Polwan Cantik

Polwan Cantik
#41 SEASON 2


__ADS_3

Tak terasa waktu berlalu sangat cepat jam telah menunjukkan pukul 01.00 siang, Zayn sangat menikmati waktu luangnya bersama Rindu, hari ini Rindu lebih penurut & tak mendebatkan apapun hal yang telah ia putuskan bahkan ia lebih banyak tersenyum & tidak sedikitpun menampakkan wajah cemberutnya seperti biasa saat merasa kesal karena ulah Zayn, melihat Rindu tersenyum sepanjang hari rupanya lebih baik daripada melihat Rindu cemberut pikir Zayn, tetapi meskipun begitu wajah cemberut Rindu juga sangat menggemaskan bagi Zayn.


Zayn membelikan Rindu beberapa pakaian serta dua handuk dengan ukuran besar untuk Rindu, Rindu sebelumnya menolak pemberiannya tetapi karena Zayn sangat kekeh dengan pendiriannya akhirnya ia menerima barang-barang tersebut. Bukan hanya pakaian beserta handuk saja yang Zayn belikan untuk Rindu bahkan Zayn membelikan dua pasang sepatu untuk Rindu, bagi Zayn demi menyenangkan Rindu ia tak keberatan harus merogoh kantongnya untuk mengeluarkan uangnya sebanyak apapun.


" kak pulang aja yuk, udah jam satu nih, kita belum sholat loh, lagian ini belanjaan kita banyak banget mana kita naik motor, gimana coba bawanya " (kata Rindu)


" udah tenang aja, nanti gue telpon Faiz buat nitip barang-barang kita " (kata Zayn)


" ngerepotin kak Faiz gak sih kak? " (kata Rindu)


" enggak lah " (kata Zayn)


" kakak gak keberatan tuh bawa barang segitu banyaknya? " (kata Rindu)


" enggak, udah lo gak usah khawatir segini doang juga " (kata Zayn)


Rindu tersenyum kepadanya Zayn membalas senyum Rindu sambil menyelipkan anak rambut Rindu yang telah menutupi wajahnya, Zayn mengelus-ngelus Rambut Rindu untuk merapikan rambutnya.


" lo capek? " (kata Zayn)


" capek enggak, ngantuk iya " (kata Rindu)


" ya udah kita pulang, gue telpon Faiz dulu " (kata Zayn)


Rindu hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya, Zayn mengambil ponselnya yang berada di sakunya lalu menelpon Faiz.


📞 calling is my Brother Faiz....


tut... tut... tut....


" Hallo assalamualaikum Fa " (kata Zayn)


" Waalaikumsalam bro, kenapa nih? " (kata Faiz)


" lo dimana bro? " (kata Zayn)


" di mall bro, kenapa? " (kata Faiz)


" kok kita gak ketemu, lo dilantai berapa? " (kata Zayn)


" lantai dua bro " (kata Faiz)


" oh pantes, gue di lantai satu, gue titip barang ya dalam mobil, kebetulan bawa kunci serep kok gue " (kata Zayn)


" Sip, tar tuh barang dianter kemana bro? " (kata Faiz)


" kost Rindu bro, gue mau pulang, tar gue tunggu lo disana " (kata Zayn)


" siap, kebetulan searah, tapi gue belum mau pulang, lo duluan aja " (kata Faiz)


" ok " (kata Zayn)


Zayn segera menutup panggilan teleponnya, ia segera berdiri & menggandeng Rindu berjalan keluar dari mall tersebut menuju arah parkiran, terlihat mobil miliknya telah terparkir diparkiran tersebut, Zayn membuka pintu bagasi mobilnya & menaruh barang-barang belanjaannya, setelah itu ia menutup kembali.


Setelah selesai dengan permasalahan barang belanjaannya Zayn segera mengajak Rindu untuk pulang ke kost-kostannya karena Rindu terlihat sangat lelah hari ini, ia tak ingin membuat Rindu sakit karena terlalu kelelahan setelah terlalu lama berjalan dengannya seharian ini.


Motor yang ia kendarai melaju dengan kecepatan sedang melewati jalanan, siang ini jalanan masih tetap stabil tak terlalu padat, bersyukur cuaca hari ini juga mendukung sehingga saat ini ia tak perlu khawatir akan kehujanan karena mengendarai motor bersama dengan Rindu.


Beberapa puluh menit berkendara melewati jalan raya & memasuki gang akhirnya mereka berdua sampai juga didepan kost-kostan Rindu, mereka berdua segera turun menuju kamar Rindu setelah Zayn memarkirkan motornya.


" Sholat dulu ya kak " (kata Rindu)


" iya, ada sarung gak, masa gue sholat pake celana beginian " (kata Zayn)


" ada kak, kakak mau ngimamin gak? " (kata Rindu)

__ADS_1


Zayn menatap kearah Rindu yang mengajaknya untuk sholat berjamaah berdua, Zayn sangat tersentuh dengan kata-kata Rindu, meskipun mereka berdua belum sah menjadi suami istri kata-kata Rindu barusan termaksud pengingat baginya karena sebentar lagi ia akan menjadi imam bagi Rindu & anak-anak mereka.


" boleh " (kata Zayn tersenyum)


" ya udah aku wudhu duluan ya, nanti gantian " (kata Rindu)


Betapa ia tak dibuat kagum dengan Rindu, wajahnya cantik, ia sangat sopan bahkan agamanya cukup baik, masalah bibit bebet bobot Rindu memang tak diragukan lagi karena ia berasal dari keluarga yang baik-baik, ternyata ayahnya memang tak salah menjodohkan dirinya dengan Rindu, dalam waktu kurang dari seminggu ia bahkan bisa luluh terkagum-kagum karena Rindu.


Tak lama Rindu keluar dari kamar mandi dengan wajah basah setelah berwudhu, Zayn berdiri berganti masuk kedalam kamar mandi untuk berwudhu juga, setelah selesai ia segera keluar dari kamar mandi. Dilihatnya Rindu telah mengenakan mukenah putihnya sambil tersenyum, dua pasang sajadah telah tersusun rapi di depan & di belakang, karena ia & Rindu belum mukhrim Rindu meletakan sarung & peci untuknya diatas sajadahnya.


Zayn segera berdiri didepan Rindu sambil merapikan sarung serta peci yang ia kenakan, setelah dirasa rapi ia segera memulai shalatnya dengan menjadi imam untuk Rindu. Setelah beberapa menit akhirnya ibadah sholat dzuhur telah selesai ia laksanakan, setelah berdoa Zayn berbalik kearah Rindu untuk bersalaman, seperti biasa Rindu bersalaman dengan mencium punggung tangan Zayn sedang Zayn tersenyum mengelus kepala Rindu.


" ngomong-ngomong ini sarung sama kopiyah siapa? " (kata Zayn)


" punya papa kak, sengaja ditinggal jadi kalo kesini gak perlu bawa sarung lagi kalo mau sholat " (kata Rindu)


" oh gitu, lo katanya ngantuk? " (kata Zayn)


" iya kak " (kata Rindu)


" ya udah lo tidur aja sana " (kata Zayn)


" kakak gak ngantuk? " (kata Rindu)


" mayan, tapi masih bisa gue tahan, tar kalo gue ngantuk gue bisa tidur disofa jadi lo jangan khawatir " (kata Zayn)


" kakak gak papa aku tinggal tidur nih? " (kata Rindu)


" iya tidur gih, lo keliatan capek tuh " (kata Zayn)


" ok, aku tinggal tidur dulu ya kak " (kata Rindu)


Zayn hanya mengangguk & tersenyum kepada Rindu, Rindu telah berbaring diatas tempat tidurnya, ia telah memejamkan matanya, Zayn hanya bisa menatap Rindu dari sofa tanpa bisa menyentuhnya, bagaimanapun juga Zayn juga harus menjaga Rindu layaknya ia menjaga Humaira.


# Humaira Shakila Najma


Wajah kakak sepupunya tersebut nampak tidak baik karena isi perut habis terkuras karena ulahnya, Gibran muntah-muntah saat turun dari rollercoaster, sehingga saat pulang tadi Humaira lah yang menyetir mobil milik Gibran, Humaira tak menyangka jika kakak sepupunya tersebut bisa semabuk ini karena arena permainan tersebut.


" masih mual lo kak? " (kata Rindu


" mual enggak, pusingnya iya " (kata Gibran)


Humaira hanya tertawa karena kakak sepupunya sangat lemah pikirnya, saat ini Gibran tengah membaringkan tubuhnya diranjang didekat kaki Humaira yang sedang duduk memasukan pakaian yang bawa kedalam tas ranselnya.


" lo baliknya cepet banget sih dek, coba lama-lama aja, gue belum puas jalan ama lo " (kata Gibran)


" males gue jalan sama lo kak, lo lemah gimana mau jaga gue " (kata Humaira)


" Gue lemah naik rollercoaster aja dek kalo masalah yang lain gue gak bakal lemah, gue bisa jaga lo, yakin gue " (kata Gibran)


" hahahah, yakin lo? " (kata Humaira)


" yakinlah, makanya lo beneran ya kuliah disini, tar gue bakal jagain lo " (kata Gibran)


" awas lo kak ingkar janji, tar kalo gue udah disini taunya lo nyuekin gue di kampus " (kata Humaira)


" enggak lah, sumpah enggak " (kata Gibran)


" janji lo ya " (kata Humaira)


" iya janji gue, gak percaya amat sih sama gue " (kata Gibran)


Humaira telah mantap untuk melanjutkan pendidikannya di kota C setelah melihat sendiri kampus yang akan menjadi tempat ia mendaftarkan diri sebagai mahasiswa nantinya. Saat ia berkuliah nanti ia akan menetap di rumah pamannya ayah dari Gibran, ia tak perlu repot-repot untuk mencari tempat kost untuk dirinya karena paman serta tantenya dengan senang hati menerima dirinya tinggal bersama dengan mereka.


" mommy sama daddy gue gak sabar nunggu lo lulus tau dek, soalnya lo tau kan mommy gue tuh suka banget sama lo dari dulu, pengen punya anak cewek kaya lo dia " (kata Gibran)

__ADS_1


" hahaha, takutnya lo tar iri ama gue kak kalo uncle ama onty terlalu sayang ama gue, terus lo berasa kaya anak pungut gitu " (kata Humaira)


" ih jahat mulut lo dek, masa iya gue ganteng kaya bokap gini dibilang anak pungut " (kata Gibran)


" pede banget lo kak ngaku ganteng, ganteng tapi jomblo apa coba gunanya " (kata Humaira)


" hahahaha, denger lo ngomong gitu jadi ngenes gue dek " (kata Gibran)


" hahahah, jomblo ngenes " (kata Humaira)


# Rindu Mentari


Ia menggeliatkan tubuhnya & membuka matanya, jam telah menunjukkan pukul 03.00sore, sudah dua jam ia tertidur pulas diatas tempat tidurnya, ia mengedip-ngedipkan matanya sambil sesekali mengcuk-ngucek matanya, Rindu tertegun melihat Zayn yang telah terlelap tidur diatas sofa panjang yang berada dikamarnya. Rindu berhasil terpana melihat wajah Zayn, yang begitu tenang saat tertidur.


" kalo lagi tidur gitu kok rasanya malah keliatan ganteng ya, kalo melek malah bikin sebel gak keliatan gantengnya " (kata Rindu sendiri sambil tersenyum)


" pasti kak Zayn capek banget, kerjaannya nonstop, mondar-mandir diudara bawa pesawat, aku kok ngerasa kasian ya jadinya, makan gak ada yang ngurus baju gak ada yang ngurus jauh dari keluarga " (kata Rindu masih berbicara sendri)


Rindu berdiri turun dari ranjangnya menuju arah Zayn sambil membawa selimut bermaksud untuk menyelimuti Zayn, saat berada didekat Zayn tangannya justru ditangkap oleh Zayn.


" ngapain? " (kata Zayn yang mulai bangun & duduk disofa tempat ia berbaring tadi)


" mau nyelimuti kakak " (kata Rindu)


" gue gak butuh selimut, sini duduk disebelah gue " (kata Zayn menarik Rindu pelan untuk duduk disebelahnya)


Rindu hanya menurut & duduk disebelah Zayn, Rindu rasa tanpa ada perdebatan hari ini ia lalui dengan baik, bahkan lumayan menyenangkan meskipun Zayn masih tetap dengan sifatnya yang aneh tak mau ditolak sedikitpun.


" kenapa kak " (kata Rindu)


Ia sangat heran melihat Zayn yang menyuruh dirinya duduk disebelahnya tapi justru hanya diam & tersenyum sambil menatap dirinya tanpa berkata apapun.


" enggak gue cuman pengen duduk disebelah lo aja " (kata Zayn)


" duduk aja kan gak sama ngapa-ngapain?, awas macem-macem " (kata Rindu)


" iya duduk aja, emang gue mau ngapain lo sih?, lagian gue juga gak berani macem-macemin lo " (kata Zayn)


" ya mana aku tau, sapa tau aja kakak kesetanan gitu " (kata Rindu)


" kesetanan gimana?, kalo emang gue mau kesetanan udah dari tadi pagi pas liat lo pake handuk minim cuman nutupin bagian tengah-tengahnya doang, tuh dada lo juga masih keliatan dikit malah, lagian lo pikir muka gue ada muka-muka cabul apa? " (kata Zayn)


" ih apaan sih masih diinget aja, kak please ya kita hidup itu maju kedepan bukan mundur kebelakang jadi yang udah terjadi tolong jangan diinget lagi, lagian kan tadi aku sudah bilang ke kakak buat tutup mata tapi kak Zayn sendiri yang bilang gak perlu tutup mata jadi bukan salah aku dong " (kata Rindu)


" iya bukan salah lo salah gue yang ngeliat yang gak seharusnya gue liat, untung gak sial gue gara-gara liat lo setengah bugil " (kata Zayn)


" apaan sih, sapa yang bugil lagi, pikirannya mulai gesrek nih ah, males tau " (kata Rindu berdiri meninggalkan Zayn)


Rindu mulai memanyunkan bibirnya lagi karena kesal dengan kata-kata Zayn, baru beberapa jam hidupnya terasa damai ia rasakan.


" hahahaha, ngomong aja lo yang sengaja pengen godain gue, untung aja iman gue kuat & kokoh " (kata Zayn tertawa)


" ih pede banget tau, lagian sapa yang godain kakak, lagian kalo kenapa-kenapa disini yang rugi aku ya bukan kakak " (kata Rindu mulai menyilangkan tangannya)


" mana gue tau, sapa tau aja lo penasaran " (kata Zayn tersenyum jahat)


" ih jahat banget sih kak, aku ini perempuan baik-baik tau, astaghfirullah gitu banget sih mikirnya " (kata Rindu)


Zayn lalu berdiri menghampiri Rindu yang telah duduk di tepi ranjang, ia mengelus-ngelus rambut Rindu.


" gak kok, gue main-main aja, gue cuman bercanda, jangan sedih gitu ah, sumpah lo itu satu-satunya cewek baik yang pernah gue temui, lo itu bikin gue kagum sama lo, gue harap lo terus begini sampai kita nikah nanti, tetep ingatin kebaikan ke gue biar tetep jadi imam yang baik buat lo " (kata Zayn)


Rindu menatap kearah Zayn baru kali ini tatapan mata Zayn terlihat sangat tulus & lembut, begitu tenang & damai, sepertinya kata-kata tersebut ia katakan tulus dari lubuk hatinya yang paling dalam.


" gue harap kalo kita nikah nanti lo bakal sabar ngadepin sikap gue, lo harus berusaha terima gue apa adanya dengan segala kekurangan gue, karena gue terlalu banyak kekurangannya daripada kelebihannya " (kata Zayn masih dengan serius sambil menatap Rindu)

__ADS_1


Rindu hanya diam tak bisa berkata-kata ia hanya mendengarkan kata-kata Zayn.


__ADS_2