, Rindu lalu duduk di samping Humaira sambil tersenyum, adik iparnya tersebut juga tersenyum kearahnya.


" Gibran kenapa gak ikut dek? " (kata Rindu)


" males katanya jadi obat nyamuk, hahahah " (kata Humaira)


Rindu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, selama ini ia satu kampus dengan Gibran tetapi baru dua bulan terkahir selama ia di jodohkan dengan Zayn baru ia akrab dengan Gibran, sebelumnya ia tak tau jika ia satu kampus dengan Gibran.


" kak Gibran minder duluan kak, sadar diri dia kalo jomblo " (kata Humaira tertawa lagi)


" masa iya sih Gibran jomblo, aku baru tau malah " (kata Rindu)


" ya gitu lah kak, oh iya kak ngomong-ngomong sorry ya gara-gara Huma kak Rindu sama kak Zayn gak jadi berangkat ke kota D pagi tadi " (kata Humaira sambil menggaruk-garuk kepalanya)


" gak papa dek, lagian kakak juga pengen ketemu Huma kok mumpung disini kan " (kata Rindu tersenyum)


" tapi harusnya kita bisa pergi berdua aja kak, Huma pengen deh jalan berdua aja sama kak Rindu biar asik ngobrol berdua " (kata Humaira)


" nanti deh kapan-kapan ya kita jalan berdua aja, tapi Desta gak papa nih kalo kita jalan berdua aja? " (kata Rindu)


" Gak masalah lah gue tenang aja " (kata Desta)


" ok " (kata Rindu)


" siiiiip " (kata Humaira)


Tak lama Zayn keluar dari kamar mandi, ia telah berganti pakaian dengan pakaian yang telah dipilihkan oleh Rindu.


" asik banget ngobrolnya, ngomongin apaan? " (kata Zayn)


" ada deh, mau tau aja " (kata Humaira)


" jangan bilang lo nanya-nanya soal nikah sama bini gue " (kata Zayn curiga)

__ADS_1


" idih sok tau " (kata Humaira)


" awas lo kalo nanya-nanya soal nikah lagi " (kata Zayn mengancam)


Melihat perdebatan Zayn & Humaira ia hanya tersenyum, tak menyangka Zayn ternyata juga sangat posesif dengan adiknya.


" kan cuman nanya masa gak boleh, yang aneh-aneh aja " (kata Humaira)


" ya udah lah jalan aja kita, males gue debat sama lo bikin istri gue ilfil aja liat gue " (kata Zayn), " ayo yank " (kata Zayn mengajak Rindu)


Mereka berempat segera keluar dari kamar menuju pintu lift, Zayn terus menggenggam tangan Rindu, Ia sudah tak merasa malu lagi berjalan dengan bergandengan tangan dengan Zayn seperti ini. Zayn sesekali melihat kearahnya sambil tersenyum, setelah berada di lantai bawah mereka berempat segera naik kedalam mobil milik Zayn, mobil mulai menjauh dari hotel melaju melewati jalan raya.


" mau kemana nih? " (kata Zayn)


" kemana aja lah kak terserah kak Zayn sama Kak Rindu " (kata Humaira)


" aku ngikut kakak aja " (kata Rindu)


" Gimana Des? " (kata Zayn)


" ngikut aja gue bang " (kata Desta)


" pada terserah gue semua ya, ya udah balik aja ke hotel gimana?, hahahahah " (kata Zayn tertawa)


" ye itu mah namanya gak jalan dong kak " (kata Humaira)


" jalan dong, ini udah jalan kan, makanya balik lagi ke hotel " (kata Zayn)


" kakak nih ada-ada aja, kalo cuman mau bolak balik dijalan ngapain aku ganti baju tadi " (kata Rindu)


" enggak lah sayang, masa iya kita cuman mau bolak balik dijalan doang, kita nonton aja ya " (kata Zayn sambil mencium tangan istrinya)


" ya elaaaaaahhhh manisnya pengantin baru, hahahah " (kata Humaira tertawa)


Rindu hanya tersenyum mendengar kata-kata adik iparnya sedang suaminya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


" aaaahhhhh so sweet " (kata Rindu lagi)


" gak usah norak ya lo dek " (kata Zayn)


" sumpah gue baper tau kak ngeliat lo ama kak Rindu, ini kali ya alasan kak Gibran gak mau ikut tadi, takut baper si jomblo " (kata Humaira)


" hahahahahahahah " (tawa mereka bersama)


" emang di kampus gak ada cewek apa yang mau sama Gibran? " (kata Zayn)


" eemmm, banyak, gue aja sampe sebel ngeliatin saban hari ada aja cewek ngekori kak Gibran di kampus, mana beda-beda lagi tiap hari, tapi tiap gue tanya temen katanya " (kata Humaira)


" kamu pernah liat gak yang kalo di kampus Gibran itu gimana? " (kata Zayn pada istrinya)


" aku malah gak pernah ketemu Gibran kalo di kampus " (kata Rindu)


Ia memang tak pernah bertemu Gibran saat berada di kampus karena kebetulan gedung fakultas pariwisata agak jauh dari gedung fakultas kedokteran.


" dulu lo satu sekolah ya Des waktu masih SMP sama Gibran? " (kata Zayn pada Desta)


" iya bang, dari SD sih sampe SMP, SMA dia pindah ke kota C " (kata Desta)


" dulu waktu satu sekolah banyak gak mantannya? " (kata Zayn)


" ada sih kak beberapa, tapi kayaknya gak terlalu banyak " (kata Desta)


# Humaira Shakila Najma


Akhirnya ia bisa bertemu juga dengan Zayn, kini mereka telah berada di dalam mobil menuju ke bioskop untuk menonton film terbaru yang baru saja tayang, di sela-sela perjalanan mereka membahas tentang Gibran yang sampai saat ini masih jomblo, sebenarnya ini merupakan hal yang tidak biasa mengingat kakaknya tersebut memiliki banyak mantan, tak mungkin jika kakaknya tiba-tiba memilih untuk tidak mau berpacaran lagi. Di kampus banyak sekali wanita yang PDKT dengan Gibran tapi sejauh ini Gibran tak terlihat berpacaran dengan salah satunya juga.


" kayaknya kak Gibran udah hampir enam bulanan ya gak punya pacar, luar biasa lah ini " (kata Humaira)


" bagi gue Desta kalo Desta jomblo jatuhnya jadi aneh " (kata Zayn)


" banget kak, apa jangan-jangan dia habis patah hati ya gara-gara di tolak cewek " (kata Humaira)


" gak usah mengada-ada dek, kaya lo gak tau Gibran " (kata Zayn)


" iya juga ya, aduh kok jadi Gibahin kak Gibran gini sih, yakin nih orangnya pasti keselek-selek hahahaha " (kata Humaira tertawa)


Banyak yang perlu di pertimbangkan dalam memilih pasangan & Humaira rasa saat ini Gibran juga sedang mempertimbangkan mana yang terbaik untuknya, karena berhubungan juga butuh sebuah komitmen, untuk apa bersama jika pada akhirnya tak bis bertahan & meninggalkan, karena pada kenyataannya melupakan juga lebih sulit dari mencintai.

__ADS_1


__ADS_2